You are on page 1of 41

R

U
R
A
D RE-SERTIFIKASI
AT

PO. 003/ PP.IAI/1418/VII/2014
TENTANG PEDOMAN PENDIDIKAN BERKELANJUTAN APOTEKER
INDONESIA
KOMITE FARMASI NASIONAL 2014
PEDOMAN RE-SERTIFIKASI APOTEKER dan PENENTUAN NILAI SKP

Danang Satriatmoko, S. Farm., Apt.
Anggota Bidang I
Pembinaan dan Pelayanan Anggota

SIPA / SIKA
PP NO. 51 TAHUN 2009 TENTANG PEKERJAAN KEFARMASIAN
Pasal 1 :
(1) Pekerjaan Kefarmasian adalah pembuatan termasuk pengendalian
mutu Sediaan Farmasi, pengamanan, pengadaan, penyimpanan dan
pendistribusi atau penyaluranan obat, pengelolaan obat, pelayanan
obat atas resep dokter, pelayanan informasi obat, serta
pengembangan obat, bahan obat dan obat tradisional.
Pasal 52 :
(2) Setiap
Tenaga
Kefarmasian
yang
melaksanakan
Pekerjaan
Kefarmasian di
Indonesia wajib memiliki surat izin sesuai tempat Tenaga
Kefarmasian bekerja.
(2) Surat izin sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa:
a. SIPA bagi Apoteker yang melakukan Pekerjaan Kefarmasian di
Apotek,
puskesmas atau instalasi farmasi rumah sakit;
b. SIPA bagi Apoteker yang melakukan Pekerjaan Kefarmasian
sebagai
Apoteker pendamping;

SIPA / SIKA
PERMENKES NO. 889/MENKES/PER/V/2011 TENTANG
REGISTRASI, IZIN PRAKTIK, DAN IZIN KERJA TENAGA
KEFARMASIAN
Pasal 20 :
SIPA, SIKA, atau SIKTTK masih tetap berlaku sepanjang:
a. STRA atau STRTTK masih berlaku; dan
b. tempat praktik/bekerja masih sesuai dengan yang tercantum dalam
SIPA, SIKA, atau SIKTTK.
Pasal 21 :
(1) Untuk memperoleh SIPA atau SIKA, Apoteker mengajukan permohonan
kepada
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota tempat pekerjaan
kefarmasian
dilaksanakan dengan menggunakan contoh sebagaimana tercantum
dalam
Formulir 6 terlampir.
(2) Permohonan SIPA atau SIKA harus melampirkan:
a. fotokopi STRA yang dilegalisir oleh KFN;
b. surat pernyataan mempunyai tempat praktik profesi atau surat
keterangan
dari pimpinan fasilitas pelayanan kefarmasian atau dari pimpinan
fasilitas

SURAT TANDA REGIRTRASI
APOTEKER
PERMENKES NO. 889/MENKES/PER/V/2011 TENTANG
REGISTRASI, IZIN PRAKTIK, DAN IZIN KERJA TENAGA
KEFARMASIAN
Pasal 2 :
(1) Setiap tenaga kefarmasian yang menjalankan pekerjaan kefarmasian
wajib memiliki
surat tanda registrasi.
(2) Surat tanda registrasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa:
a. STRA bagi Apoteker; dan
b. STRTTK bagi Tenaga Teknis Kefarmasian.
Pasal 7 :
(1) Untuk memperoleh STRA, Apoteker harus memenuhi persyaratan:
a. memiliki ijazah Apoteker;
b. memiliki sertifikat kompetensi profesi;
c. memiliki surat pernyataan telah mengucapkan sumpah/janji
Apoteker;
d. memiliki surat keterangan sehat fisik dan mental dari dokter yang
memiliki surat izin
praktik; dan
e. membuat pernyataan akan mematuhi dan melaksanakan
ketentuan etika profesi.

