You are on page 1of 9

Antibiotik pada otitis media

supuratif kronis : Sebuah studi
bakteriologis

Oleh: irahmal
Pembimbing
dr. Irwan, Sp. THT-KL
KEPANITERAAN KLINIK SENIOR
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ABDURRAB
ILMU KESEHATAN THT-KL
RSUD TENGKU RAFI’AN SIAK
2016

yang menunjukkan adanya discharge telinga berulang atau otore melalui membran timpani yang perforasi. – perforasi timpani yang terus mengeluarkan cairan berlendir dalam waktu 6 minggu sampai 3 bulan – Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil mikroba (aerobik dan anaerobik) dan antibiograms pada pasien OMSK yang aktif di kalangan penduduk Saudi .Introduction • Otitis media supuratif kronis ( OMSK ) – sebagai inflamasi kronik pada telinga tengah dan rongga mastoid.

durasi keluarnya discharge dari telinga dan pengobatan antibiotik juga diambil.Methods • Penelitian ini dilakukan pada pasien rawat jalan di Departemen dari Telinga. Semua pasien mengalami perforasi membran timpani dengan discharge purulen yang aktif • Detail riwayat klinis pasien seperti usia. jenis kelamin. Hidung dan Tenggorokan (THT) • Dalam penelitian prospektif ini total 164 pasien yang terlibat. .

Methods • Swab diambil dari semua pasien. • Spesimen yang dikultur dan diisolasi diidentifikasi dengan menggunakan teknik mikrobiologi standar. dan dikirim ke Departemen Mikrobiologi untuk diproses. . • Uji sensitivitas antibiotik terhadap isolat ditentukan dengan cakram antibiotik standar menggunakan metode difusi cakram KirbyBauer.

Result .

sefalotin .6% sensitif terhadap gentamisin • 84.Result • P.1% untuk piperasilin • Resistensi 100% ampicillin.4% adalah sensitif terhadap ciprofloxacin • 79. aeruginosa sensitivitas ceftazidime 100% • 90.7% untuk Bacitracin • 78. Augmentin.

Result .

dengan demikian munculnya strain resisten dapat dicegah. . Untuk itu perlu mengurangi komplikasi dengan menghasilkan outcome yang baik.Discussion • Otitis media supuratif kronis adalah suatu kondisi klinis yang umum dan berpotensi berbahaya dan sulit untuk diobati karena organisme yang menginfeksi umumnya sering resisten terhadap banyak antibiotik.