You are on page 1of 36

PENGASAHAN

A. PROSES PENGASAHAN

2

Pengasahan termasuk cara pemberian bentuk dengan
mengelupaskan serpih. Sebagai perkakas berbentuk pasak
yang mengambil serpih secara menggaruk (sudut serpih
negatif).
Namun, untuk penyayatan, tidak dapat disebutkan
bentuk yang pasti. Pada gerakan kerja yang diperlukan
(gerakan utama, laju, dan penyetelan), sisi penyayat pada
butir mengambil sejumlah besar serpih yang sangat halus
dan berbentuk koma dari permukaan benda kerja.

PENGGUNAAN
Proses pengasahan digunakan untuk pekerjaan penghalusan
(pengasahan presisi) bidang garapan yang rata (pengasahan
bidang) atau lengkung (pengasahan bundar) yang dapat
memenuhi tuntutan tinggi akan ketepatan ukuran dan bentuk serta
mutu permukaan. Atau secara umum pengasahan digunakan
untuk:
1.Penajaman Perkakas (pengasahan perkakas)
2.Penyingkiran Ketidakrataan (pengasahan kasar)
3.Pemenggalan Benda Kerja (Pengasahan Penggal)

LANGKAH GERAKAN
1. Gerakan utama Vs
Dilakukan oleh cakram asah yang berputar dengan angka
putaran tetap
2. Gerakan laju Vw
Pergeseran cakram asah atau benda kerja pada arah tegak
lurus terhadap gerrakan laju.
3. Gerakan penyetelan a
digunakan untuk mengatur kedalaman tusukan

LANGKAH PEMBENTUKAN SERPIH
Pada proses pemotongan, butir asahan menyeret serpih di
depan tepi penyayatannya. Ruang rongga antara butir
asahan (kamar atau pori-pori serpih) dipenuhi dengan
serpih yang tergaruk sampai pengakhiran sergapan
cakram. Kemudian, serpih itu terlontar dengan sendirinya
keluar dari kamar serpih akibat dari gaya sentrifugal yang
besar.

Dengan demikian, cara pengasahan dan sifat pribadi bahan kerja sangat
memegang peranan dalam pemilihan cakram asah.
Bila butir pengasah menjadi tumpul dan setelah perpecahan pun tidak
terbentuk penyayat baru pada butir, butir itu harus terlontar lepas sehingga akan
tampil butir baru yang mampu melakukan penyayatan.
1. Cakram Asah
Cakram asah merupakan badan bundar hasil pengempaan atau penuangan
campuran antara butir pengasah dengan bahan pengikat. Butir pengasah dengan
tepi penyayatnya yang banyak itulah yang melakukan penyerpihan

2. Bahan Pengasah
Bahan pengasah ialah bahan butir pengasah. Keseluruhan butir kristal yang kecil dan keras itu disebut “butiran” dan
menurut asal-usulnya dibedakan antara butiran alami dan butiran tiruan.
Sifat terpenting butiran pengasah ialah:
1. Kekerasan, ialah kemampuan butiran pengasah untuk membenam ke dalam suatu bahan, kemudian menyayatnya.
2. Keuletan, ialah kemampuan butiran untuk menahan tekanan pengasahan yang berupa hentakan dan tumbukan
3. Ketahanan, gesek dan ketahanan suhu sebagai akibat tekanan dekapan yang tinggi, timbul beban tambahan berupa
gesekan mekanis, pelunakan tekanan, dan panas gesekan.
4. Ketegasan, ialah sifat bahan pengasah untuk memecah diri dan membentuk runcingan penyayat yang baru

Bahan pengasah alami: Kwarsa, batu pasir, batu kambang, batu api, granit dan intan. Di dalam pengerjaan logam
hanya digunakan intan.
Bahan pengasah tiruan: Untuk pengasahan kasar pengasahan teliti hampir selalu digunakan borkarbid, bornitrid, dan
di samping intan asli juga intan tiruan.

