You are on page 1of 44

MANAJEMEN

KONFLIK dalam
keperawatan

Dengan konflik, hidup akan lebih hidup,
sebagai tanda kita hidup, tidak mati
By : Putri K., S.Kep.,Ns,
M.Kep.

DEFINISI KONFLIK

 KONFLIK
ADALAH
MASALAH
INTERNAL
DAN
EKSTERNAL YANG TERJADI SEBAGAI AKIBAT DARI
PERBEDAAN PENDAPAT, NILAI, KEYAKINAN DARI
DUA ORANG ATAU LEBIH

SUMBER KONFLIK

KEKUASAAN,
KOMUNIKASI,
KETERSEDIAAN
SARANA,
KOMPETISI&PERSONALITY, PERAN YANG
MEMBINGUNGKAN, TUJUAN SESEORANG
DAN ORGANISASI

Jenis-Jenis Konflik
1. Konflik Intra Individu
 Konfik yang dihadapi atau dialami oleh
individu dengan
dirinya sendiri
2. Konflik Antar Individu
 konflik yang terjadi antara individu yang
berada dalam satu
kelompok / individu yang berada di
kelompok yg berbeda
3. Konflik Antar Kelompok
 konflik yang bersifat kolektif antara satu
kelompok dengan
kelompok yang lain
4. Konflik Organisasi

KETAKUTAN.PROSES KONFLIK KONFLIK LATEN :  TERJADI SECARA TERUS MENERUS KADANG TIDAK NAMPAK SECARA NYATA  CONTO CONTOH : KETERBATASAN STAF DAN KONFLIK YANG DIRASAKAN : H:  KONFLIK YANG TERJADI KARENA ADANYA DIRASAKAN SESUATU : YANG DIRASAKAN SEBAGAI ANCAMAN. . KETIDAKPERCAYAAN DAN MARAH  KONFLIK DI PANDANG SEBAGAI SUATU ANCAMAN/MASALAH TERHADAP KONFLIK YANG NAMPAK :  KEBERADAANNYA KONFLIK YANG SENGAJA DIMUNCULKAN UNTUK : DICARI SOLUSINYA  TINDAKAN YANG DILAKUKAN UNTUK MENCARI SOLUSI DARI KONFLIK DIANTARANYA MENGHINDAR.

RESULUSI KONFLIK :  PRINSIP DARI PENYELESAIAN KONFLIK INI KONFLIK : WIN – WIN SOLUTION ADALAH  PENYELESAIAN MASALAH DENGAN CARA MEMUASKAN SEMUA ORANG YANG TERLIBAT KONFLIK AFTER MATH :  KONFLIK YANG TERJADI AKIBAT TIDAK TERSELESAINYA KONFLIK YANG PERTAMA  KONFLIK INI MENJADI MASALAH BESAR JIKA TIDAK SEGERADI ATASI ATAU DIKURANGI SEHINGGA BISA MENJADI PENYEBAB DARI KONFLIK YANG UTAMA .

LANGKAH-LANGKAH PENYELESAIAN KONFLIK PENGKAJIAN :  ANALISIS SITUASI / IDENTIFIKASI :KONFLIK  IDENTIFIKASI JENIS KONFLIK  VALIDASI FAKTA  SIAPA SAJA YANG TERLIBAT JENIS  MEMATIKAN ISU YANG BERKEMBANG  MENENTUKAN PRIORITAS MASALAH YANG MEMERLUKAN PENYELESAIAN  MENYUSUN TUJUAN .

IDENTIFIKASI : MENGELOLA PERASAAN : IDENTIFIKAS I: HINDARI RESPON EMOSIONAL INTERVENSI :  DIYAKINKAN DAPAT DISELESAIKAN DENGAN : BAIK  IDENTIFIKASI HASIL POSITIF YANG AKAN TERJADI  MENYELEKSI METODE DALAM MENYELESAIKAN MASALAH  PENYELESAIAN KONFLIK PERLU STRATEGI YANG BERBEDA – BEDA SEHINGGA MEMERLUKAN SELEKSI METODE .

STRATEGI PENYELESAIAN KONFLIK  KOMPROMI KOMPROMI ATAU NEGOISASI : STRATEGI PENYELESAIAN KONFLIK DIMANA NEGOISASI : SEMUA YANG TERLIBAT SALING MENYADARI DAN SEPAKAT TENTANG KEINGINAN BERSAMA  SERING DIARTIKAN LOSE – LOSE SITUATION  DUA UNSUR YANG TERLIBAT : MENYERAH DAN MENYEPAKATI HAL YANG TELAH DIBUAT  KOMPETISI : KOMPETI PENYELESAIAN MENEKANKAN BAHWA HANYA SI :ADA SATU ORANG ATAU KELOMPOK YANG MENANG TANPA MEMPERTIMBANGKAN YANG KALAH  SERING DIARTIKAN SEBAGAI WIN – LOSE  AKIBAT NEGATIF : KEMARAHAN. PUTUS ASA .

