You are on page 1of 157

METODOLOGI

PENELITIAN
Oleh:
DR.AGUS RAIKHANI
http://www.sonilaksono.blogspot.com
http://www.laksonotri.zoomshare.com
E-mail : sonilaksono@yahoo.com

ILMU PENGETAHUAN DAN
PENELITIAN

Berbagai Cara Mencari
Kebenaran



Secara
kebetulan, (penemuan
terjadi
scr
kebetulan saja)
Trial And Error, (bersifat untung-untungan)
Melalui Otoritas, (kebenaran bisa didapat melalui
otoritas seseorang yang memegang kekuasaan)
Berpikir Kritis/Berdasarkan Pengalaman, ( berpikir
secara deduktif dan induktif).

Secara deduktif artinya berpikir dari yang umum ke
khusus; sedang induktif dari yang khusus ke yang
umum. Metode deduktif sudah dipakai selama ratusan
tahun semenjak jamannya Aristoteles.

Melalui Penyelidikan Ilmiah, (kebenaran baru bisa
didapat
dengan menggunakan
penyelidikan
ilmiah, berpikir kritis dan induktif).

M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 1)

Laksono Tri R. Logika (Cara Penarikan Kesimpulan)   Pengkajian untuk berpikir secara sahih (valid) Logika induktif dan deduktif M.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 1) . DASAR-DASAR PENGETAHUAN Penalaran    Kegiatan berpikir menurut pola/logika tertentu dgn tujuan untuk menghasilkan pengetahuan Aliran yang menggunakan penalaran sebagai sumber kebenaran disebut rasionalisme & yg menganggap fakta dapat tertangkap melalui pengalaman sebagai kebenaran disebut aliran empirisme.

METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 1) .  M.  Persoalan mengenai kriteria utk menetapkan kebenaran itu sulit dipercaya. mk muncul berbagai kriteria kebenaran. Dari berbagai aliran. bahwa “segala sesuatu harus diragukan”. Manusia tidak mau menerima saja hal-hal yang ada termasuk nasib dirinya sendiri.  Rene Descartes pernah berkata “DE OMNIBUS DUBITANDUM” yang berarti.SUMBER PENGETAHUAN Sumber pengetahuan dalam dunia ini berawal dari sikap manusia yang meragukan setiap gejala yg ada di alam semesta ini. Laksono Tri R.

suatu teori tidak akan abadi.KRITERIA KEBENARAN   Salah satu kriteria kebenaran adalah adanya konsistensi dengan pernyataan terdahulu yang dianggap benar Beberapa kriteria kebenaran    Teori Koherensi (Konsisten). dalam jangka waktu tertentu itu dapat diubah dengan mengadakan revisi M.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 1) . Laksono Tri R. kebenaran suatu pernyataan diukur dengan kriteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis (Charles S Pierce). suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren dan konsisten Teori Korespondensi (Pernyataan sesuai kenyataan) . suatu pernyataan dianggap benar apabila materi pengetahuan yang dikandung berkorespondensi dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut (Bertrand Russel) Teori Pragmatis (Kegunaan di lapangan) .

Laksono Tri R.  Karakteristik yang menonjol kerangka pemikiran teoritis : Ilmu eksakta dan ilmu sosial M.EPISTIMOLOGI (Cara mendapatkan kebenaran)   bagaimana mendapatkan pengetahuan yang benar hal yang perlu diperhatikan dalam mendapatkan pengetahuan :  Batasan kajian ilmu  Cara menyusun pengetahuan  Diperlukan landasan yg sesuai dengan ontologis & aksiologis ilmu itu sendiri  Penjelasan diarahkan pada deskripsi mengenai hubungan berbagai faktor yang terikat  Metode ilmiah harus bersifat sistematik dan eksplisit  Metode ilmiah tidak dapat diterapkan disiplin ilmu yang sama  Ilmu mencoba mencari penjelasan mengenai alam dan menjadikan kesimpulan yang bersifat umum dan impersonal.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 1) .

METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 1) . Dalam penelitian sosial dikenal ada dua jenis proposisi : yang pertama aksioma atau postulat. Aksioma ialah proposisi yang kebenarannya sudah tidak lagi dalam penelitian. suatu konsep yang diciptakan dan digunakan dengan kesengajaan dan kesadaran untuk tujuan-tujuan ilmiah tertentu.BEBERAPA PENGERTIAN DASAR    Konsep. Proposisi hubungan yang logis antara dua konsep. sedang teorema ialah proposisi yag dideduksikan dari aksioma. istilah dan definisi yang digunakan untuk menggambarkan gejala secara abstrak. Diharapkan peneliti mampu memformulasikan pemikirannya kedalam konsep secara jelas dalam kaitannya dng penyederhanaan beberapa masalah yg berkaitan satu dengan yang lainnya. M. Konstruk (construct). Laksono Tri R. yang kedua teorema.

Teori ini juga berfokus pada pembangunan konsep sebelum pengujian empiris. Laksono Tri R.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 1) .  Teori Fungsional.    serangkaian asumsi. FN) Teori mempunyai beberapa karakteristik sebagai berikut : harus konsisten dengan teori-teori sebelumnya.  Teori Deduktif. harus cocok dengan fakta-fakta empiris. konsep. definisi dan proposisi untuk menerangkan suatu fenomena secara sistematis dengan cara merumuskan hubungan antar konsep (Kerlinger. berdasarkan teori pertama teori berkembang adanya jaringan konseptual yang kemudian diuji secara empiris. menekankan pada pendekatan empiris untuk mendapatkan generalisasi. Ada empat cara teori dibangun menurut Melvin Marx :  Model Based Theory. suatu teori yang menekankan pada struktur konseptual dan validitas substansialnya.BEBERAPA PENGERTIAN DASAR (lanjutan)  Teori. konstruk. suatu teori dikembangkan melalui interaksi yang berkelanjutan antara proses konseptualisasi dan pengujian empiris yang mengikutinya M.  Teori Induktif.

Laksono Tri R. Hipotesis merupakan saran penelitian ilmiah karena hipotesis adalah instrumen kerja dari suatu teori dan bersifat spesifik yang siap diuji secara empiris. Hipotesis. variable tergantung (dependent). yaitu: variable bebas (independent).BEBERAPA PENGERTIAN DASAR (lanjutan)     Logika Ilmiah. jawaban sementara terhadap permasalahan yang sedang diteliti. variable perantara (moderate). spesifikasi kegiatan peneliti dalam mengukur atau memanipulasi suatu variabel M. Variabel ialah konstruk-konstruk atau sifat-sifat yang sedang dipelajari Ada lima tipe variable yang dikenal dalam penelitian. variable pengganggu (intervening) dan variable kontrol (control) Definisi Operasional. Dalam merumuskan hipotesis pernyataannya harus merupakan pencerminan adanya hubungan antara dua variabel atau lebih. gabungan antara logika deduktif dan induktif dimana rasionalisme dan empirisme bersama-sama dalam suatu system dengan mekanisme korektif.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 1) .

METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 1) .KERANGKA ILMIAH   Perumusan masalah : pertanyaan tentang obyek empiris yang jelas batas-batasnya serta dapat diidentifikasikan faktor-2 yang terkait didalamnya. Penyusunan kerangka dalam pengajuan hipotesis :      Pengujian hipotesis :   Menjelaskan hubungan antara faktor yang terkait Disusun secara rasional Didasarkan pada premis-premis ilmiah Memperhatikan faktor-faktor empiris yang cocok mencari fakta-fakta yang mendukung hipotesis Penarikan kesimpulan M. Laksono Tri R.

