You are on page 1of 56

PRESENTASI CASE

:

ABORTUS
INKOMPLIT

IDENTITAS PASIEN








Nama : Ny. Misbah
Jenis Kelamin: Perempuan
Umur : 28 tahun
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Agama : Islam
Suku Bangsa : Bugis
Alamat : Karang Rejo
Tanggal Masuk RS : 22 Desember 2011

IDENTITAS SUAMI






Nama
:
Umur
:
Pendidikan
Pekerjaan
Agama
Suku
:
Alamat

Tn Yakob
33 tahun
: SMP
: Wiraswasta
: Islam
Bugis
: Karang Rejo 

ANAMNESIS
Keluhan Utama
 Keluar darah dari jalan lahir
Keluhan Tambahan
Nyeri perut bagian bawah, sakit kepala

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG

Pasien G2P1A0, datang ke RSUD karawang
dengan keluhan mual dan muntah terus
menerus sejak 2 minggu SMRS. Muntah
sebanyak hampir 10 kali perhari Menurut
pasien sejak tadi pagi sudah muntah
sebanyak 7 kali, berisi makanan yang
dimakan dan cairan berwarna kekuningan.
Mual dirasakan setiap kali pasien hendak
makan dan pasien selalu muntah apabila
makan. Keluhan di rasakan pasien semakin
hari semakin hebat. Hal tersebut membuat
pasien tidak napsu makan sehingga

Pasien memeriksaan diri ke bidan. Pasien mengatakan berat badannya menurun sebanyak kurang lebih 2 kg sejak keluhan muncul. diperberat jika pasien mencium bebauan seperti makanan atau parfum yang menyengat. keluhan dalam buang air besar dan kecil. . Adanya demam di sangkal oleh pasien. Pasien mengaku sedang hamil 2 bulan. Pasien juga merasa bibir dan lidah terasa kering. Selain itu pasien juga mengeluh nyeri pada ulu hati dan kepala terasa berat. setelah melakukan tes kehamilan sendiri yang hasilnya positif. Keluhan pasien muncul tidak menentu sepanjang hari terutama saat pagi hari setelah bangun tidur.

RIWAYAT HAID         Menarche : 6 SD (12 tahun) HPHT : 28 Februari 2015 Usia Kehamilan : 13 minggu Menarche : 12 tahun Siklus Haid: Teratur (antara 28-30 hari) Lama Haid : 5 hari Banyaknya: 2 pembalut per hari Dismenore : (-) .

RIWAYAT PERNIKAHAN    Status : Menikah Pernikahan ke : 1 (pertama) Lama perkawinan : 12 tahun .

RIWAYAT OBSTETRI    Kehamilan sebelumnya : P3A0 Jumlah anak hidup :3 Umur anak terkecil : 5 tahun .

Traktus Respiratorius. Imunologi/metabolik: (-) disangkal . Kardiovaskuler.RIWAYAT PENYAKIT DAHULU (KELAINAN BERDASARKAN SISTEM)  SSP. Traktus Gastrointestinal. Hematologi. Traktus Urogenital.

Traktus Respiratorius. Traktus Urogenital. Hematologi. Traktus Gastrointestinal.RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA (BERDASARKAN SISTEM)   Kardiovaskular : Ibu hipertensi SSP. Imunologi/metabolik: (-) disangkal .

RIWAYAT OPERASI  Disangkal RIWAYAT KELUARGA BERENCANA  Suntik KB 3 bulan: Tahun 2011-2012 .

STATUS GENERALIS  Keadaan Umum : Tampak Sakit  Kesadaran : Compos Mentis  Tanda vital : Tekanan Darah : 170/70 Nadi : 84x/menit Suhu : 35.7°C Pernapasan : 20x/menit  Tinggi Badan : 162 cm  Berat Badan : 93 kg Sedang .PEMERIKSAAN FISIK A.

SI -/Gigi : dbn THT : dbn Leher : Kelenjar Getah Bening tidak Teraba membesar. Rhonki -/-. Thoraks Cor : BJ1.BJ2 normal.        Kepala: Normochepali Mata : CA -/-. Vesikuler. CRT < 2” Ekstremitas bawah : Akral hangat +/+. Edema -/-. murmur (-) gallop (-) Pulmo : Sn. CRT < 2” . Wheezing -/Ekstremitas atas : Akral hangat +/+.

lendir (-) . turgor baik.STATUS OBSTETRI Abdomen  Inspeksi : Datar. Nyeri Tekan (+) epigastrium. Simetris  Palpasi : Supel. TFU tidak teraba. darah (-). ballottement (-)  Perkusi : Timpani (+)  Auskultasi : Bising Usus (+) normal Genitalia V/V :edema (-).