AKOMODASI : AKOMODA  MEMBERI KESEMPATAN PADA ORANGLAIN SI :UNTUK MENANG  STRATEGI INI SERING DISEBUT COOPERATIF  KONFLIK INI BERLAWANAN DENGAN KOMPETISI  AKIBAT NEGATIF : MASALAH UTAMA TIDAK  SMOOTHING : SMOOTHIN TERSELESAIKAN PENYELESAIAN KONFLIK DENGAN MENGURANGI G : KOMPONEN EMOSIONAL DALAM KONFLIK  INDIVIDU YANG TERLIBAT BERUPAYA MENCAPAI KEBERSAMAAN DARIPADA PERBEDAAN DENGAN PENUH KESADARAN DAN INTROSPEKSI DIRI .

 KALABORASI : KALABORASI KEDUA PIHAK YANG TERLIBAT MENENTUKAN : TUJUAN BERSAMA DAN BEKERJASAMA DALAM MENCAPAI TUJUAN TERSEBUT  STRATEGI INI TIDAK AKAN BERJALAN BILA :  KELOMPOK YANG TERLIBAT MEMPUNYAI TIDAK KEMAMPUAN MENYELESAIKAN MASALAH TIDAK ADA PIHAK KEPERCAYAAN DARI KEDUA .

Summary Lose-lose methods: compromise Win-lose methods: dominance Win-win methods: problem solving .

Six Steps for Managing Conflict 1. 4. Set the tone Get the feelings Get the facts Ask for help Get commitment Follow up . 6. 2. 3. 5.

Managing Conflict— Set the Tone • Ramah dan tidk mengancam • Hindari berbicara kasar .

mengkritik. coba klarifikasi • Hindari perseteruan atau penolakan • Jangan mempertanyakan. meyakinkan atau bersimpati • Gunakan kalimat untuk“menggambarkan’ perasaan • Jangan gunakan emosi .Managing Conflict— Get the Feelings • Ijinkan karyawan ‘bicara’ melalui perasaan mereka • Jangan pernah menyela. menginterupsi.

.Managing Conflict— Get the Facts • • • • Aktiv mendengarkan Melihat isarat verbal Depersonalize konflik Simpan pendapatmu sampai kmu mengumpulkan sma fakta/ bukti • Menghindari d “kamu” statements: could. etc. should.

sesuai pemikiranya sendiri • Jangan “mengatakan” pada karyawan bagaimana menyelesaikn konflik itu Dan Berkomitmen untuk ikut serta • Selidiki consequensi solusi usulan mereka .Managing Conflict— Ask for Help • Dorong karyawan untuk membuat rencana.

Managing Conflict— Get a Commitment • Tanya langsung komitmen mrk untuk menyelesaikan pekerjaan • membantu menguraikan rencana mereka secara tertulis • Apa yang akan dilaksanakan? • Siapa yang akan melakukan? • Kapan mereka melakukan? • Bantuan apa yang diperlukan? .

TJ u/ follow up • Jadwalkan pertemuan lanjutan untuk menilai apakah cara pemecahan masalah sudah berjalan .Managing Conflict— Follow Up • Tanggung jawab seorang supervisor (bukan karyawan).

Penjajagan bersama  tujuan bersama 7. Perundingan untuk mencerna dan analisis kepincangan citra diri dan kelompok 5. Membahas kepincangan yang ditemukan 6. Pemisahan dua kelompok yang berkonflik  membuat daftar persepsi 3. Manajemen tata hubungan  mengurangi konflik . Pengikutsertaan dalam latihan dan tujuan 2.Rekayasa untuk memperkecil konflik : 1. Membahas daftar persepsi yang dibuat 4.

Memperkecil konflik  menambah komunikasi dan memenuhi tujuan pemimpin 2. Menetapkan kondisi organisasi  merangsang kerjasama  persaingan .ANTISIFATIF : 1.

PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM KEPERAWATAN .

Sebelum pilihan dijatuhkan.PENGERTIAN • • • • Pengambilan keputusan (desicion making) adalah melakukan penilaian dan menjatuhkan pilihan. Tahapan tersebut meliputi identifikasi masalah utama. menyusun alternatif yang akan dipilih dan sampai pada pengambilan keputusan yang terbaik. ada beberapa tahap yang mungkin akan dilalui oleh pembuat keputusan. Keputusan ini diambil setelah melalui beberapa perhitungan dan pertimbangan alternatif. .