SARANA BERPIKIR ILMIAH  Bahasa. syarat-syarat :      Matematika. pengetahuan sebagai sarana berpikir induktif sifat :   dapat digunakan untuk menguji tingkat ketelitian untuk menentukan hubungan kausalitas antar factor terkait M. pengetahuan sbg sarana berpikir deduktif sifat :     bebas dari unsur emotif reproduktif obyektif eksplisit jelas. spesifik dan informatif tidak menimbulkan konotasi emosional Kuantitatif Statistika. Laksono Tri R. ialah bahasa ilmiah yg merupakan sarana komunikasi ilmiah yang ditujukan untuk menyampaikan informasi berupa pengetahuan.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 1) .

sehingga nilai kegunaan ilmu tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat dalam usahanya meningkatkan kesejahteraan bersama. bukan sebaliknya malahan menimbulkan bencana.AKSIOLOGI (Nilai Guna Ilmu)   Aksiologi ialah menyangkut masalah nilai kegunaan ilmu.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 1) . Ilmu tidak bebas nilai. AGUS RAIKHANI. Artinya pada tahap2 tertentu kadang ilmu harus disesuaikan dng nilai-nilai budaya & moral suatu masyarakat.

PENGERTIAN PENELITIAN MODUL 2 .

M. Penelitian bukan hanya mengumpulkan informasi (data) 2.APAKAH PENELITIAN ITU? Pengertian yang salah tentang Penelitian 1. Penelitian bukan hanya memindahkan fakta dari suatu tempat ke tempat lain 3.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 2) . Laksono Tri R. Penelitian bukan hanya membongkarbongkar mencari informasi 4. Penelitian bukan suatu kata besar untuk menarik perhatian.

atau pemahaman yang dalam terhadap suatu fenomena (Leedy.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 2) . 1997: 5)  M. (T. Laksono Tri R.APAKAH PENELITIAN ITU? Research (Inggris) dan recherche (Prancis)  re (kembali)  to search (mencari)  Studi yang dilakukan seseorang melalui penyelidikan yg hati-hati dan sempurna terhadap suatu masalah. Hillway)  Penelitian adalah suatu proses untuk mencapai (secara sistematis dan didukung oleh data) jawaban terhadap suatu pertanyaan. sehingga diperoleh pemecahan yang tepat terhadap masalah tersebut. penyelesaian terhadap permasalahan.

Penelitian mengikuti rancangan prosedur yang spesifik. Penelitian menerima asumsi kritis tertentu. Penelitian memerlukan pernyataan yang jelas tentang tujuan. atau lebih tepatnya. 3. berputar secara siklus. Penelitian dimulai dengan suatu pertanyaan atau permasalahan. atau hipotesis penelitian yang spesifik. M.Pengertian yang benar tentang Penelitian dan Karakteristik Proses Penelitian 1. pertanyaan. 4. 8.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 2) Penelitian biasanya membagi permasalahan utama menjadi sub-sub masalah yang lebih dapat dikelola. Laksono Tri R. 7. 6. 2. 5. Penelitian memerlukan pengumpulan dan interpretasi data dalam upaya untuk mengatasi permasalahan yang mengawali penelitian. . Penelitian diarahkan oleh permasalahan. secara alamiahnya. Penelitian adalah.

Bagan Penelitian M.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 2) . Laksono Tri R.

. Explores (exploration). Deskripsi (description). berkaitan dengan upaya untuk menentukan apakah suatu fenomena ada atau tidak.Macam Tujuan Penelitian 1. mengkaji hubungan sebab-akibat diantara dua fenomena atau lebih. 2. Eksplanasi (explanation). berupaya mengidentifikasi hubungan (keterkaitan) yang memungkinkan kita berspekulasi (menghitung) tentang sesuatu hal (X) dengan mengetahui (berdasar) hal yang lain (Y). 3. 4. berkaitan dengan pengkajian fenomena secara lebih rinci atau membedakannya dgn fenomena yang lain Prediksi (prediction).

juga mempertimbangkan hal-hal lain. Terhadap hasil perencanaan/perancangan/pengembangan juga dapat dilakukan penelitian evaluasi yang hasilnya juga akan memperkaya khazanah ilmu pengetahuan.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 2) . perancangan mempunyai tiga langkah utama.Hubungan Penelitian dengan Perancangan    Menurut Zeisel (1981). presenting dan testing. sedangkan imaging dilakukan berdasar empirical knowledge. dan lain-lain. Perancangan/perencanaan/pengembangan. seperti estetika. Laksono Tri R. dan kadang pertimbangan politis. yaitu: imaging. selain meng-gunakan pengetahuan dari khazanah ilmu pengetahuan. perhitungan ekonomis. M.

RAGAM PENELITIAN MODUL .3 .

sedangkan penelitian terapan (applied research) menghasilkan ilmu-ilmu terapan. antara lain ilmu-ilmu yang dikembangkan di fakultas-fakultas (Mathematika. dan Geografi. Laksono Tri R. Ilmu-ilmu dasar dikembangkan lewat penelitian yang biasa disebut sebagai “penelitian dasar” (basic research). Geofosika). dll. Biologi. ilmu teknologi pertanian.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 3) .RAGAM PENELITIAN MENURUT BIDANG ILMU  Secara umum. Penelitian terapan (misalnya di bidang fisika bangunan) dilakukan dengan memanfaatkan ilmu dasar (misal: fisika).    Termasuk kelompok ilmu dasar. Fisika. Kelompok ilmu terapan meliputi antara lain: ilmu-ilmu teknik. ilmu ekonomi. ilmu kedokteran. ilmu-ilmu dapat dibedakan antara ilmuilmu dasar dan ilmu-ilmu terapan. Kimia. M.

METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 3) . sedangkan penelitian deduktif merupakan penelitian yang menguji (mengetes) teori atau hipotesis (Buckley dkk. M..RAGAM PENELITIAN MENURUT PEMBENTUKAN ILMU  Ilmu dapat dibentuk lewat penelitian induktif atau penelitian deduktif. penelitian induktif adalah penelitian yang menghasilkan teori atau hipotesis. 1976: 21). Secara sederhana. Laksono Tri R.

METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 3) .RAGAM PENELITIAN MENURUT BENTUK DATA (kuantitatif atau kualitatif) Macam penelitian dapat pula dibedakan dari “bentuk” datanya. dalam arti data berupa data kuantitatif atau data kualitatif. Laksono Tri R. Data kuantitatif diartikan sebagai data yang berupa angka yang dapat diolah dengan matematika atau statistik. M. sedangkan data kualitatif adalah sebaliknya (yaitu: datanya bukan berupa angka yang dapat diolah dengan matematika atau statistik).

yaitu : (1) Positivisme. dan (3) Fenomenologi.RAGAM PENELITIAN MENURUT PARADIGMA KEILMUAN Menurut Muhajir (1990). (2) Rasionalisme. M. terdapat tiga macam paradigma keilmuan yang berkaitan dengan penelitian.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 3) . Laksono Tri R.

Laksono Tri R.Beda Ketiganya M.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 3) .

Laksono Tri R.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 3) .RAGAM PENELITIAN MENURUT STRATEGI     Penelitian Penelitian Penelitian Penelitian Opini Empiris Kearsipan Analitis M.

Orang-orang tersebut dapat merupakan kelompok atau perorangan (jadi domain-nya dapat berupa kelompok atau individual).METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 3) . Laksono Tri R.Penelitian Opini Bila peneliti mencari pandangan atau persepsi orang-orang terhadap suatu permasalahan. Penelitian Empiris M. maka ia melakukan penelitian opini.

Penelitian Kearsipan “Arsip”. (2) sekunder. Laksono Tri R. Kita bedakan tiga tipe arsip. empiris atau kearsipan. diartikan sebagai rekaman fakta yang disimpan. yaitu: (1) primer.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 3) . dan (3) fisik. Penelitian Analitis • Terdapat problema penelitian yang tidak dapat dipecahkan dengan penelitian opini. dalam hal ini. • Penelitian analitis mendasarkan diri pada filsafat atau logika. M.

METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 3) . Penelitian dengan pendekatan longitudinal (satu obyek penelitian dilihat bergerak sejalan dengan waktu) b. Laksono Tri R. Penelitian dengan pendekatan penampang-silang (cross-sectional— yaitu banyak obyek penelitian dilihat pada satu waktu yang sama). M.Ragam Penelitian menurut Lain-lain (1) Ragam Penelitian menurut pendekatansumber: Arikunto (1998: 9-10) a.

