You are on page 1of 30

the WINning

attitude
By John C. Maxwell

Bagian 1
memikirkan sikap

Jabatan, pangkat, kenaikan gaji, atau kemajuan dalam karier,
setiap pekerja tentu memimpikannya. Namun, ada satu dimensi
paling penting yang sering dilupakan, yaitu bagaimana sikap kita
dalam bekerja.
Kecemerlangan seseorang (yang terlihat dalam pencapaian
kariernya) hanya akan sempurna apabila disertai dengan prinsip
dan sikap pemenang.
Apa itu sikap?
Kemampuan adalah hal yang bisa Anda lakukan
Motivasi menentukan apa yang Anda lakukan
Sikap menentukan seberapa baik Anda melakukannya
Sikap mendahului diri kita yang sesungguhnya
Akarnya tersembunyi, namun buahnya selalu tampak
Sikap adalah sahabat terbaik, tetapi juga musuh terbesar kita
Sikap adalah cerminan masa lalu kita
Sikap dapat menarik orang lain pada kita, tetapi juga bisa

Sikap adalah pustakawan masa lalu kita
Sikap adalah penutur masa kini kita
Sikap adalah peramal masa depan kita
Mengapa Sikap itu Penting?
Apakah Anda merasa dunia memperlakukan Anda
dengan baik? Jika Anda menyikapi dunia dengan
sangat baik, Andapun akan menerima hasil yang
sangat baik.
Jika perlakuan Anda biasa saja, tanggapannya pun
akan biasa saja. Cobalah berpikir buruk
tentangnya, maka balasan negatiflah yang akan
Anda terima.
• Sikap kita menentukan cara kita memandang
hidup.
• Sikap kita menentukan relasi kita dengan
sesama.

• Lebih dari apapun, sikap kita ketika mengawali

tugas akan memengaruhi hasil akhirnya.
• Sikap kita dapat mengubah masalah menjadi
berkat.
• Sikap kita dapat memberi sudut pandang positif
yang luar biasa.
• Sikap kita tidak menjadi baik dengan sendirinya
hanya karena Agama kita.
Yang saya dapat dari Arti sikap adalah:
“Keunggulan pemenang bukanlah karunia bawaan
sejak lahir, IQ yang tinggi, talenta, ataupun
Agamanya. Keunggulan pemenang adalah sikap.
Sikap adalah kriteria sukses.

Semakin lama hidup, saya semakin sadar akan
pentingnya peranan sikap dalam kehidupan saya.
Bagi saya, sikap lebih penting daripada faktafakta. Sikap lebih penting daripada masa lalu,
pendidikan, uang, dan keadaan, kegagalan, dan
keberhasilan. Sikap juga lebih penting daripada
apa yang kita pikirkan, katakan, dan lakukan
maupun penampilan, bakat, dan keterampilan.
Sikap dapat membangun atau, sebaliknya,
merobohkan sesuatu. Suatu hal yang luar biasa
adalah bahwa setiap hari, kita dapat memilih
bagaimana kita bersikap. Kita tidak dapat
mengubah masa lalu. Kita juga tidak dapat
mengubah hal-hal yang akan terjadi. Satu-satunya
yang dapat kita lakukan adalah memainkan apa
bisa kita kuasai. Dan yang yaitu itu adalah sikap
kita. Saya percaya, hidup saya adalah 10 persen
dari yang terjadi pada saya, dan 90 persen lagi

Jadi, seperti ungkapan orang bijak, hidup adalah
serangkain pilihan. Life is a matter of choice. Kita
masing-masing adalah penguasa sikap kita. Satusatunya yang dapat kita kendalikan – dan uniknya,
juga yang terpenting, adalah sikap kita. Dengan
menekan tombol (+) atau (-) pada otak dan hati,
kita dapat menentukan dampak yang akan kita
tuai”.

