You are on page 1of 17

Presentasi Kasus Home Visit

Pasien Diabetes Mellitus
dengan Gangren
LELY AMEDIA RATRI

G0012114

OKI SARASWATI UTOMO G0012156
R.rr. ERVINA KUSUMA W G0012168

5. 3. Tata cara kunjungan rumah yang kami lakukan terfokus untuk mengumpulkan data pasien dengan urutan sebagai berikut (Tim Field Lab FK UNS. 2015) : 1. Mengatur jadwal kunjungan. . Mempersiapkan macam data yang akan dikumpulkan. Melakukan pencatatan data. 4. 2. Ibu Tarni terdeteksi DM dengan gangren sejak Juli 2015. Melakukan pengumpulan data. Mempersiapkan daftar nama keluarga yang akan dikunjungi.Kunjungan Pasien Wanita dengan Diabetes Mellitus    Kunjungan pasien di rumah (home visit) dilaksanakan pada keluarga Ibu Tarni di wilayah kerja Puskesmas Tirtomoyo 1 Wonogiri.

Karakteristik Demografi Keluarga .

Identitas Penderita  Nama : Tarni  Umur : 56 tahun  Jenis kelamin  Agama : Islam  Alamat : Wonogiri  Tanggal kunjungan : 5 November 2015 : perempuan .

Pasien memiliki hubungan yang baik dengan anggota keluarga yang lain. konsumsi gula berlebih (-). tidak lagi melanjutkan pekerjaannya. Pak Pujono.Penetapan Masalah Pasien  Riwayat Medis  Riwayat penyakit sekarang: Tekanan darah saat kunjungan adalah 140/80 mmHg. .  Riwayat Penyakit Keluarga Ayah dari Ibu Tarni meninggal akibat infeksi saluran kencing. Berdasarkan pengamatan. Berdasarkan anamnesis GDP terakhir 180 mg/dl. Keluarga Pak Pujono tidak memiliki jaminan kesehatan (BPJS). Dua orang anak Ibu Tarni merupakan pedagang dan petani. Namun.  Riwayat Sosial Ekonomi Ibu Tarni merupakan seorang pedagang di sekitar rumah. sayur. lauk pauk.  Riwayat penyakit dahulu: Riwayat penyakit dahulu disangkal oleh penderita. alkohol (-).  Riwayat Gizi Pemenuhan gizi pasien sudah baik. semenjak diketahui menderita DM dengan ulkus gangren pada kaki kiri.  Riwayat Kebiasaan Kebiasaan merokok (-). Pasien makan 3 kali sehari dengan komposisi makanan yang sudah cukup lengkap yaitu nasi. dan buah. suami Ibu Tarni merupakan seorang buruh petani dengan pendapatan tidak tetap setiap harinya. Ibu Tarni BB termasuk ideal. Didapatkan Diabetes Mellitus disertai ulkus gangren sejak 5 bulan yang lalu.

pasien tidak memiliki risiko individual yang dapat memperberat penyakit atau menghambat penyembuhannya. Pasien menjalin hubungan yang baik dengan orang-orang di sekitarnya.orang di sekitarnya membuat pasien memiliki aspek eksternal yang baik untuk menunjang penyembuhannya.  akan Aspek Klinis Diagnosis klinis: Dx DM dengan ulkus  Aspek Internal Dinilai dari kepribadiannya. pasien adalah seseorang yang sangat ramah tetapi tampak tertekan dengan penyakit yang diderita. .Diagnostik Holistik (Biopsikososial)  Aspek Personal Dilihat dari aspek personal.  Aspek eksternal Kehidupan sosial ekonomi kekurangan semenjak keluarga mengetahui penyakit pasien dan dirawat di rumah sakit. Hubungan yang baik dengan orang.