M.Ragam Penelitian menurut Lain-lain (2) 1. Ragam Penelitian-sumber: Suryabrata (1983: 15-64) Historis (membuat rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan obyektif) Deskriptif (membuat deskripsi secara sistematis.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 3) . dan akurat mengenai fakta dan sifat populasi atau daerah tertentu) Perkembangan (menyelidiki pola dan urutan pertumbuhan dan/atau perubahan sebagai fungsi waktu) Kasus/Lapangan (mempelajari secara intensif latar belakang keadaan sekarang dan interaksi lingkungan suatu obyek) Korelasional (mengkaji tingkat keterkaitan antara variasi suatu faktor dengan variasi faktor lain berdasar koefisien korelasi) Eksperimental sungguhan (menyelidiki kemungkinan hubungan sebab akibat dengan melakukan kontrol/kendali) Eksperimental semu (mengkaji kemungkinan hubungan sebab akibat dalam keadaan yang tidak memungkinkan ada kontrol/kendali. 7. tapi tidak dengan jalan eksperimen—dilakukan denganpengamatan terhadap data dari faktor yang diduga menjadi penyebab. Laksono Tri R. sebagai pembanding) Tindakan (mengembangkan ketrampilan baru atau pendekatan baru dan diterapkan langsung serta dikaji hasilnya). tapi dapat diperoleh informasi pengganti bagi situasi dengan pengendalian) Kausal-komparatif (menyelidiki kemungkinan hubungan sebab-akibat. 9. 8. 5. faktual. 4. 6. 3. 2.

Menurut Yin M. Laksono Tri R.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 3) .

karena dengan istilah yang sama tapi orang lain mungkin menangkap artinya secara berbeda. Laksono Tri R. tidak ruwet). maka kita perlu hati-hati dalam menyebut ragam penelitian kita.Ragam Penelitian & Syarat penelitian   Melihat banyak ragam penelitian dari berbagai sudut pandang dan dari berbagai pendapat para penulis. dipublikasikan agar dapat dievaluasi oleh kelompok pakar bidangnya/ peer) (Catatan: syarat menjadi peneliti yang baik meliputi antara lain: mampu berpikir sistematis. dan OBYEKTIF (tidak subyektif.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 3) . dengan sampel yang cukup. perlu diperhatikan bahwa penelitian perlu dilakukan dengan syarat :   SISTEMATIK (menuruti prosedur tertentu. Selain itu. dan jujur) M.

UNSUR-UNSUR PROPOSAL PENELITIAN MODUL .4 .

PROPOSAL

Proposal atau usulan penelitian
diperlukan untuk mengawali suatu
kegiatan penelitian
Proposal tersebut perlu dikaji atau
dievaluasi oleh pembimbing
penelitian

M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 4)

UNSUR-UNSUR
PROPOSAL PENELITIAN
Judul
a. Latar belakang & perumusan permasalahan (& keaslian penelitian, dan
faedah yang dapat diharapkan)
b. Tujuan Penelitian
c. Kgunaan penelitian
2. Tinjauan Pustaka/Landasan Teori
a. Sistematika fakta
b.
hasil pemelitiam sebelumnya
c. Pustaka mutakhir memuat teori
3. Metode Penelitian
a. Rancangan penelitian
b. Populasi dan sampel
c. Vartiabel pnelitianm konseptual dan operasional
d. Lokasi
e. Prosaedur pengambilan data
f. Hipotesis
g. Teknik analisis data
Daftar Pustaka
Lampiran
1.

Keterkaitan antar unsur

M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 4)

dan (5) faedah atau manfaat penelitian. Laksono Tri R. M.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 4) . disusul dengan (2) latar belakang. dan Rumusan Permasalahan  Bagian pertama atau awal sebuah proposal dimulai dengan (1) judul. Latar belakang.Judul. (3) rumusan masalah. (4) keaslian penelitian.

Judul perlu singkat tapi bermakna dan tentu saja harus jelas terkait dengan isinya. Laksono Tri R. karena merupakan gerbang pertama. Judul karya ilmiah berbeda dengan judul novel atau semacamnya dalam hal kejelasan kaitannya dengan isi. M.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 4) . maka judul proposal penelitian perlu dapat menarik minat orang lain untuk membaca.Judul proposal penelitian    Judul merupakan gerbang pertama seseorang membaca sebuah proposal penelitian.

METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 4) .Latar belakang  Mengapa kita memilih permasalahan ini?  Apakah ada opini independen yang menunjang diperlukannya penelitian ini? M. Laksono Tri R.

Rumusan permasalahan   Rumusan permasalahan perlu dituliskan secara singkat. mudah dipahami dan mudah dipertahankan Tuliskanlah rumusan permasalahan sebagai kalimat terakhir dari bagian ini agar mudah dibaca (dan mudah dicari) bahasan lebih panjang lebar tentang cara-2 merumuskan permasalahan termuat di bab tersendiri. jelas.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 4) . Laksono Tri R. M.

Tapi bila sudah pernah diteliti. perlu kita tunjukkan (dengan dasar kajian pustaka) bahwa permasalahan yang akan kita teliti belum pernah diteliti sebelumnya. M. pada dasarnya. Laksono Tri R.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 4) . maka kita perlu mengganti permasalahan (dalam arti: mencari judul lain). maka perlu kita tunjukkan bahwa teori yang ada belum mantap dan perlu diuji kembali. yaitu bila permasalahan tersebut sudah pernah diteliti dan teori yang ada telah dianggap mantap.Keaslian penelitian  Dalam bagian ini.  Kondisi sebaliknya juga berlaku.

apakah hasil penelitian ini dapat diterapkan langsung ke praktek nyata? atau bila tidak langsung. Bagi pembangunan negara.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 4) . Manfaat bagi ilmu pengetahuan dapat berupa penemuan/pengembangan teori baru atau pemantapan teori yang telah ada. Laksono Tri R. jalur atau batu-batu loncatannya apa saja? M.Faedah yang diharapkan    Dalam bagian ini perlu ditunjukkan manfaat atau faedah yang diharapkan dari penelitian ini untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan atau pembangunan negara.

8. 3.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 4) . explanasions) yang ada. Tujuan dan Lingkup Penelitian mengkaji (examine).1. mengatasi kesulitan dalam praktek. Laksono Tri R. atau menjelaskan (explain) suatu fenomena unik. mendeskripsikan (describe). 2. 7. M. 6. memperbaiki interpretasi yang keliru. 9. 4. menutup kesenjangan antar teori (penjelasan. memperbaiki metodologi yang keliru. 5. mengembangkan bukti longitudinal (dari masa ke masa). menguji validitas suatu teori. memberikan penjelasan terhadap bukti-bukti yang bertentangan. meluaskan generalisasi suatu temuan tertentu. memperbarui informasi.

tinjauan pustaka berfungsi:  untuk mempelajari sejarah permasalahan penelitian (sehingga dapat ditunjukkan bahwa permasalahan tersebut belum pernah diteliti atau bila sudah pernah. Laksono Tri R.Tinjauan Pustaka Menurut Castetter dan Heisler (1984).METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 4) .  untuk memahami kelebihan atau kekurangan studi-studi terdahulu (tidak semua penelitian menghasilkan temuan yang mantap).  untuk menghindarkan duplikasi yang tidak perlu (hasil fungsi ini dituliskan sebagai “Keaslian penelitian”).  untuk memahami kerangka atau latar belakang teoritis dari permasalahan yang diteliti (hasil pemahaman tersebut dituliskan tersendiri sebagai “Landasan Teori”).  untuk memberi penalaran atau alasan pemilihan permasalahan (hasil fungsi ini dituliskan sebagai “latar belakang”). M.  untuk membantu pemilihan cara penelitian (dengan belajar dari pengalaman penelitian sebelumnya). teori yang ada belum mantap).