Mengidentifikasi masalah utama b.TAHAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN a. Menyusun alternatif c. Menganalisis alternatif d. Mengambil keputusan yang terbaik .

Terry Proses Pengambilan Keputusan 1.Menurut G. Menetapkan sejumlah alternatif 4. Mengevaluasi alternatif 5. Memilih alternatif keputusan yang akan dilaksanakan . R. Merumuskan problem yang dihadapi 2. Menganalisa problem tersebut 3.

Menerapkan tujuan dan sasaran : Sebelum memulai proses pengambilan keputusan. tujuan dan sasaran keputusan harus ditetapkan terlebih dahulu. Identifikasi persoalan : Persoalan-persoalan di seputar pengambilan keputusan harus diidentifikasikan dan diberi batasan agar jelas. 2. apa hasil yang harus dicapai dan apa ukuran pencapaian hasil tersebut. . sehingga memerlukan upaya penggalian.7 langkah dalam proses pengambilan keputusan 1. tepat pada inti persoalan.

Menentukan alternatif : Mulai berlangsung analisis pd berbagai alternatif yang sudah dikemukakan pada tahap sebelumnya. Mengembangkan alternatif : Pengnidentifikasian berbagai alternatif yang memungkinkan untuk pengambilan keputusan yang ada. walaupun sedikit.3. Hasil tahap ini mungkin masih merupakan beberapa alternatif yang dipandang layak untuk dilaksanakan. 4. Pada tahap ini disusun kriteria tentang alternatif yang sesuai dengan tujuan dan sasaran pengambilan keputusan. Selama alternatif itu ada hubungannya. harus ditampung dalam tahap ini. . belum ada komentar dan analisis.

dan daya saing alternatif pada masa yang akan datang. Keputusan itu baik tidaknya baru dapat dilihat dari pelaksanaannya. kemampuan alternatif untuk mencapai tujuan dan sasaran. Menerapkan keputusan : Keputusan yang baik harus dilaksanakan.5. harus dipilih satu alternatif yang terbaik. . keefektifan alternatif dalam memecahkan persoalan. Memilih alternatif : Beberapa alternatif yang layak. pemilihan alternatif harus mempertimbangkan ketersediaan sumberdaya. 6.

Pengambilan keputusan (desicion making) Melakukan penilaian dan menjatuhkan pilihan. . meliputi identifikasi masalah utama. Sebelum pilihan dijatuhkan. beberapa tahap yang mungkin akan dilalui oleh pembuat keputusan. menyusun alternatif yang akan dipilih dan pengambilan keputusan yang terbaik. Keputusan diambil setelah melalui beberapa perhitungan dan pertimbangan.7.

Kelengkapan dari peralatan organisasi c. Kemampuan karyawan d. Keadaan internal organisasi a. Keadaan sumberdaya manusia c.Faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan Pendapatan lain yang menyetakan bahwa faktor-faktor yg mempengaruhi pengambilan keputusan adalah : 1. Struktur organisasi 30 . Dana yg tersedia b.

2. kebutuhannya. keterampilannya. ekonomi. meliputi keadaan ekonomi. 3. dan sebagainya. dan sebagainya. budaya. intelegensinya. kapasitasnya. Tersedianya informasi yang diperlukan 4. meliputi penilaiannya. Kepribadian dan kecakapan pengambil keputusan. Keadaan eksternal organisasi. sosial. politik. hukum. 31 .

berulang. yaitu pengambilan keputusan yang sifatnya rutinitas. dan cara menanganinya telah ditentukan.Jenis-jenis Pengambilan Keputusan Berdasarkan program atau regularitas : (1) Pengambilan keputusan terprogram atau terstruktur. Pengambilan keputusan terprogram ini digunakan untuk menyelesaikan 32 .

Prosedur : yaitu serangkaian langkah yang berhubungan dan berurutan yang harus diikuti oleh pengambil keputusan b.a. Aturan : yaitu ketentuan yang mengatur apa yang harus dan apa yang tidak boleh dilakukan oleh pengambil keputusan c.Kebijakan : yaitu pedoman yang menentukan parameter untuk 33 .

(2) Pengambilan Keputusan Tidak Terprogram (Tidak Terstruktur) adalah pengambilan keputusan yang tidak rutin dan sifatnya unik sehingga memerlukan pemecahan khusus. 34 .

