You are on page 1of 47

FILSAFAT ILMU

(KEDOKTERAN)
Kuliah 2 - 3
Filsafat Ilmu sebagai dasar pengembangan ilmu

Prof Dr dr M.T. Kamaluddin, MSc, SpFK

BAGIAN FARMAKOLOGI
FAKULTAS KEDOKTERAN UNSRI
2015

Kamaluddin, Filsafat Ilmu
(Kedokteran)

1

Tertib - damai

Teori - Ilmu

Pengetahuan

Kamaluddin, Filsafat Ilmu
(Kedokteran)

2

BERBAGAI MAKNA :
LOGIKA, TEORETIKA DAN PRAKTIKA

Filsafat :
Cara berpikir ??
Hasil pikir ??
Manfaat pikir ??
Kamaluddin, Filsafat Ilmu
(Kedokteran)

3

Motivator – pendorong filsafat

Instinct – naluri

Insight - wawasan

Kamaluddin, Filsafat Ilmu
(Kedokteran)

4

positif.Filsafat . filsafat tidak mampu menjawab persoalan hidup yang konkrit. praktis dan pragmatis • Oleh sebab itu muncul berbagai ilmu pengetahuan yang lebih khusus dengan obyek studi yang berbedabeda.biologi. abstrak dan universal. bentuk. sebagai berikut : Obyek Ilmu Pengetahuan Manusia dan masyarakat Humaniora dan ilmu sosial Alam Ilmu pengetahuan alam : kimia.Hasilnya? • Filsafat adalah ibu dari berbagai jenis. fisika. Karena itu. matematika Ketuhanan Theologi . sifat ilmu pengetahuan/sains • Sains pada awalnya hanya ada satu yaitu filsafat • Filsafat membahas kebenaran pengetahuan yang bersifat umum.

Mudji Sutrisno (Filsafat Sastra dan Budaya) The Liang Gie (Filsafat Matematika) Save M. Filsafat Ilmu Pengetahuan dan Sejarah Filsafat Ilmu dan Teknologi) Hartono Kasmadi (Filsafat Ilmu) M. Perkembangan. Drijarkara (Filsafat Manusia) Moertono (Filsafat Manusia/Antropologi Kefilsafatan: Potensi Penanganan Masalah) Nico Syukur Dister (Filsafat Kebebasan) Rizal Mustansyir (Filsafat Analitik: Sejarah. Siagian (Filsafat Administrasi) Budi Hardiman F. dan Peranan Para Tokohnya) Kaelan (Filsafat Analitis menurut Ludwig Wittgenstein) F. Solly Lubis (Filsafat Ilmu dan Penelitian) Hidanul I Harun (Filsafat Ilmu Pengetahuan) Chairul Arifin (Filsafat Ilmu Pengetahuan: Suatu Pengantar) Redja Mudyahardjo (Filsafat Ilmu Pendidikan) Imam Barnadib (Filsafat Pendidikan) Paul Suparno (Filsafat Konstruktivisme dalam Pendidikan) Zainal Abidin (Filsafat Manusia) Burhanuddin Salam (Filsafat Manusia: Antropologi Metafisika) Kasmiran Wuryo Sanadji (Filsafat Manusia) N. Purbo (Filsafat Naif Dunia Cyber) Kamaluddin.X.Kajian Filsafat Djohansjah (Budaya Ilmiah dan Filsafat Ilmu) Jujun Suriasumantri (Ilmu dalam Perspektif dan Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer) Burhanuddin Salam (Logika Materiil. Dagun (Pengantar Filsafat Ekonomi) Hamid Shahab (Filosofi Desain & Supervisi) Sondang P. (Melampaui Positivisme dan Modernitas) Onno W. 6 Ridwan Makassary (Kematian Manusia Modern) Filsafat Ilmu (Kedokteran) .

Sebagai disiplin ilmu 2.FILSAFAT ILMU/SAINS Dipahami dari dua sisi : 1. Sebagai landasan filosofis bagi proses keilmuan .

