You are on page 1of 18

Persentasi

Teknik pembentukan
material

ANGGA KHAIRUL FAHMI
(21414201)
DENI HARYADI
(22414691)

Pokok bahasan  Hardness pada material  Faktor-Faktor yang mempengaruhi hardness .

Hardness??? Dalam Bahasa Indonesia = Kekerasan .

.

.

Dalam Metallurgy Kekerasan (Hardness) di definisikan sebagai kemampuan suatu material untuk menahan beban identasi atau penetrasi (penekanan) .Hardness Kekerasan (Hardness) adalah salah satu sifat mekanik (Mechanical properties) dari suatu material.

Bisa di simpulkan Kekerasan merupakan ukuran ketahanan bahan terhadap deformasi tekan. Deformasi elastis kemungkinan terjadi pada permukaan yang keras. sedangkan deformasi plastis terjadi pada permukaan yang lebih lunak . Pada permukaan dari dua komponen yang saling bersinggungan dan bergerak satu terhadap lainnya akan terjadi deformasi elastis maupun plastis. Deformasi yang terjadi dapat berupa kombinasi perilaku elastis dan plastis.

karena selama indentasi (penjejakan) logam mengalami deformasi sehingga terjadi regangan dengan persentase tertentu. . Nilai kekerasan berkaitan dengan kekuatan luluh atau tarik logam.Pengaruh deformasi bergantung pada kekerasan permukaan bahan (logam).

dan viskositas material. tegangan. Cacat titik berupa vacancy defect(ruang atom terisi atom asing) dan intersttitial defect(ruang antar susunan atom mengalami kekosongan). Dislokasi memungkinkan pergerakan antar bidang atom(slip). dalam bentuk kristal lattice. maka kekerasan merupakan kondisi susunan bentuk mikrostruktur logam. Sedangkan cacat garis dikenal dengan istilah dislokasi. plastisitas. Pergerakan yang diperbolehkan dislokasi inilah yang akan mempengaruhi kekerasan material. viskoelastisitas. regangan. elastisitas. ketangguhan.Hal-hal yang mempengaruhi kekerasan Kekerasan secara umum dipengaruhi oleh duktilitas. Pergerakan satu dislokasi menabrak dislokasi lainnya akan menyebabkan deformasi permanen. Dari sisi mekanisme dan teori kekerasan. Cacat ini berupa cacat titik dan cacat garis.  . Dalam kenyataannya material memiliki cacat.

Pengaruh kadar karbon terhadap kekerasan suatu bahan Pengaruh kadar karbon terhadap kekerasan suatu bahan merupakan sifat mekanik yang dimiliki baja. dimana dengan meningkatnya kadar karbon maka kekerasannya semakin meningkat pula. Penambahan kadar karbon sangat mempengaruhi kekerasan.Faktor lain yang mempengaruhi kekerasan 1. .

Unsur Paduan Unsur paduan logam juga berpengaruh dalam sifat kekerasan logam. b.2. tetapi keuletannya menurun dengan naiknya kadar karbon. . Mangan (Mn) Mangan berfungsi untuk memperbaiki kekuatan tariknya dan ketahanan ausnya. beberapa jenis unsur dalam paduan logam adalah sebagai berikut: a. Persentase kandungan karbon akan memberikan sifat lain pada baja karbon. Carbon (C) Pada baja karbon biasanya kekerasan dan kekuatannya meningkat sebanding dengan kekuatan karbonnya. Unsur ini memberikan pengerjaan yang lebih mengkilap atau bersih dan menambah kekuatan dan ketahanan panas.

dapat menaikkan tegangan tarik dan menurunkan kecepatan pendinginan kritis sehingga baja karbon lebih elastis dan cocok dijadikan sebagai bahan pembuat pegas d. . Posfor (P) Mangan berfungsi untuk memperbaiki kekuatan tariknya dan ketahanan ausnya. Silicon (Si) Silikon untuk memperbaiki homogenitas pada baja. Selain itu.c. Unsur ini memberikan pengerjaan yang lebih mengkilap atau bersih dan menambah kekuatan dan ketahanan panas.