3. Kebutiran
Setelah dihancurkan, butir pengasah disusun menurut urutan besarnya. Besar butir dinyatakan dengan sebuah bilangan yang sesuai dengan sebuah
ayakan dengan lebar mata jala tertentu. Angka kebutiran menyatakan jumlah mata terkecil yang masih dapat meloloskan butir-butir sepanjang 1inchi
ayakan (deret ayakan Norton)
Pengaruh ukuran butir dapat dibandingkan dengan pengaruh kekerasan kikir. Kebutiran yang lebih kasar menghasilkan bidang pengasah yang lebih
kasar. Kebutiran harus dipilih semakin lebih kasar. Kebutiran harus dipilih semakin lebih kasar, semakin lunak dan ulet bahan kerja yang akan diasah
dan semakin besar penggarukan bahan. Kebutiran yang halus dipilih untuk perbaikan bidang asahan karena dengan demikian cakram asah
mempunyai tepi yang tajam dan lebih menepati profil
Kebutiran dan Mutu Permukaan
Semakin besar mm butir maka penyayatan pun akan semakin halus
Pemilihan Kebutiran
Keuletan butiran dan besar gaya ikatan meningkat dengan membesarnya ukuran butiran. Untuk tekanan sayat yang lebih besar, yakni pada
pengasahan kikis dan pengasahan kasar, dipilih cakram yang berkebutiran lebih kasar, pada pengasahan halus dan poles yang berkebutiran lebih
halus.
Ikatan
Bahan pengikat berfungsi mengeratkan sedemikian banyak butir pengasah menjadi satu badan yang pejal, badan pengasah. Akan tetapi, ia hanya
boleh menahan butiran di dalam jaringan (ikatan) cakram pengasah sampai butiran itu tidak mampu lagi membentuk sisi penyayat yang baru,
menumpul dan lepas terpecah.

Pemilihan Bahan Pengikat
Daya hasil sebuah badan pengasah tidak semata-mata ditentukan oleh sifat bahan pengasah, melainkan juga oleh kerja
sama antara butiran dan ikatan pada kondisi tertentu. Oleh karena itu, dari ikatan di tuntut sifat-sifat berikut.
Ketahanan lenturan pukulan yang merupakan kemampuan ikatan untuk menunjang butiran pengasah melawan gaya
sayat yang bekerja sebagai kejutan.
Kekakuan, badan pengasuh harus mengasah sempurna nilai ukuran yang disetel pada mesin dengan tepat dan
mengikuti gerakan mesin tanpa melentur.
Ketahanan suhu, Titik lebur yang tinggi, kemantapan kimia di bawah pengaruh panas pengasahan dan daya tahan
terhadap perubahan suhu secara mendesak antara pemanasan pada penyayatan oleh butir pengasah dan pendinginan
setelah cengkraman berlalu sangat penting artinya bagi tekanan asah yang diizinkan (penyetelan, penampang serpih)
Lekatan antara ikatan dan butiran. Lekatan yang baik memungkinkan pemanfaatan butiran pengasah secara
sepenuhnya (misalnya, butir intan yang diselubungi logam)

4. Derajat Kekerasan
Yang disebut derajat kekerasan ialah perlawanan butir pengasah terhadap
usaha untuk memecah lepasnya dari ikatan. Penamaan ini tidak
mengutarakan sesuatu mengenai kekerasan pribadi butir pengasah. Namun,
sebenarnya ia mengandung pernyataan mengenai kegetasan butir pengasah
di dalam kaitannya dengan kekuatan ikatan.
Pada umumnya dituntut, bahwa butir pengasah masing-masing tertahan
oleh ikatan pada cakram asah dan mampu menahan tekanan serpih yang
timbul pada pengasahan selama mereka dapat melaksanakan penyayatan.

Jika pengausan butiran berlangsung lebih cepat dari
penghancuran bahan pengikat, ikatan terlalu keras. Cakram
melumas, “menebal” dan hasil pengasahan memperoleh cacat
bakar.
Pada pengasahan kasar, penajaman diri cakram berlangsung
seiring dengan penumpulan butir akibat tekanan serpih yang
meningkat. Pada pengasahan halus yang disertai tuntutan
istimewa akan penepatan ukuran atau profil, pencopotan butiran
yang tumpul diselenggarakan di dalam jangka waktu tertentu
dengan pertolongan perkakas khusus.

a.

