You are on page 1of 38

CASE REPORT

BRONKOPNEUMONIA

Disusun oleh :
Nuraga Wishnu Putra
1102011199
Pembimbing :
dr. Arifianto, Sp.A
DIBAWAKAN DALAM RANGKA TUGAS KEPANITERAAN ILMU
ANAK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI
RSUD PASAR REBO
2016

Identitas

Nama
: An. I
Tanggal Lahir
: 18 Maret 2015
BB
: 11 kg
PB
: 74 cm
Umur
: 1 Tahun 4 Bulan
Jenis Kelamin : Laki - laki
Agama
: Islam
Alamat
: Jl. Komplek Paspampres RT 9
Pasir Gunung Selatan
Masuk RS
: 18 Juli 2016
Keluar RS
: 25 Juli 2016
Tanggal Periksa : 18 Juli 2016
No. RM
: 2016-706359

Identitas Orang Tua &


Anamnesa

IDENTITAS ORANG TUA


Ayah
Ibu
Nama : Tn. P
Ny. M
Umur : 35 th
29 th
Pendidikan: SMA
SMA
Pekerjaan
:
Pedagang
Ibu Rumah Tangga
Agama : Islam
Islam
ANAMNESA
Keluhan Utama

: Sesak nafas sejak 3 jam smrs

Riwayat Penyakit
Sekarang
Sesak sejak
pagi

Batuk sejak
demam tinggi 2
hari

Mual (-),
Muntah (-),
Keringat malam
(-), BB turun (-)

Tiba tiba,
tidak
terpengaruh
posisi

Tangan dan
kaki dingin

Asma (-), Alergi


(-), Berobat TB
(-)

Tidak biru,
tidak pernah
terjadi

Demam 6 hari,
memburuk 2
hari

Keluhan sama
pada keluarga
(-)

Riwayat Kehamilan dan


Kelahiran

Kehamilan
Status Obstetri : P2A0
Perawatan antenatal : Teratur, setiap 3 bulan ke bidan
Penyakit kehamilan : Tidak ada
Kelahiran
Tempat kelahiran : Di klinik bidan
Penolong persalinan : Bidan
Cara persalinan : Spontan
Masa gestasi
: Cukup bulan (9 bulan)
Keadaan bayi
: Langsung menangis
Berat badan lahir : 3300gram
Panjang badan lahir : 46cm
Kejang
: ( - ), langsung menangis
Kelainan bawaan : ( - )
Kesan
: Neonatus cukup bulan, sesuai masa
kehamilan (NCB SMK)

Riwayat Lingkungan

Padat
penduduk
Padat motor,
Ayah & tetangga
banyak merokok

PEMERIKSAAN FISIK

Tanggal 18 Juli 2016


Status Generalis
Keadaan umum : Tampak sakit sedang
Kesadaran
: Compos Mentis

Tanda vital
- Tekanan darah : 100/60 mmHg
- Frekuensi nadi : 116x / menit
- Frekuensi napas : 42 x / menit
- Suhu
: 38,8 0C

Pemeriksaan
Sistematis

Kepala : Rambut hitam distribusi merata, tidak


mudah dicabut, ubun-ubun besar cekung (-).
Mata : Cekung (-/-), konjungtiva anemis(-/-),
sklera ikterik (-/-), pupil bulat dan isokor (+/+).
Telinga : Sekret (-/-).
Hidung : Sekret (-) Pernafasan cuping hidung +/
+
Mulut : Sianosis perioral (-), bentuk normal, tonsil
T1-T1 tidak hiperemis, faring tidak hiperemis.
Leher : Bentuk normal, kelenjar getah bening
tidak teraba membesar.

Paru-paru
Inspeksi
: Tampak simetris dalam
keadaan diam dan pergerakan napas.
Retraksi dinding dada +/+
Palpasi
: Simetris kanan dan kiri.
Tidak ada krepitasi atau nyeri.
Perkusi : Sonor di seluruh lapang
paru
Auskultasi : Suara napas vesikuler
sama kanan dan kiri, ronkhi +/+,
wheezing -/-.

Jantung
- Inspeksi : Tidak tampak pulsasi
iktus kordis
- Palpasi
: Tidak dilakukan
- Perkusi
: Tidak dilakukan
- Auskultasi : Bunyi jantung I dan II
reguler, murmur (-), gallop (-)

Abdomen

- Inspeksi : Datar, tidak ada


benjolan dan tidak ada gambaran
vena.
- Perkusi
: Shiftning dullness (-)
- Auskultasi : Bising usus (+)
normal.