889/MENKES/PER/V/2011 TENTANG REGISTRASI. (2) Sertifikat kompetensi profesi berlaku selama 5 (lima) tahun dan dapat dilakukan uji kompetensi kembali setelah habis masa berlakunya.SERTIFIKAT KOMPETENSI PERMENKES NO. IZIN PRAKTIK. DAN IZIN KERJA TENAGA KEFARMASIAN Pasal 9 : (1) Sertifikat kompetensi profesi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) huruf b dikeluarkan oleh organisasi profesi setelah lulus uji kompetensi. . (2) Pedoman penyelenggaraan uji kompetensi ditetapkan oleh KFN. Pasal 11 : (1) Uji kompetensi dilakukan oleh organisasi profesi melalui pembobotan Satuan Kredit Profesi (SKP).

006/2013 SK PP-IAI No. 006/2014 Resertifikasi 2013 (50 SKP) Resertifikasi 2014 (70 SKP) Resertifikasi s.d Juni 2015 (70 SKP) SERTIFIKAT KOMPETENSI APOTEKER MASA BERLAKU 5 TAHUN Resertifikasi mulai Juli 2015 (150 SKP) . 053/2015 SK PP-IAI No.RE-SERTIFIKASI DENGAN METODE SKP SK PP-IAI No.

RE-SERTIFIKASI PEDOMAN RE-SERTIFIKASI APOTEKER dan PENENTUAN NILAI SKP KOMITE FARMASI NASIONAL 2014 .

PEDOMAN RE-SERTIFIKASI APOTEKER dan PENENTUAN NILAI SKP Ketentuan Umum Re-Sertifikasi adalah proses untuk memperoleh Sertifikat Kompetensi bagi seorang Apoteker yang sudah memiliki sertifikat kompetensi yang telah atau akan habis masa berlakunya melalui pengumpulan Satuan Kredit Partisipasi (SKP) Program Pengembangan Praktik Apoteker (P3A) adalah serangkaian aktifitas dan dokumentasi praktik kefarmasian yang dilakukan oleh seorang apoteker. Program Pengembangan Pendidikan Apoteker Berkelanjutan (P2AB) adalah serangkaian upaya sistematis pembelajaran diri Apoteker untuk meningkatkan dan .

dengan membentuk verifikator terdiri dari (Pengurus Daerah. akomodasi  PD bersama Tim melalui SK PD-IAI PAPUA Pembayaran ditransfer ke rekening PD IAI Papua .KETENTUAN UMUM PENYELENGGARA RESERTIFIKASI Diselenggarakan oleh Tim Sertifikasi dan Re-Sertifikasi PDIAI PAPUA. transportasi. Pengurus Cabang dan/atau Pengurus Himpunan Seminat) BIAYA PENYELENGGARAAN RESERTIFIKASI Biaya Sertifikat  Rp. verifikasi administratif. 500.000 diserahkan ke PP melalui PD Papua Biaya Verifikasi faktual.

minimal 60. minimal 60. SKP-Pembelajaran. Biaya menyelenggaraan Re-Sertifikasi 5. Mengisi Borang 3.KETENTUAN UMUM Syarat Administratif 1. SKP-Publikasi Ilmiah/Populer 10. Biaya Sertifikat Kompetensi Syarat Teknis Re-Sertifikasi Terpenuhi kinerja profesi : 6. ditambah 8. SKP-Pengembangan Ilmu Selama 5 (lima) tahun sejak terbitnya Sertifikat Kompetensi Terakhir . Mengajukan Permohonan 2. SKP-Praktek. minimal 7. Mengisi Berkas Portofolio 4. boleh ditambah 9.5. SKP-Pengabdian. ditambah 7.

KETENTUAN UMUM .

