You are on page 1of 41

Otitis Media Akut

Inayah Afrilia 1110311014
Ranti Verdiana 1110312084
Preseptor:
dr. Yan Edward, Sp.THT-KL (K)

Latar Belakang
Terapi
Gejala
Gangguan
Peradangan

Anatomi Telinga Tengah

Anatomi Telinga Tengah
Membran Timpani

Anatomi Telinga Tengah .

.

Etiologi Bakteri .

Faktor Resiko • • • • • • • • Umur (>>anak-anak) Jenis kelamin (>>laki-laki) Ras. faktor genetik Status sosioekonomi serta lingkungan Asupan air susu ibu (ASI) atau susu formula Lingkungan merokok Status imunologi Infeksi bakteri/virus di saluran pernapasan atas .

Patofisiologi .

Manifestasi Klinis Stadium Oklusi .

Manifestasi Klinis .

Manifestasi Klinis Stadium Supuratif .

Manifestasi Klinis Stadium Perforasi .

Manifestasi Klinis Stadium Resolusi .

Diagnosis • Otoskop biasa Timpanometri • Otoskop pneumatik Timpanosintesis .

Diagnosis Banding .

Terapi .

Terapi .

Pencegahan .

Komplikasi .

BAB III LAPORAN KASUS .

IDENTITAS PASIEN • • • • • • • Nama : An. AC Umur : 8 tahun Jenis kelamin : Perempuan No MR : 619850 Pekerjaan : Pelajar Alamat : Padang Tanggal pemeriksaan: 29 Juni 2016 .

pilek.ANAMNESIS Seorang pasien perempuan berusia 8 tahun datang ke RSUP DR M Djamil Padang pada tanggal 29 Juni 2016 dengan: Keluhan Utama : Nyeri telinga kanan sejak ± 3 jam SMRS Riwayat Penyakit Sekarang : • Nyeri telinga kanan sejak ±3 jam sebelum masuk rumah sakit. dan hidung tersumbat sejak ± 3 hari sebelum masuk rumah sakit. • Penurunan penciuman saat hidung tersumbat ada • Keluar cairan dari telinga tidak ada . pasien sudah berobat. tiba–tiba pasien mengeluhkan nyeri di telinga kanan. nyeri dirasakan tiba-tiba • Sebelumnya pasien sedang bermain. dan keluhan sudah mulai berkurang. Pasien kemudian langsung dibawa orang tua ke RSUP DR M Djamil Padang. • Batuk.

Riwayat pekerjaan. nyeri daerah sekitar muka tidak ada. penglihatan ganda tidak ada. Keluhan telinga berdenging sebelumnya tidak ada. Riwayat memasukkan benda asing ke dalam telinga tidak ada Riwayat bersin lebih dari 5 kali bila terkena debu dan cuaca dingin tidak ada • Nyeri tenggorok tidak ada. dahak di tenggorok tidak ada. sosial ekonomi dan kebiasaan : Pasien seorang murid kelas 3 SD . Riwayat penyakit keluarga : Tidak ada anggota keluarga yang mengalami keluhan yang sama.• • • • • • • Keluar darah dari telinga tidak ada. rasa sumbatan di leher tidak ada. Riwayat trauma daerah telinga tidak ada. • Nyeri kepala tidak ada. nyeri dan sulit menelan tidak ada. suara serak tidak ada. muntah menyemprot tidak ada Riwayat penyakit dahulu : Keluhan seperti ini baru pertama kali dirasakan oleh pasien. Pusing berputar tidak ada Riwayat mengorek telinga dengan benda tajam tidak ada.

PEMERIKSAAN FISIK Status Generalis .

.

.

.

.

.

.

.

.

dan keluhan sudah mulai berkurang. • Batuk. nyeri dirasakan tiba-tiba • Sebelumnya pasien sedang bermain. pasien sudah berobat.RESUME (DASAR DIAGNOSIS) Anamnesis : • Nyeri telinga kanan sejak ±3 jam sebelum masuk rumah sakit. tiba–tiba pasien mengeluhkan nyeri di telinga kanan. dan hidung tersumbat sejak ± 3 hari sebelum masuk rumah sakit. Pasien kemudian langsung dibawa orang tua ke RSUP DR M Djamil Padang. pilek. • Penurunan penciuman saat hidung tersumbat ada .

hiperemis (-). KM sulit dinilai. bulging (+). – AS : Liang telinga cukup lapang. serumen (-).Pemeriksaan fisik : • Telinga : – AD : Liang telinga cukup lapang. membran timpani utuh. dengan pelebaran muara kripti. hiperemis. hiperemis (-). reflek cahaya (-). uvula di tengah. detritus tidak ada. • Hidung : – KND : Kavum nasi sempit. KI hiperemis (+). dinding posterior faring berwarna sama dengan sekitar dan licin. hiperemis (+). permukaan licin. membran timpani utuh. edem (+). tonsil T2-T2 tenang. – KNS : Kavum nasi sempit. sekret (+) mukoid. edem (-). retraksi (+). . edem (-). sekret (+) mukoid. KI hipertrofi. edem (+). • Orofaring dan mulut : – Arkus faring simetris. permukaan licin. reflek cahaya (-). KM sulit dinilai. keruh. serumen (-).

supurasi + OMA AS Std. Oklusi Diagnosis banding Otitis Media Efusi Pemeriksaan penunjang: Diagnosis OMA AD Std. supurasi + OMA AS Std.Diagnosis Kerja OMA AD Std. Oklusi Diagnosis tambahan Rinitis Akut Tonsilitis Kronis .