M.Landasan Teori dan Hipotesis   Landasan teori merupakan satu set teori yang dipilih oleh peneliti sebagai tuntunan untuk mengerjakan penelitian lebih lanjut dan juga termasuk untuk menulis hipotesis. Hipotesis memuat pernyataan singkat yang disimpulkan dari landasan teori atau tinjauan pustaka dan merupakan jawaban sementara (dugaan) terhadap permasalahan yang diteliti.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 4) . Laksono Tri R.

 b) dengan nyata menunjukkan adanya hubungan antara dua variabel atau lebih.  c) didukung oleh teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli atau peneliti yang terkait (tercantum dalam landasan teori atau tinjauan pustaka).Hipotesis masih perlu diuji kebenarannya Menurut Borg dan Gall (dalam Arikunto. 1998: 70). M. Laksono Tri R. penulisan hipotesis perlu mengikuti persayaratan sebagai berikut:  a) dirumuskan secara singkat tapi jelas.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 4) .

METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 4) . (b) rincian kegiatan pada setiap tahap.Cara Penelitian dan Jadwal Penelitian Jadwal penelitian menguraikan kegiatan dan waktu yang direncanakan dalam: (a) tahap-tahap penelitian. dan (c) waktu yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan tiap tahap. M. Laksono Tri R. Jadwal dapat dipresentasikan dalam bentuk tabel/matriks atau uraian narasi.

buku dan majalah tidak dipisahkan dalam daftar sendiri-sendiri. M. Dalam daftar pustaka. Untuk penulisan daftar pustaka terdapat banyak corak tata penulisan— ikutilah petunjuk yang berlaku dan terapkan corak tersebut secara konsisten.Daftar Pustaka dan Lampiran    Daftar Pustaka memuat informasi pustaka-pustaka yang diacu dalam proposal penelitian.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 4) . biasanya. Laksono Tri R.

METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 4) .Hubungan isi Prop – Isi Laporan M. Laksono Tri R.

METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 4) . Laksono Tri R.Tugas 2  Copy Panduan Penulisan Usulan Penelitian dan Skripsi STIE ANINDYAGUNA Baca dan hayati untuk persiapan membuat proposal penelitian/Skripsi M.

TAHAP PROSES PENELITIAN & PERUMUSAN PERMASALAHAN MODUL .5 .TAHAP.

TAHAP. Laksono Tri R.TAHAP PROSES PENELITIAN             Mengidentifikasi Masalah Membuat Hipotesis Studi Literature Mengidentifikasi dan Menamai Variabel Membuat Definisi Operasional Memanipulasi dan Mengontrol Variabel Menyusun Desain Penelitian Mengidentifikasi dan Menyusun Alat Observasi dan Pengukuran Membuat Kuesioner dan Jadwal Interview Melakukan Analisa Statistik Menggunakan Komputer untuk Analisa Data Menulis Laporan Hasil Penelitian M.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 5) .

antara tren perkembangan dengan keinginan pengembangan. Laksono Tri R.Penemuan Permasalahan Permasalahan dapat diidentifikasikan sebagai kesenjangan antara fakta dengan harapan.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 5) . M. antara kenyataan dengan ide.

Cara Menemukan permasalahan

M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 5)

Cara-cara Formal
Penemuan Permasalahan

Rekomendasi suatu riset. Biasanya, suatu laporan
penelitian pada bab terakhir memuat kesimpulan
dan
saran.
Saran
(rekomendasi)
umumnya
menunjukan kemungkinan penelitian lanjutan atau
penelitian lain yang berkaitan dengan kesimpulan
yang dihasilkan. Saran ini dapat dikaji sebagai arah
untuk menemukan permasalahan.

Analogi adalah suatu cara penemuan permasalahan
dengan cara “mengambil” pengetahuan dari bidang
ilmu lain dan menerapkannya ke bidang yang
diteliti. Dalam hal ini, dipersyaratkan bahwa kedua
bidang tersebut haruslah sesuai dalam tiap hal-hal
yang penting.

M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 5)

Cara-cara Formal Penemuan
Permasalahan



Renovasi. Cara renovasi dapat dipakai untuk mengganti
komponen yang tidak cocok lagi dari suatu teori.
Dialektik, dalam hal ini, berarti tandingan atau
sanggahan.
Ekstrapolasi
adalah
cara
untuk
menemukan
permasalahan dengan membuat tren ( trend) suatu teori
atau tren permasalahan yang dihadapi.
Morfologi
adalah
suatu
cara
untuk
mengkaji
kemungkinan-kemungkinan kombinasi yang terkandung
dalam suatu permasalahan yang rumit, kompleks.
Dekomposisi merupakan cara penjabaran (pemerincian)
suatu pemasalahan ke dalam komponen-komponennya.
Agregasi merupakan kebalikan dari dekomposisi.

M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 5)

Konsensus juga merupakan sumber untuk mencetuskan permasalahan. Tak perlu diragukan lagi.Cara-cara Informal Penemuan Permasalahan     Konjektur (naluriah). pengalaman merupakan sumber bagi permasalahan. Banyak permasalahan baru dapat ditemukan berkaitan dengan fenomena (kejadian. Fenomenologi. tanpa dasar-dasar yang jelas. M.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 5) . Laksono Tri R. Pengalaman. Seringkali permasalahan dapat ditemukan secara konjektur (naluriah). perkembangan) yang dapat diamati.

bentuk satu pertanyaan umum disusul oleh beberapa pertanyaan yang spesifik. M.Bentuk Rumusan Permasalahan 1. 4. bentuk satu pertanyaan (question). bentuk satu penyataan (statement) disusul oleh beberapa pertanyaan (question).METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 5) . 3. dan bentuk pernyataan umum disusul oleh beberapa hipotesis. 5. bentuk hipotesis. 2. Laksono Tri R.

METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 5) . Laksono Tri R.Pertanyaan:   “Pengaruh tingkat penghasilan pada perubahan fisik rumah perumahan KPR?” “Faktor-faktor apa saja dan seberapa besar pengaruh masing-masing faktor pada persepsi penghuni terhadap desain rumah ?” M.

Pernyataan   “Maksud penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa pengaruh tingkat penghasilan pada perubahan fisik rumah perumahan KPR.” “Maksud penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja dan seberapa besar pengaruh masing-masing faktor pada persepsi terhadap desain rumah .METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 5) . Laksono Tri R. M.

3.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 5) yang . Rincian yang penting saja yang diteliti (tidak perlu semua rincian permasalahan diteliti) 5. 4. M. Laksono Tri R. Setiap rincian terkait dengan interpretasi data. Setiap rincian permasalahan haruslah merupakan satuan yang dapat diteliti (a researchable unit ). Semua rincian permasalahan perlu terintegrasi menjadi satu kesatuan permasalahan yang lebih besar (sistemik). 2.Karakteristik Rincian Permasalahan 1. Hindari rincian permasalahan pengatasannya tidak realistik.

.Contoh Rumusan Permasalahan  Di bawah ini diberikan beberapa contoh rumusan masalah. sebagai berikut:   “. . .METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 5) . . dan apakah motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja perusahaan?” “. . . . . . permasalahan sebagai berikut: Apakah kepemimpinan mempunyai pengaruh langsung terhadap kinerja perusahaan . . M. . . dengan penelitian ini ingin diketahui faktor – faktor apa yang dapat mempengaruhi perilaku ibu – ibu dalam membeli produk X”. Laksono Tri R. . .

PENULISAN TINJAUAN PUSTAKA MODUL .6 .

Laksono Tri R.  Relevan dengan permasalahan penelitian anda  M.Tinjauan Pustaka mempunyai arti: peninjauan kembali pustakapustaka yang terkait (review of related literature).METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 6) .

M. membantu pemilihan prosedur penelitian.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 6) . mendalami landasan teori yang berkaitan dengan permasalahan. mengkaji kelebihan dan kekurangan hasil penelitian terdahulu. dan menunjang perumusan permasalahan.Kegunaan Tinjauan Pustaka       mengkaji sejarah permasalahan. Laksono Tri R. menghindari duplikasi penelitian.

Laksono Tri R.Sumber-Sumber Pustaka 1) abstrak hasil penelitian 2) indeks 3) review 4) jurnal 5) buku referensi 6) Internet M.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 6) .

