You are on page 1of 64

Matur 2

Kelompok 3

SASARAN BELAJAR:
Mahasiswa mampu:

Menganalisis permasalahan pada kasus secara komprehensif, kemudian
menetapkan daftar masalah sesuai dengan data yang terdapat pada kasus

Mengaplikasikan ilmu kedokteran gigi dasar berupa tumbuh kembang gigi
dan oklusi

Mengaplikasikan ilmu kedokteran gigi klinik terutama mengenai biomekanik
pergerakan gigi

Menganalisis fator etiopatofisiologi kasus tersebut sehingga terbentuknya
suatu maloklusi pada kasus tersebut

Membuat rencana perawatan termasuk protokol control sesuai kompetensi
dokter gigi umum berdasarkan model studi yang didapat dari kasus

Mengidentifikasi aspek bioetik dan humaniora dan dapat menentukan sikap
profesionalisme.

SKENARIO
Pasien S, perempuan 16 tahun, datang ke RSGMP unjani.
Pasien
ada

mengeluhkan gigi rahang atasnya tidak rapi dan

celahnya.

Makanan

sering

menyelip

pada

celah

tersebut. Dari pemeriksaan ekstra oral tidak ditemukan
adanya kelainan.
Pemeriksaaan intraoral dilakukan dan didapati bahwa lidah,
frenulum, palatum normal. Kondisi gigi geligi sebagai
berikut

25-26. 14 karies superfisial di oklusal. 23-24. 35 karies superfisial di oklusal • 46 karies superfisial di bukal pit. • 16 karies media di oklusal • 15. • 36. .Pemeriksaan Intraoral: • Crowding anterior • Diastema antara 14-13. • 13 dan 23 rotasi.

.

25-26. Pada model memperlihatkan Diastema antara 14-13. 23-24.Resume Pasien datang mengeluhkan gigi rahang atasnya tidak rapi dan ada celahnya. rotasi pada gigi 13 dan 23 dan terdapat crowding pada anterior Klasifikasi kelas 2 tipe 1 disertain diastem antara 14-13. 23-24. 25-26 dan rotasi pada gigi 13 dan 23 .

Perlekatan abnormal dari frenulum . kebiasaan buruk. dan terlihat ada celah karena Diastema antara gigi1413. 3 rotasi Genetik. 25-26. Kondisi lengkung gigi dan lengkung rahang yang tidak seimbang 4 Celah Karena diastema. diastem disebabkan oleh beberapa faktor yaitu herediter. 13 2 crowding Karena herediter dan Kelainan dalam pola dan urutan erupsi gigi permanen.Daftar masalah No Masalah Etiologi 1 gigi rahang atasnya tidak rapi dan ada celahnya Terdapat Crowding anterior. 23-24. 23 rotasi.

1. Initiation(bud stage)
- berumur 6 minggu
- bentuk epitel yang
menyerupai kuncup
- terdapat formasi
dari basal layer yang
akan berekspansi
sehingga menyerupai
tonjolan

Pertumbuhan dan perkembangan
gigi

2. Proliferation(cap
stage)
- mirip seperti tudung
- terjadi pada minggu
ke 9
- calon gigi akan
terbentuk dari 3
bagian
a. Dental organ :
membentuk enamel
b. Dental papilla :
dentin dan pulpa
c. Dental sac :
sementum dan lig.
Perio

3. Histodifferensiasi(bell
stage)
- terbentuk bell stage
karena cap stage
melanjutkan tumbuh dan
mulai terlihat seperti
bell/lonceng
- bell stage terbentuk
karena ekstensi
pertumbuhan epitel yang
tumbuh ke dalam jaringan
mesoderm
- dental organ sudah
dilapisi sehingga sudah
dibagi 2 bagian : inner
and outter dental
epitelium

4.mempersiapkan gigi untuk berkembang Inner epitelium : menjadi ameloblas yang memproduksi matriks enamel Jaringan dental papilla berdifferensiasi menjadi odontoblas Ameloblas dan odontoblas sudah dapat membentuk enamel dan dentin . Morfodifferensiasi(advanc ed bell stage) .

