You are on page 1of 13

Baja ST 37

Oleh :
Sandy Seftyan
211331009
3FEA

DIN1626  American Standard : A 53-A  .Standard Material DIN standart : St37.

30% C ) Sifatnya mudah ditempa dan mudah di mesin    Penggunaannya: 0.05 % – 0. chains. rivets. nails. screws. kekuatan tarik tinggi  .05 % – 0. buildings. ulet.  Sifat Tahan panas.20 % C : automobile bodies. pipes.Baja karbon rendah (low carbon steel) 0.

Sifat mekanik .

Baja dengan kandungan karbon di atas 0.35 % umumnya bisa langsung dikeraskan. . Namun untukkandungan karbon di bawah 0.35% harus melalui proses penambahan karbon terlebih dahulu. Modifikasi Surface hardening (Carburizing).

.

.

akan tetapi pada bagian yang dicekam pengaruhnya relatif sangat kecil  .Sample Sample diambil dari spesimen bekas uji tarik  Bagian yang dijadikan sample adalah bagian yang dicekam saat uji tarik  Orientasi butiran pada bekas spesimen uji tarik dapat terpengaruhi oleh proses uji tarik.

0.05% Termasuk baja low carbon dengan kandungan C < 0.5%Mn. P dan S masing-masing 0.20.25% St 37 memiliki nilai kekerasan 123.30%Si.Hipotesa       St 37 merupakan standar penamaan DIN yang berarti baja dengan kekuatan tarik 37 Kg/mm 2 Memiliki komposisi 0.17%C. 0.82 HV Termasuk dalam baja Hypoeutectic dengan struktur mikro ferrite dan pearlite Ferrite memiliki kekerasan antara 70-100 BHN dan pearlite 10-30 HRC .

Weldability decreases with increasing sulfur content. The decreases in ductility and toughness are greater in quenched and tempered higher-carbon steels.Pengaruh kandungan unsur Karbon. Sulfur occurs in steel principally in the form of sulfide inclusions. Mempengaruhi kekerasan baja. meningkatkan kekerasan dan kekuatan roll. but to a lesser degree than carbon and sulfur. in this case a range is specified (see the article "Machinability of Steels" in this Volume). It contributes to strength and hardness. Increased sulfur content lowers transverse ductility and notch impact toughness but has only a slight effect on longitudinal mechanical properties. Obviously. Keuletan dan mampu las menurun dengan menambahkan kandungan karbon . Sulfur. only a maximum limit is specified for most steels. Increasing phosphorus increases strength and hardness and decreases ductility and notch impact toughness in the as-rolled condition. berguna untuk permukaan coranand is particularly beneficial in resulfurized steels. a greater frequency of such inclusions can be expected in the resulfurized grades. This element is very detrimental to surface quality. but to a lesser degree than does carbon. Merupakan unsur yang berpengaruh terhadap jenis baja yang dihasilkan. Silicon Untuk deoksidasi pada pembuatan baja. For these reasons. the amount of increase is dependent upon the carbon content. Phosphorus segregates. Sulfur has a greater segregation tendency than any of the other common elements. The only exception is the group of free-machining steels. Higher phosphorus is often specified in low-carbon free-machining steels to improve machinability (see the article "Machinability of Steels" in this Volume). Manganese memiliki sedikit kecenderungan untuk menjadi macro segregation. Mempengaruhi kualitas permukaan hasil coran. particularly in the lower-carbon and lower-manganese steels. Manganese has a strong effect on increasing the hardenability of a steel. Increasing the manganese content decreases ductility and weldability. where sulfur is added to improve machinability. but to a lesser extent than does carbon. memiliki sedikit kecenderungan untuk menjadi segeregat .

Prosentase jumlah ferrite dan pearlite  Dari hasil perhitungan berdasarkan kandungan karbon didapatkan bahwa jumlah ferrite sebesar 81% dan pearlite sebesar 19% F P 0.02 0.8 0.17 .

Microstructure 200x 1000x .

Application .