You are on page 1of 30

RANGKAIAN LOGIKA

Outline
Pendahuluan
Buffer
AND
OR
NOT
NAND
NOR
X-OR
X-NOR

Pendahuluan
Seperti kita ketahui, mesin-mesin digital

hanya mampu mengenali dan mengolah
data yang berbentuk biner. Dalam sistem
biner hanya di ijinkan dua keadaan yang
berbeda.
Contoh dua keadaan yang berbeda yaitu:
hidup-mati, tinggi-rendah, sambung-putus
dll.

benar=0 dan salah=1 dan seterusnya tergantung kesepakatan sejak awal. . Dapat pula hidup=0 dan mati=1. tinggi=0 dan rendah=1. benar=1 dan salah=0 dan seterusnya.Dua keadaan dari sistem biner tesebut disimbolkan dengan angka biner 0 atau 1. misalnya: hidup=1 dan mati=0. tinggi=1 dan rendah=0.

. karena sinyal masukan dan sinyal keluaran hanya berupa tegangan tinggi atau tegangan rendah. Gerbang tersebut merupakan rangkaian dengan satu atau lebih dari satu sinyal masukan tetapi hanya menghasilkan satu sinyal keluaran. Gerbang ini merupakan rangkaian digital (dua keadaan). Dengan demikian gerbang sering disebut rangkaian logika karena analisisnya dapat dilakukan dengan aljabar Boole.Definisi Gerbang Logika Dalam elektronika digital sering kita lihat gerbang-gerbang logika.

NAND. NOR. XNOR. AND. . X-OR.Ada beberapa rangkaian logika dasar yang dikenal. OR. diantaranya adalah : Inverter (NOT).

. Simbol gerbang logika ini ditunjukkan pada gambar dibawah ini. Kondisi logika dari keluaran gerbang ini akan sama dengan kondisi logika dari masukkanya.Gerbang Dasar: BUFFER Buffer adalah gerbang logika yang digunakan untuk menyangga kondisi logika.

B =AB A 0 0 1 1 B 0 1 0 1 OUTPUT Y 0 0 0 1 .GERBANG AND Keterangan: A B Y A & B adalah saklar Y adalah lampu Simbol Gerbang AND A B Tabel Kebenaran INPUT Y=A.

.

Gerbang AND dengan banyak Input .

GERBANG OR Keterangan: A Y A dan B =Saklar B Y= lampu Simbol Gerbang OR A Y=A+B B Tabel kebenaran INPUT A B 0 0 0 1 1 0 1 1 OUTPUT Y 0 1 1 1 .

Gerbang OR dengan banyak Input .

Y Simbol Gerbang NOT Tabel Kebenaran INPUT A Y A 0 1 OUTPU T Y 1 0 . jika saklar ditutup disebut berlogika 1.GERBANG NOT A Jika saklar dibuka maka berlogika 0.

Gerbang NOT disebut juga inverter atau gerbang komplemen (lawan) .

GERBANG NAND  Operasi dari gerbang NAND ekivalen dengan gerbang AND yang diikuti inverter (gerbang NOT) : A Y = AB B AND A Menjadi: NAND NAND sebagai sakelar Y B B NOT A Y = AB Tabel kebenaran Input A 0 0 1 1 B 0 1 0 1 Output Y 1 1 1 0 .

GERBANG NOR Gerbang NOR ekivalen dari OR gate yang diikuti dengan inverter(gerbang NOT). A Y = A+B menjadi: B NOR dengan saklar B Y Y = A+B B Tabel Kebenaran Input A A A 0 0 1 1 B 0 1 0 1 Output Y 0 0 0 1 .

Gerbang Kombinasional: X-OR Gerbang X-OR (dari kata exclusive-or) akan memberikan keluaran 1 jika kedua masukannya mempunyai keadaan yang berbeda .

sehingga dapat juga dibentuk dari gerbang X-OR dengan gerbang NOT .Gerbang Kombinasional: X-NOR X-NOR dibentuk dari kombinasi gerbang OR dan gerbang NOT yang merupakan inversinya atau lawan X-OR.

Contoh Kombinasi Gerbang Logika .

Contoh IC Gerbang Logika .

Contoh IC Gerbang Logika .

Contoh IC Gerbang Logika .

OR dan NOT (contoh: A+B+C). Nilainilai dari ekspresi boolean dapat ditabulasikan dalam tabel kebenaran (Truth Table) . Hanya bilangan biner yang terdiri dari angka 0 dan 1 maupun pernyataan rendah dan tinggi. Aljabar boolean memiliki dasar dua macam nilai logika. Teknik ini memanfaatkan aljabar Boole dengan notasi-notasi khusus dan aturan-aturan yang berlaku untuk elemen-elemen logika termasuk gerbang logika Aljabar boolean mendefinisikan aturan-aturan untuk memanipulasi ekspresi simbol logika biner.Aljabar Boolean Aljabar Boolean adalah rumusan matematika untuk menjelaskan hubungan logika antara fungsi pensaklaran digital. Ekspresi logika simbol biner yang terdiri dari variabel biner dan operatoroperator seperti AND. Keluaran dari satu atau kombinasi beberapa buah gerbang dapat dinyatakan dalam suatu ungkapan logika yang disebut ungkapan Boole.

Teori Dasar Aljabar Boolean .

Teori Dasar Aljabar Boolean .

Teori Dasar Aljabar Boolean .

+.+.Xn.+) Dualitas suatu pernyataan logika didapatkan dengan mengganti 1 dengan 0.….1. ….Xn. ◦ dengan +. dengan semua variabel tetap F(X1.Xn’. + dengan ◦. …. ◦.Xn. ◦.0.1.0.X2.Teori De Morgan Secara umum teori De Morgan dapat ditulis sebagai: F’(X1.◦) = F(X1’.0.….1. 0 dengan 1.X2’.0.+) .◦) ⇔ F(X1.X2.X2.1.

Bukti teori De Morgan: (x + y)’ = x’y’ .

TABEL KEBENARAN (TRUTH TABLE) .