4. Log Book : Borang registrasi Borang penilaian diri Borang praktek profesi Borang rencana pengembangan diri (RPD) . 2.BORANG-BORANG DALAM APLIKASI (BUKU LOG) Pengertian : Adalah buku/dokumen yang berisi rangkuman tertulis yang disampaikan Apoteker guna memenuhi ketentuan Re-Sertifikasi Isi 1. 3.

dan SKP-Pengabdian) .Fotocopy Rekomendasi terakhir dari PC/PD IAI yang diperoleh 5.Fotocopy SIPA/SIKA terakhir yang diperoleh 6.Fotocopy SK Pengangkatan Pegawai (bagi pemohon di RS/PBF/Industri) 7. SKP-Pembelajaran.Fotocopy KTP yang masih berlaku 2.BORANG REGISTRASI Borang registrasi (lampiran 1) dimaksudkan untuk mendapatkan data anggota pemohon Re-Sertifikasi Apoteker Lampiran dalam Borang Registrasi : 1.Fotocopy KTA yang masih berlaku 3.Fotocopy Sertifikat Kompetensi Apoteker akan atau habis masa berlakunya 8.Fotocopy Sertifikat SKP (SKP-Praktik.Fotocopy STRA yang masih berlaku 4.

BORANG PENILAIAN DIRI Borang Penilaian Diri dimaksudkan untuk mendapatkan informasi terkait aktivitas anggota selama menjalankan praktek kefarmasian Lampiran dalam Borang Penilaian Diri : 1. Rekap Kehadiran Praktek Apoteker . Kehadiran Harian Praktek Apoteker 2.

SIPA/SIKA) 3.BORANG PRAKTIK PROFESI Borang Praktek Profesi berisi data/informasi terkait pelaksanaan praktek kefarmasian yang telah dilaksanakan oleh Apoteker selama usia Sertifikat Kompetensi Cakupan Borang Praktek Profesi : 1. Rekomendasi.Riwayat Praktik 5 tahun terakhir 4.Data sertifikat kompetensi yang dimiliki 2.Faktual : Diverifikasi oleh Cabang/Himpunan Seminat .Tempat dan Jadwal Praktik 5.Data : Diteruskan oleh Tim S&R ke Komite S&R .Laporan Kinerja Praktik (sesuai bidang) Kefarmasian Bentuk Laporan : .File format EXCEL .Data pendukung (STRA.

Data : Diteruskan oleh Tim S&R ke Komite S&R .File format word . dalam periodisasi setiap tahun Cakupan Borang Rencana Pengembangan Diri (RPD) : 1.BORANG RENCANA PENGEMBANGAN DIRI (RPD) Borang Rencana Pengembangan Diri dimaksudkan untuk membantu apoteker dalam merancang pembelajaran dirinya selama 5 tahun kedepan.RPD dalam Kinerja Pengembangan Ilmu Bentuk Laporan : .RPD dalam Kinerja Praktik Profesional 2.Faktual : Diverifikasi oleh Cabang/Himpunan Seminat .RPD dalam Kinerja Pembelajaran 3.RPD dalam Kinerja Publikasi Ilmiah/Populer 5.RPD dalam Kinerja Pengabdian 4.

Portofolio Data Pribadi 2.BERKAS PORTOFOLIO Berkas-berkas portofolio pembelajaran dimaksudkan untuk memahami dan menghayati Standar Kompetensi Apoteker Indonesia dalam aplikasi praktek kefarmasian yang menjadi fokus Apoteker Cakupan Berkas Portofolio : 1. Lembar isian Portofolio Pembelajaran 3. Rekapitulasi Portofolio .

yaitu : 1)Tahap 1 : Pertanyaan Refleksi (2 pertanyaan) 2)Tahap 2 : Persiapan (3 pertanyaan) 3)Tahap 3 : Pelaksanaan (1 pertanyaan) 4)Tahap 4 : Evaluasi (7 pertanyaan) . Penghargaan dan Pencapaian Profesional b. Data Pribadi 2. Riwayat Pendidikan Formal 3. Riwayat Pekerjaan Lembar isian Portofolio Pembelajaran Terdiri dari 4 Tahap. Pendidikan Profesi Ter-Sertifikasi c. Keikutsertaan dalam Lokakarya/Seminar/Pelatihan d. Publikasi dalam Konferensi e. Pengalaman Akademik a. Pengalaman sebagai Pembicara 4.PORTOFOLIO DATA PRIBADI Mencakup : 1.