8 g/dl Leukosit : 11.400 /mm3 Trombosit : 253.000 /mm3 Hematokrit : 40 % Masa perdarahan : 2’ Masa pembekuan : 9’ SEROLOGI SEROLOGI HBSAg :: (-) HBSAg (-) Golongan :: Golongan Darah Darah Tes :: Tes Kehamilan Kehamilan O O (+) (+) (+) (+) URINE URINE Warna : Kuning Kekeruhan: Jernih pH : 6.PEMERIKSAAN PENUNJANG HEMATOLO HEMATOLO GI GI Hb : 11.0 Protein : (-) Keton : (+) Sedimen Epitel : (+) Leukosit : 1-2 Eritrosit : 1-3 Kristal : Silinder : Bakteri : -   .

nyeri ulu hari serta lidah dan bibir kering. muntah 10 kali perhari dan keluhan muntah yang dirasakan semakin hari semakin hebat. keluhan diperberat saat mencium bebauan. 27 tahun. pusing (+). Nafsu makan menurun. . datang pada tanggal 22 Desember 2011 dengan keluhan mual dan muntah sejak 2 minggu SMRS. ANC 1 kali di Bidan. Berat badan menurun 2kg . Taksiran Partus 22 Agustus 2012.badan lemas.RESUME  Pasien G2P1Ao 9-10minggu. HPHT 15 Oktober 2011.

Tekanan Darah : 100/70. compos mentis. Simetris. Mata: cekung +/+. SI -/-. Genitalia V/V: tenang. turgor baik. Auskultasi : bising usus (+) normal. TFU/ballottement tidak teraba Perkusi : timpani (+). palpasi : supel. edema (-). darah (-). . Pada pemeriksaan status obsteri dan ginekologi.   Pada pemeriksaan status generalis pasien tampak sakit sedang. Inspeksi Abdomen : Datar. keton pada urine (+).8°C. nyeri tekan (+) epigastrium. Pernapasan:22x/menit. CA -/-. lendir (-) Pada pemeriksaan laboratorium. Nadi : 88x/menit. Suhu : 36.

DIAGNOSIS KERJA  G2P1Ao gravida 9-10 minggu dengan hiperemesis gravidarum PROGNOSIS ad bonam .

PENATALAKSANAAN Medikamentosa  Neurobion drip 1x/hari dalam Dextrose 5%  Primperan 1 Ampul drip dalam Dextrose 5% dalam 1 hari  Antasida 3x1cth. sebelum makan  Rantin 2x1 IV  Ondancentron 2x1 IV .

100/60. S. nyeri ulu hati (+) O : T. sebelum makan Rantin 2x1 IV Ondancentron 2x1 IV .keringat dingin (+). P.18x/menit A : G2P1Ao gravid 9-10 minggu dengan Hiperemis Gravidarum P : Neurobion drip 1x/hari dalam Dextrose 5% Primperan 1 Ampul drip dalam Dextrose 5% dalam 1 hari Antacida 3x1 cth. N. muntah (+) 5x.72x.FLOWUP 23/12/2011 23/12/2011 S : mual (+). pusing (+) .menit.36°C.

18x/menit A : G2P1Ao gravid 9-10 minggu dengan Hiperemis Gravidarum P : Neurobion drip 1x/hari dalam Dextrose 5% Primperan 1 Ampul drip dalam Dextrose 5% dalam 1 hari Antacida 3x1 cth. S.menit. N.keringat dingin (+).FLOWUP 24/12/2011 24/12/2011 S : mual (+). nyeri uluhati (+) O : T. muntah (+) 3x. sebelum makan Rantin 2x1 IV Ondancentron 2x1 IV .36°C.100/60. pusing (+) . P.76x.

sebelum makan Rantin 2x1 IV Ondancentron 2x1 IV Boleh Pulang . muntah (+) 1x O : T.menit. P.36°C.FLOWUP 25/12/2011 25/12/2011 S : mual (+). S. N.100/60.72x.18x/menit A : G2P1Ao gravid 9-10 minggu dengan Hiperemis Gravidarum P : Neurobion drip 1x/hari dalam Dextrose 5% Primperan 1 Ampul drip dalam Dextrose 5% dalam 1 hari Antacida 3x1 cth.