M. Laksono Tri R.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 6) .Indeks  Indeks menyediakan judul-judul buku yang disusun berdasarkan deskripsi utama masingmasing buku tetapi tidak menyediakan abstraknya. Heading memberikan informasi pada kita buku mengenai Internet.  misalnya Indeks Internet akan ditampilkan sebagai berikut: bagian heading (kepala berita) Internet. proxy server. hal utama yang dibahas ialah mengenai proxy server.

 Dalam review biasanya penulisnya memberikan perbandingan dan bahkan juga kritik terhadap buku atau karya yang direview oleh yang bersangkutan. Kadang penulis review juga memberikan kesimpulan alternatif kepada pihak pembaca yang tujuannya ialah agar pembaca dapat memperoleh pandangan yang berbeda dari buku yang dibacanya. M. Tulisan disusun berdasarkan topik dan isi. Laksono Tri R.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 6) .Review  Review berisi tulisan-tulisan yang mensintesis karya-karya atau buku yang pernah ditulis dalam suatu periode waktu tertentu.

Jurnal

Jurnal berisi tulisan-tulisan dalam satu bidang
disiplin ilmu yang sama, misalnya ilmu
manajemen dalam ilmu ekonomi atau teknik
informatika dalam ilmu komputer.

Kegunaan utama jurnal ialah dapat digunakan
sebagai sumber data sekunder karena pada
umumnya tulisan-tulisan di jurnal merupakan
hasil penelitian. Kita dapat juga menggunakan
tulisan di jurnal sebagai bahan kutipan untuk
referensi dalam penelitian kita sebagaimana
buku-buku referensi.
M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 6)

Buku referensi

Buku referensi berisi tulisan yang umum dalam
disiplin ilmu tertentu. Ada baiknya kita memilih
buku yang bersifat referensi bukn buku yang
bersifat sebagai penuntun dalam menggunakan
atau membuat sesuatu.

Buku referensi yang baik akan berisi tulisan yang
mendalam mengenai topik tertentu dan disertai
dengan teori-teori penunjangnya sehingga kita
akan dapat mengetahui perkembangan teori
dalam ilmu yang dibahas dalam buku tersebut.

M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 6)

Cara Pencarian Pustaka

Manual
mengunjungi perpustakaan
 tempat-tempat sumber informasi (BPS)

Online
http://www.google.com
 http://www.yahoo.com
 http://www.msn.com

M. Laksono Tri R- METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 6)

Laksono Tri R. penulisan rujukan dilakukan dengan cara menulis nama pertama dari pengarang tersebut diikuti dengan dkk.CARA MERUJUK    Perujukan dilakukan dengan menggunakan nama akhir dan tahun Jika terdapat dua pengarang. M. perujukan dilakukan dengan cara menyebut nama akhir kedua pengarang tersebut Jika ada tiga pengarang atau lebih. Atau et al.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 6) .

Pirolisis ampas tebu (Othmer dan Fernstrom. 1943) menghasilkan. dan Weisz. P.P... Bensin dapat dibuat dari metanol (Meisel dkk. McCullough. disebutkan nama akhirya saja. C..METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 6) .. b.. Laksono Tri R.H... Leckthaler.L. J..B. S. yaitu Meisel..... dan kalau lebih dari 2 orang. c.. hanya nama akhir penulis pertama yang dicantumkan dlikuti dengan dkk atau et al: Menurut Calvin (1978) ...  Lebih lengkap Baca buku pedoman penulisan Skripsi STIE ANINDYAGUNA terbaru…..Yang membuat tulisan pada contoh (c) berjumiah 4 orang.Penulisan Kutipan (Nama penulis yang diacu dalam uraian ) Penulis yang tulisannya diacu dalam uraian hanya a.! M. 1976) .

Laksono Tri R.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 6) . Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah “ terdapat kecenderungan semakin banyak ‘ campur tangan ‘ pimpinan perusahaan semakin rendah tingkat partisipasi karyawan di daerah perkotaan ( Soewignyo. 1991 : 101 ) M. 1990 : 13 ). Kesimpulan dari penelitian ini adalah “ ada hubungan yang erat antara faktor sosial ekonomi dengan kemajuan belajar “ (Soebronto. Jika ada tanda kutip dalam kutipan digunakan tanda kutip tunggal.Merujuk Kutipan Langsung Kurang dari 40 kata       Nama pengarang disebut dalam teks secara terpadu : Soebronto ( 1990 : 123 ) menyimpulkan “ ada hubungan yang erat antara faktor sosial ekonomi dengan kemajuan belajar “ Nama pengarang disebut bersama dengan tahun penerbitan dan nomor halaman.

Laksono Tri R. the behavior ere never exhibited again. even when real drug well administered.Merujuk kutipan langsung 40 kata atau lebih Kutipan yang berisi 40 kata atau lebih ditulis tanpa tanda kutip secara terpisah dari teks yang mendahului. dimulai pada ketukan ke 6 dari garis tepi sebelah kiri. Earlier studies were clearly premature in attributing the results to a placebo effect. disappeared when behavior were studied in the manner.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 6) . Furthermore. dan diketik dengan spasi tunggal : Smith ( 1990 : 276 ) menarik kesimpulan sebagai berikut : The “ placebo effect “. with had been verified in previous studies. M.

tangan.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 6) . maka kalimat yang dibuang diganti dengan 4 titik : “ Gerak manipulatif adalah keterampilan yang memerlukan koordinasi antara mata. atau bagian tubuh lain …. dan menggambar “ (Asin. Yang termasuk bagian manipulatif antara lain adalah menangkap bola. Laksono Tri R. 1995 : 278 ) Jika ada kalimat yang dibuang. 1995 : 315 ) Nama pengarang disebut terpadu dalam teks : Salminin ( 1990 : 13 ) tidak menduga bahwa mahasiswa tahun ketiga lebih baik daripada mahasiswa tahun keempat.Kutipan yang sebagian dihilangkan : “ Semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah …. 1990 : 13 ) M. Diharapkan sudah melaksanakan kurikulum baru “ ( Manan. menendang bola. Nama pengarang disebut dalam kurung bersama tahun penerbitannya : Mahasiswa tahun ketiga ternyata lebih baik daripada mahasiswa tahun keempat ( Salimi.

.L.P. et al.. saja. .  Lebih lengkap Baca buku pedoman penulisan Skripsi STIE ANINDYAGUNA terbaru…. S.! M. Contoh:  Meisei. P.. dan tidak boleh hanya penulis pertama diambah dkk atau et al.L. semua penulis harus dicantumkan namanya. McCullough. C. Laksono Tri R. dan Weisz.L. Tidak boleh hanya:  Meisel.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 6) . 1 976. J.Penulisan Daftar Pustaka  Dalam daftar pustaka. dkk atau Meisel..B.. S. S.H... Leckthaler.

METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 6) . Laksono Tri R.Derajat kesarjanaan Derajat kesarjanaan tidak boleh dicantumkan (tanpa penulisan Gelar akademik atau profesi penulis) M.

Judul tempat atau media informasi (tanggal informasi dikumpulkan dari media tersebut). pita rekaman video. Tahun publikasi (bila ada).Pencarian Pustaka secara elektronis/on-line   Informasi ilmiah tersebut tersedia dari media seperti: CD-ROM (yang dibaca lewat komputer). Laksono Tri R. M. Inisial. pita rekaman suara. dan lewat internet. Judul karya. Komponen dasar dari sitasi (pengacuan) pustaka adalah sebagai berikut: Nama akhir pengarang.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 6) .

Contoh untuk informasi lewat e -mail: Djunaedi. Tropical Indonesian Architecture ftp://indoarch.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 6) . 1994. 2000). P. researchnews@ugm.id (19 Apr. A.com/Pub/CCC94/johnson-p (22 Apr.. The History of Indonesian Urban Planning. 2000).id/adj/riset99/ (18 Apr. Laksono Tri R. A. 22 Maret 2000. http://www.Contoh penulisan daftar pustaka hasil penelusan online Contoh untuk situs FTP (File Transfer Protocol): Johnson. 2000). 2000. M. The urban pattern of some coastal cities in the northern Central Java. Contoh untuk situs WWW (World Wide Web): Djunaedi.mpkd -ugm..ac.ac.

METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 6) .Kita Merujuk Metode pengutipan APA Style Apa itu APA Style? (American Psychological Association)  Bandingkan dengan BUKU PEDOMAN PENULISAN SKRIPSI STIE ANINDYAGUNA! M. Laksono Tri R.

RUANG LINGKUP PENELITIAN MANAJEMEN MODUL .7 .

manajemen pemasaran. manajemen keuangan. manajemen sumber daya manusia dan perilaku organisasi. M.Ruang Lingkup Penelitian Manajemen Penelitian manajemen adalah penelitian yang umumnya dilakukan oleh akademisi yang mengkaji keilmuan manajemen seperti bisnis umum.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 7) . …… dan disini kita boleh mengkaji Manajemen Perhotelan. dan manajemen operasional. sistem informasi manajemen. Manajemen Pariwisata……. Laksono Tri R.

Laksono Tri R.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 7) .Bisnis Umum            Peramalan Bisnis· Trend Bisnis Dan Industri· Inflasi dan Penentuan Harga· Akuisisi· Ekspor dan Perdagangan Internasional· Studi Kelayakan Bisnis· Profil Pelaku Bisnis yang Sukses· Bisnis Pejabat· Nilai Budaya Bisnis Antar Suku· Peranan Lembaga Konsumen M.

Manajemen Pemasaran              Potensi Pasar· Karakteristik Pasar· Penjualan· Strategi Pemasaran· Inovasi produk · Pengaduan konsumen· Perilaku Konsumen· Image Konsumen· Studi Kelayakan Pasar · Profil & Dinamika Konsumen· Analisis Lokasi· Studi Kelayakan Pasar· Pengujian Pasar·                  Segmentasi Pasar· Produk Baru· Saluran Distribusi· Promosi· Periklanan· Multilevel Marketing · Franchising (Waralaba)· Kepemimpinan Pasar· Pelayanan· Tingkat Penjualan· Persaingan Pasar· Respon akibat perubahan harga· Elastisitas harga · Biaya setiap lini produk· Angggaran promosi optimal· Pengujian iklan yang kreatif· Intensitas Grosir dan retail· M. Laksono Tri R.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 7) .

METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 7) .Manajemen Keuangan                Anggaran Sumber-sumber Pembiayaan Modal Kerja Tingkat Bunga dan Resiko Kredit Investasi Biaya Modal Portofolio Penilaian Saham dan Obligasi Analisis Biaya Hasil Resiko Rasio-Rasio Keuangan Lembaga Keuangan Implikasi Pajak Merger dan Akuisisi M. Laksono Tri R.

Laksono Tri R.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 7) .Manajemen Sumber Daya Manusia dan Perilaku Organisasi              Manajemen Mutu Terpadu Motivasi dan Kepuasan Kerja Gaya Kepemimpinan Produktivitas Tenaga Kerja Efektivitas Organizationa Budaya & Komunikasi Organissi Studi Gerak dan Waktu Serikat Pekerja Perilaku Karyawan Loyalitas Kerja Kinerja Supervisor Sistem Penilaian Kerja Pengambilan Keputusan                    Penilaian Kinerja Stress Kerja Manajemen Konflik Emotional Quetion· Spritual Quetion Desain Organisasi Perubahan & Pengembangan Org Rekruitment Seleksi dan Penempatan Sistem Kompensasi Pengembangan Karir Promosi Mutasi Kreativitas Manajemen Model-Model Pola Kerja Manajemen Partisipasi Perbedaan Gender Polusi dan Kesehatan Kerja Pemberhentian M.

Sistem Informasi Manajemen         Sistem Informasi Eksekutif Sistem Komunikasi Bisnis Sistem Dukungan Keputusan Aliansi fungsi Sistem Informasi Personel Sistem Informasi Pengembangan Sistem Informasi Jaringan Efektif MIS Penggunaan Konsultan dlm Pembuatan Keputusan M. Laksono Tri R.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 7) .

Manajemen Operasi dan Produksi              Sistem Produksi Penentuan Lokasi Plant layout Prosedur Dan Metode Kerja Mesin Dan Peralatan Produksi Material Handling Pemeliharaan (Maintenance) Sistem Pergudangan Pengendalian Persediaan Pengendalian Material Pengendalian Tenaga Kerja Pengendalian Mutu Statistical Quality Control M.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 7) . Laksono Tri R.

METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 7) .Manajemen Perhotelan (HoReCa)  Hotel (Akomodasi)      Kantor Depan Kamar Restoran Café dan bar ……… M. Laksono Tri R.

METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 7) .Manajemen Pariwisata     Objek dan daya tarik wisata Biro perjalanan wisata Wisatawan ……… M. Laksono Tri R.

Metode Penelitian I. Latar Belakang Penelitian C.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 7) . Batasan Masalah E. Perumusan Masalah D. Daftar Pustaka M. Judul Penelitian B. Tinjauan Pustaka H. Laksono Tri R. Manfaat Penelitian G.Tugas 3 Tugas ini sekaligus sebagai bahan rancangan Tugas Akhir  Sifat tugas : Perorangan (Tidak boleh ada judul yang sama pada obyek penelitian yang sama)  Batas akhir pengumpulan tugas : paling lambat 1 (satu) minggu sebelum jadwal ujian akhir semester mata kuliah Metodologi Penelitian Sistematika Usulan Penelitian (Proposal) sebagai berikut : A. Tujuan Penelitian F.

PENULISAN SKRIPSI MODUL .8 .

Penulisan skripsi untuk semua jenis penelitian di sajikan dalam lima bab sebagai berikut:      Bab I : Pendahuluan Bab II : Tinjauan Pustaka Bab III : Metode Penelitian Bab IV : Hasil Penelitian dan Pembahasan Bab V : Kesimpulan dan Saran M. Laksono Tri R.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 8) .

METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 8) . Laksono Tri R.BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Permasalahan  Rumusan Permasalahan  Tujuan dan Kegunaan Penelitian  M.

maka dalam Latar Belakang Penelitian disajikan minimal 3 periode atau tahun. yang dapat digali dari sumber utama dan/atau sumber kedua seperti Biro Pusat Statistik. hasil penelitian terdahulu. Apabila perusahaan (sebagai sumber utama) belum menyajikan laporan keuangan. jurnal dan internet Latar Belakang Penelitian memuat hasil penelitian terdahulu (dari jurnal) dengan menyebutkan sumber jurnal yang dipakai sebagai referensi. M. misalnya rasio keuangan (financial ratio). Laksono Tri R. Latar Belakang Penelitian apabila memungkinkan dapat didukung oleh data penunjang.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 8) .Latar Belakang Permasalahan     Latar Belakang Permasalahan merupakan penjelasan fenomena yang diamati dan menarik perhatian peneliti dan bukan merupakan alasan pemilihan judul.

yang isinya mencerminkan adanya permasalahan yang perlu dipecahkan atau adanya permasalahan yang perlu untuk dijawab. Laksono Tri R.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 8) . Rumusan permasalahan merupakan inti penelitian.Rumusan Permasalahan   Rumusan permasalahan disajikan secara singkat dalam bentuk kalimat tanya. sehingga bisa dipakai pertimbangan menyusun judul dan hipotesis M.

menguraikan kontribusi yang diharapkan dari hasil penelitian itu sendiri. M.  Kegunaan Penelitian: Kegunaan penelitian. atau penelitian ini bertujuan untuk …………………dan sebagainya. Berikut ini beberapa contoh cara pengungkapan tujuan penelitian yang umumnya diawali dengan kalimat tujuan penelitian adalah untuk ………….Tujuan dan Kegunaan Penelitian  Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian merupakan sasaran yang hendak dicapai oleh peneliti sebelum melakukan penelitian dan mengacu pada permasalahan.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 8) . Laksono Tri R.

