You are on page 1of 75

Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan

Fakultas Teknik
Universitas Gadjah Mada

KAVITASI

Bambang Triatmodjo

Definisi Kavitasi
• Kavitasi adalah pembentukan gelembung gas dari zat
cair yang mengalir di daerah di mana tekanan zat cair
turun di bawah tekanan uap-nya.
• Kavitasi terjadi ketika zat cair mengalami perubahan
tekanan dengan cepat yang menyebabkan
pembentukan gelembung gas atau uap di daerah
bertekanan rendah dari zat cair.
• Pada tempat yang tekanannya lebih tinggi, maka
gelembung-gelembung tersebut akan terkondensasi
dan pecah dengan tiba-tiba, yang menyebabkan
tekanan pada roda turbin.
• Jika kavitasi timbul pada turbin yang sedang berjalan,
maka akan terjadi gejala-gejala yang berbahaya
terhadap turbin, di antaranya, menurunnya efisiensi,
timbulnya getaran, terdengarnya suara berisik, dan
lain-lain.

• Dalam turbin air, kavitasi terutama terjadi pada
bagian-bagian sudu rotor yang menghisap air, pada
ujung sebelah bawah dan atas dari roda putar,
pada pipa isap, pada bagian belakang sudu rotor,
dan sebagainya.
• Untuk menghindarkan bertambahnya kavitasi perlu:
– memilih sudu rotor yang tepat bentuknya, membuatnya
secara teliti dan finishing permukaannya harus baik;
– memasang rotor pada posisi yang rendah terhadap
permukaan air sebelah bawah (tail water);
– memilih kecepatan jenis yang kecil;
– memberi udara dalam jumlah yang tepat pada bagian
atas dari pipa lepas;
– melapisi sudu rotor dengan bahan yang tahan terhadap
kavitasi, seperti baja tahan-karat (stainless steel) atau
membuatnya seluruhnya dari bahan-bahan ini.

Makin tinggi kecepatan aliran dan makin tinggi temperatur airnya.• Penurunan tekanan aliran didalam turbin air disebabkan perubahan energi tekanan menjadi energi kecepatan (Bernoulli). dan pengoperasian turbin sedemikian rupa sehingga tidak ada satu titikpun yang tekanan mutlaknya lebih rendah daripada tekanan uap air. pemasangan. • Kavitasi dapat dicegah dengan perencanaan. maka makin tinggi pula bahaya dari pembentukan uap dan kavitasi. • Faktor yang paling kritis dalam pemasangan turbin reaksi adalah jarak vertikal antara runner dengan air buangan (Draft head) .

.

.

Contoh Kavitasi .

Contoh Kavitasi .

Contoh Kavitasi .

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Analisis Kavitasi .

Faktor Kavitasi Thoma H atm  H  H S  H Hb  HS  H H b  H atm  H  • Hs : tinggi tekanan hisap • Hv : tinggi tekanan uap air di sebelah bawah sudu rotor atau di bagian atas pipa lepas • Ha : tinggi tekanan udara luar •  : Faktor kavitasi Thoma • H : tinggi jatuh (head) efektif .

. hendaknya c mempunyai kelonggaran terhadap • Hubungan antara kecepatan jenisdan diberikan dalam Gambar.• Faktor kavitasi di mana kavitasi bertambah sangat besar dan efisiensi turbin tiba-tiba menjadi sangat turun disebut faktor c kavitasi kritis p • Faktor kavitasi instalasi pada waktu turbin berjalan dalam keadaan normal.

.

.

KRITERIA PEMILIHAN TURBIN  Pemilihan tipe turbin ditentukan oleh kecepatan spesifik ns yang mempunyai bentuk berikut : ns  n P H 1.25  ns : kecepatan spesifik turbin  n : kecepatan putar turbin  P : daya yang dibangkitkan (fungsi head dan debit)  H : head efektif .

4 -23. 1000. 750. Spesifik 282 352 470 705 Tinggi hisap (m) 5. Putaran (rpm) 600 750 1000 1500 Kec. yaitu 600.2 3.1 -2.dan 1500.5 .• Harga putaran n dipilih dari putaran yang biasa dibuat pabrik generator.

• • • • PLTA di lokasi pada elevasi 800 m Suhu 25 derajad C Ns=100 Muka air belakang pada elevasi 800 m • Head H=50 m • Pada elevasi berapa turbin dipasang? .