Pemilihan Derajat Kekerasan
Daya hasil sebuah badan pengasah sangat bergantung pada pemilihan
derajat kekerasan. Pembesaran atau pengecilan nilai kerja (penyetelan,
kecepatan laju, dan sayat) untuk memperbesar pengambilan serpih atau
untuk meningkatkan mutu permukaan dibatasi oleh keausan cakram dan
penghancuran bahan kerja oleh panas.

b. Susunan Jaringan atau Struktur
Di antara butir pengasah yang terselubung oleh ikatan terdapat ruang
pori-pori yang besarnya di satu pihak tergantung pada besar butiran, di
lain pihak kepada jenis ikatan dan cara pengolahannya

c. Kecepatan Keliling Cakram Pengasah
Harus dibedakan antara kecepatan maksimal yang diizinkan dan
ditetapkan menurut ketentuan keamanan dengan kecepatan sayat yang
ekonomis. Bergantung pada cara pengasahan, benda kerja dan cakram
asah, kecepatan sayat dapat juga terletak sangat dibawah kecepatan
keliling yang diijinkan.
d. Pengujian Fungsi
Menurut peraturan pengamanan, setiap badan pengasah harus
menjalani pengujian fungsi sebelum pengasahan pertama paling sedikit
selama 5 menit pada kecepatan operasi tertinggi.

e. Pemilihan Cakram Asah
Pemilihan cakram pengasah yang paling cocok untuk pekerjaan pengasahan tertentu luar
biasa sulitnya karena kemungkinan kombinasi untuk susunan jaringannya sangat banyak
ragamnya.
f. Perilaku Cakram yang Pemilhannya Salah: Penyebab dan Perbaikannya
g. Nilai Penyerpihan
Pemilihan nilai penyerpihan yang ekonomis, kecepatan sayat, kecepatan laju,
penggandengan memanjang dan penyetelan ajuan bergantung pada mutu permukaan yang
dituntut, ketetapan bentuk, ukuran dan kebutuhan akan penyingkatan waktu pengasahan
h. Kecepatan Sayat
i. Kecepatan laju

j. Penggandengan dan Angka Pengasahan Ulang
Semakin sering suatu titik pada permukaan benda kerja terasah ulang,
semakin baik mutu permukaan dan semakin lebih sedikit keausan cakram.
k. Jatah Pengasahan
l. Penyetelan Ajuan
m. Pengencangan Cakram Asah
Langsung sebelum pengencangan, setiap cakram asah harus mengalami
pemeriksaan lagi terhadap kemungkinan kerusakan pecah.

n. Pengeratan Dekapan (dengan Flensa) dengan Mur Sentral
Pada pengeratan dekapan, kedua pendekap (flensa) harus memiliki garis
tengah yang sama. Garis tengah pendekap paling sedikit harus bernilai
seperti dari garis tengah cakram dan bidang iharus ditarik sedemikian
sehingga pendekapan hanya terjadi pada bidang cincin terluar yang
lebarnya seperenam dari garis tengah pendekap.
o. Peralatan Pelindung
Badan pengasah untuk pengasahan keliling harus diselubungi dengan
kubah pelindung dari baja tempa atau tuangan baja

5. Pengasaran, Penggalakan, Penyeimbangan
Dengan pengasaran dan penggalakan (penggosokan), daya sayat dan profil badan pengasah
yang tumpul, tidak bundar atau “membesar” (pori-pori penuh sesak) dikembalikan lagi ke
asalnya.
Penggerigian (pengasaran) ialah suatu penggarapan cakram untuk pengasahan dengan
tangan, tetapi juga digunakan untuk memberi profil pendahuluan pada cakram asah mesin.
Perkakas penggerigi yang lumrah digunakan adalah batu asah tangan silisiumkarbid yang
berkebutiran kasar, batang korund sinter dan roda, atau gilingan baja dengan bidang gilingan
yang berglombang atau bercerucup (roda gerigi)

a.