5. sementum secara berturut-turut disekresikan sebagai matrik. dentin. yang merupakan substansi ekstraselular yang terkalsifikasi sebagian untuk mendukung proses kalsifikasi selanjutnya . Aposisi : tahap yang terjadi ketika enamel.

terjadi ketika jaringan gigi telah termineralisasi seluruhnya .6.membentuk jaringan gigi yang disebut enamel dan dentin yang pada akhirnya . Kalsifikasi : pengerasan dari matrik oleh pengendapan garam kalsium.

sejak mahkota gigi bergerak dari tempat pembentukannya di dalam rahang sampai mencapai oklusi fungsional dalam rongga mulut b.Dua fase yang penting dalam proses erupsi gigi. Erupsi pasif adalah pergerakan gusi ke arah apeks yang menyebabkan mahkota klinis bertambah panjang dan akar klinis bertambah pendek sebagai akibat adanya perubahan pada perlekatan epitel di daerah apikal . tulang alveolar yang sedang tumbuh dan akar gigi yang memanjang . yaitu erupsi aktif dan pasif a. Tahap erupsi : Pergerakan gigi ke dalam rongga mulut.7. .Erupsi dibantu oleh tarikan ligamen periodontal. Erupsi aktif adalah pergerakan gigi yang didominasi oleh gerakan ke arah vertikal. spesifik untuk waktu dan urutan erupsinya.

Formasi akar gigi . Penetrasi . Terjadi pembentukan lig perio  ada daya yg mendorong gigi dewasa ke arah oklusal dan mendorong gigi sulung 2. Dimulai dari awal perkembangan akar sampai gigi masuk ke dalam rongga mulut. Fase erupsi/Prefungsional . Berakhir ketika gigi mencapai kontak oklusal . Dimulai saat pembentukan mahkota-legkap diakhiri dengan awal terbentuknya formasi akar gigi . 3. Berlanjut sepanjang gigi berada di rongga mulut . Resorpsi tulang dan akar gigi sulung . Terjadi setelah gigi berfungsi . Pergerakan (berkembangnya akar) . . Pergerakan oklusal/insisal Fase post erupsi/ fungsional .Proses erupsi gigi dapat dibagi atas tiga fase yaitu: 1. Fase Preerupsi . Terjadi pembentukan oleh sementoblas dan odontoblas .

.

Post Emergent Eruption .Tahap Erupsi: Pre Emergent Eruption Gerakan yang terjadi dari tempat benih gigi sampai menembus ginggiva.

Pre emergent eruption Mekanisme yang terlibat: 1.Terjadi resorbsi tulang dan lapisan permukaan akar gigi sulung yang menutupi mahkota 2.Gigi erupsi di arahkan oleh resorbsi tulang yang terjadi Emergence gigi berhubungan dengan ruangan yang ada untuk pergerakan gigi .a.

Post emergent eruption Setelah gigi emerge. . lingkungan dalam rongga mulut akan mempengaruhi perkembangan gigi selanjutnya Gigi terus erupsi sampai ada tekanan balik arah vertikal melalui kontak dg gigi lawan.b.

Periode transisi II: c & m DIGANTI C & P .Tahap-tahap perkembangan gigi . MOLAR ERUPSI .Periode transisi I : i SULUNG DIGANTI I .Periode intertransisi .Periode gigi sulung .Periode gigi tetap .

