LAPORAN KASUS

HEPATOMA (HEPATOCELLULAR
CARCINOMA)

Gita Ghealita
112.0221.150

DEFINISI
Karsinoma Hepatoselular (Hepatosellular carcinoma =

HCC) terutama yang disebut Hepatoma merupakan
tumor ganas hati primer yang berasal dari hepatosit.
Tumor ganas hati lainnya, kolangiokarsinoma

(Cholangiocarsinoma = CC) dan sistoadenokarsinoma
berasal dari sel epitel bilier, sedangkan angiosarkoma
dan leiomiosarkoma berasal dari sel mesenkim.
Dari seluruh tumor ganas hati yang pernah
didiagnosis,
85% merupakan HCC ; 10% CC dan 5 % adalah jenis
lainnya.

EPIDEMIOLOGI
HCC meliputi 5,6 % dari seluruh kasus kanker pada

manusia serta menempati peringkat kelima pada laki-laki
dan kesembilan pada perempuan sebagai kanker tersering
di dunia.
 Tingkat kematian ( rasio antara mortalitas dan insidensi)

HCC juga sangat tinggi, di urutan kedua setelah kanker
pankreas.
Di Indonesia , HCC merupakan kanker urutan kelima yang

paling sering terjadi. Dalam kelompok penyakit hati,
kanker ini menduduki tempat terbanyak ketiga setelah
sirrhosis hati dan hepatitis virus. Di Indonesia, kanker ni
mematikan lebih dari satu juta orang pertahun.

FAKTOR RESIKO Virus Hepatitis B Virus Hepatitis C Sirosis Hepatis Aflatoksin B1 Alkohol .

. Sirous . Pseudograndular ( asinar) . 3. 2. Menurut WHO secara histologik. Ekspansif. 3. Kadang seringkali ditemukan thrombus tumor di dalam vena hepatica atau porta intrahepatik. HCC dapat diklasifikasikan berdasarkan organisasi structural yaitu : 1. Kompak ( padat). Pembagian atas tipe berdasarkan morfologisnya: 1. Infiltratif menyebar / menjalar. 2.PATOLOGI  Secara makroskopis biasanya tumor berwarna putih. Multifokal. trabekular. kadang nekrotik kehijauan. 4. padat.

.

. vena porta atau vena kava. saluran limfe atau infiltrasi langsung. Bila sampai di peritoneum dapat menyebabkan asites hemoragik yang berarti sudah memasuki stadium terminal. Selain itu dpat terjadi metastasis pada varises esophagus dan di paru.METASTASIS Metastasis intrahepatik dapat melalui pembuluh darah . Metastasis ekstrahepatik dapat melibatkan vena hepatica.

Mudah capek dan merasa lelah 5. Pada stadium lanjut mungkin bisa didapatkan gejala dan tanda-tanda seperti: 1.Penurunan berat badan 2. Nyeri perut kuadran kanan atas 1.Hatinya membesar 6.Kehilangan nafsu makan 3.Kulit dan matanya kelihatan kuning 8.GEJALA KLINIS Pada tahap awal hepatoma tidak memberi gejala dan tanda klinik. konstipasi / diare .Mual dan muntah 4.Abdomen (perutnya)  membesar 7.Keluhan GIT : kembung.

Splenomegali terutama karena hipertensi portal .dilatasi vena abdomen .PEMERIKSAAN FISIK Hepatomegali Auskultasi : bruit pada tumor atau friction rub ketika prosesnya telah meluas ke permukaan hati.eritema palmar .ginekomastia -atrofi testis dan edema perifer.  Ascites Tanda-tanda penyakit hati kronis : -ikterus .

PATOGENESIS .

proses regenerasi sel dan transaktivasi virus hepatitis peningkatan ekspresi Transforming Growth Factor (TGF -a) dan Insulin Growth Factor-2 .Sitokin dari sel–sel inflamasi.

. yang kadarnya meningkat pada hingga 91% dari pasien HCC. Rentang normal AFP serum adalah 0-20 ng/ml. 2. Penanda tumor lain untuk HCC adalah des-gamma carboxy prothrombin (DCP) atau PIVKA-2. namun juga dapat meningkat pada defisiensi vitamin K. Alfa-fetoprotein (AFP) adalah protein serum normal yang disintesis oleh sel hati fetal. hepatitis kronis aktif atau metastasis karsinoma. sel yolk sac dan sedikit sekali oleh saluran gastrointestinal fetal. dan kadar lebih dari 400 ng/ml adalah diagnostik atau sangat sugestif untuk HCC.PEMERIKSAAN PENUNJANG Penanda Tumor 1. Kadar AFP meningkat pada 60% -70% dari pasien HCC.

permukaan yang bergelombang dan lesi-lesi fokal intrahepatik .hepar yang membesar. . tepinya ireguler Yang sangat sulit ialah menentukan hepatoma pada stadium awal dimana gambaran struktur echo yang masih isoechoic dengan parenkim hati normal .struktur echo yang lebih tinggi disertai dengan nekrosis sentral berupa gambaran hipoekoik.Gambaran USG Pada hepatoma/karsinoma hepatoselular sering diketemukan adanya : . .