Bagian 2
membangun sikap
Kebebasan terakhir manusia adalah memilih caranya
bersikap dalam segala situasi. –Victor Frankl
Arus kehidupan mengejutkan kita hingga kita
terlempar ke luar jalur dan mencegah kita sampai ke
tujuan. Cuaca yang tidak terduga dapat mengubah
arah dan strategi kita. Teruslah menyesuaikan
pemikiran kita, agar kita bisa hidup dengan benar. –
John Maxwell.
1. Tahun-tahun awal kehidupan seorang anak adalah
momen terpenting untuk menanamkan sikap yang
benar.
2. Sikap tidak pernah berhenti bertumbuh.
3. Jika sikap kita terus bertumbuh di atas dasar yang
sama, sikap itu akan semakin kokoh.
4. Ada banyak pembangun kawakan yang membantu
kita membangun sikap di waktu dan tempat

Penerapan Sikap:
Sikap kita selalu berubah. Balon yang ditiup
separuh memang menampung udara, namun
belum terisi penuh sesuai kapasitasnya.
Karet gelang menyatukan benda-benda yang
diikatnya dan baru bekerja dengan efektif ketika
meregang.
Bahan-bahan yang digunakan untuk membangun
sikap:
Orang lain tidak peduli seberapa banyak Anda tahu
sebelum mereka tahu seberapa besar Anda peduli.
–John Maxwell.
• Kepribadian – siapa diri saya?
• Lingkungan – apa yang ada di sekeliling saya?
• Ekspresi kata – apa yang saya dengar?
• Penerimaan atau penguatan dari orang dewasa –

• Citra diri – bagaimana saya memandang diri saya?
• Keterbukaan pada pengalaman-pengalaman baru –

peluang untuk bertumbuh
• Pergaulan dengan teman sebaya – siapa yang
memengaruhi saya?
• Penampilan fisik – bagaimana orang lain
memandang kita?
• Pernikahahn, keluarga, dan pekerjaan – status dan
rasa aman kita
Kesalahan paling mahal dalam membangun sikap:
Banyak orang cerdas…dirantai oleh berbagai
pemikiran, tindakan, dan hasil. Mereka tidak pernah
berkembang melampaui batasan-batasan yang
mereka tetapkan sendiri. –John Maxwell.
Ingat, orang lain bisa menghentikan Anda untuk
sementara waktu, namun hanya Anda yang bisa
menghentikan diri Anda untuk selamanya.

Yang saya dapat dari inti dalam membangun sikap ini
adalah:
“Sikap merupakan nilai sederhana namun berdampak
luar biasa. Sesuai dengan maknanya, sikap
merupakan sinyal penuntun cara dan arah hidup kita.
Lagipula, dalam berbagai ajaran agama, sikap
menjadi topik ajaran yang sangat penting dan
mendalam.
Sikap seperti pintu gerbang yang akan membawa kita
ke dalam berbagai kemungkinan positif. Sikap ini,
antara lain, terkait dengan cara pandang kita
terhadap pekerjaan, uang, waktu, hubungan vertikal
(dengan tuhan), maupun horizontal (dengan sesama).
Milikilah sikap pemenang dan Anda pasti mampu
mengatasi segala kesulitan hidup, memenangkan hati
orang, dan mengubah masalah menjadi peluang”.

Bagian 3
hancurnya sikap
Inilah beberapa aturan yang harus diingat ketika
Anda sedang mengalami hari-hari yang payah,
mengerikan, tidak baik, dan sangat buruk, serta
sikap Anda berubah menjadi negatif:
1. Tetaplah bersikap benar ketika situasi menjadi
sulit.
2. Sadarilah bahwa “cuaca buruk” tidak akan
berlangsung selamanya.
3. Usahakan Anda mengambil keputusan besar
sebelum badai terjadi.
4. Tetaplah terhubung dengan menara kendali.

Penerapan Sikap
1. Yang terpenting bukanlah apa yang terjadi pada
kita, melainkan apa yang terjadi dalam diri kita.
Mana yang lebih penting – tindakan keliru yang
menimpa saya atau reaksi keliru yang terjadi
dalam diri saya?
2. Kita akan menuai apa yang kita tabur.
3. Seringkali yang membedakan kesuksesan dan
kegagalan dalam mengambil keputusan adalah
pemilihan waktu.
4. Kita mengagumi orang-orang kuat dan mandiri
yang berhasil karena usahanya sendiri. Seperti
itulah cara Amerika. Bagaimana cara Tuhan?

