You are on page 1of 23

HUBUNGAN ANTARA PROFESI

DOKTER DENGAN KODE ETIK
KEDOKTERAN INDONESIA (KODEKI)
Made Sri Adnyasitarini
Nydia Ayu Ulima
Tiffany Rahma Ramadhani
Ajeng Lati Lestari
Rahmatan Lil Alamin
PEMBIMBING :
dr. Ngesti Lestari, SH, Sp.F
(K)

1

BAB I PENDAHULUAN

2

etika dan moral. paripurna.  Menggunakan prinsip pelayanan yang efektif dan efisien serta menjunjung tinggi tanggung jawab profesional. hukum. bersinambung.LATAR BELAKANG  Secara operasional. organologi. dan dalam koordinasi serta kolaborasi dengan profesional kesehatan lainnya. golongan usia. 3 . dan jenis kelamin  Sedini dan sedapat mungkin. secara menyeluruh.dokter adalah  Seorang tenaga kesehatan yang menjadi tempat kontak pertama pasien untuk menyelesaikan semua masalah kesehatan yang dihadapi tanpa memandang jenis penyakit.

tindak dan perilaku seorang dokter  Meskipun telah di atur dalam KODEKI akan tetapi masyarakat mulai mempertanyakan kembali dan mengkritisi profesi dokter.LATAR BELAKANG  Dokter merupakan profesi yang tidak lepas dari norma dan etika dalam pelaksanaannya  Di Indonesia. pelaksanaan profesi kedokteran diatur dalam Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI) meliputi pedoman sikap. Kepercayaan masyarakat terhadap dokter yang merupakan dasar hubungan mengalami krisis 4 .

RUMUSAN MASALAH  Apa saja tugas. hak. dan kewajiban profesi dokter?  Apakah Kode Etik Kedokteran Indonesia itu?  Bagaimana hubungan antara profesi dokter dengan Kode Etik Kedokteran Indonesia? 5 .

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 6 .

Pasal 27 Ayat (1) dan Pasal 29  Undang-undang Republik Indonesia nomor 29 tahun 2004 tentang praktik kedokteran pasal 50 yang berisikan “Dokter atau dokter gigi dalam melaksanakan praktek kedokteran mempunyai hak memperoleh perlindungan hukum sepanjang melaksanakan tugas sesuai dengan standar profesi dan standar prosedur operasional”. 36 Tahun 2009 pasal 24 Ayat (1). 7 . kompetensi yang diperlukan melalui pendidikan yang berjenjang.PROFESI DOKTER  Definisi : Profesi kedokteran merupakan suatu pekerjaan kedokteran yang dilaksanakan berdasarkan suatu keilmuan. dan kode etik yang bersifat melayani masyarakat (Undang-undang Praktek Kedokteran No 29.  Dasar Hukum Perlindungan Hukum Dokter:  undang-undang kesehatan No. 2004).

kecuali bila Ia yakin ada orang lain yang bertugas dan mampu melakukannya  Menambah ilmu pengetahuan dan mengikuti perkembangan ilmu kedokteran. termasuk dalam beribadat dan atau penyelesaian masalah pribadi lainnya (Kode Etik Kedokteran Indonesia. bahkan juga setelah pasien itu meninggal dunia  Melakukan pertolongan darurat atas dasar perikemanusiaan.PROFESI DOKTER  Kewajiban Dokter :  Memberikan pelayanan medis sesuai dengan standar profesi dan standar prosedur operasional serta kebutuhan medis pasien  Merujuk pasien ke dokter yang mempunyai keahlian atau kemampuan yang lebih baik. apabila tidak mampu melakukan suatu pemeriksaan atau pengobatan  Merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang pasien. (Undang-undang No 29. 2004)  Pasal 15 Kode Etik Kedokteran Indonesia bahwa setiap dokter wajib memberikan kesempatan pasiennya agar senantiasa dapat berinteraksi dengan keluarga dan penasihatnya. 2012) 8 .

Kode etik kedokteran merupakan kumpulan peraturan etika profesi yang akan digunakan sebagai tolak ukur perilaku ideal/ optimal dan penahan godaan penyimpangan profesi perorangan dokter yang merupakan pengabdi profesi di Indonesia 9 .KODE ETIK KEDOKTERAN  Definisi : Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI) merupakan kumpulan norma untuk menuntun para dokter di Indonesia selaku kelompok profesi berpraktik di masyarakat.

untuk mengawal sang dokter dalam menjalankan profesinya tersebut agar sesuai dengan tuntutan ideal. Tuntunan tersebut kita kenal dengan Kode Etik Kedokteran Indonesia 10 .KODE ETIK KEDOKTERAN  Tujuan : mengantisipasi atau mencegah terjadinya perkembangan yang buruk terhadap profesi dokter dan agar dokter dalam menjalani profesinya dapat bersikap profesional maka perlu kiranya membentuk kode etik profesi kedokteran.