4. 2.25% 0 .7.5 Masyarakat 100% JUMLAH : 30 150 4.5 – 22.5 kefarmasian 5.50% 40 .15 12 . .50% SKP dlm 1 tahun 12 .5 .15 SKP dlm 5 tahun 60 – 75 60 – 75 Kegiatan Praktik Profesi Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Pengabdian 5 .5 7.15% 1.5 0 . 3. Kegiatan Pengembangan 0 .5 Ilmu dan Pendidikan Jumlah maksimal kegiatan publikasi atau 50% 15 75 Kinerja yang berupa Publikasi Ilmiah dan Pengembangan pengembagan ilmu: Ilmu bersifat 1.37.7.37.5 0.25% 0 .150 SKP selama 5 tahun No Domain Kegiatan PEMBOBOTAN SKP Jumlah Proporsi Jumlah Pencapai n 40 . Kegiatan Publikasi Ilmiah atau popular di bidang 0 .

maka hanya akan dihitung sebanyak batas maksimal dari domain yang bersangkutan PP IAI akan memberikan Penghargaan kepada anggota yang mempunyai prestasi dalam melakukan praktik kefarmasian dan atau melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan eksistensi profesi apoteker di masyarakat PP IAI akan melakukan pengurangan jumlah SKP yang berasal .PENERAPAN SKP: Menggunakan Sistem IntegralBOBOT Treshold (simultan) Pencapaian SKP tidak didominasi oleh salah satu domain Pencapaian SKP mengikuti struktur / konfigurasi domain secara proporsional Bila ada salah satu domain yang dominan (misal. Pembelajaran = 100 SKP).

PENGUKURAN KINERJA PRAKTIK50 PROFESI % x 15 0 5 40% – : i opors r P • 5 SKP 7 – 60 : SKP KP S 5 ) h 1 (5 t : 12 – • Qt (1 th) t Q • Bidang Pelayanan Kefarmasian (Komunitas) Bidang Pelayanan Kefarmasian (Rumah Sakit) Bidang Distribusi .

Lembar Konseling. Kegiatan Praktik Profesi (Bidang Komunitas) Wajib melaksanakan praktik profesi minimal kumulatif 2000 jam untuk 5 (lima) tahun yang terdistribusi secara proporsional Setiap kelebihan dari angka 2000 jam : setiap 100 jam praktik setara dengan 1 SKP Nilai max bobot SKP selama 5 tahun 30 SKP Max 20 SKP 3. 2. Melakukan perencanaan perbekalan farmasi 5 SKP untuk 5 tahun 4. Catatan. Daftar Tilik Informed Consent Daftar Hadir.BIDANG PELAYANAN KEFARMASIAN (KOMUNITAS) No . 1. Memberi edukasi ke kelompok pasien (minimal 10 orang) 3 SKP/kegiatan Alat Bukti Daftar Hadir. Informed Consent SOP. Rekaman. Materi Edukasi . PMR. Menjadi Pendamping Minum Obat dan atau Home Pharmacy Care 2 SKP/ Pasien 7. Melakukan pelayanan swamedikasi dan atau pelayanan resep 5 SKP untuk 5 tahun 6. Tilikan Skrining Resep. Melakukan penyimpanan perbekalan farmasi yang baik dan benar 5 SKP untuk 5 tahun 5.

atau Praktik rata-rata dilaksanakan selama 2 – 3 jam setiap hari selama 5 tahun Pembuktian pelaksanaan praktik ditunjukkan oleh kejelasan Hari dan Jam Praktik pada “PAPAN PRAKTIK” SK. Lembar PMR dan atau Lembar Konseling dan lain-lain) . atau Praktik rata-rata dilaksanakan selama 10 jam setiap minggu selama 5 tahun.IAI_2014 07 16_005_Papan Nama Praktik Apoteker Bukti dokumen praktik (Tilikan Skrining Permintaan/ Resep.BIDANG PELAYANAN KEFARMASIAN (KOMUNITAS) Kegiatan Praktik Profesi Berbasis Waktu Minimal Praktik rata-rata dilaksanakan selama 34 jam setiap bulan selama 5 tahun.PP.