Peraturan Penggalakan
Cakram yang digalakkan dengan roda penggerigi dikasarkan secara lebih
baik dan menyayat lebih ringan daripada yang dengan intan.

b. Penyeimbangan Cakram Asah
Mutu pengasahan, artinya mutu permukaan dan ketepatan bidang yang
diasah serta masa guna cakram dan mesin akan terganggu jika badan
pengasah yang dikencangkan pada pendekapnya tidak cukup
diseimbangkan. Pada mesin asah berdaya tinggi dan modern, cakram
asah diseimbangkan dengan secara dinamis pada mesin

6.pendinginan dan Media Pendingin
Pada setiap pekerjaan penyerpihan, benda kerja dan perkakas menjadi panas. Serpih yang
dihasilkan pada pengasahan mempunyai suhu sampai 2000 C. Panas yang terjadi ini harus
disingkirkan dengan pendinginan atau pembakitannya dihindarkan dengan pertolongan efek
pelumasan cairan asah.
a. Penilaian Media Pendingin
Jika atas dasar sesuatu alasan harus diadakan pengasahan kering (umpamanya pada cakram
yang direkat dengan bahan magnesit), benda kerja tidak boleh lebih panas dari suam-suam
(cakram kecil, irisan dangkal, dan laju ke samping yang besar). Selain itu, harus diusahakan
perhiasan debu pengasahan yang baik.

b. Pemancar Pendingin dan Banyaknya Media Pendingin
Bentuk cakram dan banyaknya media pendingin menentukan bentuk dan
penempatan pemancar. Pancaran cairan harus terarah ke sumbu cakram
dan sedapat mungkin dialirkan ke cakram tanpa tekanan supaya ia tidak
terselewengkan oleh udara yang terpusarkan oleh badan pengasah
ataupun terpantul kembali.
c. Pembersihan Media Pendingin
Pengasahan basah menambah mutu permukaan pengasahan dan
mengurangi keausan cakram, tetapi hanya jika cairan pengasah senantiasa
disaring dan dibebaskan dari debu pengasahan.

B. Pengasahan Bidang
Pengasahan dilakukan baik dengan mantel (keliling periferi) ataupun dengan sisi
muka cakram (dapat dikenal pada jejak pengasahan tertentu)
Pengasahan Muka dan Pengasahan Keliling
Cara Pengasahan Muka, badan pengasah berputar pada sumbunya tegak lurus pada
bidang pengasahan dan menyentuh benda kerja dengan bidang cincin.
Cara Pengasahan Keliling, cakram menyayat pada kelilingnya. Cara ini cocok untuk
bidang penuh yang tidak mempunyai takikan, misalnya jalur pada bangku mesin

C. Pengasahan Memanjang
Pengasahan memanjang benda kerja melaksanakan gerakan kian kemari di
bawah cakram asah yang berputar mengitari spindel vertikal (pengasahan
muka) atau mendatar (pengasahan keliling)
1. Struktur dan Cara Kerja Sebuah Mesin Asah Tiang untuk
Pengasahan Memanjang
Ada mesin dengan spindel asah tegak dan ada pula dengan spindel asah
mendatar. Meja benda kerja yang bersama benda kerja melakukan gerakan
laju dapat dikonstruksikan sebagai meja memanjang atau meja bundar

2. Bentuk Konstruksi Mesin Asah Memanjang
Mesin asah tiang yang telah diuraikan di atas terutama
dibuat untuk pengasahan keliling. Mesin ini pada
pokoknya memperoleh penugasan sebagai mesin asah
halus untuk pekerjaan di dalam pembuatan perkakas,
peralatan penunjang, dan bentuk cetakan.

D. Pengasahan Bidang Meja Bundar
Menurut cara ini, dapat diasah benda kerja kecil dan berbentuk
cincin secara ekonomis di dalam penggarapan beruntun (produk seri).
Pada meja bundar yang berputar dapat dijepitkan beberapa benda
kerja sekaligus bundar dengan kepala magnet ini berputar dengan
sebuah poros tancap sebagai pusatnya di atas sebuah bidang jalan
berbentuk cincin pada bangku mesin. Ia melaksanakan gerakan laju
memutar.

