You are on page 1of 18

ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN

MASALAH GANGGUAN SISTEM PENCERNAAN:
GASTROENTERITIS

. 2000).DEFINISI Diare adalah sebuah penyakit di mana penderita mengalami rangsangan buang air besar yang terus-menerus dan tinja atau feses yang masih memiliki kandungan air berlebihan (Mansjoer. Jadi diare dapat diartikan suatu kondisi. buang air besar yang tidak normal yaitu lebih dari 3 kali sehari dengan konsistensi tinja yang encer dapat disertai atau tanpa disertai darah atau lendir sebagai akibat dari terjadinya proses inflamasi pada lambung atau usus.

4.ANATOMI FISIOLOGI 1. 6. 7. 3. 2. Mulut Tenggorokan (Faring) Kerongkongan (Esofagus) Lambung Usus halus (usus kecil) Usus Besar (Kolon) Rektum dan anus . 5.

Diare Persisten Diare persisten yaitu diare yang berlangsung lebih dari 14 hari atau dua minggu dan terjadi secara terus-menerus.KLASIFIKASI a. d. Diare disentri diare yang disertai darah dalam tinjanya. Diare dengan masalah . Menurut Depkes RI (2000) diare menurut jenisnya dibagi : Diare Akut Diare akut adalah diare yang berlangsung kurang dari 14 hari atau dua minggu. c. b.

Apakah anak tidak bisa minum atau mlas minum.Menilai status dehidrasi Lihat keadaan umum (letargis/tidak sadar. jelas cekung Melihat respon minum anak. kembali sangat lambat lebh 2 detik. minum dengan lahap atau haus. binam dengan normal Cubit kulit perut: kembali lambat. gelisah atau rewel) Melaihat mata anak kalau cekung. kembali segera .

5. 6. 2. 4. 7. 8.ETIOLOGI 1. 3. Faktor Faktor Faktor Faktor Faktor Faktor Faktor Faktor Infeksi Malabsorbsi makanan psikologis pendidikan umur balita lingkungan gizi .

PATOFISIOLOGI Mekanisme dasar yang menyebabkan diare ialah : a. absorbsi menurun sehingga menyebabkan anoreksia. . Gangguan osmotik. akibat terdapatnya makanan atau zat yang tidak dapat diserap akan menyebabkan tekanan osmotik dalam rongga usus meninggi. b. sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit kedalam rongga usus. Akibat rangsangan tertentu (misalnya toksin) pada dinding usus akan terjadi peningkatan sekali air dan elektrolit ke dalam rongga usus dan selanjutnya diare timbul karena terdapat peningkatan isi rongga usus. isi rongga usus yang berlebihan ini akan merangsang usus untuk mengeluarkannya sehingga timbul diare.

dan tegang. bakteri atau toksin (Salmonella. dan parasit (Biardia. atau melekat pada dinding usus pada gastroenteritis akut. (Adenovirus enteritis. menyebabkan hiperperistaltik sehingga menimbulkan diare. Beberapa mikroorganisme pathogen ini menyebabkan infeksi pada sel-sel. Lambia).c. dengan melakukan gerakan hiperperistaltik dan dapat mengakibatkan diare. sehingga mempengaruhi saraf parasimpatik.colli). d. E. memproduksi enterotoksin atau cytotoksin penyebab dimana merusak sel-sel. menyebabkan cairan elektrolit dalam usus meningkat. akan mengakibatkan hormon adrenalin meningkat. . Diare adalah masuknya virus Rotavirus. Faktor psikologis merupakan rasa takut cemas.

PATOFISIOLOGI FAKTOR MALABSORBSI FAKTOR INFEKSI FAKTOR MAKANAN PARENTERAL ABSORBSI MENURUN HIPERMOBILITAS INTERNAL HIPOMOBILITAS FAKTOR PSIKOLOGIS HORMON ADRENLIN MENINGKAT TOKSIN DARI BAKTERI DAN VIRUS TEKANAN OSMOTIK USUS PERGESARAN AIR DAN ELEKTROLIT KE USUS ABSORBSI BERKURANG GANGGUAN NUTRISI KURANG DARI KEBUTUHAN TUBUH HIPERPERISTALTIK DIARE DAMPAK HOSPITALIS KERUSAKAN RONGGA USUS DEFEKASI LEBIH DARI 3 X CEMAS ANOREKSIA MUKOSA USUS RUSAK CAIRAN DAN ELEKTROLIT MENINGKAT HIPERPERISTALTIK ABSORBSI MENURUN BAKTERI TUMBUH MEMPENGARUHI SARAF PARASIMPATIK KEMERAHAN DAN EKSURASI PADA KULIT INFO TENTANG PENYAKIT KURANG PENGETAHUAN KEKURANGAN VOLUME DAN CAIRAN GANGGUAN INTEGRITAS KULIT PROSES INFEKSI HIPERTERMI .