5 th .Periode gigi sulung • Seluruh gigi sulung erupsi pada umur 2. saat : insisif erupsi penuh & berakhir saat : pergantian gigi sulung posterior • Periode intertransisi berlangsung + 1 1.5 – 6 th sudah mencapai dataran oklusalberfungsi • Posisi gigi sulung tegak lurus seringkali ditemukan distema Periode transisi I • Merupakan fase yang tidak estetik karena 1 atau 2 gigi anterior tanggal • Periode ini berlangsung selama + 2 th (usia 6 th – 8 th ) Periode intertransisi • Dimulai + usia 9 th.

ditambah pengaruh faktorfaktor lingkungan • 3 gambaran klinis : • .Periode transisi II • Pada wanita dimulai pada usia 10 th. pada laki-laki 10½ th • Merupakan fase perkembangan yang besar.Emergence dan erupsi M2 Periode gigi tetap .Pergantian gigi sulung c dan m • .Emergence dan erupsi gigi C & P • .

Perkembangan Oklusi: Periode Predental Periode Gigi Sulung Periode Periode Gigi Gigi Tetap Campuran Perkembangan dan pertumbuhan oklusi .

m sulung diganti dg C.• Gumpads yang berjarak 6-8 mm antara RA dan RB Periode predental Periode gigi sulung • Oklusi ditentukan setelah m1 erupsi • Di bagi 2 tahap: • Setelah M1 & I2 mencapai dataran oklusal • Setelah tanggalnya gigi c. P tetap Periode gigi campuran Periode gigi tetap • Oklusi Insisif: insisif atas menutupi 1/3 bagian insisal insisif bawah • Oklusal M1 : puncak bonjol mesiobukal M1 RA terletak pada satugaris dg bukal groove m1 RB .

Waktu erups gigi .

.

LP Besar Gaya  Jml Gerakan Gigi c .Sutura 2 maks .Biomekanika pergerakan gigi Menggerakan Gigi Perawatan Ortodonti Segi Biologi Segi Mekanik Alat Orto/Otot2 Pengunyahan Jaringan Periodontal Gigi Bergerak  Tl Alv .TMJ gigi .

Periodontal & Tl.DASAR BIOLOGI Melakukan pergerakan gigi pada jaringan periodontal (terut lig. alveolar) selama gigi mepunyai LP dan Tl Alv gigi dapat digerakan se ortodonti Teori Bioelektrik Gaya pada gigi  gigi bergerak Teori Tekanan-Regangan .

• Teori Bioelektrik Gaya pada gigi  lig. Periodontal & tulang  sinyal elektrik / pezoelektrik  perubahan metabolisme tulang  pergerakan gigi .

• Teori tekanan regangan Chemical Messenger Daya pada gigi  LP  Perub seluler Pergerakan gigi .

Centre of Rotation ( Co Rot) • Adalah titik suatu rotasi pada gigi • CoRot berbeda pada masing-masing tipe pergerakan (tabel ) .

Moment to force ratio (M/F ratio) • Adalah Hubungan antara daya dan pergerakan gigi • M/F ratio dipengaruhi oleh CoR dan tipe pergerakan giginya .

Tipping Translasi Pergerakan akar Rotasi .Macam-macam pergerakan gigi 1. 2. 3. 4.

1. tipping • Gerakan yg paling sederhana dan paling mudah dihasilkan • Mahkota lebih banyak bergerak dibanding akar • Dibedakan: uncontrolled tipping dan controlled tipping .

5 : 1 Berguna pada kasus insisif yang proclined .Controlled tipping • Mahkota bergerak. akar tidak bergerak • • • • CoRot : apeks gigi Daya : 35-60 gr M/F ratio : 7:1 Daya terbesar pada daerah cervic gigi • Berguna pada kasus : retraksi insisif yang proclined tapi akarnya pada posisi normal UnControlled tipping Terjadi ketika daya tunggal diaplikasikan pada gigi Akar dan mahkota bergerak berlawanan arah CoRot nya berada antara CoR dan apeks gigi dayanya : 35-60 gr M/F ratio : 0 : 1 .

.