E. Pengasahan Bundar
Dengan pengasahan bundar dapat dihasilkan badan rongga atau pejal berbentuk silinder
ketepatan maksimal. Cakram asah yang melakukan penyayatan dengan kelilingnya
mengambil serpih berbentuk koma dari benda yang berputar pada arah yang berlawanan.
Pada prinsipnya dibedakan antara dua cara pengasahan bundar.
1. Pengasahan Memanjang
2. Pengasahan Benaman
3. Pengasahan Memanjang dengan Benda Kerja yang Digerakkan

4. Pengesahan memanjang dengan dukungan pengasah yang berjalan (cara Landis)
5. Pengasahan Kupas.
6. Pengasahan Ayun
7. Struktur dan cara kerja mesin asah bundar luar.
Mesin asah bundar luar dibuat didalam dua model dasar:
1. Mesin dengan dukungan tetap (jenis konstruksi Norton).
2. Benda kerja yang berputar diantara senter – senter dilakukan pada cakram
asah yang diam dan hanya melaksanakan gerakan penyetelan ajuan.
3. Mesin dengan eretan pengasah yang berjalan kian kemari (jenis konstruksi
Landis). Benda kerja berputar diantara senter – senter dengan kedudukan
tetap pada bangku mesin.
8. Kepala spindle benda kerja
9. Pengasahan bundar dalam .
10. Konstruksi dan cara kerja mesin asah bundar dalam.

F. JENIS SPINDEL ASAH
Spindel asah kecepatan sayat ekonomis untuk cakram asah dalam sekitar 30
m / detik, menurut garis tengah yang kecil untuk cakram dibandingkan dengan
pada pengasahan bundar luar 20 – 80 mm, angka putaran spindel berkisar
sekitar 30.000 sampai 7.000 1/menit. Melahan pada pengasahan lubang yang
sangat sempit dengan kepala pengasah, angka putaran yang ekonomis
meningkat sampai 70.000 1/menit. Oleh karena itu spindel harus benar –
benar sesuai dengan keterangan dari pabrik mengenai ukurannya .

1. Menurut besarnya garis tengah lubang yang akan digarap, dibedakan dua bentuk konstruksi:
a. Spindel dekapan untuk digunakan pada penggarapan yang masih memungkinkan

masuknya selubung

spindel kedalam lubang benda kerja, ini berarti bahwa garis tengah cakram asah paling kecil harus sama
dengan garis tengah selubung.
b. Spindel perpanjangan digunakan untuk pengasahan kecil yang tidak dapat dimasuki

oleh selubung.

2. Pada cara pengasahan bundar yang paling ekonomis ini, cakram asah yang dipilih agak lebar dari lebar
pengasahan membenam karena jika daerah pengasahan lebih lebar dari pada cakram asah , dapat
dilakukan pengikisan awal dengan “pembenaman bertahap”.
3. Pengencangan benda kerja.
Poros dan bagian yang berbentuk pipa yang panjangnya jauh lebih besar dari pada garis tengahnya diantara
ujung penitik kepala spindel dan kepala bebas dan digerakkan oleh spindel benda kerja dengan perantaraan
pembawa.

G. Pengasahan ulir.
Dengan pengasahan ulir dihasilkan ulir dan profil mirip ulir dengan ketepatan dan mutu permukaan yang
tertinggi.

Dengan cara yang serupa seperti pada perautan ulir dapat diasah spindel ulir dengan ulir pengencang atau
penggerak dari kedaaan rata. Profil besar mengalami penyayatan pendahuluan pada mesin bubut atau
parautan awal pada mesin raut, kemudian mungkin dikeraskan dan akhirnya diasah jadi. Dengan cara
pembenaman diasah bagian yang berjenjang hingga mecapai sebuah bahu atau kerah yang lebih besar dari
pada garis tengah pengasahan. Dan kecepatan keliling cakram pengatur biasanya terletak antara 20 dan 36
m/menit, jadi lebih tinggi dari pada pengasahan pelaluan. Menurut cara kerjanya, mesin ini adalah mesin
asah bundar dengan penampungan benda kerja diantara senter – senter atau didalam tang atau cakra
penjepit.

