You are on page 1of 18

PENDEKATAN PDCA

DALAM
MANAJEMEN
LINGKUNGAN

Seviana Rinawati, SKM, M.Si

Manajemen Lingkungan semester 5 - 2016

Pendahuluan..
? Mengenal ISO 1400 Sistem Manajemen Lingkungan
Suatu perusahaan beroperasi berpotensi menimbulkan dampak positif maupun negatif
pada lingkungan. Pada prinsipnya ada 2 dampak yaitu :
Dampak bio-kimia-fisik seperti : pencemaran air, udara, kerusakan keanekaragaman
hayati dsb.
Dampak sosial seperti : tanggungjawab dari risiko adanya proses produksi, baik dari
pihak masyarakat, pemerintah maupun LSM.
Perusahaan yang menerapkan ISO maka telah berkomitmen untuk memperbaiki secara
terus menerus, dan mengingat bahwa ISO 14001 merupakan standar yang memadukan
kepentingan bisnis dengan lingkungan hidup sehingga upaya perbaikan kinerja
disesuaikan dengan sumberdaya perusahaan (SDM, teknis atau finansial).

Prinsip Penerapan ISO


14001..

Penerapan ISO 14001 tidak berarti tercapai dalam kurun waktu


dekat.
Sertifikasi EMS dapat diberikan kepada perusahaan yang masih
mengotori lingkungan, NAMUN terdapat persyaratan bahwa
perusahaan berkomitmen melakukan perbaikan secara menerus
(continual improvement).
ISO 14001 bersifat conformance (kesesuaian) bukan performance
(kinerja) dan juga bersifat voluntary (sukarela) bukan mandatory
(wajib).
ISO 14001 ini diatur dalam SNI 19-14001 2005 tentang Sistem
Manajemen Lingkungan persyaratan dan panduan penggunaan.

Pendahuluan..
? Pengertian Sistem Manajemen Lingkungan
SML merupakan bagian integral dari sistem manajemen perusahaan secara keseluruhan
yang terdiri dari satu set pengaturan secara sistematis yang meliputi struktur
organisasi, tanggung jawab, prosedur, proses serta sumber daya dalam upaya
mewujudkan kebijakan lingkungan yang telah digariskan oleh perusahaan.
SML memberikan mekanisme untuk mencapai dan menunjukkan performasi lingkungan
yang baik, melalui upaya pengendalian dampak lingkungan dari kegiatan, produk dan jasa.
Sistem tersebut dapat digunakan untuk mengantisipasi perkembangan tuntutan dan
peningkatan performasi lingkungan dari konsumen serta memenuhi persyaratan
peraturan lingkungan hidup dari pemerintah.

Kriteria SML..
(Bratasida, 1996)
Pelaksanaan secara efektif, SML harus mencakup beberapa unsur utama
sebagai berikut :
Kebijakan Lingkungan pernyataan tentang maksud kegiatan manajemen
lingkungan dan prinsip yang digunakan untuk mencapainya.
Perencanaan mencakup identifikasi aspek lingkungan dan persyaratan
peraturan lingkungan hidup yang bersesuaian, penentuan tujuan pencapaian
dan program pengelolaan lingkungan.
Implementasi mencakup struktur organisasi, wewenang dan tanggung
jawab, training, komunikasi, dokumentasi, kontrol dan tanggap darurat.
Pemeriksaaan reguler dan Tindakan perbaikan mencakup pemantauan,
pengukuran dan audit.
Kajian manajemen kajian tentang kesesuaian dan efektifitas sistem
untuk mencapai tujuan dan perubahan yeng terjadi di luar organisasi.

SML..
? Tujuan Sistem Manajemen Lingkungan
Meningkatkan kondisi kerja yang produktif.
Mengintegrasikan pengelolan bisnis dan lingkungan.
Mengurangi dampak kerusakan lingkungan.

Keuntungan SML..
Keuntungan potensial dari SML yang efektif meliputi :

a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.