Filsafat Sains adalah cabang Ilmu Filsafat yang membahas sains/pengetahuan Sebagai landasan filosofis bagi proses keilmuan Filsafat Ilmu memberikan kerangka bagi proses keilmuan .Sebagai disiplin ilmu.

dll. fisika. teknologi. bisa dibedakan atas: Filsafat Ilmu Pengetahuan alam dan Filsafat Ilmu sosial & Humaniora Philosopies of Specific Sciences (Filsafat Ilmu Pengetahuan khusus: Filsafat matematik. fisafat ilmu pengetahuan sosial. Membahas permasalahan/prinsip ilmu pengetahuan secara umum Filsafat Ilmu Pengetahuan umum.Filsafat Ilmu dibedakan: • • • • Philosophy of Science in-general (Filsafat Ilmu umum).) .

Sebagai disiplin ilmu : filsafat mempunyai 4 cabang yaitu : • Logic/logika : The theory of reasoning • Epistemology : The theory of knowledge • Metaphysic : The theory of concepts and their relation • Ethics : The theory of evaluation particularly moral evaluation .

pemilik pengetahuan . pengembang. penemu.– Menurut Ontologi – Menurut Epistemologi Pembagian ini membedakan : Obyek : alam dengan segala isinya yang ingin diketahui manusia melalui scientific knowledge Subyek : manusia sebagai ilmuwan.

suatu cara berpikir yang mengupas sesuatu sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya • Filsafat sains memberikan landasan yang kokoh bagi kepercayaan intelektual ilmuwan dalam penyelidikan ilmiah (scientific investigation) .• Filsafat adalah suatu cara berpikir yang menyeluruh.

Filsafat dapat diartikan sebagai cara berpikir bebas tapi tertib. luas dan mendalam sehingga sampai ke dasar suatu persoalan serta berada dalam tataran yang bermakna .

interpretatif. konklusif berdasarkan kebenaran . tertib. kritis. evaluatif.Cara Berfikir Filosofis : dinamis. spekulatif. deskriptif.

Mampu memahami filsafat 3. menjadi warga negara yang baik Kamaluddin. Memungkinkan menjadi filosof 4. Filsafat Ilmu (Kedokteran) 15 . Terlatih berfikir serius 2.FAEDAH MEMPELAJARI FILSAFAT 1.

FILSAFAT AGAMA NALAR DASAR WAHYU KERAGUAN – PERENUNGAN ORIGIN DITURUNKAN OLEH Al Khalik MANUSIA – DUNIA OBJEK MANUSIA – DUNIA KURANG PASTI KEBENARAN MUTLAK JAWABAN SEMENTARA TARGET JAWABAN FINAL KEMAMPUAN NALAR MELENCENG EKSES SOMBONG Kamaluddin. Filsafat Ilmu (Kedokteran) BERDOSA 16 .

meramalkan dan mengontrol gejala alam TINGKAT KESEHATAN PENYAKIT : Infeksi. Bawaan KINERJA : Produksi menurun Mati Ilmu Harus Menjawab Mengapa :  Produksinya Menurun  Penyebab Mati JAWABAN YANG BENAR Alat Untuk : Meramalkan dan Mengontrol Gejala Yang Terjadi .ILMU (Pengetahuan Ilmiah) • Mempelajari alam apa adanya (das sein) Secara ontologis membatasi diri pada pengkajian objek yang ada dalam lingkup pengalaman manusia • • Sebagai alat untuk memecahkan persoalan dengan jalan. Degeneratif.

Ilmu mencoba mengembangkan sebuah model yang sederhana mengenai dunia empiris dengan mengabstraksikan realitas menjadi beberapa variabel yang terikat dalam sebuah hubungan yang bersifat rasional Ilmu mencoba mencarikan penjelasan mengenai alam menjadi kesimpulan yang bersifat umum dan impersonal .

maka seni akan bersifat penuh dan rumit. emosi. lewat berbagai kemampuan manusia untuk menangkapnya seperti pikiran. . pancaindra. Seni mencoba mengungkapkan suatu objek penelaahan menjadi bermakna bagi pencipta dan mereka yang meresapinya.SENI Seni mencoba mendeskripsikan sebuah gejala dengan sepenuh makna. Bila diibaratkan sebuah model. tetapi tidak sistematis. Seni bersifat individual dan personal dengan memusatkan perhatiannya pada pengalaman hidup manusia perseorangan.

