You are on page 1of 23

Hiperemesis Gravidarum

Oleh :
Chrysman A.H
1115130

Pembimbing :
dr. Erik D. Saiman , Sp. OG

1

I. Identitas Pasien
• Tgl masuk

: 28 Juli 2016

• Jam : 12 : 00
• Nama

: Ny. A

• Umur

: 20 tahun

• Nama suami : Tn. MS
• Menikah, lamanya

: 2x, pernikahan kedua 1 tahun

• Pekerjaan pasien : Ibu Rumah Tangga
• Pekerjaan suami : Pedagang
• Alamat

: Jl. Cibaduyut

• Pendidikan

: SMA

• Tinggi Badan

: 155 cm

• Berat Badan : 38 kg

nyeri tenggorokan. Keluhan muncul setiap pagi hari dan saat makan atau minum. muntah (+) sejak 3 bulan lalu. riwayat menstruasi teratur siklus 28 hari selama 7 hari.keluhan disertai adanya rasa pahit di lidah. namun pasien merasa sangat lemas dan terkadang nyeri kepala. Tidak ada demam dan penurunan kesadaran. umur 20 tahun.II. taksiran persalinan tanggal Febuari 2017. dan nafsu makan menurun. Muntah >10 x/hari. anamnesis Keluhan Utama : mual muntah • Seorang wanita.darah (-). Pasien menyangkal Keluar cairan dan darah dari jalan lahir dan mules (-). G2P0A1 mengaku hamil 3 bulan datang dengan keluhan mual. isi air. . • HPHT 14 Mei 2016. BAB mencret dan BAK dalam batas normal.

Asma (-). DM (-). • Riwayat Operasi (-) . DM (-).Riwayat Obstetri Perkaw Lama i-nan Kehami lan 1 2 Abortus Penolo ng Persalinan & Komplikasi JK BBL Umur Keada Sekara an ng Sekara ng Bidan Hamil ini • Kehamilan saat ini adalah kehamilan yang pertama • Riwayat PNC : ke bidan • Riwayat KB : Suntik bulan januari • RPD : HT (-). maag (+) • RPK : HT (-).

Bunyi jantung murni. VBS kanan=kiri. Wh-/- Abdomen : cembung gravid. Hepar dan Lien tidak teraba membesar. sklera ikterik -/Thorax : • • • • Cor: batas jantung normal. Pemeriksaan Status Generalis : • Keadaan Umum : Baik • Kesadaran : Compos Mentis • Kesan sakit : sakit sedang • Tanda-tanda vital: • • • • Tekanan Darah : 110/70 mmHg Nadi : 80x/menit Respirasi : 21x/menit Suhu : 36. murmur Pulmo: sonor+/+.III. nyeri tekan epigastrium +. Rh-/-. Ekstremitas : Oedem -/- .5°C • • Kepala : Konjungtiva anemis -/-.

Status Obstetrikus: • Pemeriksaan Luar: • • • • TFU : belum dapat dinilai Lingkar Perut : 47 cm His : Bunyi Jantung Janin :- • Pemeriksaan Dalam: • Tidak dilakukan • Pemeriksaan Panggul : Tidak dilakukan pemeriksaan .

Diagnosis kerja G1P0A0 gravida 12 minggu + Hiperemesis Gravidarum grade I V. Diagnosis Banding .IV.Hiperemesis gravidarum .Gastritis .

eritrosit. K.VI. leukosit. MCV. bilirubin • USG • Gula darah sewaktu 8 .MCHC • Kadar Elektrolit : Na. Ht. Cl • Urin rutin : Benda keton. hitung jenis. Usul Pemeriksaan • Hematologi rutin : Hb.MCH.

5mg . Tindakan • Non.VII.medikamentosa • • • • Rawat inap dan tirah baring Infus RL 1500cc/24 jam Minum cairan yang adekuat Makanan dalam porsi kecil dan sering • Medika mentosa • Anti emetik : klorpromazin • Kombinasi piridoksin ( Vitamin B6) 10mg + doxylamine 12.