Memelihara hubungan yang baik dengan masyarakat


Meningkatkan kinerja lingkungan
Mengurangi kerugian
Memiliki keuntungan yang kompetitif
Mengurangi biaya pengolahan limbah
Mengurangi kecelakaan
Meningkatkan kepercayaan konsumen
Meningkatkan image public dan pasar
Meningkatkan pengelolaan pengeluaran
Konservasi energi dan material
Meningkatkan hubungan antara industri dengan pemerintah

SML..
? Implementasi Sistem Manajemen Lingkungan
Sebuah SML yang efektif tidak hanya fokus terhadap permasalahan yang
terjadi, namun juga fokus terhadap penyebab permasalahan.
Sistem identifikasi dan perbaikan kekurangan sistem yang terdahulu dapat
menghasilkan kinerja lingkungan dan kesempatan bisnis yang lebih baik.
Sebagian besar model SML terdiri dari :
Plan Do Check Action (PDCA)
atau
Perencanaan Pengimplementasian Pemeriksaan Perbaikan

PDCA..
PDCA meliputi :
a. Plan
Proses pembuatan tujuan dan program yang diperlukan untuk mendapatkan
hasil yang sesuai dengan kebijakan lingkungan organisasi

b. Do
Proses pelaksanaan program dan sistem yang telah direncanakan

c. Check
Proses pemantauan dan pengukuran proses terhadap kebijakan lingkungan,
tujuan-sasaran, peraturan perundangan dan ketentuan yang diikuti serta
pelaporan hasil

d. Act
Proses pengambilan tindakan untuk meningkatkan kinerja sistem manajemen
lingkungan berkelanjutan

PDCA..
? Implementasi PDCA

Integrasi PDCA dalam ISO..


1. Kebijakan (dan komitmen) Lingkungan :
Kebijakan lingkungan harus terdokumentasi dan
dikomunikasikan kepada seluruh karyawan dan tersedia
bagi masyarakat dan mencakup komitmen terhadap
perbaikan berkelanjutan, pencegahan pencemaran dan
patuh peraturan serta menjadi kerangka kerja bagi
penetapan tujuan dan sasaran.

Integrasi PDCA dalam ISO..


2. Perencanaan :
Mencakup identifikasi aspek lingkungan dari kegiatan
organisasi, identifikasi dan akses terhadap persyaratan
peraturan, adanya tujuan dan sasaran yang
terdokumentasi dan konsisten dengan kebijakan serta
adanya program untuk mencapai tujuan dan sasaran yang
direncanakan.

Integrasi PDCA dalam ISO..


3. Implementasi dan Operasi :
Mencakup definisi, dokumentasi dan komunikasi perantanggung jawab pelatihan yang memadai, terjaminnya
komunikasi internal dan eksternal, dokumentasi tertulis
sistem manajemen lingkungan dan prosedur pengendalian
dokumen yang baik, prosedur pengendalian operasi yang
terdokumentasi serta prosedur tindakan darurat yang
terdokumentasi.

Integrasi PDCA dalam ISO..


4. Pemeriksaan dan Tindakan Perbaikan :
Mencakup prosedur yang secara teratur memantau dan
mengukur karakteristik kunci dari kegiatan dan operasi,
prosedur untuk menangani situasi ketidaksesuaian,
prosedur pemeliharaan catatan spesifik dan prosedur
audit kinerja sistem manajemen lingkungan.

Integrasi PDCA dalam ISO..


5. Tinjauan Ulang Manajemen :
Mengkaji secara periodik sistem manajemen lingkungan
keseluruhan untuk memastikan kesesuaian, kecukupan,
efektivitas sistem manajemen lingkungan terhadap
perubahan yang terjadi.

SERSTIFIKASI ISO 14001..


Sertifikasi jenis I, yaitu sertifikasi yang dilakukan oleh pihak ketiga yang
tidak berpihak, seperti lembaga sertifikasi internasional yang terakreditasi
secara internasional/nasional. Sistem ini mengaudit secara keseluruhan
sesuai dengan yang tercantum dalam ISO 14001 sehingga mempunyai bobot
yang paling besar.
Sertifikasi jenis II, yaitu yang dikenal juga sebagai pernyataan diri karena
audit dilakukan oleh perusahaan sendiri sehingga mempunyai bobot yang
paling kecil.
Sertifikasi jenis III, yaitu sertifikasi pihak kedua yang dilakukan apabila
melibatkan pemasok yang terkait dengan kontrak. Dalam hal ini audit
dilakukan oleh perusahaan yang menggunakan produk/jasa pemasok.

Any question bro ....??

Do it guys ..!!
....