Palpasi
: Perbesaran hepar (-),
Perbesaran lien (-).
Ekstremitas : Akral hangat,
edema (-), CRT <2 detik

Data Antropometri

Berat badan : 11 kg
Panjang badan : 74 cm
Usia
: 1 Tahun
BB aktual/BB ideal x 100% = 110%

KESAN : status gizi cukup

Diagnosis Kerja

Diagnosis Kerja
Bronkhopneumonia
Diagnosis Banding
Bronkiolitis
TB Paru

Perencanaan
IVFD KAEN 3b 1120 cc per 24 jam,
46 cc per jam, 12 tpm
Inj. Amoxicilin 40mg/kgbb/2 kali
pemberian = 500 mg Ampisilin
sulbactam inj, 2x1/2 amp
Inj. Parasetamol 4x100 mg
Foto thorax AP Lateral
Test Mantoux

Laboratorium
Hematologi
Hemoglobin

Hasil
11,2

Nilai Rujukan
12 15 g/dL

Hematokrit

32

32 47%

Leukosit

12.130

3.600 11000/

Eritrosit

4,3 juta

3.8 5.2 juta

Trombosit

309.000

150.000 440.000/

Basofil
Eosinofil
Neutrofil Batang

0
1
0

01
13
36

Neutrofil Segmen

74

25 60

Limfosit
Monosit
LUC

18
5
2

25 50
16
<4

Foto Thorax

Follow Up 19/7/2016
S

Demam masih dirasa. Sesak sudah agak berkurang. Batuk (+). Mual (-),
Muntah (-), nafsu makan turun, minum lumayan, BAB (+), BAK (+)

KU : TSS Kes : CM
TD :100/70 mmHg. N :128 x/menit. RR :42 x/menit. S :38,3 C
Pulmo: Vesikuler +/+, Rhonkhi : +/+ Wheezing -/Ekstremitas: akral hangat.

Bronkhopneumonia

P
-

IVFD KAEN 3b 8 tpm


Inj. Cinam 3x150mg
Inj. Sanmol 4x100 mg
Inhalasi Berotec : Bisolvon : Nacl = 10 tts : 10 tts : 3 cc, 3 kali sehari
Foto thorax
Tes Mantoux

ANALISIS KASUS
ANAMNESIS

Pada pneumonisa
bakterial :
Leukositosis (+)
15.000-40.000, pada
pasien ini 12.000

Foto thorax di
temukan bercak
infiltrat pada kedua
lapang paru

Batuk (+), sesak nafas


(+)Demam (+), gelisah
(+), penurunan nafsu
makan (+),
mual,muntah(-)

PEMERIKSAAN
PENUNJANG

Ditemukan juga
peningkatan corakan
bronkovaskuler

PEMERIKSAAN FISIK

Umumnya tidak jelas


ada/tidak kelainan
perkusi dan auskultasi
paru

Nafas cuping hidung


(+), retraksi dada (+),
merinitih (-), sianosis
(-),ronkhi (+)

Pekak pada perkusi


dan suara nafas
melemah tidak selalu
jelas

Kultur & pewarnaan gram


Pemeriksaan tidak
dilakukan

Menurut literatur pada


anak yang stabil dapat
dilakukan uji coba tanpa
menggunakan oksigen
setiap hari

Bila saturasi tetap stabil,


pemberuan oksigen dapat
dihentikan

Pemeriksaan antigen
virus dengan atau tanpa
kultur jika fasilitas
tersedia anak < 18 bulan

Okesigen untuk
mempertahankan saturasi
oksigen >92 %, pada
pasien ini spO2 87% dan
diberikan nasal canul 2 lt

Oral kurang, cairan


intravena, dilakukan
balans cairan ketat agar
tidak terjadi hidrasi
berlebihan

Pemeriksaan C-reaktive
protein dan LED tidak
direkomendasikan
sebagai pemeriksaan
rutin

TATALAKSANA

Jika demam diberiakan


paracetamol dengan
dosis 4x110 IV

Alternatif ko-amoksiklav,
eritromicin, klaritromicin
atau azitromicin

Antibiotikampicilin
subactam dengan dosis
100-150 mg/kgbb/hari IV
setiap 6 jam

Efektif melawan sebagian


besar patogen yang
menyebabkan
pneumonia pada anak
ditoleransi dengan baik,
murah

Dalam 1 ampul beriisi


1500 mg, jadi dosisnya
1100-1650 mg

Pada anak < 5 tahun


amoksisilin merupakan
antibiotik lini pertama

Kriteria rawat inap


untuk anak

- Saturasi oksigen <92 %


- Frekuensi nafas > 50 kali/menit
- distres pernafasan
- Grunting
- Terdapat tanda dehidrasi
- Keluarga tidak dapat merawat di
rumah

Kriteria pulang
- Gejala dan tanda sudah
menghilang
- Asupan ora adekuat
- Pemberian antibiotik
dapatditeruskan di rumah per oral
- Keluarga mengerti dan setuju untu
pemberian terapi serta rencana
kontrol
-Kondisi rumah memungkinkan
untuk perawatan lanjutan di rumah

TINJAUAN PUSTAKA
Anatomi

Gambar 1. Anatomi Pernafasan pada Anak

Bronkopneumonia
Definisi
Bronchopneumonia disebut juga pneumoni
lobularis, yaitu radang paru-paru yang
disebabkan oleh bakteri, virus, jamur dan bendabenda asing.