2. translasi • Bila 2 daya diberikan bersamaan pada mahkota gigi • Mahkota dan akar bergerak pada arah yang sama • Daya melalui CoR • Terdiri dari : bodily. ekstrusi . intrusi.

bodily • • • • Tipe pergerakan yang paling diinginkan CoRot : infiniti Daya : 70-120 gr M/F ratio 10: 1 .

intrusi • Pergerakan sesuai sumbu panjang gigi ke arah apeks • Daya : 10-20 gr ( need minimum force) • CoRot : melalui CoR • Ada sedikit area compresi • Tidak ada area regangan .

ekstrusi • Pergerakan sesuai sumbu panjang gigi ke arah coronal • Daya : 30-60 gr • tidak ada daerah tekanan • Hanya ada daerah regangan .

3. akar bergerak • Terdiri dari torque dan upright .Pergerakan akar • Kebalikan dari tipping mahkota mahkota diam.

torque • Pergerakan akar dalam arah labiolingual .

Up righting • Pergerakan akar dalam arah mesiodistal • CoRot : di insisal edge • M/F ratio 12:1 .

Rotasi • Gerakan gigi berputar pada sumbu panjang gigi • Didapat dengan aplikasi daya couple Atau satu daya tapi ada stopnya • Daya : 35-60 gr • Cenderung relaps (most dibanding tipe gerakan lain) .4.

.

Etiopatofisiologi .

Crowding Anterior Penyebab : • Genetik • Kongenital • Gangguan keseimbangan kelenjar endokrin • Gigi susu yang tanggal sebelum waktunya • Persistensi • Supernumerary • Bad habit .

Dipengaruhi genetik  herediter  tidak proporsionalnya antara ukuran gigi dengan ukuran rahang  perpindahan gigi anterior dari posisi normal dalam lengkung gigi .

2. 4. Faktor genetik.Rotasi Faktor internal: 1. 3. Faktor kongenital. Faktor penyakit sistemik . Faktor gangguan keseimbangan kelenjar endokrin. Faktor penyakit periodontal. 5.

Kondisi lengkung gigi dan lengkung rahang yang tidak seimbang. Lengkung gigi yang kecil dan struktur gigi yang besar. Bentuk gigi yang permanen yang tidak normal. 2. 5.Faktor eksternal : 1. Gigi susu yang tidak tanggal sedangkan gigi permanen sudah tumbuh atau biasa disebut dengan persistensi gigi  adanya penumpukan gigi permanen yang tumbuh tidak pada tempatnya  saat gigi sulung dicabut  malposisi gigi permanen  rotasi 4. Gigi yang tangggal tanpa pengganti. . 3.

Diastema Karena adanya malposisi gigi permanen  rotasi  ruangan kosong di sekitar gigi yang rotasi .

Kelainan dalam pola dan urutan erupsi gigi permanen • D. Pengurangan panjang lengkung yang dihubungkan adanya karies interproksimal pada saat waktu gigi sulung . Faktor herediter : riwayat keluarga yang mempunya kasus crowding yang sama • C. Bentuk lengkung rahang yang lebih besar dan ukuran gigi yang kecil • B.Etiologi • A.

• Perbedaan lengkung rahang dengan ukuran gigi-->pada saat erupsinya gigi tetap--> adanya kelainan pada pola dan urutan erupsi-> gigi crowding-->gigi berdesakan--> urutan erupsi kaninus terakhir--> gigi kaninus menjadi rotasi • Perbedaan lengkung rahang dan ukuran gigi->Lengkung rahang yang besar dan ukuran gigi yang kecil--> gigi menjadi diastema .

Rencana Perawatan: 1. Memberikan penjelasan/komunikasi therapeutik dan informed consent • Perlu di informasikan: • Bentuk alat. tipe alat • Cara pakai dan pemeliharaan alat • Hal-hal yang diperlukan untuk mencapai hasil perawatan (ekstraksi) .

• Lama pemakaian alat dalam sehari • Lama perawatan • Keuntungan dan kerugian alat 2. gigi 15 dan 14 : komposit ) . Mouth Preparation ( dilakukan restorasi gigi 16 : amalgam . .

