You are on page 1of 15

Journal Reading

Diagnosis and Management
of Tinea Infections
Pembimbing:
dr. Vitalis Pribadi, M.Kes, Sp.KK
Oleh:
Sheila Prilia Andini 1102012274
Kepaniteraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin
RS. Bhayangkara Tingkat I R. Said Sukanto

seperti tinea korporis dan tinea pedis  Tinea versicolor (sekarang ptiriasis versicolor) tidak disebabkan oleh dermatofita tapi oleh genus Malassezia . sedangkan dermatofita mengarah pada organisme jamur yang menyebabkan tinea  Tinea biasanya diikuti dengan istilah latin yang sesuai dengan lokasinya.pendahuluan  Tinea berarti infeksi jamur.

dan Epidermophyton . Dermatofita biasanya terbatas pada keterlibatan rambut. kuku. yang tidak ramah kepada agen menular lainnya  Dermatofit meliputi tiga genera: Trichophyton. Microsporum. dan stratum korneum.

terutama psoriasis. tetapi lesi yang lebih besar dan pertemuan lesi dapat juga terjadi  Tinea corporis mungkin sering keliru dengan banyak gangguan kulit lainnya. annular.Tinea Corporis  Tinea corporis biasanya muncul dengan merah. patch yang gatal dengan central clearing dan tepi lesi aktif  Lesi bisa satu atau beberapa dan ukuran biasanya berkisar antara 1 sampai 5 cm. bersisik. dan dermatitis seboroik .

 Potassium hidroksida (KOH) sering membantu ketika diagnosis yang ragu berdasarkan riwayat dan inspeksi visual  Perburukan setelah pengobatan empiris dengan steroid topikal harus meningkatkan kecurigaan terhadap infeksi dermatofita  Sebaliknya. jika nonfungal lesi diobati dengan krim anti jamur. lesi mungkin tidak akan membaik atau akan memburuk .

dan melibatkan sebagian dari paha atas berlawanan skrotum  Pemeriksaan lampu Wood dapat membantu untuk membedakan tinea dari erythrasma karena organisme penyebab erythrasma (Corynebacterium minutissimum) menunjukkan fluoresensi merah karang .Tinea Cruris  Tinea cruris yang paling umum mempengaruhi remaja dan pria dewasa muda.

kadang-kadang disertai nyeri vesikel  Bentuk kronis yang lebih umum ditandai dengan sisik. tetapi bisa menyebar sampai ke dorsum kaki  Bentuk akut terdapat eritema dan maserasi antara jari-jari kaki. namun itu bisa menyebar ke area lain dari kaki  Keterlibatan dari plantar dan lateral aspek kaki dengan eritema dan hiperkeratosis disebut sebagai "pola moccasin" pada tinea pedis.Tinea Pedis  Tinea pedis biasanya melibatkan kulit di antara jari kaki. . dan eritema antara jari kaki. pengelupasan.

Tatalaksana tinea corporis. pengobatan topical yang gagal. tinea cruris. dan tinea pedis  Tinea corporis. atau tinea pedis tipe moccasin yang berat  Pasien dengan tinea pedis kronis atau berulang dapat menggunakan sepatu lebar. dan tinea pedis umumnya responsif terhadap krim topikal seperti terbinafine (Lamisil) dan Butenafine (Lotrimin)  Anti jamur oral dapat diindikasikan untuk penyakit yang luas. tinea cruris. mengeringkan antara jari kaki setelah mandi .

.

lampu wood . dan kerion  Awal penyakit dapat terbatas pada gatal dan scaling.Tinea Capitis  Ada tiga jenis tinea capitis: grey patch. tapi presentasi klasik melibatkan satu atau lebih patch bersisik dari alopesia dengan rambut rusak di garis kulit (black dot) dan krusta  Tinea capitis dapat berkembang menjadi kerion. kultur. black dot. yang ditandai dengan plak dan pustula  Pemeriksaan KOH.

memiliki efektivitas dan keamanan yang sama  Terbinafine mungkin lebih unggul daripada griseofulvin untuk Trichophyton. sedangkan griseofulvin bisa menjadi lebih unggul daripada terbinafine untuk spesies Microsporum .tatalaksana  Tinea capitis harus diobati dengan anti jamur sistemik karena agen topikal tidak menembus batang rambut  pengobatan lini pertama untuk tinea capitis adalah griseofulvin  track record keamanaan dan keefektivan yang baik  Namun. seperti terbinafine dan flukonazol (Diflucan). uji klinis acak memastikan agen yang lebih baru.

kultur. PAS . yang lebih sering terjadi pada anak-anak daripada dewasa  KOH. kuku yang berubah warna  Onikomikosis dapat hadir dengan bentuk subungual. rapuh.Tinea Unguium (onikomikosis)  Onikomikosis adalah pertimbangan umum pada remaja dan orang dewasa dengan kuku distrofi yang ditandai dgn penebalan. dan bentuk putih dangkal.

tatalaksana .