H. PENGASAHAN PERKAKAS
(PERUNCINGAN PERKAKAS).
Peruncingan perkakas adalah segala pekerjaan pengasahan yang memberikan kepada
sebuah perkakas yang mengelupas serpih atau mempertahankan padanya. Dan yang
disebut “ciri keausan “ adalah keausan yang muncul pada penyayat yang ditandai dengan
terjadinya suatu pembidangan pada tepi penyayat dan lebarnya dapat diukur.

Akibat tekanan sayat yang membesar dapat terjadi juga pemajalan oleh pembangkitan
panas yang terlampau tinggi dan setelah meningkatnya penumpulan juga retakan
penyayatan. Oleh karena itu, harus dilakukan pengasahan kembali jika lebar cirri keausan
tidak melebihi 0,2 – 0,3 mm.

Tukang asah perkakas didalam pendidikan keahlian dan
pengalamannaya harus menguasai bidang pengetahuan berikut
 Pengetahuan mengenai tata ukur penyayat atau sudut perkakas sayat.
 Pengetahuan mengenai bahan kerja penyayat, bergantung pada daerah

pemakaian perkakas sayat terbuat dari: Baja perkakas, Baja cepat SS
dan HSS, Logam keras HM, Keramik oksid.
 Karena kesudian asah dan tata ukur penyayat berbeda – beda , bentuk

cakram asah juga harus diselaraskan dengan keistimewaan perkakas
tertentu.

I. PEMELIHARAAN ASAH
Persyaratan untuk penanganan dan perawatan mesin asah secara benar ialah pengetahuan mengenai isi
dari penuntun pengoperasian yang disertakan oleh pembuat mesin. Dan berikut ini adalah pedoman
umum yang harus diperhatikan :
1. Dudukan dan jalur penuntun mesin dipasang dengan pengepasan yang sangat tepat.
2. Kekedapan penutup jalur penuntun dan sekat dudukan harus sempurna.
3. Selain dari pelumasan, pembersihan secara teratur merupakan keperluan mutlak karena lumpur
pengasahan mudah mongering dan kemudian sulit untuk disingkirkan.
4. cakram asah harus dijalankan beberapa waktu tanpa beban dan tanpa penyaluran media pendingin
sebelum dan setelah lama tidak digunakan.
5.Cairan pendingin tidak boleh mengalir melalui cakam asah yang sedang diam.

6. Pada waktu penukaran cakram, ulir spindel asah harus
dilindungi.
7. Kubah pelindung harus disetel kemabali dari waktu ke waktu,
untuk menjamin agar jarak anatara cakram dan lenkapan
pelindung pada celah tetap kecil.
8.Kemungkinan adanya penguraian atau pengotoran yang
menggangu mutu media pendingin harus diperiksa secara teratur.
9. Saklar listrik yang berada didalam daerah kerja harus dilindungi
dan diberishkan dari debu pengasahan.
10. Sebelum dilakukan pengencangan benda kerja, meja atau pelat
magnet diberishkan dengan menyakinkan (juga alur – alur T
harus diembus bersih).

11. Pengubahan kedudukan cangkokan intan penggalak harus dilakukan pada saat yang
tepat.
12. Badan pengasah harus digosok dan diseimbangkan kembali secara teratur.
13. Tegangan dan cekaman sabuk harus diperiksa dan disetel kembali.
14. Cakram asah yang sangat aus harus dikencangkan pada pendekap yang lebih tinggi.
15. Saklar mikro elektris yang sering melakukan penghubungan harus diganti.
16. Alat pembersih, perkakas, dan sebagainya harus diperiksa jumlahnya sebelum dari
sesudah pekerjaan pemeliharaan.

Bagaimana, apakah
ada pertanyaan?

TERIMA KASIH
ATAS PERHATIANNYA