You are on page 1of 14

KYEES L

OMPOK II
67%
PreSENTASI BAHASA INDONESIA

Kalimat efektif

Diagram Kalimat
Efektif

DEFINISI

SIFATNYA

CIRINYA

KESEJAJAR
AN

KEUTUH
AN

KETEPAT
AN
EJAAN

KETEPATAN
DIKSI

KEFOKUSAN

KEHEMATAN

KECERMATAN
& KESANTUNAN

KEVARIASIA
N

Kalimat Efektif

Kalimat
efektif
adalah
kalimat
yang
singkat, padat, jelas, lengkap, dan dapat
menyampaikan informasi secara tepat.
Kalimat efektif dapat mengkomunikasikan
pikiran
atau
perasaan
penulis
atau
pembicara
kepada
pembaca
atau
pendengar
secara
tepat.
Komunikasi
penulis
dan
pembaca
atau
pembicara
dan
33% 35%
pendengar tidak menghadapi keraguan,
YE
salah komunikasi, salah informasi
S atau
salah pengertian.
65
%

Sifatnya

-

Singkat : hanya menggunakan unsur yang diperlukan saja setiap unsur
kalimat benar benar berfungsi

- Padat
di

: mengandung makna sarat dengan informasi yang terkandung
dalamnya. Dengan sifat ini tidak terjadi pengulangan
pengungkapan.

33% 35%

-

Jelas

YE
S

: ditandai dengan kejelasan struktur kalimat dan makna
65 yang
terkandung didalamnya.

%

-

Lengkap : mengandung makna kelengkapan struktur kalimat secara
grametikal, dan kelengkapan konsep atau gagasan yang

Cirinya

1. keutuhan, kesatuan, kelogisan, atau kesepadanan makna dan struktur

2. kesejajaran bentuk kata, dan (atau) struktur kalimat secara gramatikal

3. kefokusan pikiran sehingga mudah dipahami

YE
S
65
%

4. kehematan penggunaan unsur kalimat

Keutuhan

Kesatuan kalimat ditandai oleh adanya
kesepadanan struktur dan makna kalimat. Kalimat
secara gramatikal mungkin benar tetapi maknanya
salah. Misalnya:

a.Saya saling membaca
b.Bola menendang Ronaldo
Seharusnya
a.Kami saling membaca
b.Ronaldo menendang bola

Kesejajaran

Adalah kesaman bentuk kata yang digunakan secara konsisten. Misalnya:
1.Polisi segera menangkap penculik itu karena sudah diketahui
sebelumnya
2.Penulis skripsi harus melakukan langkah-langkah:
1. pertemuan dengan penasehat akademis,
2. mengajukan topik,
3. melapor kepada ketua jurusan, dan
4. bertemu pembimbing.

Seharusnya
1.Polisi segera menangkap penculik itu karena sudah mengetahui
sebelumnya
2.Penulis skripsi harus melakukan langkah-langkah:
1. menemui dengan penasehat akademis,
2. mengajukan topik,
3. melaporkan kepada ketua jurusan, dan
4. menemui pembimbing.

Kefokusan

Kalimat efektif harus memfokuskan pesan terpenting agar mudah dipahami
maksudnya. Jika tidak, makna kalimat akan sulit ditangkap dan
menghambat komunikasi.

a. Pandai bergaul, pandai berbicara, dan pandai membujuk orang adalah
modal
utama pemasar produk.
b. Dari peristiwa itu perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak agar
tidak
terulang lagi

Seharusnya
a. Pandai bergaul, berbicara, dan membujuk orang adalah modal utama
pemasaran produk.
b. Berbagai pihak perlu memperhatikan peristiwa itu agar tidak terulang
lagi.