Kahancuran dari dalam
Tidak ada jaminan di dunia ini. Yang ada hanyalah kesempatan. –Douglas
MacArthur.
Ada badai-badai tertentu yang bisa menyebabkan kehancuran dalam hidup
seseorang. Dimana badai-badai itu adalah bagian dari diri kita dan harus
dihadapi secara konstruktif agar tercipta kedamaian batin dan sikap yang
sehat.
Badai Internal
1. Takut gagal
Penerapan sikap
Orang yang tidak pernah berbuat salah berarti tidak pernah melakukan
apapun. Gagal dan gagal lagi adalah jejak-jejak di setapak menuju
kesuksesan.
Tidak ada kesuksesan tanpa penderitaan.
Sikap adalah faktor yang menentukan apakah kegagalan kita akan
membangun atau menghancurkan kita. Tetap bertekun ketika mengalami
kegagalan merupakan satu ciri yang sehat.
Justru, menganggap kegagalan sebagai titik akhir adalah sebuah kegagalan.
Ingat baik-baik, tidak ada hal di dunia ini yang bisa menggantikan
ketekunan. Bakat dan kejeniusan pun tidak bisa karena di dunia ini penuh
dengan orang-orang terdidik yang lalai. Ketekunan dan ketetapan hatilah
yang akan berkuasa.
Kegagalan tidak akan terus-menerus terjadi.
Pemenang tidak akan berhenti.

2. Putus asa
Penerapan sikap
• Tindakan yang positif
• Pikiran yang positif
• Teladan yang positif
• Ketekunan yang positif
3. Perjuangaan melawan dosa
Penerapan sikap
Dengan mengakui kesalahan dan dosanya, serta
berhenti menyalahkan Tuhan, maka kemudian
akan dapat menerima pengampunan.

Memahami masalah adalah langkah tepat
pertama untuk mengoreksi perspektif Anda.
Jika sikap Anda terancam rusak, periksalah
indikasi-indikasi dalam diri Anda. Kenali apakah
Anda takut gagal, sedang mengalami
keputusasaan, atau berjuang melawan dosa.
Badai Eksternal
1. Kritik yang dekat
Penerapan sikap
Inilah beberapa cara agar kritik tidak merusak
sikap Anda.
• Sebisa mungkin, hindari orang-orang yang
meremehkan Anda. Orang-orang kecil berusaha
menjatuhkan Anda, namun orang-orang besar
membuat Anda merasa berharga.

• Bertanyalah pada diri Anda: apa yang paling mengganggu

saya ketika saya dikritik? Siapa yang mengkritik?
Mengapa kritik itu muncul? Bagaimana sikap yang
menyertainya? Di mana kritik itu disampaikan? Apakah
kritik itu berasal dari orang-orang yang berlainan dengan
pokok persoalan yang sama? Apakah kritik itu valid?
• Carilah seorang teman yang berbakat menjadi
penyemangat. Temui ia dan mintalah bantuannya.
2. Munculnya masalah
Penerapan sikap
Apa definisi PROBLEMS (masalah)?
Predictor (peramal) – Masalah turut membentuk masa depan kita.
Reminder (pengingat) – Kita tidak bisa berusaha seorang diri.
Kita membutuhkan bantuan Tuhan dan orang lain.
Opportunity (kesempatan) – Masalah menarik kita keluar dari
kebiasaan dan mendorong kita berpikir kreatif.
Blessing (berkat) – Masalah membuka pintu yang biasanya tidak
kita lewati.