Rekaman Penggunaan obat. Dokumen Penanganan Radiofarmaka Standar. Rekaman Dosis Pasien. Rekaman. Penyimpanan dan pengadaan obat 5 SKP untuk 5 th Rekaman Dosis Pasien. Bekerja selama 5 tahun di bidang rumah sakit 50 SKP Daftar Hadir. Dokumen Penanganan Radiofarmaka 2. BIDANG PELAYANAN KEFARMASIAN (RUMAH SAKIT) Kegiatan Praktik Profesi (Bidang Rumah Sakit) Nilai Max bobot SKP selama 5 tahun Alat Bukti Bagian Radiofarmasi 1. Daftar Tilik . Prosedur Operasional. Penanganan dan Penjaminan Mutu Radiofarmaka Terapi 1 SKP/ 15 Pasien 6. Catatan. Penanganan dan Penjaminan Mutu Radiofarmaka PET 2 SKP/ 40 Pasien 5. Penanganan limbah Radioaktif dan B3 5 SKP untuk 5 th 7. Monitoring dan melaporkan ESO 2 SKP/ Laporan Laporan MESO 3. Rekaman Penggunaan Obat.No . Penanganan dan Penjaminan Mutu Radiofarmaka SPECT 2 SKP/ 80 Pasien 4.

maupun sterilisasi sebagai bagian dari program upaya pengendalian mutu 10 SKP untuk 5 tahun SOP. desinfeksi. Melakukan proses sterilisasi alat/ bahan untuk perawatan pasien 10 SKP untuk 5 tahun SOP. Melakukan dan atau bertanggung jawab dalam pemilihan peralatan dan bahan yang aman.BIDANG PELAYANAN KEFARMASIAN (RUMAH SAKIT) No. Catatan. Catatan. efektif dan bermutu 5 SKP untuk 5 tahun SOP. Rekaman. Tilikan Alkes dan bahan yang disterilisasi. Daftar Tilik Mematuhi peraturan organisasi yang 10 SKP untuk 5 Tidak ada catatan melanggar disiplin 5. Lembar sterilisasi 2. Rekaman. Kegiatan Praktik Profesi (Bidang Rumah Sakit) Nilai Max bobot SKP selama 5 tahun Alat Bukti Bagian Central Sterile Supply Department 1. Bekerja selama 5 tahun di bidang rumah sakit 50 SKP Daftar Hadir. Daftar Tilik 4. . Catatan. Daftar Tilik 3. Rekaman. Melakukan dan atau bertanggung jawab pada pendokumentasian setiap aktivitas pembersihan.

Kegiatan memeriksa hasil produksi sediaan steril dan non steril Penyusunan laporan bulanan (jumlah pasien kemoterapi.BIDANG PELAYANAN KEFARMASIAN (RUMAH SAKIT) No. Lembar sterilisasi Bagian Pelayanan Produksi Farmasi 1. Kegiatan review permintaan resep sediaan steril dan non steril 10 SKP untuk 5 tahun 4. Rekaman. 6. Bekerja selama 5 tahun di bidang rumah sakit 2. Kegiatan preparasi sediaan-sediaan steril dan non steril 10 SKP untuk 5 tahun 5. Daftar Tilik . Tilikan alkes dan bahan yang disterilisasi. Rencana kegiatan dalam rangka penyiapan produksi sediaan steril dan non steril 3. Catatan. jumlah pencampuran obat suntik kanker dan 5 SKP untuk 5 tahun 5 SKP untuk 5 tahun 10 SKP untuk 5 SOP. Kegiatan Praktik Profesi (Bidang Rumah Sakit) Nilai Max bobot SKP selama 5 tahun Alat Bukti 50 SKP Daftar hadir.