ANALISA KASUS Pasien dalam kasus di diagnosis dengan hiperemesis gravidarum yang didasarkan atas : I .anamnesa II.pemeriksaan penunjang .pemeriksaan fisik III.

pusing.ANAMNESIS     Wanita 27 tahun. . tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari.  Keluhan nyeri ulu hati yang diawali dengan adanya mual dan muntah yang hebat pada pasien ini. badan lemas. muntah berupa makanan hingga cairan kekuningan. berat badan menurun sebanyak 2 kg selama keluhan muncul. Nafsu makan menurun. Bibir dan lidah terasa kering. G2P1A0 hamil 9-10 minggu Datang dengan keluhan mual dan muntah sejak 2 minggu SMRS frekuensi ±10 kali dalam sehari. terdapat tanda-tanda dehidrasi. HPHT : 15 Oktober 2011  Pada pasien ini terdapat gejala-gejala hiperemesis gravidarum terjadi mual dan muntah yang dirasakan semakin hari semakin bertambah dan mengakibatkan gangguan gizi. sehingga didapatkan nyeri epigastrium. Muntah yang terus menerus menyebabkan iritasi pada lambung karena asam lambung meningkat. serta terjadi pada trimester I. hambatan aktivitas sehari-hari.

PEMERIKSAAN FISIK Status Generalis  Ku/Kes: tampak sakit sedang / compos mentis  Tanda Vital : TD : 100/70 mmhg  N : 88x/menit  RR : 20 x/mnt  S : 36. turgor kulit baik .80 C  Mata : cekung +/+  Mulut : bibir dan lidah kering  Abdomen : NT (+) di regio epigastrium.

Timbul intoleransi terhadap makanan dan minuman. sehingga didapatkan nyeri epigastrium. lendir(-)  Pada status generalis terdapat mata cekung dan bibir kering menunjukan tanda dehidrasi.). . Muntah yang terus menerus menyebabkan iritasi pada lambung karena asam lambung meningkat.Status Ginekologi  Genital : V/V tenang. perdarahan aktif(-). edema(.

PEMERIKSAAN PENUNJANG  Lab : Keton urine (+) Pada pemeriksaan urin didapat keton urin +. dan aseton dalam darah. asam hidroksi butirik. hal ini terjadi karena cadangan karbohidrat dan lemak yang ada habis terpakai untuk energi. . serta keton pada urin. sehingga terjadi ketosis dengan tertimbunnya asam aseton asetik.

 Pada pasien ini merupakan hiperemesis gravidarum tingkat 1 karena baik gejala klinis. berat badan menurun dan merasa nyeri pada epigastrium. Gejala hiperemesis pada pasien ini muncul sejak kehamilan 8 minggu dan terus berlangsung hingga saat ini ( 9 minggu ). pemeriksaan fisik. lemah. timbul intoleransi terhadap makan dan minuman. nafsu makan tidak ada. dan pemeriksaan laboratorium lebih sesuai dengan gejala tingkat 1 berupa: muntah terus menerus dan mempengaruhi keadaan umum penderita. . Hal ini sesuai dengan teori yang mengatakan bahwa gejala mulai muncul sejak kehamilan 4 minggu hingga 12 minggu pada kebanyakan kasus. dan terdapat gejala dehidrasi ringan.

. Sehingga pasien ini diputuskan untuk dirawat di ruangan untuk memperbaiki keadaan umumnya.PENATALAKSANAAN  Pasien ini merupakan indikasi rawat karena :     Mual muntah yang sudah berlangsung lama. serta mencegah atau mendeteksi dini adanya komplikasi yang mungkin timbul. koreksi cairan. elektrolit dan zat-zat metabolik. Mata cekung dan lidah kering Terdapat keton dalam urin Pasien ini memenuhi kriteria rawat pada Hiperemesis Gravidarum.

