You are on page 1of 18

Alkaloid Piridin

Alkaloid piridin merupakan nama metabolit sekunder yang apabila di konsumsi memiliki efek samping seperti gejala gugup. 2009). Mempunyai satu cincin karbon yang mengandung 1 atom nitrogen. gemetaran.Alkaloida golongan Piridin dan Piperidin yaitu alkaloida yang mengandung inti piridin dan piperidin dalam struktur kiminya. . dilatasi pupil. kegagalan pernapasan dan mengakibatkan kecacatan pada janin (Anonim. koma.

Struktur Kimia .

Turunan Asam Nikotinan. Turunan Piperidin. meliputi arekolin yang diperoleh dari Areca. meliputi koniin yang diperoleh dari Conii. yang berasal dari tumbuhan Nicotiana tobaccum (fam: Solanaceae) . Turunan Propil-Piperidin.Alkaloid golongan ini di bagi kedalam 4 sub bagian : 1. Turunan Pirinin & Pirolidin. yang berasal dari tumbuhan Conium maculatum (Fam: Umbelliferae) 3. meliputi piperini yang diperoleh dari Piperis nigri. meliputi nikotin yang diperoleh dari Nicoteana. yang berasal dari tumbuhan Piperis nigri (fam : Piperaceae) 2. yang berasal dari tumbuhan Areca catechu (fam: Palmae) 4.

anabasine terdapat dalam tanaman Duboisia myoporoides R. 1937). Wieland. antara lain : pada senyawa nikotin yang terdapat dalam tanaman Nicotiana tabacum L.Alkaloid piridin terdapat dalam berbagai tanaman. . dan niacin yang terdapat dalam tanaman Nicotiana tabacum L... (Gattermann.

Nicotiana tabacum L. .

al.. Susunan taksonomi Nicotiana tabacum L. adalah sebagai berikut: Kingdom : Plantae (Tumbuhan) Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Sub Kelas : Asteridae Ordo : Solanales Famili : Solanaceae (suku terung-terungan) Genus : Nicotina Spesies: Nicotiana tabacum L.Tembakau termasuk familia Solanaceae dan genus Nicotiana (Ochse et. 1999).1961 dalam Basuki et al.. .

Kolin. 2. Anthalin. Nicotianine. Kandungan senyawa kimia nikotin ini: anabasine (alkaloid yang serupa dengan nikotin tetapi kurang aktif). dan kejang-kejang.3. Anatabine. Nicotelline.6Trimetil-1. Cembrene. Anethole. Acrolein.2Naphthylamine. tremor.4-naphthoquinone. . Anatalline. dan Pyrene (Wijayakusuma. asam propionate. .1994). H. tabacine).Tanaman ini mengandung nikotin yang menyebabkan dyspnea. 2-Methylquinone. glucosides (tabacinine. inkoordinasi.

Struktur kimia : 3 .Tanamanan ini mengandung nikotin sebesar 2-8%. (C10H14N2) .(1-Methyl-2-pyrrolidixyl) pyridine.

terutama suku terung-terungan (Solanaceae) seperti tembakau. Nikotin adalah zat alkaloid yang ada secara natural di tanaman tembakau.Nikotin adalah senyawa kimia organik kelompok alkaloid yang dihasilkan secara alami pada berbagai macam tumbuhan. Nikotin berkadar 0. Nikotin juga didapati pada tanaman-tanaman lain dari famili biologis Solanaceae seperti tomat.3 sampai 5. terung dan merica hijau pada level yang sangat kecil dibanding pada tembakau.0% dari berat kering tembakau yang berasal dari hasil biosintesis di akar dan terakumulasi di daun. . kentang.

zat ini dapat menimbulkan kecanduan. Pada konsentrasi rendah. akan tetapi nikotin tidak menyebabkan perkembangan selsel sehat menjadi sel-sel kanker. Nikotin memiliki daya karsinogenik terbatas yang menjadi penghambat kemampuan tubuh untuk melawan sel-sel kanker.Nikotin merupakan racun saraf yang potensial dan digunakan sebagai bahan baku berbagai jenis insektisida. khususnya pada rokok. .