PENDEKATAN RASIONALISME PENDEKATAN EMPIRISME Aturan dasar pengetahuan sebelumnya Aturan dasar fakta Pengetahuan yang Benar Pengetahuan Ilmiah [Ilmu] 2 Kriteria Utama : •Konsistensi pengetahuan baru dan sebelumnya •Kesesuaian pengetahuan yang dikembangkan dengan Fakta .

“Ilmu sangat berkaitan erat dengan dua sumber pengetahuan yaitu pikiran dan indra” Penalaran adalah suatu kegiatan/proses berpikir berdasarkan suatu aturan dalam menarik kesimpulan yang berbentuk pengetahuan Penalaran adalah suatu kegiatan/proses berpikir yang mempunyai karakteristik tertentu dalam menemukan kebenaran. CIRI-CIRI PENALARAN : •Adanya proses berpikir logis dan selaras •Adanya proses berpikir analitis RASIONALISME DAN EMPIRISME Kriteria agar pengetahuan dipandang sebagai ilmu didasarkan kepada kombinasi dua pendekatan yaitu rasionalisme dan empirisme .

hukum. Logika adalah aturan dalam kegiatan berpikir : Berpikir logis merupakan suatu kegiatan berpikir secara teratur berdasarkan logika . aturan. susunan dan bentuk pikiran manusia yang dapat mengantar pikiran tersebut pada suatu kebenaran Logika dapat dipandang sebagai suatu studi yang sistematis ilmiah tentang prinsip umum yang menentukan kesatuan.Logika adalah pengetahuan tentang azas.

sehingga mudah tersesat dan sulit untuk mencapai kesimpulan.Logika Naturalis Disebut juga logika kodrat yaitu logika yang timbul berhubungan dengan adanya sifat manusia bagi setiap orang. Logika Deduktif Logika yang mempelajari arah penalaran yang benar dari yang bersifat umum sampai pada suatu kesimpulan khusus. Penarikan kesimpulan dari hal yang bersifat umum menjadi kasus yang bersifat individual Ternak unggas bertelur (premis mayor) Ayam termasuk unggas (premis minor) Maka ayam bertelur (kesimpulan) . Tidak berdasarkan ilmu.

sapi memerlukan oksigen. . Berisikan matematis dan banyak menggunakan simbol-simbol. babi memerlukan oksigen Maka semua ternak memerlukan oksigen Logika Modern Logika yang mempunyai ciri-ciri lebih umum dan harapan luas. Penarikan kesimpulan dari kasus individual nyata menjadi kesimpulan yang bersifat umum Ayam memerlukan oksigen.Logika Induktif Logika yang mempelajari arah penalaran yang benar dari hal yang bersifat khusus sampai pada suatu kesimpulan umum yang bersifat kemungkinan. domba memerlukan oksigen. sehingga sering disebut logika matematis atau logika simbol.

kausalitas Dll.) • Problem metodologis tentang ilmu • Problem logis tentang Ilmu • Problem etis tentang ilmu • Problem estetis tentang Ilmu .Problem yang dibahas dalam Filsafat Ilmu Pengetahuan: • Problem Epistemologis tentang ilmu • Problem metafisis (ruang-waktu. asumsi-asumsi.

2. 1967. 5. 123-24): 1. 4. 6.Sumber Pengetahuan (Hosper. 3. Sense experience (pengalaman indrawi) Reason Authority Intition Relevation (Wahyu) Faith (kepercayaan) .

induction. Persepsi (Perception). Sumber lain: Intuition. 1995. precognition. Reason (rasio): Deduction.Sumber Pengetahuan (Ted Hondrich. 935): 1. Introspection 4. telepathy. abduction. . clairfoyance. 2. dialectic 3.

(2) hakikat Alam (3) hakikat Manusia 2. OBYEK FORMA FILSAFAT. OBYEK MATERIA FILSAFAT Ialah segala sesuatu yang menjadi masalah filsafat . Filsafat Ilmu (Kedokteran) 28 . segala sesuatu yang dimasalahkan oleh atau dalam filsafat. Tiga persoalan pokok : (1) hakikat Tuhan. ialah usaha mencari keterangan secara radikal (sedalam-dalamnya sampai keakarnya) tentang obyek materi filsafat Kamaluddin.OBYEK FILSAFAT 1.