11 . 221 / PB / A.KODE ETIK KEDOKTERAN  Dasar Hukum :  SURAT KEPUTUSAN PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER      INDONESIA NO.4/ 04/ 2002 TENTANG PENERAPAN KODE ETIK KEDOKTERAN INDONESIA oleh PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (IDI) UU Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan UU Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumahsakit UU nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial).

KODE ETIK KEDOKTERAN  Kewajiban Umum  Kewajiban Dokter Terhadap Pasien  Kewajiban Dokter Terhadap Teman Sejawat  Kewajiban Dokter Terhadap Diri Sendiri  Penjelasan Kode Etik Kedokteran Indonesia  Pasal 1 Sumpah Dokter  Pasal 2 Standar Pelayanan Kedokteran yang Baik  Pasal 3 Kemandirian Profesi  Pasal 4 Memuji Diri  Pasal 5 Perbuatan Melemahkan Fisik maupun Psikis 12 .

KODE ETIK KEDOKTERAN  Pasal 6 Bijak dalam Penemuan Baru  Pasal 7 Keterangan dan Pendapat yang Valid  Pasal 8 Profesionalisme  Pasal 9 Kejujuran dan Kebijakan Sejawat  Pasal 10 Penghormatan Hak-hak Pasien dan Sejawat  Pasal 11 Pelindung Kehidupan  Pasal 12 Pelayanan Kesehatan Holistik  Pasal 13 Kerjasama  Pasal 14 Konsul dan Rujukan 13 .

KODE ETIK KEDOKTERAN  Pasal 15 Kebebasan Beribadat dan lain- lain  Pasal 16 Rahasia Jabatan  Pasal 17 Pertolongan Darurat  Pasal 18 Menjunjung Tinggi Kesejawatan  Pasal 19 Pindah Pengobatan  Pasal 20 Menjaga Kesehatan  Pasal 21 Perkembangan Ilmu dan Teknologi Kedokteran 14 .

BAB III PEMBAHASAN 15 .

ketidakpercayaan kepada dokter ditandai dengan mempertanyakan pengetahuan. 16 . Walaupun masih memerlukan kajian yang lebih spesifik. perilaku dan manajemen pasien oleh dokter. Kepercayaan yang merupakan dasar hubungan dokter pasien mengalami krisis. kemampuan.Hubungan Antara Profesi Dokter dengan KODEKI  Profesi dokter dalam pelaksanaannya di Indonesia terikat oleh norma dan etika dimana diatur dalam kode etik kedokteran indonesia (KODEKI)  Belakangan masyarakat mulai mempertanyakan dan mengkritisi profesi dokter. perlu diketahui hubungan peran antara profesi dokter dengan kodeki saat ini dalam pelayanan di masyarakat. Oleh sebab itu.

Hubungan Antara Profesi Dokter dengan KODEKI  Hubungan antara profesi dokter dengan KODEKI saling terkait karena dalam pelaksanaannya saat menangani pasien seoarang dokter harus bersikap layaknya seorang dokter. Sedangkan KODEKI disini berfungsi sebagai pedoman yang harus dilaksanaakan oleh seorang dokter agar dalam pelaksanaanya tidak menimbulkan hal-hal yang bisa membahayakan pasien maupun diri sendiri 17 .

arahan dalam menilai baik buruknya atau benar salahnya suatu keputusan atau tindakan medis 18 .Hubungan Antara Profesi Dokter dengan KODEKI  KODEKI menjadi suatu arahan dalam membuat keputusan dan bertindak.

BAB IV PENUTUP 19 .

KESIMPULAN  Setiap profesi yang ada pasti memiliki peraturan yang mengatur masing-masing profesi tersebut. tak terkecuali profesi dokter sendiri. Salah satu peraturan tersebut yakni etika kodekteran yang tertuang dalam Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI) yang dikeluarkan oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Indonesia dan Ikatan 20 .

selain sebagai pedoman. 21 . etika juga berfungsi untuk melindungi dokter itu sendiri untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan  Di tengah krisis kepercayaan masyarakat pada profesi dokter perlu adanya pemahaman dari praktisi kedokteran akan etika kedokteran tersebut seiring dengan semakin kompleknya isu-isu terkait etika dalam setiap hubungan dokter dengan pasien.KESIMPULAN  Etika memiliki peran ganda.

SARAN  Dalam menjalankan tugas nya sebagai seorang pelayanan publik. niat yang baik saja tidak cukup bagi seorang dokter dalam menjalankan tugasnya. Banyak sekali isu-isu kesehatan yang berkaitan dengan etika dalam setiap tindakan yang dilakukan oleh dokter. 22 . Oleh karena itu maka pemahaman akan KODEKI ini lah yang bisa menjadi tameng serta pedoman dalam menjaga sikap profesi dokter dan tetap dalam jalur yang baik dan sesuai dengan etika profesi kedokteran.

TERIMAKASIH 23 .