Secara langsung setelah kontak dengan nikotin maka timbul rangsangan terhadap kelenjar adrenal yang menyebabkan terlepasnya hormon adrenalin. dan tekanan darah juga meningkat. Begitu pula pada pernapasan dan detak jantung. Hormon adrenalin ini merangsang tubuh dan menyebabkan pelepasan glukosa secara mendadak yang akhirnya kadar gula dalam darah menurun. .Nikotin dapat berlaku sebagai sebuah stimulan dan obat penenang atau penghilang rasa sakit.

2. Adapun bercak dari kromatografi lapis tipis dilihat dengan lampu UV pada panjang gelombang 254 nm Identifikasi . Menggunakan Kromatografi Lapis Tipis Pada tahap ini hasil dari kromatografi kolom (larutan yang lebih pekat) yang sudah diperoleh kemudian diidentifikasi dengan kromatografi lapis tipis dengan menggunakan larutan pengembang metanol. digunakan silika gel yang bebas air sebagai fase diamnya dan n heksana. kloroform dan metanol sebagai fase gerak (eluen).1. Pada kromatografi kolom ini. Menggunakan Kromatografi Kolom Nikotin yang diisolasi dari ekstrak daun tembakau dimurnikan dengan kromatografi kolom.

gugus metil. Hasil dari spektrofotometer UV menghasilkan panjang gelombang maksimum 206 nm yang menunjukkan adanya kearomatisan dari cincin piridin dalam nikotin. Setelah itu dianalisis menggunakan IR. Dari hasil analisis KLT menggunakan larutan pengembang metanol didapatkan harga Rf = 0. Hasil analisis spektra IR menunjukkan adanya gugus amina tersier aromatis. Ekstrak yang diperoleh kemudian dimurnikan dengan KLT. UV.245 s dan indeks kemiripan 63 %.Isolasi nikotin dari daun tembakau kering dengan cara soxhletasi menggunakan pelarut metanol kemudian dilakukan penggaraman dengan asam dan ekstraksi alkaloid dengan basa. dan kromatografi kolom. dan GC-MS. dan ikatan C-H aromatis. gugus amina tersier alifatis. Hasil kromatogram GC-MS menunjukkan senyawa nikotin muncul pada puncak dengan waktu retensi = 9. hal ini menunjukkan bahwa dalam daun tembakau terdapat alkaloid nikotin. Isolasi .725.

Cara Kerja . Larutan pekat di tuangkan kedalam labu erlenmeyer dan diasamkan dengan H2SO4 2 M sebanyak 25 ml. dilakukan ekstraksi dengan menggunakan 300 ml metanol selama 7 jam. Ekstrak/fltrat yang dihasilkan dievaporasi sampai dihasilkan larutan yang pekat atau filtrat tinggal 10% dari volume semula. 2. Larutan diuji dengan kertas lakmus sampai berwarna merah.1.sampel yang digunakan adalah 100 gr sehingga ekstraksi dilakukan 4 kali. 25 gr daun tembakau kering rajangan yang telah dibungkus kertas saring dimasukkan kedalam alat soxhlet. Kemudian larutan di ekstrak dengan kloroform 25 ml sebanyak 3 kali dengan corong pisah. Larutan diaduk dengan magnetik stirer agar homogen. 3.

panjang kolom 10 cm. Ekstrak dinetralkan lagi dengan NH4OH. diameter kolom 3 cm dan dengan eluen n-heksana dan kloroform. Ekstrak yang dihasilkan berada dilapisan bawah diuji dengan reagen dragendrof. kemudian diekstraksi lagi dengan kloroform sebanyak 3 kali. 5:5. positif alkaloid jika timbul endapan orange. 6. 7:3.4. . 5. Ekstrak yang diperoleh diuapkan dengan dianginkan. 3:7 dan 0:1 masing-masing 10 ml. kemudian dimurnikan dengan kromatografi kolom dengan silica gel 11.5 gr sebagai fasa diam. metanol dengan perbandingan 1:0.

8. dan spektrofotometer IR. . spektrofotometer UV-Vis. Hasil kromatografi kolom dilanjutkan dengan KLT dengan larutan pengembang metanol. Hasil ekstrak kemudian di uji dengan menggunakan GC-MS.7.

Contoh Obat .