METODOLOGI PENELITIAN teori. Hipotesis berlandaskan M. Laksono Triharus R. (Modul – 8)jika ingin . sedangkan hipotesis penelitian beraspek statistik disajikan dalam bab III. Apabila analisis data (akhir bab IV) direncanakan tidak untuk menganalisis data secara luas baik masalah utama (mayor) maupun bagian-bagiannya (minor) maka dalam hipotesis tidak perlu dicantumkan hipotesis mayor dan minor.BAB II TINJAUAN PUSTAKA   Kerangka teori sebaiknya menggunakan acuan yang berhubungan dengan permasalahan yg diteliti dan acuan-2 yg berupa hasil penelitian terdahulu (bisa disajikan di Bab II atau dibuat sub-bab tersendiri) Hipotesis Penelitian Jika penelitian bersifat korelasional maka :    Hipotesis penelitian beraspek empiris disajikan pada akhir bab II dalam sub-sub tersendiri dengan memperhatikan teori pendukungnya.

BAB III METODE PENELITIAN      Jenis Penelitian Variabel dan Pengukuran Populasi dan Sampel Metode Pengumpulan Data Metode Analisis M.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 8) . Laksono Tri R.

 Eksperimen semu. M.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 8) . Laksono Tri R.JENIS PENELITIAN Penelitian bisa bersifat kuantitaif maupun kualitatif.  Korelasional.  Kaji tindak.  Deskriptif.  Kasus dan penelitian lapangan.  Eksperimen murni.  Perkembangan. misalnya:  Historis.  Kausal komparatif.

M. Tersedianya alat dan kondisi kerja. Kesesuaian dengan kemampuan untuk mengumpulkan data yang diperlukan. Resiko kegagalan. Kesesuaian dengan kemampuan dan latar belakang pendidikan. Laksono Tri R. Kesesuaian dengan waktu. tenaga dan biaya.Pemilihan jenis penelitian dilakukan berdasarkan pertimbanganpertimbangan berikut :       Daya tarik permasalahan.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 8) .

” ( Sugiyono. 32) Peubah harus terukur M.Variabel dan Pengukuran   “Perubah (Variable) merupakan suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang. Laksono Tri R. 2003.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 8) . objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya.

79) “Sampel adalah semacam miniatur (mikrokosmos) dari populasinya” (Santoso & Tjiptono. Populasi yang akan diteliti harus didefinisikan dengan jelas sebelum penelitian dilakukan. 2002. 2002. Laksono Tri R.” (Santoso & Tjiptono.Populasi dan Sampel   “Populasi merupakan sekumpulan orang atau objek yang memiliki kesamaan dalam satu atau beberapa hal dan yang membentuk masalah pokok dalam suatu riset khusus.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 8) . 80) M.

130-141) M.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 8) . Laksono Tri R. Kuesioner (angket) dapat dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Observasi merupakan suatu proses yang komplek . 2003.” (Sugiyono. suatu proses yang tersusun dari pelbagai proses biologis dan psikologis. Dua di antara yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan.Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data misalnya :  “Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur   maupun tidak terstruktur. dan dapat dilakukan melalui tatap muka (face to face) maupun dengan menggunakan telpon.

Lihat buku "Ekonometrika Dasar" oleh Damodar Gujarati alih bahasa Sumarno Zain.Metode Analisis   Metode analisis disesuaikan dengan Rumusan Permasalahan pada Bab I Jika metode analisis menggunakan regresi dengan Ordinary Least Square (OLS) Estimators. Laksono Tri R.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 8) . M. maka uji asumsi klasik harus dilakukan. 2000.

Laksono Tri R. Penyajian Data Pada sub bab ini dipaparkan data yang ada relevansinya dengan topik skripsi.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 8) . b. Analisis Data dan Interpretasi M.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN BAHASAN a.

Saran Saran-saran merupakan himbauan kepada instansi terkait maupun peneliti berikutnya yang berdasarkan pada hasil temuan.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 8) . Saran sebaiknya selaras dengan topik penelitian M.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 1. 2. Laksono Tri R. Kesimpulan Kesimpulan menjelaskan butir-butir temuan (hasil penelitian dan bahasan) yang disajikan secara singkat dan jelas.

diskripsi .Daftar Pustaka Lihat penjelasan Modul sebelumnya Lampiran: Lampiran: memuat hal-hal atau informasi yang mendukung bab-bab sebelumnya. Laksono Tri R. Laporan Keuangan perusahaan (Neraca. R/L dsb). misalnya: data (hasil Questionaire. data time series).METODOLOGI PENELITIAN – 8) . informasi yang terkait dengan hasil (misal: olahan komputer. (Modul hasil uji M.

POPULASI DAN SAMPEL SKALA PENGUKURAN MODUL .9 .

Populasi yang akan diteliti harus didefinisikan dengan jelas sebelum penelitian dilakukan.Definisi  “Populasi merupakan sekumpulan orang atau objek yang memiliki kesamaan dalam satu atau beberapa hal dan yang membentuk masalah pokok dalam suatu riset khusus. 79)  “Sampel adalah semacam miniatur (mikrokosmos) dari populasinya” (Santoso & Tjiptono. 80) M. 2002. 2002. Laksono Tri R.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9) .” (Santoso & Tjiptono.

•Inferential Statistics Making decisions based on sample data. Laksono Tri R.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9) . M.Statistical Methods •Descriptive Statistics Collecting and describing data.

Laksono Tri R.Descriptive Statistics •Collect Data e. Tables and Graphs •Characterize Data e.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9) . M.g. Mean  xi n A Characteristic of a: Population is a Parameter Sample is a Statistic. Survey •Present Data e.g.g.

Laksono Tri R.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9) . M.Inferential Statistics •Estimation •Hypothesis Testing Making decisions concerning a population based on sample results.

Types of Data D a ta C a te g o r ic a l N u m e r ic a l D is c r e te C o n tin u o u s M. Laksono Tri R.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9) .

Laksono Tri R.Data Sources Primary Secondary Data Collection Data Compilation Print or Electronic Observation Survey Experimentation M.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9) .

Types of Sampling Methods Samples Non-Probability Samples Judgement Quota Chunk Probability Samples Simple Random Stratified Cluster Systematic M. Laksono Tri R.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9) .

METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9) Cluster . Laksono Tri R. Probability Samples Simple Random Systematic Stratified M.Probability Samples Subjects of the sample are chosen based on known probabilities.

METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9) . • One may use table of random numbers for obtaining samples. M. Laksono Tri R.Simple Random Samples •Every individual or item from the target frame has an equal chance of being selected. •Selection may be with replacement or without replacement.

Systematic Samples • Decide on sample size: n • Divide population of N individuals into groups of k individuals: k = N/n • Randomly select one individual from the 1st group. • Select every k-th individual thereafter. N = 64 n=8 First Group k=8 M.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9) . Laksono Tri R.

METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9) . • The two or more samples are combined into one. Laksono Tri R. M.Stratified Samples • Population divided into 2 or more groups according to some common characteristic. • Simple random sample selected from each.

each representative of the population.Cluster Samples • Population divided into several “clusters”. M. Population divided into 4 clusters.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9) . • The samples are combined into one. • Simple random sample selected from each. Laksono Tri R.

Follow up on non responses.Types of Survey Errors •Coverage Error •Non Response Error •Sampling Error •Measurement Error Excluded from selection.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9) . Chance differences from sample to sample. Laksono Tri R. Bad Question! M.

Skala Pengukuran  Ada empat tipe skala pengukuran dalam penelitian. yaitu :  nominal. M.  interval dan  ratio. Laksono Tri R.  ordinal.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9) .

M.  Sebagai contoh kita mengklasifikasi variable jenis kelamin menjadi sebagai berikut: laki-laki kita beri simbol angka 1 dan wanita angka 2. Apabila kita menggunakan skala pengukuran nominal. sebagai contoh mengklasifikasi jenis kelamin.  Hasil analisa dipresentasikan dalam bentuk persentase. Laksono Tri R.Nominal  Skala pengukuran nominal digunakan untuk mengklasifikasikan obyek.  Dalam mengidentifikasi hal-hal di atas digunakan angka-angka sebagai symbol. maka statistik non-parametrik digunakan untuk menganalisa datanya. dan area geografis. pekerjaan.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9) . individual atau kelompok. agama.