Belerang (S) Sulfur dimaksudkan untuk memperbaiki sifat-sifat mampu mesin.d. menaikkan daya tahan korosi dan daya tahan terhadap keausan yang tinggi. e. Khrom (Cr) Khrom dengan karbon membentuk karbida dapat menmbah keliatan. keuletan berkurang. . Keuntungan sulfur pada temperatur biasa dapat memberikan ketahanan pada gesekan tinggi.

terlebih bergerak sampai ke permukaan. Sedangkan deformasi atau perubahan bentuk itu sendiri diakibatkan oleh pergerakan atom atau pergerakan dislokasi sampai ke permukaan. Perlunya energi yang lebih besar untuk merubah bentuk material maka ini berarti material ini menjadi lebih keras. Pergerakan dislokasi yang melewati angker yang berupa inklusi. atom asing. Penambahan gaya akan menyebabkan bergeraknya dislokasi. maka dislokasi yang bergerak sesuai sifatnya. gaya bengkok dan gaya lainnya. Sehingga untuk menggerakan atom atau dislokasi sampai ke permukaan diperlukan gaya atau energi yang lebih besar.3. gaya tekan. Menaikan Jumlah Dislokasi Menaiakan jumlah dislokasi dilakukan dengan pengerjaan dingin. atau sessil dari dislokasi lain. akan terjadi multiplikasi dislokasi atau pelipatgandaan jumlah dislokasi. . Makin banyaknya jumlah dislokasi akan menyebabkan atom atau dislokasi lain susah bergerak. yakni dilakukan dengan cara memberikan gaya atau beban mekanik seperti gaya tarik.

dan material makin keras. Atom karbon yang nyisip pada Fe akan menyebabkan medan tegangan di sekitar nya. Makin halus butir suatu material. kemudian di quench atau didinginkan secara mendadak pada media pendingin Pendinginan mendadak akan menyebabkan pertumbuhan butir tidak sempat berkembang karena temperatur keburu dingin dengan cepat dan akhirnya butir menjadi halus. maka kekuatan akan meningkat. sehingga atom-atom Fe lebih susah untuk bergerak. makin banyak medan tegangan yang berarti atom makin susah bergerak. dengan pendingan cepat.4. Proses Perlakuan Panas Perlakuan panas pada logam. Makin banyaknya atom karbon yang nyisip terjebak pada rongga– rongga Fe. menyebabkan banyaknya atom karbon yang nyisip pada rongga-rongga Fe tidak sempat keluar dan akhirnya terjebak. . khususnya pada baja untuk meningkatkan kekuatan dilakukan dengan cara menaikan temperatur baja sampai temperature autenitisasi dan fasanya berubah menjadi fasa gamma (γ) atau fasa austenit. Selain itu khususnya pada baja.

yang membedakan adalah pada meyer yang diperhatikan adalah projected area pada bekas indentasi sedangkan pada Brinell adalah pada luas area permukaan.Alat penguji kekerasan  Metode Brinnel Uji kekerasan ini berupa pembentukan lekukan pada permukaan logam menggunakan indentor  Metode Rockwell Metoda pengujian kekerasan Rockwell yaitu mengindentasi material contoh dengan indentor kerucut intan atau bola baja. Rata–rata tekanan antara permukaan indentor dan indentasinya sama dengan beban dibagi projected area dari bekas indentasi. . indentor ditekan ke material dibawah beban minor/terkecil  Metode Meyer Metode Meyer hampir sama dengan Metode Brinell.

 Metode kerucut Metode ini termasuk metode Rockwell yang dalam penerapannya menggunakan indentor berupa sebuah batu intan berbentuk piramida dengan sudut puncak 120º  Metode Peluruh Pada dasarnya metode ini sama dengan metode kerucut. . hanya pada metode ini menggunakan penetrator sebuah peluru baja yang dikeraskan dengan diameter 1/16 inchi menggunakan beban tertentu dalam bahannya.

 Sekian dan Terimakasih  .