Tilikan alkes dan bahan yang disterilisasi. Bekerja selama 5 tahun di bidang rumah sakit 2. Melakukan perencanaan perbekalan farmasi secara lengkap dan tepat 10 SKP untuk 5 tahun 3. Lembar sterilisasi SOP.BIDANG PELAYANAN KEFARMASIAN (RUMAH SAKIT) No. Analisa harga. Rekaman. Monitoring pengelompokkan perbekalan farmasi dalam rangka penyimpanan sesuai persyaratan penyimpanan obat yang benar dengan lengkap dan tepat 50 SKP 10 SKP untuk 5 tahun Daftar Hadir. Kegiatan Praktik Profesi (Bidang Rumah Sakit) Nilai Max bobot SKP selama 5 tahun Alat Bukti Bagian Pengelolaan Perbekalan Farmasi di Gudang Farmasi 1. Daftar Tilik . Analisa permintaan perbekalan farmasi dalam rangka pendistribusian perbekalan farmasi 5 SKP untuk 5 tahun 5. Catatan. jenis dan jumlah sediaan pada usulan pembelian dalam rangka pengadaan perbekalan farmasi 5 SKP untuk 5 tahun 4.

perawat. tilikan alkes dan bahan yang disterilisasi. BIDANG PELAYANAN KEFARMASIAN (RUMAH SAKIT) Kegiatan Praktik Profesi (Bidang Rumah Sakit) Nilai Max bobot SKP selama 5 thn Alat Bukti Bagian Pelayanan Farmasi Klinik 1. Rekaman.No. Diskusi dengan dokter. Bekerja selama 5 tahun di bidang rumah sakit 50 SKP 2. Kegiatan konseling pasien 2 SKP/ 50 Pasien 3 SKP/ 100 Pasien 2 SKP/ 10 laporan 2 SKP/ 100 pasien/ paket Daftar hadir. Melakukan monitoring kepatuhan penggunaan obat 6. Melakukan monitoring efek samping obat (MESO) 7. Wawancara riwayat oenggunaan obat pasien (Rekonsiliasi obat) 3 SKP/ 100 Pasien 3. Pengkajian resep rawat inap dan rawat jalan (skrinning resep) 3 SKP/ 100 Pasien 4. Catatan. lembar sterilisasi SOP. Daftar Tilik . dan tenaga kesehatan lainnya dalam rangka pemilihan terapi secara aktif dan pasif 5.

Melakukan prinsip dasar seleksi 4 5. Kegiatan Praktik Profesi (Bidang Distribusi) Bekerja selama 5 tahun di bidang distribusi Melakukan penyimpanan yang baik 3. Pedoman. Melakukan pelatihan CDOB 3 4. SPO Penerimaan. Surat Pesanan. Melakukan Inventory Control Management 4 NO 1. Melakukan pengadaan yang baik dan benar Melakukan monitoring status pesanan Melakukan monitoring status pelanggan Melakukan monitoring dan pengawasan suhu dan kelembaban tempat penyimpanan Melakukan perawatan peralatan penyimpanan (refrigerator dsb) SKP 5 tahun 15 4 Alat Bukti SIKA SPO Penyimpanan SPO. 9. dan Catatan Pelatihan SPO Kriteria Seleksi Obat. SPO Estimasi Kebutuhan Obat (perencanaan) Pareto-ABC 4 SPO Pengadaan. 10. Check list Penerimaan SPO Penyimpanan SPO Monitoring Status Pesanan 4 SPO Monitoring Status Pelanggan 4 4 3 SPO Pengendalian lingkungan penyimpanan serta Catatan suhu dan kelembaban SPO dan Catatan Pembersihan Peralatan . 6.BIDANG DISTRIBUSI 2. 7. 8.