Removable orthodontik • Alat orthodontik yang dapat dipasang dan dilepas oleh pasien sendiri .

intelligentdental. 2. Open bite atau severe kebiasaan thumbsucking) deep bite pada pertumbuhan anak Sebaga retainer untuk retensi setelah perawatan fixed ortho http://www. Apical displacement of interseptif (perawatan teeth untuk open spacing. 4. Maloklusi kompleks seperti contohnya crown tipping crowding yang parah Intrusi atau ekstrusi 2. Multiple rotations Orthodonti preventif dan 3. 3.com/2011/12/16/removableorthodontic-appliances/ . 4. CONTRAINDICATI ONS Minor tooth movement 1.Removable Orthodontics Appliances INDICATION 1.

Keuntungan removable orthodontik • Bisa dilepas oleh pasien . oleh karena itu mudah dibersihkan . Gigi-gigi dan struktur rongga mulut juga bisa di pertahankan kebersihan dan kesehatannya selama terapi dengan alat ini • Sulit untuk mengaplikasikan tekanan yang sangat besar pada gigi-gigi yag dirawat dengan alat ini. Tekanan semacam ini akan dilawan oleh daya pengungkit alat ini • Konstruksi alat orthodontik lepasan sebagian besar dilakukan di laboratorium dan hanya membutuhkan sedikit waktu di klinik .

Kerugian • Alat ini hanya bisa memberikan tipe gerakan yang terbatas. Yang merupakan gerakan untama yang bisa diperoleh dengan menggunakan tekanan ganda . Gerak bodily/ gerakan torquing apikal sulit diperoleh atau bahkan tidak mungkin diperoleh dan pesawat lepasan tidak cukup memadai untuk tipe gerakan ini . Tekanan ini akan mengakibatkan terjadinya gerakan tipping.

Desain removable ortho (plat aktif) Rahang atas : • Pegas koil : gigi 14 • Labial bow: gigi 14 & 24 • Adam klamer : gigi 16 & 26 • Plat akrilik 2 mm Rahang bawah : • Z spring : gigi 42 • Labial bow : gigi 34& 46 • Adam klamer: gigi 36&46 • Plat akrilik 2 mm .

Prognosis Adbonam jika : • Pasien kooperatif • Motivasi pasien tinggi • Tidak ada kebiasaan buruk .

kelebihan dan kekurangan perawatan. suku dan ekonomi .agama. dan pasien melakukan kontrol rutin setiap bulan Quality of Life Contextual Features • Mengembalikan sistem stomatognatik pada pasien tersebut • Apabila pasien mengikuti intruksi dokter maka prognosis nya dapat menjadi baik • Tidak membeda-bedakan pasien dalam segi ras.BHP Medical Indication • Melakukan perawatan dengan baik sesuai dengan prosedur • Melakukan perawatan dengan menggunakan alat ortodonti lepasan • Melakukan anamnesa dan menentukan daftar masalah sesuai dengan skenario Patient preference s • Meminta persetujuan pada pasien bila ingin melakukan perawatan(Informed concent) • Memberitahu tentang rencana perawatan yang akan dilakukan.

. aktivasi alat dan melanjutkan rencana perawatan. dokter gigi dapat memeriksa kondisi rongga mulut secara umum. Saat pasien kontrol.Protokol kontrol • .mengamati pergerakan gigi. • Jika perawatan dianggap sudah selesai. dilakukan evaluasi perawatan yang bertujuan untuk memastikan apakah posisi dan hubungan gigi sudah sesuai dengan rencana perawatan.

Protokol kontrol • 1. persiapan aktifasi alat ( evaluasi hal-hal yang mungkin menghalangi pergerakan gigi ) • 4. pemeriksaan obyektif • 3. pemeriksaan subyektif • 2. cek stabilisasi .