VII. Prognosis • Quo ad vitam : ad bonam • Quo ad functionam : ad bonam • Quo ad sanationam : ad bonam .

Emesis Gravidarum Hiperemesis Gravidarum Mual dan muntah dikeluhkan terus melewati 20 minggu pertama kehamilan Mual dan muntah mengganggu aktivitas sehari-hari Tidak mengganggu aktivitas sehari-hari Mual dan muntah tidak menimbulkan komplikasi ( ketonuria. dehidrasi. penurunan berat badan Tidak menimbulkan komplikasi patologis .Hiperemesis Gravidarum Mual dan muntah (Morning Sickness. hipokalemia. Emesis Gravidarum) : mual dan muntah selama kehamilan 4 dan 8 minggu sampai 14-16 minggu kehamilan dan gejala biasanya akan membaik.

Etiologi • Hingga saat ini penyebab hiperemesis gravidarum belum diketahui secara pasti dan multifaktorial. .

disfungsi gastrointestinal. Adrenocorticotropine Hormone. Thyroid Stimulating Hormone. kelainan enzym metabolik. . progesteron. estrogen. infeksi Helicobacter pylori. human Growth Hormone. prolactin dan leptin. • Non endokrin : immunologi. anatomi dan psikologis. defisiensi nutrisi.Faktor Risiko • Endokrin : Human Chorionic Gonodotrophin.

pucat. sianosis. Pasien terlihat apatis. Awalnya muntahan adalah makanan. nistagmus. gangguan jantung dan dalam urin ditemukan bilirubin dan protein. tetapi kesadaran pasien menurun (delirium sampai koma). . Frekuensi nadi meningkat sampai 100 kali per menit dan tekanan darah sistolik menurun. lidah kering. Pasien dapat mengalami ikterus. berat badan cepat menurun. Terdapat penurunan berat badan dan nyeri epigastrium.kelanjutan dari hiperemesis gravidarum tingkat II muntah yang berkurang atau bahkan berhenti. penurunan turgor kulit dan penurunan jumlah urin Tingkat II Pasien memuntahkan semua yang dimakan dan diminum. kadang ikterus. Pada pemeriksaan fisis ditemukan mata cekung.Tingkatan Hiperemesis Gravidarum Tingkat I Muntah yang terus-menerus penurunan nafsu makan dan minum. dan dapat keluar darah jika keluhan muntah terus berlanjut. lidah kotor. dan ditemukan aseton serta bilirubin dalam urin Tingkat III Sangat jarang terjadi. Frekuensi nadi berada pada rentang 100-140 kali/menit dan tekanan darah sistolik kurang dari 80 mmHg. dan ada rasa haus yang hebat. kemudian lendir beserta sedikit cairan empedu.

Patofisiologi Hiperemesis Gravidarum ( Mual dan Muntah ) Emasiasi Dehidrasi Starvasi Hemokonsentrasi Blood Urea Nitrogen meningkat Oligouria Urine pekat Kadar Cl rendah Polineuritis Werniks Encelopathy Hepatitis Ketonuria Proteinuria Hiperbilirubinuria Ketosis .

Progesteron. hCG .Hormon Ovarium (Estrogen dan Progesteron) Psikologi Hormon Khorionik Estrogen.

Manifestasi klinis • Mual • Muntah • Penurunan berat badan .

turgor kulit. keadaan membran mukosa. perubahan tekanan darah dan nadi. turgor kulit yang menurun. nutrisi dan berat badan. dehidrasi. . Pada pemeriksaan fisik dapat dijumpai penurunan berat badan 5 % dari berat sebelum hamil.Diagnosis Tanda vital.

• Pemeriksaan ultrasonografi abdomen .Pemeriksaan Penunjang • Pemeriksaan darah lengkap • Pemeriksaan kadar elektrolit • Keton urin • Tes fungsi hati • Urinalisis rutin • Pemeriksaan T3 dan T4.

Diagnosis Banding • Hiperemesis Gravidarum • Gastritis • Mola hydatidosa • Hyperthyroidism .

Penatalaksanaan • Rehidrasi cairan pasang IV line RL • Obat anti emetik : klorpromazin • Kombinasi piridoksin ( Vitamin B6) 10mg + doxylamine 12.5mg .

disorientasi.Komplikasi • Rupture oesophagus • Wernicke's encephalopathy (diplopia. coma) • Perdarahan retina • Kerusakan ginjal • Pneumomediastinum spontan. nystagmus. kejang. • IUGR • kematian janin .

Prognosis • Quo ad vitam : ad bonam • Quo ad functionam : ad bonam • Quo ad sanationam : dubia ad bonam .