21. Melakukan penyimpanan yang baik dan benar untuk penyimpanan yang diatur peraturan (Narkotika dan Psikotropika) Melakukan penanganan obat khusus (sitostatika. 16. 18. 20.BIDANG DISTRIBUSI NO Kegiatan Praktik Profesi (Bidang Distribusi) 14. 19. Melakukan analisa dan verifikasi pemesanan oleh pelanggan Melakukan pengelolaan obat rusak dan kadaluarsa Melakukan pemusnahan obat Melakukan penanganan obat kembalian dan obat yang ditarik Melakukan informasi tentang obat yang ditarik kembali Melakukan upaya pencegahan penyalahgunaan dan pemalsuan obat Melakukan tata kelola administrasi dan SKP 5 tahu n Alat Bukti 4 SPO Penyimpanan Narkotika dan atau Psikotropika 4 SPO penanganan Obat Khusus 2 Standar Gudang Penyimpanan SPO Distribusi Sediaan Farmasii dan Alat Kesehatan SPO Transportasi (dilakukan sendiri maupun pihak III) SPO dan Check list Analisa dan Verifikasi Pemesanan. Kualifikasi Pelanggan SPO Monitoring ED Obat. SPO Penyimpanan Obat ED atau Rusak SPO Pemusnahan Obat SPO Penarikan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan SPO Penanganan Keluhan Pelanggan SPO Penanganan Produk Kembalian SPO Penarikan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan SPO Penerimaan Obat SPO Pengawasan Mutu Obat 4 2 2 2 2 2 3 . Melakukan distribusi dan transportasi yang baik 12. 17. psikotropika) Melakukan pencegahan pencurian 15. narkotika. 13.

PENGUKURAN KINERJA PEMBELAJARAN • • • 150 x % 0 %–5 0 4 : i s r o Prop 5 SKP 7 – : 60 SKP SKP 5 ) h 1 t : 12 – Qt (5 h) Qt (1 t .

yang membahas topik praktek/kerja kefarmasian dan etika profesi Kajian peer review adalah diskusi kelompok yang diikuti minimal 3 (tiga) orang peserta. yang membahas persoalan/problem yang sama atas suatu kasus penggunaan obat tertentu untuk mendapat kesimpulan yang komprehensif Diskusi dengan Pakar adalah diskusi kelompok yang diikuti minimal 5 (lima) orang peserta dengan mengundang pakar kesehatan/kefarmasian terkait dengan hal-hal yang dihadapi di lapangan .PENGUKURAN KINERJA PEMBELAJARAN Seminar dalam bidang kefarmasian/kesehatan adalah merupakan satu metode belajar di mana para peserta dilatih saling bekerja sama dengan berfikir dan berpendapat untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi sehingga tercapai suatu kesimpulan/pendapat bersama Workshop/Lokakarya adalah suatu pertemuan ilmiah dalam rangka pengembangan atau saling tukar informasi ilmu pengetahuan di bidang kefarmasian/kesehatan Kursus atau pelatihan adalah kegiatan peningkatan ketrampilan praktek/kerja di bidang kefarmasian/kesehatan Tinjauan kasus adalah diskusi kelompok yang diikuti minimal 5 (lima) orang peserta.

PENGUKURAN KINERJA PEMBELAJARAN N o Kegiatan Pembelajaran Peserta Nas 1.5 per 2-3 jam 2.5/ja m 1/jam Nilai SKP Moderat Pembic or/ Panitia ara Fasilitat or In Na In Nas Nas Int t s t 3 4. maksimum 3hari. 5 .5 6.5 3 2 per review 3 2 3 1 2 1.5 2. 5 Apoteker) Membaca jurnal dan menjawab pertanyaan Int 1.5 4.5 per 2-3 jam 1.5 per 2-3 jam 1 per 2-3 jam 1. Seminar/ Simposium/ Lokakarya 2. Workshop Khursus/ Pelatihan Pelaksanaan : maksimun 8jam/hari dengan 3. 5 6 9 3 4.lebih dari 3hari dihitung hanya 3hari Kajian Peer Review (minimal anggota peer 3 4.5 1. 5 1 1. orang) Diskusi kasus dengan pakar (minimal peserta 5. 5 3 4.

5 – . 2 2 7.PENGUKURAN KINERJA PENGABDIAN • • • 150 x % – 15 % 5 : i s r o Prop 5 SKP .5 Q h) Qt (1 t .5 SKP : SKP –4 th) 5 ( t : 1.