Laksono Tri R. 3.Ordinal    Skala pengukuran ordinal memberikan informasi tentang jumlah relatif karakteristik berbeda yang dimiliki oleh obyek atau individu tertentu. Tingkat pengukuran ini mempunyai informasi skala nominal ditambah dengan sarana peringkat relatif tertentu yang memberikan informasi apakah suatu obyek memiliki karakteristik yang lebih atau kurang tetapi bukan berapa banyak kekurangan dan kelebihannya. M. netral. tidak mengekspresikan jumlah. Jawaban pertanyaan berupa peringkat misalnya: sangat tidak setuju. tidak setuju.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9) . setuju dan sangat setuju dapat diberi symbol angka 1. Angkaangka ini hanya merupakan simbol peringkat. 2. 4 dan 5.

METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9) .  Skala pengukuran interval benar-benar merupakan angka. Laksono Tri R. skala pengukuran ini menggunakan statistik parametric.  Angka-angka yang digunakan dapat dipergunakan dapat dilakukan operasi aritmatika. M. yaitu berupa adanya interval yang tetap. misalnya dijumlahkan atau dikalikan.Interval  Skala interval mempunyai karakteristik seperti yang dimiliki oleh skala nominal dan ordinal dengan ditambah karakteristik lain. Untuk melakukan analisa.  Dengan demikian peneliti dapat melihat besarnya perbedaan karaktersitik antara satu individu atau obyek dengan lainnya.

 Pengukuran ratio biasanya dalam bentuk perbandingan antara satu individu atau obyek tertentu dengan lainnya.  Nilai absoult nol tersebut terjadi pada saat ketidakhadirannya suatu karakteristik yang sedang diukur. Laksono Tri R.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9) . M. ordinal dan interval dengan kelebihan skala ini mempunyai nilai 0 (nol) empiris absolut.Ratio  Skala pengukuran ratio mempunyai semua karakteristik yang dipunyai oleh skala nominal.

setuju dengan 2. tidak setuju Termasuk skala pengukuran apakah pertanyaan diatas?…………… M.Perhatikan Contoh berikut!!!!  Apakah saudara setuju kenaikan harga BBM? 1. Laksono Tri R.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9) .

Laksono Tri R.Bagaimana dengan yang ini?  Bagaimana pendapat anda tentang kebijakan ekonomi pemerintah saat ini? 1) Sangat buruk. 2) Buruk. 5) Sangat Baik Apakah ini skala nominal?…………… M. 3) Cukup. 4) Baik.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9) .

METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9) .Lalu yang ini?  Berapa kenaikan harga bahan pokok yang Saudara setujui? 1). Laksono Tri R. 6% 4). 8% Apakah ini termasuk Skala Rasio? …………… M. 2 % 5). 4% 3).10% 2).

80. Rp.000 . Laksono Tri R. Rp.60.Rp.40.120.000 3).Bagaimana yang terakhir ini?      Berapa harga tiket kereta api Bandung – Jakarta yang Saudara inginkan untuk kelas bisnis dan eksekutif? 1).Rp.METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9) .000 .000 2).40.Rp.000 .000 Apakah ini skala interval atau ordinal? …………… M.40. Rp.

METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9) . Laksono Tri R.Contoh Questioner Name : Age : Sex : Education : Departement Address M/F NGO/University/Government/……… : M.

METODOLOGI PENELITIAN (Modul – 9) 5 . Laksono Tri R.Contoh Questioner Opportunities Strongly disagree (1) .Strongly agree (5) 1 2 3 4 Generating tourism business Employment Increasing family income Increasing value of village M.

PENGOLAHAN DATA (Pengenalan SPSS) MODUL -10 .

??  Apa itu SPSS?  Apa yang bisa dilakukan SPSS?  Apa kesamaan SPSS dengan Microsoft Office Excel? .

such as averages and frequencies. manipulating data. to advanced inferential statistics. analysis of variance. and factor analysis SPSS also contains several tools for manipulating data. including functions for recoding data and computing new variables as well as merging and aggregating datasets.    SPSS is a software package used for conducting statistical analyses. . Statistical analyses range from basic descriptive statistics. SPSS also has a number of ways to summarize and display data in the form of tables and graphs. and generating tables and graphs that summarize data. such as regression models.

. the Data Editor and the Output Viewer windows. each of which is associated with a particular SPSS file type  Two windows most frequently used in analyzing data in SPSS. the Syntax Editor and the use of SPSS command syntax is discussed briefly.  The Data Editor is the window that is open at start-up and is used to enter and store data in a spreadsheet format.  In addition.SPSS for Windows consists of three different windows.

and organizing data in SPSS. each of which is associated with a particular SPSS file type   The Output Viewer opens automatically when you execute an analysis or create a graph using a dialog box or command syntax to execute a procedure.SPSS for Windows consists of three different windows. defining. . All output from these commands will appear in the Output Viewer. The Syntax Editor is a text editor where you compose SPSS commands and submit them to the SPSS processor. This document focuses on the methods necessary for inputting. The Output Viewer contains the results of all statistical analyses and graphical displays of data.

and Windows NT. Windows 98. Windows 2000. You can also start SPSS by doubleclicking on an SPSS file. You should find an SPSS icon under the Programs menu item. . go to the Start icon under Windows 95.Starting SPSS   To start SPSS.

.

  DATA VIEW Baris di dalam data view adalah nomor subjek Kolom adalah banyaknya variabel .

.

Kolom adalah definisi dari tiap variabel .  VARIABLE VIEW Baris di dalam variable view adalah variabel-variabel dari data.

dapat menggunakan copy-paste atau meng-import-nya dari SPSS  .INPUT DATA Menginput data dapat dilakukan dengan memasukkan data secara langsung ke data editor dalam format SPSS maupun format lain (misal Micosoft Excel)  Untuk mengubah data yang sudah diinput dalam format lain menjadi format SPSS.

DATA DALAM FORMAT SPSS Memasukkan (entri) data dengan format SPSS dapat dilakukan langsung meng-entri datanya di data view  Atau dengan mendefinisikan dahulu variabelnya di variable view  .

NAME    Adalah nama atau singkatan dari variabel Nama atau singkatan variabel dibuat dalam huruf kecil (di bawah versi 11.0) Karakter pertama harus huruf dan tidak menggunakan spasi .

TYPE   Umumnya yang digunakan adalah tipe NUMERIC (data berupa angka) dan STRING (data berupa huruf) Untuk mengubah tipe variabel klik di pojok kanan kotak type  variable type .

WIDTH   Adalah banyaknya karakter dari data yang akan dientri Berkaitan dengan COLUMNS .

DECIMALS  Adalah banyaknya angka desimal yang digunakan  Default angka desimal di SPSS adalah 2  Bila data (numeric) bilangan bulat. sebaiknya desimal dibuat 0 (nol)  untuk mengubah nilai desimal  klik di pojok kanan kotak .

LABEL


Adalah versi lengkap dari NAME, bisa
banyak karakter
Bisa huruf besar dan menggunakan spasi
Sebaiknya dituliskan, terlebih bila akan
variabel tersebut akan diolah lebih lanjut

VALUES


Digunakan untuk meng-coding data NOMINAL
Untuk membuat coding suatu variabel  klik
di pojok kanan kotak values  VALUE LABEL
Value untuk coding
Value Label untuk definisi value

MISSING
 Digunakan bila dalam data yang akan
diolah terdapat datum yang tidak terisi
atau tidak lengkap
 Sebaiknya data yang akan diolah lengkap
 Bila ada beberapa datum tidak terisi, pilih
angka yang tertentu sebagai tanda missing
values atau kosongkan saja

COLUMN   Adalah lebar tempat nama karakter dari NAME Besarnya minimal sama dengan besarnya nilai di WIDTH .

terutama untuk data berupa angka Untuk mengubah menjadi Left/Centre/Right  Klik di pojok kanan kotak Align .ALIGN    Sama seperti Align di Microsoft Word Lebih baik terlihat apabila dibuat menjadi center.

MEASURE  Adalah skala pengukuran dari variabel yang bersangkutan  Untuk mengubah skala pengukuran  klik di pojok kanan kotak scale  Skala pengukuran Interval dan Ratio dalam SPSS adalah SCALE .