Kehematan

Untuk menjamin kehematan kalimat, setiap unsur kalimat harus berfungsi
dengan baik, unsur yang tidak mendukung makna kalimat (mubazir) harus
dihindarkan. Seperti:
a. Subjek ganda, contoh:
karena ia tidak diundang ia tidak datang ke tempat itu, seharusnya
karena tidak diundang, ia tidak datang ke tempat itu
b. Penjamakan kata yang sudah berbentuk jamak.
Para tamu-tamu
seharusnya para tamu
Beberapa orang-orang
seharusnya beberapa orang
c. Menggunakan bentuk singkat, contoh:
Ia memakai baju warna merah, seharusnya
Ia memakai baju merah
d. Menggunakan bentuk aktif dan bertenaga, contoh:
Ia berdiri lalu pergi (aktif tetapi kurang bertenaga)
Ia bangkit lalu pergi (aktid dan bertenaga)

Kecermatan dan Kesantunan

Terkait dengan ketepatan memilih kata sehingga menghasilkan komunikasi
yang baik, tepat, tanpa gangguan emosional pembaca atau pendengar.
Kalimat dikatakan baik jika pesan yang disampaikan dapat diterima orang
lain. Sedangkan santun mengandung makna halus, baik, dan sopan.
Contoh Kecermatan:
Karena sudah diketahui sebelumnya, mahasiswa itu dapat menjawab tes dengan
mudah
Seharusnya
Karena sudah mengetahui sebelumnya, mahasiswa itu dapat menjawab tes
dengan mudah
Contoh Kesantunan:
Sebagai mana telah ditetapkan, pekerjaan itu biasanya dikerjakan seminggu
sekali
Seharusnya
Telah ditetapkan bahwa pekerjaan itu dilakukan dua kali seminggu

Kevariasian

Dalam menulis sebuah tulisan, kevariasian sangatlah penting, yang
bertujuan agar pembaca tidak merasa bosan dan jenuh saat membaca
tulisan sang penulis.Sedangkan yang dimaksud dengan variasi kalimat disini
ialah variasi kalimat-kalimat yang membangun kalimat dalam paragraf, yang
dilakukan dengan variasi struktur, diksi, dan gaya asalkan tidak
menimbulkan
a.       Kalimat perubahan
berimbang makna.
Contoh : Kedua orang tuanya berjualan di pasar dan dan kedua anak
mereka bermain di rumah.
b.      Kalimat melepas yaitu mengubah fungsi klausa kedua dari klausa
koordinatif dengan
klausa utama menjadi klausa sematan.
Contoh : Kedua orang tuanya berjualan di pasar ketika kedua anak mereka
bermain di rumah.
c.      Kalimat berklimaks yaitu menempatkan klausa sematan (anak kalimat)
pada posisi
awal dan klausa utama di bagian akhir.
Contoh : ketika kedua anak itu bermain di rumah, Kedua orang tua mereka
berjualan di pasar.

Ketepatan Diksi

Kecermatan diksi memasalahkan ketepatan kata. Setiap kata harus
mengungkapkan pikiran secara tepat. Untuk itu, penulis harus membedakan
kata yang hampir bersinonim, struktur idiomatik, kata yang berlawanan
makna, serta kesesuaian makna. Sehingga terhindar dari penggunaan kata
yang ambigu.

Ketepatan Ejaan

Kecermatan menggunakan ejaan dan tanda baca dengan menentukan
kualitas penyajian data. Sebaliknya, kesalahan ejaan dapat menimbulkan
kesalahan komunikasi yang fatal. (Misalnya: dua-puluh-lima ribuan = 25 x
Rp1.000,00 atau dua-puluh-lima-ribuan = seratus ribu = 20 x Rp5.000,00).
Penggunaan tanda baca, bandingkan maknanya:

Paman kami belum menikah
Paman, kami belum menikah
Paman kami, belum menikah
Paman, kami, belum menikah

Selesai

Ardiansyah Saputra
Catur Prasetyo
Hendra Koswara

Disusun

Ikhsan
Gunawan
Oleh

Moh. Aziz Romadhon
Moh. Rosyid Zakaria
M. Irsal Firansyah
Yudiawan