Melakukan Baksos Pengobatan Masal III 6. Kegiatan Pengabdian Nilai SKP 1. Memberikan Pemahaman mengenai cara distribusi dan penyimpanan obat yang baik dan benar kepada masyarakat atau fasilitas pelayanan kefarmasian dsb 3 SKP 4.PENGUKURAN KINERJA PENGABDIAN No. dll Pemahaman cara pembuatan “Produk” yang baik. Melakukan Pembinaan POSYANDU/Lansia 2 SKP II 5. Melakukan Penyuluhan Keamanan Obat/Obat Tradisional/Kosmetika/Pangan. Menjadi Pengurus Aktif di IAI dan Himpunan Seminat I 2 SKP per 8 jam kegiatan 5 SKP/tahun . Melakukan Penyuluhan Narkoba/HIV/AIDS/TB Dll 3 SKP 2. dsb 3 SKP 3.

PENGUKURAN KINERJA PUBLIKASI ILMIAH Propor si : 0 – 25% Qt (5 t x h) : 0 – 37. Studi pustaka membuat Resume 3 SKP Sendiri = 10 SKP Bersama = 20 SKP Monograf = 4/2 SKP 3. Karya ilmiah populer 3 SKP . Editing Buku yang terkait dengan profesi apoteker 6 SKP 5.5 SK P No .5 150 SKP Qt (1 SKP th) : 0 – 7. Kegiatan Publikasi Ilmiah/ Populer Nilai SKP 1. Menulis/ menerjemahkan buku 4. Tinjauan kasus yang dipublikasikan 3 SKP 2.

Penguji komprehensif 6. Kegiatan Publikasi Ilmiah/ Populer Nilai SKP 1.5 150 SKP Q t (1 SKP th) : 0 – 7. Penelitian sendiri/ bersama 2. Supervisor dalam jurnal club/case review 2 SKP 3. Menjadi preseptor PKPA 5. Menjadi preseptor magang 10 SKP 3 SKP/Surat Keputusan 3 SKP/ SK IAI 3 SKP/ bulan (minimal magang 1 bulan) . Memberikan ceramah kepada sesama apoteker 3 SKP 4.5 SK P No.PENGUKURAN KINERJA PENGEMBANGAN ILMU Propor si : 0 – 25% Qt (5 t x h) : 0 – 37.

Jumlah Capaian SKP Klp Prakti k 1. Jumla h STATUS Pembelajaran Pengabdi an Publik asi Pengembangan 75 75 0 0 0 150 Certified 2. 30 80 10 10 20 150 Internship 11. 60 60 10 0 20 150 Certified 7. 60 75 10 5 0 150 Certified 5. 75 50 10 5 10 150 Tretamen 8. 75 60 10 0 5 150 Certified 4. 75 0 35 20 20 150 Treatmen 9 75 0 75 0 0 150 Treatmen 10. 70 70 10 0 0 150 Certified 3. 60 60 10 20 0 150 Certified 6. 0 90 25 15 20 150 Internship 12. 0 0 20 0 0 20 Reschooling . 0 120 30 0 0 150 Internship 13.

SKP DALAM DINAMIKA MOBILITAS ANGGOTA • Pergerakan Apoteker sangat dinamis dan mobile • SKP tetap harus terdokumentasi dalam dinamika mobilitas tersebut • Mendukung Re-Sertifikasi Anggota Termutasi Antar Daerah Anggota Akan Bermutasi Rekom Borang +Rekom Ket SKP PC-1 Borang +Rekom Seminat A Non Konversi SKP File SKP PD-1 Borang File PC-2 Rekom Seminat A Konversi SKP Ket SKP Seminat B Anggota Termutasi Antar Cabang SPP File Borang Seminat B Konversi SKP PD-2 Ket SKP PC-3 Borang File SKP .

KETIDAKBERHASILAN RESERTIFIKASI Yang bersangkutan gagal mengumpulkan SKP-Praktik atau melaksanakan praktik tidak sebagaimana mestinya Yang bersangkutan gagal mengumpulkan SKP-Pembelajaran yang dipersyaratkan Apoteker yang baru melakukan praktik/kerja setelah beberapa tahun berlakunya Sertifikat Kompetensi Apoteker (tidak praktek pada tahun ke-1 dan 2) Apoteker yang tidak melakukan praktik/kerja dalam kurun waktu berlakunya Sertifikat Kompetensi Apoteker .

TEIMA KASIH .