Lesson (pelajaran) – Setiap tantangan baru adalah guru
kita.
Everywhere (di mana-mana) – Tidak ada tempat atau
manusia yang luput dari masalah.
Message (pesan) – Masalah memperingatkan kita akan
musibah yang mungkin akan terjadi.
Solvable (bisa dipecahkan) – Semua masalah memiliki
jalan keluar.
3. Konflik perubahan
Penerapan sikap
Perubahan sangat diperlukan jika Anda mau bertumbuh.
Dunia benci perubahan, namun itu satu-satunya hal
yang membawa kemajuan.
Perubahan menghasilkan kemajuan, hanya berlaku jika
sikap Anda benar. Dengan sikap yang tepat, semua
perubahan, baik positif maupun negatif, akan menjadi
pengalaman belajar yang membangun.

4. Suasana negatif
Pikiran kita mengatur tindakan kita. Itu adalah fakta.
Pemikiran dan cara hidup yang negatif menyebabkan
banyak kerusakan dalam hidup kita. Berikut ini adalah
beberapa kerusakan yang timbul:
• Pemikiran negatif menciptakan awan mendung
ketika Anda mengambil keputusan penting.
• Pembicaraan negatif bisa menular.
• Pikiran negatif membesar-besarkan segala sesuatu.
• Pikiran negatif membatasai Tuhan dan potensi kita.
• Pikiran negatif menghalangi kita menikmati hidup
• Pikiran negatif menghambat respons positif dari
orang lain

Yang saya dapat dari inti dalam hancurnya sikap ini
adalah:
“Jagalah selalu Sikap Anda, walaupun badai
permasalahan baik internal maupun eksternal
banyak menghantam, apabila kita mampu
mengontrol atau mengendalikannya, justru itulah
yang akan mendewasakan kita dan menjadikan kita
memiliki sikap pemenang yang sesungguhnya atau
pemenang sejati”.

Bagian 4
mengubah sikap
Kebanyakan orang yang bersikap negatif tidak
sadar bahwa sikap tidak mengenal batas. Satusatunya batasan yang mengekang sikap kita
adalah batasan yang kita bangun sendiri.
Sikap, seperti halnya iman, pengharapan, dan
kasih, mampu menerobos rintangan apapun.
Menyadari akan hal itu, maka alangkah baiknya
apabila Anda dapat mendorong diri Anda sendiri
untuk mengendalikan sikap dan mulai menjalani
perubahan yang dibutuhkan.

Ada dua hal yang harus dinyatakan untuk
menegaskan daya hidup yang ada dalam benak
kita. Pertama, kita sanggup mengendalikan pikiran
kita. Kedua, perasaan-perasaan kita berasal dari
pikiran kita.
Kesimpulannya adalah kita dapat mengendalikan
perasaan dengan belajar mengubah satu hal:
“Cara berpikir kita”.
Memang sesederhana itu. Perasaan kita lahir dari
pikiran kita. Karena itu, kita dapat mengubah
perasaan dengan mengubah pola pikir kita.

Sikap sesungguhnya tidak lebih dari kebiasaan
bepikir kita. Bagan siklus di bawah ini akan
membantu Anda membentuk kebiasaan yang
tepat.
Sika
p

Pikira
n

Pertimbanga
n

Kebiasaan

Tindakan
Rutin

Keputusan
Tindakan

Siklus ini bisa saja positif maupun negatif.
Sesungguhnya, proses mengembangkan
kebiasaan baik dan buruk itu sama saja.
Membentuk kebiasaan sukses sama mudahnya
dengan mengalah pada kebiasaan gagal.
Kebiasaan bukanlah naluri, melainkan tindakan
atau reaksi yang dipelajari. Kebiasaan tidak
muncul begitu saja – pasti ada penyebabnya.
Begitu penyebab utama dari suatu kebiasaan
ditemukan, Anda bebas menerima ataupun
menolaknya.
Begitu Anda memilih untuk bersikap baik,
prosesnya benar-benar dimulai. Inilah kehidupan
yang terus memutuskan untuk bertumbuh dan
memelihara cara pandang yang benar.