sehingga berguna untuk menghilangkan nyeri. . pemberian obat anti emetik. Sementara untuk penatalaksanaan lain seperti rehidrasi. obat penetral dan penghambat asam lambung sudah dianggap tepat untuk penatalaksanaan Hiperemesis gravidarum  Pasien ini diberikan obat: Antasida yang bekerja menetralkan asam lambung. diet small frequent feeding. neurobion. tetapi meninggikan pH. Antasida tidak mengurangi volume HCl yang dikeluarkan lambung.

itu semua memenuhi kriteria pulang pada pasien Hiperemesis Gravidarum. kondisi keadaan umum pasien membaik. . tidak ada mual dan muntah. dengan penangan yang baik.PROGNOSIS  Pada pasien ini. Setelah beberapa hari perawatan di ruangan. prognosis Hiperemesis Gravidarum cukup memuaskan. tidak ada keluhan subjektif.

TINJAUAN PUSTAKA .

. hipokalemi dan alkalosis.hiponatremi. kehilangan lebih dari 5% BB 2.Dehidrasi. yang dimulai pada awal kehamilan dan terus berlanjut sehingga terjadi: 1.DEFINISI     Bahasa hyper (Yunani) dan emesis serta gravida (Latin) yang berarti muntah yang berlebih pada wanita hamil. Hiperemesis Gravidarum (HEG) adalah suatu keadaan dimana terjadi muntahmuntah yang hebat dan persisten.

Puncak pada 11-13 minggu.INSIDENSI      Mual dan muntah 70-85% wanita hamil. . Mulai pada 9-10 minggu kehamilan. Pulih pada kehamilan 12-14 minggu. Tapi 1-10% berlanjut setelah kehamilan 20-22 minggu dan mempengaruhi keadaan umum ibu  hiperemesis gravidarum.

hal ini disebabkan karena:    Pelaksanaan Keluarga Berencana yang berjalan baik yang menyebabkan penurunan angka kehamilan yang tidak diinginkan Antenatal care yang baik Obat-obatan anti emetik yang poten. . Pada kasus di rumah sakit hanya 1 dari 1000 kehamilan yang menderita hiperemesis.INSIDEN   30 tahun terakhir insidens hiperemesis gravidarum sangat menurun.

ETIOLOGI     Penyebab pasti  belum diketahui secara pasti Faktor utama : hormonal.memuncak yaitu pada kehamilan trimester I .penyebab utama dari hiperemesis gravidarum.muncul juga pada kasus mola hidatidosa serta kehamilan multipel  kadar hCG jauh meningkat. A) Hcg (Human Chorionic Gonadotropin ) . .hCG yang tinggi  merangsang pusat muntah di medulla oblongata. . .

B) Progesteron C) Estrogen D) Hormon Tiroid E) Leptin F) Korteks Adrenal G) Growth Hormon dan Prolaktin H) Imunologi I) Infeksi Helicobacter Pylori J) Enzim Metabolik K) Defisiensi Nutrien L) Perubahan Psikologis .

cahaya yang menyilaukan. pusing berputar dan obat-obat tertentu (morfin.  mual muntah berlebihan  ketosis.  ditransmisi ke pusat muntah di medula oblongata  impuls dikembalikan merangsang organ traktus digestivus bagian atas. derivat digitalis). dehidrasi. gangguan asam basa .PATOFISIOLOGI  Berawal dari stimulasi (iritasi dan distensi dari gaster. anestesia umum.

KETOGENESIS    Muntah terus –terusan  makanan masuk (-) . Untuk memenuhi kebutuhan respirasi sel dan menghasilkan ATP  jalur pemecahan lemak (katabolisme lipid/lipolisis) secara berlebihan Asam lemak dikatabolisis  membentuk acetyl coA. cadangan karbohidrat bekurang. masuk siklus krebs  aseton (keton bodies) masuk ke dalam aliran  ketosis dalam darah  dikeluarkan melalui urin .

FAKTOR PREDISPOSISI     Primigravida. Faktor organik(masuknya vili khorialis dalam sirkulasi maternal dan perubahan metabolik akibat hamil serta resistensi yang menurun dari pihak ibu terhadap perubahan ini. sebagai respon jaringan ibu terhadap anak (juga disebut sebagai faktor organik). Faktor psikologik (belum diketahui pasti) . mola hidatidosa dan kehamilan ganda. Alergi.