Lesi Hipoechoic Lesi Isoechoic .

bisa soliter maupun multiple . (Hump’s sign) . Perhatikan permukaan hati yang bergelombang .Lesi fokal . Ekostrukturnya relative hipoekoik dengan adanya area-area anekoik (cairan) sebagai akibat nekrosis.

CT Scan .

Magnetic Resonance Imaging (MRI) Pemeriksaan dengan MRI ini langsung dipilih sebagai alternatif bila ada gambaran CT scann yang meragukan atau pada penderita yang ada risiko bahaya radiasi sinar X dan berguna dalam membedakan dari tumor jinak ke tumor ganas dengan menggunakan T2 non-contrast & T1 .

.

.

Diagnosa HCC didapatkan bila ada dua atau lebih dari lima kriteria atau hanya satu yaitu kriteria empat atau lima. ataupun Positron Emission Tomography (PET) yang menunjukkan adanya HCC. yaitu: 1. 2. . Hasil biopsi atau aspirasi biopsi jarum halus menunjukkan HCC.DIAGNOSIS Kriteria diagnosa HCC menurut PPHI Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia). Angiography. Magnetic Resonance Imaging (MRI). Nuclear Medicine. Hati membesar berbenjol-benjol dengan/tanpa disertai bising arteri. 5.Ultrasonography (USG). 4. AFP (Alphafetoprotein) yang meningkat lebih dari 400 mg per ml 3. Peritoneoscopy dan biopsi menunjukkan adanya HCC. Computed Tomography Scann (CTScann).

ada beberapa diagnosis yang dapat dicurigai menjadi HCC yaitu sebagai berikut : 1. Massa Soliter pada gambaran USG Benign -Adenoma -Hemangioma -Hamartoma -Fatty Infiltration -Focal Nodular Hyperplasia Malignant -Hepatocellular Carcinoma (HCC) -Hepablastoma -Hemangiosarcoma -Cholangiocarcinoma (CC) .DIFFERENTIAL DIAGNOSIS Berdasarkan pemeriksaan dengan menggunakan USG.

Massa Soliter dan Isoechoic pada gambaran USG Benign -Adenoma -Focal Nodular Hyperplasia Malignant -Hepatocellular Carcinoma (HCC) 3. Massa soliter.2. Hipoechoic rim Benign -Focal Nodular Hyperplasia Malignant -Hepatocellular Carcinoma (HCC) .

tumor terbatas pada segmen I atau multifokal tumor terbatas pada lobus kanan atau lobus kiri hati. 3. Stadium I Satu fokal tumor berdiameter ≤ 3 cm yang terbatas hanya pada salah satu segmen. . 2. Stadium IV Multifokal tumor yang mengenai lobus kanan dan lobus kiri hati atau invasi tumor ke dalam pembuluh darah hati ataupun pembuluh empedu atau invasi tumor ke pembuluh darah di luar hati seperti pembuluh darah vena limpa (vena lienalis) atau vena cava inferior atau adanya metastase keluar dari hati. Stadium II Satu fokal tumor berdiameter > 3 cm. Stadium III Tumor pada segmen I meluas ke lobus kiri (segmen IV) atau ke lobus kanan segmen V dan VIII atau tumor dengan invasi periferal ke sistem pembuluh darah atau pembuluh empedu tetapi hanya terbatas pada lobus kanan atau lobus kiri hati.STADIUM KLINIS Tingkat penyakit (stadium) kanker hati terdiri dari : 1. 4.

.

SISTEM STAGING .

PENATALAKSANAAN Pilihan terapi: – Liver transplantation – Radiofrequency ablation (RFA) – Percutaneous ethanol or acetic acid ablation – Transarterial chemoembolization (TACE) – Cryoablation – Radiation therapy – Systemic chemotherapy .

 Penyuntikan ke arteri hepatika suatu bahan kemoterapi dengan atau tanpa bahan lipiodol atau bahan procoagulant.  Kontraindikasi: trombosis vena porta. . obstruksi saluran empedu. Lipiodol suatu zat kontras yang meningkatkan retensi obat kemoterapi intratumoral.TRANS ARTERIAL CHEMOEMBOLIZATION (TACE) Mayoritas suplai pembuluh darah HCC berasal dari arteri hepatika. ensefalopati.

.

.

labeled lipiodol atau yttrium-90 [90Y]-tagged glass microspheres).RADIOTERAPI HCC merupakan tumor yang radiosensitive tapi liver merupakan organ yang sangat radiosensitive. yang hanya sanggup menerima rata-rata 20 Gy stereotactic body radiation therapy (terarah) atau selective internal RT dengan iodine-131 [131I]. .