Namun berhati-hatilah karena sikap biasanya akan
berbalik ke pola awal jika tidak dijaga dan
dipelihara dengan baik.
Keputusan kita untuk terus memilih sikap yang
benar akan membawa banyak manfaat.
Diri Anda adalah kunci mengubah sikap.
Ada dua kunci yang menentukan jati diri kita:
“Bagaimana kita memahami diri kita dan dengan
siapa kita bergaul”.

Sesudah memilih untuk mengubah sikap, Anda
siap membiarkan peluang-peluang di sekeliling
Anda menyukseskan keputusan ini.
1. Dapatkan bantuan dari seorang teman.
Memperoleh bantuan seseorang tidak hanya
menolong Anda, namun juga mendatangkan
berkat bagi teman Anda.
Kondisi yang dibutuhkan oleh kerjasama yang
sukses:
•. Seorang teman yang dapat ditemui atau diajak
bicara setiap hari.
•. Seseorang yang menyayangi Anda dan mampu
memberi Anda dorongan semangat.
•. Seseorang yang dengannya Anda bisa bersikap
jujur dan terbuka satu sama lain.

• Seseorang yang berhasil mengatasi berbagai

masalah.
• Seseorang yang memiliki keyakinan kuat di dalam
Tuhan dan percaya akan adanya mukjizat.
2. Bergaulah dengan orang yang tepat.
Biasanya kita menyalahkan keadaan untuk masalahmasalah kita. Namun justru teman-teman kita –
bukan keadaan yang kita hadapi – yang akan
membuat perbedaan dalam hidup kita.
Situasi baik dengan teman-teman yang buruk
menghasilkan kekalahan.
Situasi buruk dengan teman-teman yang baik
menghasilkan kemenangan.
Meskipun mengelilingi diri Anda dengan orang-orang
positif saja itu mustahil, Anda dapat memilih temanteman yang bisa memandang hidup dengan benar.

3. Pilihlah seorang teladan yang bisa dicontoh.
Mulailah mencari seseorang yang bisa
mengembangkan hidup Anda. Jika sepertinya tidak
ada, mintalah kepada Tuhan untuk mengirimi Anda
seseorang yang dapat menuntun Anda di jalannya,
nikmatilah pengalaman bertumbuh karena
teladan.
4. Belajarlah dari kesalahan-kesalahan Anda.
Anda tidak bisa mengendalikan semua keadaan.
Anda tidak selalu bisa mengambil keputusan tepat
yang juga membawa hasil yang tepat. Namun
Anda selalu bisa belajar dari kesalahan Anda.

Kunci mengatasi kegagalan
• Kenali
• Evaluasi
• Tekan
• Sesuaian diri kembali
• Masuklah kembali
5. Bukalah diri Anda pada pengalaman-pengalaman
sukses.
Pelihara sikap baik Anda, dan tahu-tahu sikap buruk
Anda akan mati kelaparan. Catatlah semua keberhasilan
Anda dan sering-seringlah membacanya kembali.
Ceritakan pertumbuhan Anda pada orang-orang yang
peduli pada Anda dan sudah memiliki sikap yang sangat
baik. Luangkan waktu setiap hari untuk menyelamati diri
sendiri dan berterima kasih pada orang lain karena telah
membantu Anda mengubah sikap.

Penyertaan Tuhan atas diri Anda:
Ketika saya merasa aman di dalam jalanNya, saya
sanggup
Mengambil risiko dalam hidup ini. Hanya orang yang
merasa tidak aman yang tidak sanggup mengambil risiko.
Orang yang merasa aman mampu menyikapi diri mereka
dengan jujur. Mereka mampu mengakui kegagalan. Mereka
bisa mencari pertolongan dan mencoba lagi. Mereka bisa
berubah. –John c. Maxwell.
Yang saya dapat dari inti dalam mengubah sikap ini
adalah:
“Milikilah keinginan yang kuat untuk berubah, ubah pola
pikir Anda, kembangkan kebiasaan-kebiasaan baik,
teruslah memilih untuk bersikap benar, dan percayalah
akan penyertaan Tuhan atas diri Anda.
Hanya Anda yang bisa menentukan isi pikiran dan cara
Anda bertindak”.

attitude