.salivasi yang berlebihan. Gejala klinis yang sering dijumpai: .tanda-tanda dehidrasi .nausea.penurunan berat badan.MANIFESTASI KLINIS   Gejala klinis mulai terjadi pada trimester pertama. . .

Pemeriksaan darah dan urin dalam batas normal Gejala Lanjut Jumlah dan frekuensi muntah bertambah Jumlah urin berkurang. muntah mengandung cairan empedu atau hanya makanan.Terhambatnya aktivitas sehari-hari . Konstipasi.Keadaan umum baik .MANIFESTASI KLINIS Gejala Awal . .Memuntahkan segala yang dimakan.Gangguan gizi . terkadang diare Nyeri ulu hati Pasien berbaring terus .

Tekanan darah rendah sistolik < 100 – 110 mmHg . .Napas bau aseton .Lemas dan apatis . gelisah.Ikterik TANDA KOMPLIKASI -Wernicke’s -Wernicke’s encephalopathy: apatis.Gejala neurologis seperti nistagmus . kejang bahkan koma.-Nadi 100-120 atau lebih per menit .TANDA Badan LANJUTmenjadi kurus karena berat badan turun secara progresif .Lidah kering. tidak bisa tidur. gangguan penglihatan bahkan kebutaan. kotor .Nefritis perifer .Turgor kulit menurun . .Korsakott’s psychosis: bingung dan kehilangan ingatan saat ini .Gangguan pada mata: diplopia.Suhu meningkat > 1000F . coklat.

Mata cekung . .nadi cepat dan lebih dari 100 – 140 kali permenit. Anuria. TINGKAT TINGKAT 2 2 -Gejala lebih berat. .TINGKAT GEJALA TINGKAT TINGKAT 1 1 -Muntah yang terus – menerus. -nyeri epigastrium. haus hebat. suhu febril.lidah kering. -Aseton dapat tercium dalam hawa pernafasan.turgor kulit berkurang – -urin sedikit tetapi masih normal. -berat badan menurun. Fungsi ginjal yang yang menyebabkan Oliguria. -timbul intoleransi terhadap makanan dan minuman. -Nadi meningkat sampai 100 kali permenit -tekanan darah sistolik menurun.mmHg. --Kadang-kadang muntah bercampur darah akibat ruptur esofagus dan pecahnya mukosa lambung pada sindrom Mallory Weiss. dan terdapat timbunan benda keton. . -tekanan darah sistolik kurang dari 8.

pertama harus ditentukan adanya kehamilan muda 2.DIAGNOSIS    Untuk menegakkan diagnosis hiperemesis gravidarum : 1.muntah yang terus menerus. sehingga mempengaruhi keadaan umumnya. .

dan fungsi ginjal. Pemeriksaan Radiologi:  USG fetomaternal adanya kehamilan multipel atau penyakit trofoblas.  Elektrolit serum: mengevaluasi adanya hiponatremia atau hipokalemia.  Hematokrit: mungkin meningkat akibat dehidrasi.  Enzim hati dan bilirubin: meningkatnya kadar transaminase dapat terjadi pada 50% kasus  Amilase: meningkat pada 10% kasus. alkalosis atau asidosis metabolik.Hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan sebagai berikut:  Urinalisis untuk keton dan diagnosis kehamilan. . hipokloremia.

Tabel 1. Diferensial diagnosis dari mual dan muntah: DIAGNOSIS BANDING GASTROINTESTINAL METABOLIK  Gastroparesis  Diabetik ketoasidosis  Gastroenteritis  Penyakit Addison’s  Achalasia  Hipertiroid  Cholelithiasis NEUROLOGIS  Ileus  Pseudotumor serebral  Obstruksi intestinal  Lesi vestibular  Ulkus peptikum  Migrain  Pankreatitis  Neoplasma SSP  Apendiksitis  Hepatitis GENITO-URINAL LAIN-LAIN  Pyelonefritis  Intoksikasi obat  Uremia  Pre Eklampsia  Torsio ovarium  Psikologis  Nefrolitiasis  Penyakit trofoblas  Leiomiomoma degeneratif  Acute fatty liver pada kehamilan .

PENATALAKSANAAN Prinsip  Memperbaiki keadaan umum  Koreksi cairan. elektrolit dan zat-zat metabolik  Mencegah atau mendeteksi lebih awal adanya komplikasi yang timbul  Memberi pengertian bahwa mual dan muntah adalah gejala yang fisiologis pada kehamilan muda dan akan hilang setelah kehamilan 4 bulan. .