Contoh: Rapat merupakan salah satu  alat terpenting untuk mencapai informasi dan mengambil keputusan . Keputusan harus diterima oleh orang yang bertanggungjawab melaksanakannya. 2. Keputusan harus berkualitas tinggi dan dapat mencapai tujuan atau sasaran yang sebelumnya telah didefinisikan.2 kriteria utama untuk pengambilan keputusan yang efektif 1.

Apa yang membuat keputusan berkualitas? Kewaspadaan dapat meningkatkan kualitas keputusan. Kewaspadaan yang dimaksud di sini adalah adanya perhatian terhadap prosedur pengambilan keputusan yang benar .

Strategi Umum Pengambilan Keputusan Spontanitas Memilih opsi pertama yang muncul dalam benak/pikiran. tanpa menghiraukan adanya pilihan alternatif lainnya Patuh Mengikuti aturan atau tata nilai atau kesepakatan Penundaan Menunda pemikiran dan tindakan sampai tinggal terbatas beberapa opsi saja Menyulitkan Terakumulasinya banyak informasi sehingga membingungkan dalam menganalisis opsi Intensi Memilih opsi yang dapat memuaskan secara intelektual maupun emosional sekaligus .

dan diarahkan untuk pilihan yang sedikit beresiko Sintesis Memilih opsi yang memiliki peluang terbaik untuk berhasil dan paling disukai .Hasrat Memilih opsi yang memungkin untuk mencapai hasil terbaik walaupun akan berhadapan dengan resiko Menghindar Memilih opsi yang sebisa mungkin terhindar dari hasil yang buruk Keamanan Memilih opsi yang kemungkinan cukup berhasil. hanya membebani sedikit orang.

Strategi Pengambilan Keputusan Manajerial STRATEGI OPTIMUM Memutuskan memilih alternatif solusi terbaik dari sejumlah alternatif STRATEGI KEPUASAN Memutuskan memilih solusi yang telah memenuhi persyaratan minimum (tidak harus sempurna atau seluruh alternatif dikaji) STRATEGI QUASI KEPUASAN Menggunakan bobot daripada menghitung satu per satu faktor atau variabel penentu .

. kompromi informasi.Group Decision Making Kelebihan      Kekurangan  Butuh waktu lebih banyak Berbagi pengalaman dan keahlian dari beberapa  Ada dominasi minoritas individu  Ada kecenderungan Lebih banyak data. dan pengetahuan  Ada kecenderungan yang terakumulasi anggota grup lebih Masalah dipandang dari terkonsentrasi pada berbagai sektor kepentingan individual dari Lebih banyak anggota yang tujuan kelompok dapat memperoleh  Tidak terhindar dari tekanan kepuasan sosial Lebih banyak dapat diterima  Ada kecenderungan lebih dan sepakat dengan sebagai kelompok pemikir keputusan yang diambil (bukan more pengambil Group decision making is becoming common as keputusan) organizations focus on improving customer service and push decision making to lower levels.

.

sebelum membuat keputusan kunci • Hindari sebisa mungkin pola pengambilan keputusan ‘top-down’ • Yakin terhadap dukungan kelompok pengambil keputusan dalam organisasi . khususnya yang berkaitan dengan permasalahan kerja yang bersangkutan. manfaatkan komitmen ini dan biarkan data/informasi yang terpercaya bukan emosi yang mengarahkan keputusan • Dapatkan asupan dari staf.Guidelines for Decision Making by Richard Denhardt • Jaga komitmen dalam proses pengambilan keputusan.

Teknik yang digunakan untuk menghasilkan “Quality in Group Decision Making” • Brainstorming  membuka segala kemungkinan pemikiran tanpa harus dievaluasi • Nominal Group Technique  suatu proses rancangan struktural untuk mensimulasi secara kreatif ‘group decision making’ manakala ada kelemahan dalam pencapaian kesepakatan atau ada kelemahan penguasaan pengetahuan terhadap permasalahan yang dihadapi dari para anggota • Delphi Technique  Suatu teknik analisis yang digunakan untuk memprediksi keadaan masa depan tanpa harus melibatkan pertemuan dengan ‘group decision making’ secara langsung (tatap muka) • Devil’s Advocacy Approach  seseorang atau subkelompok diutus untuk mengkritisi rumusan tindakan dan mengidentifikasi permasalahan yang perlu menjadi perhatian sebelum adanya keputusan final • Dialectical Inquiry  Approaches a decision from two opposite points and structures a debate between conflicting views .

LAKUKAN YANG TERBAIK UNTUK MASA DEPANMU SU M ATER A K A L IM A N T A N IR IA N J A Y A JAVA .