2001. Lemah k. m. Sering buang air besar dengan konsistensi tinja cair atau encer b. Pasien gelisah j. Muntah-muntah. demam.MANIFESTASI KLINIS Manifestasi klinis diare yaitu (Nelwan. Frekuensi nafas lebih cepat dan lebih dalam h. 2003) a. Procop et al. Turgor kulit menurun g. nyeri perut c. Ujung – ujung ekstremitas dingin dan kadang sianosis. mual. Lidah kering f. Muka pucat l. Mata menjadi cekung e. Perubahan tanda-tanda vital. Rasa haus d. nadi dan pernafasan cepat . Denyut nadi cepat i.

Pemeriksaan tinja. Ca. Pemeriksaan darah : perifer lengkap. Adapun Pemeriksaan penunjang yang lain menurut Mansjoer (2000) e.PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK Pemeriksaan penunjang diare menurut Suriadi (2001 ) adalah : a. Pemeriksaan intubasi duodenum. Pemeriksaan kadar ureum dan creatinin darah untuk mengetahui faal ginjal. Pemeriksaan elektrolit dan creatinin. glukosa. Leukosit. PH. b. K. Pemeriksaan tinja f. Analisa Gas Darah (AGD). dan adanya darah. P Serum pada diare yang disertai kejang). elektrolit (terutama Na. c. Duodenal intubation untuk mengetahui kuman penyebab secara kuantitatif dan kualitatif terutama pada diare kronik. g. . h. Riwayat alergi pada obat-obatan atau makanan. d.

e.KOMPLIKASI a. c. d. Berdasarkan Supartini (2004). b. akibat dari diare atau kehilangan cairan dan elektrolit secara mendadak dapat terjadi berbagai komplikasi diantaranya adalah : Kehilangan air (dehidrasi) Hipoglikemia Terjadinya penurunan berat badan dalam waktu singkat Gangguan sirkulasi Malnutrisi energy protein .

Pengobatan dietetik 3.PENATALAKSANAAN MEDIS 1. Obat-obatan . Pemberian cairan 2.

Sirkulasi c. Penyuluhan / pembelajaran . Seksualitas l.DATA DASAR PENGKAJIAN Fokus pengkajian menurut Doenges (2000 ) a. Neurosensori h. Keamanan j. Makanan. Interaksi sosial k. Nyeri / kenyamanan i. Aktivitas / istirahat b. Integritas ego d. Eliminasi e. cairan f. Higiene g.

Kulit. Kepala dan leher d. Telinga. Sistem kordovaskuler i. Sistem muskuloskeletal l.Pemeriksaan Fisik a. Keadaan umum b. Sistem persarafan . Mata e. hidung. kuku c. Sistem genitourinaria j. tenggorokan dan mulut f. Thorak dan abdomen g. Sistem gastro intestinal k. Sistem respirasi h. rambut.

DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. 5. 3. 4. Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan menurunnya intake absorbsi makanan dan cairan ditandai dengan peningkatan peristaltik usus (Nic-Noc 20072008). E. Kurangnya pengetahuan keluarga berhubungan dengan kurangnya informasi (Carpenito. Hipertermi berhubungan dengan infeksi bakteri ditandai dengan kerusakan pada mukosa usus (Doengoes. . Kurangnya volume cairan dan elektrolit berhubungan dengan kehilangan cairan tubuh ditandai dengan membran mukosa bibir kering (Nic-Noc 2007-2008). 2001). Marilyn 2000). 2001). Cemas berhubungan dengan kondisi dan hospitalisasi pada pasien (Carpenito. 6. 2. Resiko gangguan integritas kulit berhubungan dengan kelembaban kulit akibat BAB sering ditandai dengan iritasi pada sekitar anus (Nic-Noc 2007-2008).

tidak bisa mnnum/malas minum. haus /dengan lahap. mta cekung.Derajat dehidrasi Tanpa dehidrasi Dehidrasi ringan Dehidrasi berat Kurang atau sama dengan 2 status dehidrasi. Pemberian diet TKTP dan zink . cubitan kulit perut kembali dengan lmbat Letargis/tidak sadar. rewel. berat badan tidak menurun Gelisah. cubitan kullit prut sangat lambat lebih 2 detik Catatan: Peatalaksanaan. mata cekkung atau sangat cekung.

Peradandan menghasilkan zat pirogen sehingga menyebabkan peningkatan suh .