 Berat badan turun lebih dari 1/10 dari berat badan normal  Turgor kurang. dimuntahkan lagi. lidah kering  Terdapat aseton dalam urin .Keadaan yang mengharuskan pasien dirawat:  Apa yg dimakan dan diminum. apalagi kalau berlangsung lama.

 Pasien diisolasi  Pasien ditimbang  penurunan berat badan. terutama elektrolit.PENGOBATAN YANG DIBERIKAN : Saat pasien masuk dan penilaian pasien. minimal 8 jam sekali. .  Monitor intake dan ouput  Memeriksa keton urine.   Melakukan pemeriksaan laboratorium. melihat kehamilan kembar. kelainan kandung empedu dan pankreas. kadar hormon (Hcg)  Pemeriksaan USG untuk menyingkirkan penyakit trofoblas pada kehamilan.

TERAPI CAIRAN PARENTERAL    Diberikan cairan parenteral yang cukup elektrolit. Dibuat daftar kontrol cairan yang masuk dan dikeluarkan. karbohidrat dan protein dengan glukosa 5% dalam cairan garam fisioloik sebanyak 2-3 l sehari. Bila selama 24 jam penderita tidak muntah dan keadaan umum bertambah baik dapat dicoba untuk memberikan minuman dan lambat laun minuman ditambah dengan makanan yang tidak cair. klorida dan bilirubin. Air kencing perlu diperiksa sehari-hari terhadap protein. aseton. .

OBAT-OBATAN      Beberapa macam antiemetik yang biasa dipakai : 1.Metoclopramide .Ondansetron 4.Antihistamin 3.Prokloperazin 2.

EDUKASI    Makan dengan jumlah sedikit tetapi dengan interval yang lebih sering dan berhentilah sebelum kenyang. Minuman pengganti elektrolit dan suplemen gizi oral yang disarankan untuk memastikan pemeliharaan keseimbangan elektrolit dan asupan kalori. Diperlukan dukungan emosional .

Pengertian : Pengertian dan pendekatan dari dokter dan perawatan terhadap penderita 3. .PROGNOSIS      Dengan terapi baik. Waktu :Makin tua kehamilan. makin besar kemungkinan sembuh 2. Terapi : Misalnya obat yang dapat mengurangi pengaruh faktor psikologis. prognosa hiperemis gravidarum baik. penyembuhan dibantu oleh : 1. Jadi menurut King.

WB Saunders Co.medscape. Hyperemesis Gravidarum in Medical Complications During pregnancy 4th ed. Ilmu Kebidanan. Inc. Djafar. Website http://emedicine.com/article/796564-overview. The 1st Edition. Website http://emedicine. Hiperemesis Gravidarum. Devi H. 275-80. Dotun. 166-9. Elstar Offset Bandung: 1981. Dalam : Prawirohardjo. (editor). USA: 2004 Ogunyemi. Burrow. Diana Hamilton-Fairley. Edisi 18. dalam Ilmu Kebidanan. 287. 2006: 9. Balai Penerbit FKUI. Jakarta : 1997. Edisi 4. Kelly A. Dutta. 5 Minute Consult Clinical Companion to Women's Health. Iris L. 1995. hal. Accesed November 5th 2010 Wilcox. Lippincott Williams & Wilkins. 996. Philadelphia. New Central Book Agency. USA: 2007. Calcutta : 1998. Hyperemesis Gravidarum in text books of Obstetrics Including Perinatology and Contraception 4th ed.com/article/254751-overview. Jakarta : PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo: 814-27 Ronardy. Kelainan Gastrointestinal. Obstetri Williams. dalam Obstetri Patologi. Emedicine Specialties General Obstetry. N dan Ferris F. hal. . Hyperemesis Gravidarum.DAFTAR PUSTAKA           Siddik. Accesed November 5th 2010. 84-9. Susan. Wiknjosastro H. Sarwono. DC. Emedicine General Obstetry. Tong. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Lecture Notes Obstetrics and Gynaecology. pp. Pregnancy. pp. Hiperemesis Gravidarum. Hyperemesis gravidarum. McGarry. Blackwell Publishing. Second Edition. Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran UNPAD Bandung.medscape.