Values (etis. Fenomena/gejala alam fisis (External 2. Mind (dimensi dalam/psikis) world) . Masa depan (The future) 4.Obyek Pengetahuan 1. Abstraksi 6. religius) 5. Masa lalu (the Past) 3. estetis.

 kerangka pikir yang koheren dan logis. .Scientific Methodology Metode keilmuan menggabungkan cara berpikir rasional dan empiris.

Konstruktivisme .Struktur pengetahuan (hubungan Subyek-Obyek): 1. Obyektivisme (subyek pasif) 2. Relativisme 4. Fenomenalisme 5. Subyektivisme (subyek aktif) 3.

.

.

.

Kritik terhadap positivisme dalam sosiologi yang menyebabkan sosiologi berwatak konservatif dan mempertahankan statusquo. 4. 3. Habermas menyatakan bahwa positivisme mengabaikan peran individu (actor. egent). . Teori kritis mengatasi determinisme ekonomi dengan memperhatikan aspek sosial-budaya di samping ekonomi 2.Kritik Teori Kritis mencakup: 1. Kritik terhadap positivisme yang menyamakan kehidupan sosial-budaya dengan alam (fisikalisme). Kritik terhadap marxisme yang terlalu deterministik. Positivisme merendahkan pandangan terjhadap manusia dan hukum ilmiah tidak begitu saja berlaku bagi manusia. Teori Kritis menolak ilmu yang kontemplatif dengan mengaitkan teori dengan praxis –emansipatoris.

Keterkaitan antara Pengetahuan dengan Kepentingan .

Ilmu dan kepentingan .

.

.

.

hanya menjadi beban hidup •Pengetahuan yang bermakna (meaningful knowledge) merupakan sesuatu yang dapat berfungsi dan berguna untuk kehidupan . dipopulerkan di Indonesia oleh Mochtar Buchori) •Pengetahuan yang tidak bermakna (meaningless knowledge) tidak berguna.Mengapa perlu Filsafat Sains? •Kekhawatiran akan berkembangnya pengalaman pendidikan yang tanpa disadari akan membawa mahasiswa (meaningless life) (Phenix.PH.1964.

• Dengan pendekatan filosofi aspek makna merupakan konsep sentral • Struktur makna menurut Phenix terdiri dari 6 wilayah Symbolic Empirics Aesthetics Synnoetics Ethics Synoptic Syafrida Manuwoto .

dll). lingkungan sosial. lingkungan budaya • Untuk memahami makna di wilayah aesthetics perlu diajarkan seni musik. matematik. seni suara. seni tari. dll.• Untuk memahami makna wilayah symbolics perlu dibekali pendidikan bahasa. biologi. kimia. Syafrida Manuwoto . non discursive symbols • Untuk memahami berbagai makna dalam wilayah empirics perlu dibekali pendidikan lingkungan biofisik (fisika.

ilmu bercerita. perlu dibekali ilmu sejarah.• Untuk mampu memahami makna dalam wilayah synoetics(knowledge. ilmu berkabar • Untuk dapat memaknai wilayah ethics perlu ditanamkan kesadaran untuk menghormati dan mematuhi secara sukarela norma-norma yang ada (voluntary personal commitment to values). filsafat dan agama Syafrida Manuwoto . • Untuk memahami makna yang terletak dalam wilayah synoptics. intersubjective understanding) perlu dipelajari ilmu drama.

 Dengan pendekatan filosofi dalam pembelajaran S3 di IPB. Untuk mengembangkan kehidupan 3. Untuk turut memuliakan kehidupan Syafrida Manuwoto . diharapkan dapat lebih mempersiapkan lulusan dalam profesi/jabatannya menghadapi kehidupan 3 tugas kehidupan 1. Untuk dapat hidup (to make a living) 2.

semoga bermanfaat .Terima kasih.

Kamaluddin. Filsafat Ilmu (Kedokteran) 47 .