• Tatalaksana: • Umum: • Menjelaskan kepada pasien bahwa keluhan nyeri telinga yang diderita ini salah satunya diakibatkan pilek yang diderita oleh pasien • Pasien tidak boleh berenang dalam seminggu ini • Pasien tidak boleh melakukan valsava manuver • Khusus: – Amosiklav 625 mg 3 x 1 tab – Rinofed 30 mg 3 x 1 tab – Ambroxol 30 mg 3 x 1 tab – Ibuprofen 400 mg 3 x 1 tab – Kontrol 3 hari lagi ke poli THT • Prognosis Quo ad vitam : bonam Quo ad functionam : dubia ad bonam Quo ad sanationam : dubia ad bonam .

BAB IV DISKUSI .

Pada pasien ini. pilek sejak ± 3 hari yang lalu. demam. M. tinnitus dan vertigo.Seorang pasien perempuan. faktor pencetus terjadinya OMA dapat didahului oleh terjadinya infeksi saluran pernapasan atas yang berulang disertai dengan gangguan pertahanan tubuh oleh silia dari mukosa tuba eusthachius.enzim dan antibodi yang menimbulkan tekanan negative sehingga terjadi invasi bakteri dari mukosa nasofaring ke dalam telinga tengah melalui tuba eusthachius dan menetap di dalam telinga tengah menjadi otitis media akut. tiba-tiba pasien mengatakan kepada ibunya bahwa telinga kanan pasien sakit. Otitis media akut merupakan radang infeksi atau inflamasi pada telinga tengah oleh bakteri atau virus dengan gejala klinik nyeri telinga. Pada pasien ini keluhan yang ada hanya nyeri telinga akut. Penyakit ini lebih sering terjadi pada anak-anak. Djamil Padang pada tanggal 29 Juni 2016 dengan keluhan utama nyeri telinga kanan sejak ±3 jam SMRS. Pasien menderita batuk. usia 8 tahun datang ke IGD RSUP Dr. . Pada anamnesis didapatkan nyeri telinga kanan sejak ±3 jam SMRS yang dirasakan secara tiba-tiba. bahkan hingga hilangnya pendengaran. Awalnya pasien sedang bermain.

serumen (-). membran timpani utuh. hiperemis (-). permukaan licin. Pemeriksaan status lokalis telinga kanan didapatkan liang telinga cukup lapang. Pemeriksaan orofaring dan mulut didapatkan arkus faring simetris. Pemeriksaan fisik adalah alat diagnostik yang utama. serumen (-). Telinga kiri didapatkan liang telinga cukup lapang. Otoskop dapat digunakan untuk melihat keadaan membran timpani. dengan pelebaran muara kripti. membran timpani utuh. . hiperemis (-). KI hipertrofi. hiperemis (+). detritus tidak ada. Tidak ada pemeriksaan laboratorium ataupun radiologi yang direkomendasikan sebagai pemeriksaan penunjang. sekret (+) mukoid. reflek cahaya (-). reflek cahaya (-). KM sulit dinilai. dinding posterior faring berwarna sama dengan sekitar dan licin. hiperemis. edem (-). edem (-).Pada pemeriksaan fisik didapatkan kondisi umum pasien komposmentis kooperatif dengan status gizi cukup. keruh. Pemeriksaan hidung kanan dan kiri didapatkan kavum nasi sempit. edem (+). bulging (+). retraksi (+). uvula di tengah. Diagnosis ditegakkan dari anamnesis dan pemeriksaan fisik. tonsil T2-T2 tenang.

Pasien diminta untuk kontrol 3 hari lagi ke poli THT. Rinofed 30 mg 3 x 1 tab. Diagnosis tambahan rinitis akut dan tonsilitis kronis. Oklusi. . Ambroxol 30 mg 3 x 1 tab. Pasien tidak boleh berenang dalam seminggu ini. Pasien juga diberikan tatalaksana umum berupa edukasi. Ibuprofen 400 mg 3 x 1 tab. Terapi yang diberikan adalah Amosiklav 625 mg 3 x 1 tab.Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik tersebut dapat ditegakkan diagnosis OMA AD Std. supurasi + OMA AS Std. yaitu Menjelaskan kepada pasien bahwa keluhan nyeri telinga yang diderita ini salah satunya diakibatkan pilek yang diderita oleh pasien. Pasien tidak boleh melakukan valsava manuver.