Gambar 2. Jenis-jenis Pneumonia

Epidemiologi

Patofisiologi

Kriteria Diagnosis
Dasar diagnosis pneumonia menurut Henry
Gorna dkk tahun 1993 adalah ditemukannya
paling sedikit 3 dari 5 gejala berikut ini :
Sesak nafas disertai dengan pernafasan
cuping hidung dan tarikan dinding dada
Panas badan
Ronkhi basah sedang nyaring (crackles)
Foto thorax menunjukkan gambaran infiltrat
difus
Leukositosis (pada infeksi virus tidak
melebihi 20.000/mm3 dengan limfosit
predominan, dan bakteri 15.000-40.000/mm3
neutrofil yang predominan)

Diagnosis Banding
Infeksi perinatal/kongenital (pada
neonatus)
Hyalin membrane disease/HMD (pada
neonatus)
Aspirasi pneumonia

Edema paru
Tuberkulosis
Gagal jantung kongestif
Bronkiolitis

Penatalaksanaan
Penatalaksaan umum
Pemberian oksigen lembab 2-4 L/menit
sampai sesak nafas hilang atau PaO2 pada
analisis gas darah 60 torr
Pemasangan infus untuk rehidrasi dan
koreksi elektrolit.
Asidosis diatasi dengan pemberian
bikarbonat intravena.

Penatalaksanaan
khusus
Mukolitik, ekspektoran dan obat penurun
panas sebaiknya tidak diberikan pada 72
jam pertama.
Obat penurun panas diberikan hanya
pada penderita dengan suhu tinggi,
takikardi, atau penderita kelainan jantung
Pneumonia ringan >> amoksisilin 40
mg/kgBB/dosis (di wilayah dengan angka
resistensi penisillin tinggi dosis dapat
dinaikkan menjadi 80-90 mg/kgBB/hari).
(WHO 2000)

Faktor yang perlu dipertimbangkan


dalam pemilihan terapi :
Kuman yang dicurigai atas dasas
data klinis, etiologis dan
epidemiologis
Berat ringan penyakit
Riwayat pengobatan selanjutnya
serta respon klinis
Ada tidaknya penyakit yang
mendasari

Antibiotik :
Tatalaksana dari WHO yang sudah direvisi pada tahun
2014:
Rekomendasi 1
Anak dengan pneumonia pernafasan cepat tanpa
retraksi dinding dada atau tanda bahaya umum :
Pemberian amoxcicilin oral : setidaknya 40mg/kg/2
kali sehari (80mg/kgbb/hari) selama 5 hari.
Pada daerah dengan prevalensi HIV yang tinggi,
berikan Amoxicilin selama 3 hari.
Anak dengan retraksi dinding dada dan gagal dengan
pengobatan awal harus dirujuk ke fasilitas kesehatan
yang lengkap.

Antibiotik :
Tatalaksana dari WHO yang sudah direvisi pada tahun
2014:
Rekomendasi 2
Anak dengan umur 2-59 bulan dengan retraksi dinding
dada harus ditangani dengan amoxcicilin oral :
setidaknya 40mg/kg/2 kali sehari (80mg/kgbb/hari)
selama 5 hari.

Antibiotik :
Tatalaksana dari WHO yang sudah direvisi pada tahun
2014:
Rekomendasi 3
Anak dengan umur 2-59 bulan dengan pneumonia
berat harus ditangani dengan ampicilin parenteral
(atau penisilin) dan gentamicin sebagai terapi lini
pertama Ampicillin: 50 mg/kg, or benzyl penicillin: 50
000 unit per kg IM/IV setiap 6 jam setidaknya sampai
5 hari.
Gentamicin: 7.5 mg/kg IM/IV sekali sehari setidaknya
sampai 5 hari.
Ceftriaxone digunakan apabila pengobatan lini
pertama gagal.

Antibiotik :
Tatalaksana dari WHO yang sudah direvisi pada tahun
2014:
Rekomendasi 4
Ampicilin (atau penicilin ketika ampicilin tidak tersedia)
plus gentamicin atau ceftriakson merupakan terapi
yang direkomendasikan sebagai antibiotik lini pertama
untuk pneumoni dengan HIV untuk bayi dan anak
dibawah 5 tahun dengan retraksi dinding dada.

Antibiotik :
Tatalaksana dari WHO yang sudah direvisi pada tahun
2014:
Rekomendasi 5
Terapi kotrimoksazol empiris sebagai terapi untuk
kecurigaan terhadap Pneumocytis jirovecii
(sebelumnya Pneumocytis carinii) direkomendasikan
digunakan pada tatalaksana pneumoni dengan HIV
dibawah 1 tahun, namun tidak direkomendasikan jika
diatas 1 tahun.

Prognosis
Dengan pemberian antibiotik yang tepat
dan adekuat
Dimulai secara dini
Mortalitas selama masa bayi dan masa
kanak-kanak dapat di turunkan sampai
kurang 1 %
Morbiditas yang berlangsung lama juga
menjadi rendah.
Anak dalam keadaan malnutrisi energi
protein dan yang datang terlambat
menunjukkan mortalitas yang lebih tinggi.