You are on page 1of 14

TRIHEKSIFENIDIL

HYDROCLORIDE
THP

Pembimbing: dr.Sulistiana Dewi.KJ BHITA RESTY R (07-191) WILDA ANGRAINI (11-033) PUTRI AYU FIRDELLA (11-099) MUTIA ELISA FITRI (11-142) Bagian Psikiatri RSJ. Prof. Saanin Padang Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah .HB. Sp.

obat ini akan gerakan tubuh menjadi lebih normal . .seperti akathisia.triheksilpfenidil bekerja melalui neuron dopamin nergik triheksilfenidil sebagai terapi efek samping ekstrapiramida yg induksi oleh psikotik dan obat-obatan sistim syaraf sentral.DEFINISI  Triheksifenidil adalah obat yang sering di gunakan apabila didapatkan sindrom ekstrapiramidal akibat penggunaan anti psikotik.triheksifenidil bermanfaat meningkatkan kendali otot dan mengurangi kekakuan.regiditas.akhinesia) dan sindrom ekstrapiramidal (EPS). saat gejala berkurang. Triheksifenidil merupakan anti kolinergik yang mempunyai efek sentral lebih kuat dari pada perifer.distonia dan psedoparkinsonisme (tremor.

Keteranganya :larutan 1% dalam air mempunyai PH 5.DESKRIPSI    Nama dan struktur kimia :1-cyclohexyl-1phenyl-3-piperidinopropan-1-ol-hidrocloride C20H31NO.2 . larut sebagian dalam alkohol dan diklorometan.HCL Sifat fisikokimia :serbuk kristal berwarna putih. sedikit larut dalam air.2-6.

menghambat reuptake dopamine pada ujungujung saraf pre-sinaptik di otak yang menghasilkan efek mengurangi kekakuan otot.pengeluaran air liur berlebihan.tremor dan meningkatkan kemampuan mengatur gerakan pada pasien skizoprenia yang menggunakan obat antipsikotik dan pada penyakit parkinson .CARA KERJA Triheksifenidi bekerja dengan menghambat pelepasan asetil kolin endogen dan eksogen.

pada umumnya serupa triheksifenidil dalam efek antiparkinson maupun efek sampingnya. triheksifenidil dosis besar menyebabkan perangsangan otak. FARMAKODINAMIKS  Obat-obat ini terutama berefek sentral. Seperti atropin. sikrimin dan prosiklidin. Dibandingkan dengan potensi atropin. triheksifenidil memperlihatkan potensi antispasmodik setengahnya. obat-obat tersebut dapat digunakan sebagai pengganti. efek terhadap kelenjar ludah dan vagus sepersepuluhna. Ketiga senyawa kongenerik triheksifenidilyaitu biperiden. . Bila terjadi toleransi terhadap triheksifenidil. efek midriatik sepertinya.

 FAKTOR BIOLOGIS Terpaparnya seseorang oleh peristiwa yang traumatik akan menimbulkan respons takut  Amigdala merupakan bagian otak yang sangat berperan besar. dihipotesis terjadi hipersensitivitas dari ketiga sistem yang teraktivasi di atas sehingga seseorang menjadi mudah untuk mengalami gejala – gejala tersebut. . Hal tersebut akan memberi stimulus berupa tanda darurat pada:      Sistem Saraf Simpatis Sistem Saraf Parasimpatis Aksis Hipotalamus-Hipofisis-kelenjar Adrenal Pada pasien yang mengalami gangguan stress pasca trauma.  Amigdala mengaktivasi beberapa neurotransmitter serta bahan – bahan neurokimiawi di otak sebagai respons tubuh terhadap trauma.

. Jadi sebenarnya pemberian 2 kali sehari mencukupi. Masa paruh eliminasi terminal antara 10 dan 12 jam. tidak 3 kali sehari sebagaimana dilakukan saat ini.FARMAKOKINETIK  Kadar puncak triheksifenidil. prosiklidin dan biperiden tercapai setelah 1-2 jam.

5 jam ekskresi melalui urin.FARMAKOLOGI    triheksifenidil adalah senyawa piperidin. T1/2 eliminasi: 3-4 jam waktu untuk mencapai serum puncak 1-1. Daya anti koinergi dan efek sentralnya mirip atropin namun lebih lemah onset kerja : efek plasma puncak 1 jam. .

INDIKASI :    Parkinson. parkinson yang disebabkan oleh obat-obatan Gangguan ekstrapiramidal karena obat (kecuali tardive dyskinesia) distonia .

KONTRAINDIKASI glaukoma sudut tertutup  ileus paralitikum  hipertrofi prostat  retensi urin  obstruksi saluran cerna  .

jika gejala tidak terkontrol dalam beberapa jam dosis ditingkatkan sehingga hilang gejala. dosis 15-20mg jarang ditubuhkan. Dewasa : awal 2 mg. Untuk reaksi ekstrapiramidal kecuali “tardive”dyskinesia Dewasa : awal 1 mg. . atau 3 kali sehari dosis dinaikan sampai diperoleh hasil yang diharapkan.DOSIS    Sehari 1-15 mg dibagi dalam 2-4 dosis. Dosis sehari 5-15mg.

perhatian.memori .hidung.dan tenggorokan Sakit kepala Sensitiv terhadap cahaya Kelemahan otot Mual dan muntah Kurang konsentrasi.EFEK SAMPING • • • • • • • • • • Penglihatan kabur Sembelit Sulit dan nyeri BAK Rasa kantuk Keringnya mulut.

dan difenhidramin injeksi intra muskular atau intra vena diberikan jika langkah pertama tidak dapat menanggulangi efek samping tersebut. sulfas atropin. Obat antikolinergik contohnya: triheksifenidil. . benztropin. Penggantian antipsikotik merupakan langkah terakhir jika dengan kedua langkah sebelumnya tidak berhasil menanggulangi efek samping ekstrapiramidal yang terjadi. Obat yang paling sering digunakan adalah triheksifenidil dengan dosis 3 kali 2 mg per hari.o Penurunan dosis antipsikotik merupakan langkah pertama yang dilakukan jika terjadi efek samping sindroma ekstrapiramidal..