 Fungsi sosial Keluarga termasuk aktif dalam kegiatan di masyarakat. Ibu Tarni mengikuti arisan rutin serta PKK dan bersosialisasi dengan baik dengan tetangga sekitar. Pak Pujoyo.Fungsi Keluarga  Fungsi Biologis Tidak terdapat riwayat penyakit menurun ataupun menular. Anak pertama bekerja sebagai pedagang dan anak kedua juga sudah bekerja sebagai pedagang. Keluarga ini kurang dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari semenjak Ibu Tarni menderita sakit DM. . Masing-masing anggota keluarga saling mendukung dalam segala hal. Keluarga ini belum memiliki Jaminan Kesehatan Masyarakat.  Fungsi ekonomi dan pemenuhan kebutuhan Bapak Pujoyo bekerja sebagai petani dan Ibu Tarni bekerja sebagai pedagang.  Fungsi psikologis Keluarga Ibu Tarni adalah keluarga yang harmonis.

.

.

Fungsi patologis SCREEM .

anak nya. . Secara keseluruhan fungsi keluarga telah berjalan dengan cukup baik.Kesimpulan Permasalahan Fungsi Keluarga :  Tidak terdapat permasalahan dalam fungsi keluarga Ibu Tarni beserta suami dan anak .

: Struktur Keluarga (Genogram) 63 46 39 13 56 32 41 5 2 .

dan sanak saudara dapat dikatakan harmonis.Pola Interaksi Keluarga  Hubungan pasien dengan anak. istri. . anak. cucu pasien yang mana berkunjung ke rumah pasien setiap hari. ini dibuktikan dengan masih terjalin komunikasi yang baik antara suami.

kamar tidur. batas antar ruang menggunakan papan triplek  Ventilasi rumah kurang / minim di beberapa ruang  Lantai rumah semen yang sudah berubin pada ruang tamu. dapur. . kamar mandi menggunakan semen yang diplester  Sumber air untuk mandi dengan sumur pompa. untuk minum menggunakan air minum kemasan  Septi tank berjarak cukup jauh dari rumah terletak di belakang rumah  Tempat sampah berada di belakang rumah. ruang keluarga. sempit dan cenderung pengap  Kamar mandi cukup bersih  Dapur sempit dan terlihat kurang terawat  Dinding rumah semi permanen di beberapa ruang.Keadaan Rumah dan Lingkungan  Tanah dan Rumah milik pribadi  Ruang tamu dan Ruang Keluarga Bersih dengan cahaya yang cukup  Kamar tidurkurang pencahayaan.

Denah Rumah Kamar Mandi Dapur Kamar Tidur Ruang Keluarga Meja Makan Tempat Tidur Penderit a Ruang Tamu Kamar Kosong   .

.Daftar Masalah  Medis Pasien Ibu Tarni menderita diabetes mellitus dengan ulkus dan gangren  Non Medis Pasien dan anggota keluarganya tidak memiliki masalah non medis yang berarti.

3) Kuratif : pasien dianjurkan untuk rutin mengkonsumsi obat diabetes mellitus yang dapat diambil di puskesmas atauu dokter setempat 4)Rehabilitatif : dilakukan pendekatan dari aspek psikologis dari seluruh keluarga pasien agar tetap mendukung pasien agar dapat mengontrol gula darahnya dan pola hidup sehat. . 2) Kondisi medis setiap anggota keluarga baik.Kesimpulan dan Saran  Kesimpulan 1) Keluarga dengan 4 anggota keluarga. hanya Ibu Tarni yang menderita mellitus. 2)Preventif : diharapkan pasien dapat menghindari hal-hal yang dapat meningkatkan gula darah dan diharapkan pasien dapat mengontrol gula darah. diabetes 3) Diagnosis biopsikososial : pasien Ibu Tarni menderita diabetes mellitus dengan ulkus dan gangren 4)Keadaan lingkungan di sekitar pasien cukup baik. Hubungan pasien dan keluarga pasien dengan warga sekitar baik.  Saran 1)Promotif : dilakukan penyuluhan oleh tenaga medik yang berkompeten baik dengan lisan secara langsung untuk dapat terus mengikuti pengaturan pola makan utamanya dalam menghadapi diabetes mellitus.