You are on page 1of 37

STROKE HEMORAGIK

Pembimbing:

Dr.Tumpal.A.Siagian SpS
Presented by:

Carolina Angelica Tambunan
(04-106)

DEFINISI
Gangguan fungsi otak yang mendadak terjadi
bila terhentinya atau gagalnya pasokan darah ke
otak
 Gangguan peredaran darah ini dapat berupa
iskemia dan perdarahan
 Fungsi otak dapat terganggu dan kematian
sebagian sel-sel otak/infark.

EPIDEMIOLOGI
Penyebab kematian nomor 3
 Insiden paling sering terjadi pada usia di atas 45
tahun

Jenis kelamin  Usia  Riwayat penyakit keluarga  .FAKTOR RESIKO         Modified: Gaya hidup Hipertensi Hiperkolestrolemia Diabetes melitus Merokok Obesitas Penyakit jantung (PJK) Unmodified: .

 Gangguan pembuluh darah karotis (terdapat bising di karotis)  Lain-lain : klaudikasio intermitten. hipertrofik bilik kiri. denyut nadi di perifer tidak ada  Diabetes melitus  Polisitemia  Pernah mendapat stroke  Merokok  .FAKTOR RESIKO MAYOR Tekanan darah tinggi (hipertensi)  Penyakit jantung  Infark miokard  Elektrokardiogram abnormal : disritmia.  Penyakit katup jantung  Gagal jantung kongestif  Sudah ada manifestasi arterosklerosis secara klinis  Gangguan pembuluh darah koroner (angina pectoris).

 Hematokrit yang tinggi  Kegemukan  Kadar asam urat tinggi.  Kurang gerak badan / olah raga  Fibrinogen tinggi  .FAKTOR RESIKO MINOR Kadar lemak yang tinggi di darah.

cerebralis media  .comunicans posterior  a.cerebralis anterior  a.ANATOMI SIRKULUS WILISSI Diperdarahi oleh A.Carotis Interna:  a.Carotis interna dan A.Optalmica  a.vertebralis  Cabang A.

.

..    A.Subclavia Di bawah pons bergabung dengan pembuluh darah lain membentuk a.Vertebralis: a...LANJUTAN...Basilaris .

A. Basilaris . Basilaris: .A.A.BASILARIS Dibentuk oleh gabungan 2 A.A.CEREBRALIS POSTERIOR .CEREBRALIS SUPERIOR  Cabang pendek A.Vertebralis  Cabang-cabang A.A. CEREBRALIS POSTERIOR INFERIOR .CEREBRALIS INFERIOR ANTERIOR .

.KLASIFIKASI STROKE Berdasarkan patologi :  Stroke Iskemik : .Perdarahan subarachnoid .Trombosis serebri.Perdarahan Intraserebral .Transient Ischemic Attack(TIA) .Emboli serebri  Stroke Hemoragik : .

Berdasarkan perjalanan penyakit : .Reversible Ischemic Neurologic Defisit (RIND) .Stroke in evolution .Completed stroke .Transient Ischemic Attack (TIA) .

Sistem Karotis.Sistem Vertebro Basiler  . .Berdasarkan sistem pembuluh darah : .

.

STROKE HEMORAGIK Perdarahan intraserebral (PIS) Perdarahan subaraknoida (PSA) .

.

PERDARAHAN INTRASEREBRAL (PIS) Definisi perdarahan primer yang berasal dari pembuluh darah dalam parenkim otak dan bukan disebabkan oleh trauma   Pembagian klinis Luyendyk dan Schoen membagi PIS menurut cepatnya gejala klinis memburuk. sebagai berikut : Akut dan cepat memburuk dalam 24 jam  Subakut.  Subkronis. bila krisisnya 7 hari  . dengan krisi terjadi antara 3 dan 7 hari.

PATOLOGI DAN PATOFISIOLOGI 70% di kapsula interna. 20% di fossaposterior (batang otak dan serebelum) dan 10% di hemisfer (diluar kapsula interna)  ekstravasasi darah  pembentukan edema dalam jaringan otak sekitar hematoma  diskontinuitas jaringan dan kompresi pembuluh darah otak  menyempit  iskemik jaringan otak  .

sampai 19 hari). dan 12 jam. 23% antara ½ .2 jam.  GEJALA-GEJALA KLINIS Gejala prodromal: -Nyeri kepala heb at Serangan : siang hari. dan 12% terjadi setelah 2 jam. . waktu beraktifitas atau saat emosi/marah  -Mual-muntah pada permulaan serangan -Kesadaran biasanya menurun cepat (65% terjadi kurang dari setengah jam.

.

.

Pembagian :  PSA spontan / primer. yakni PSA yang bukan akibat trauma atau PIS  PSA sekunder. adalah perdarahan yang berasal di luar subaraknoid.  . misalnya dari PIS atau dari tumor otak.PERDARAHAN SUBARAKNOIDAL (PSA)  PSA adalah keadaan terdapatnya/masuknya darah ke dalam ruangan subaraknoid.

berkeringat. sedikit delir sampai koma. menggigil dan takikardia.karotis interna.  Gejala-gejala neurologik fokal bergantung pada lokasi lesi  Gangguan fungsi saraf otonom  Demam ringan karena rangsangan meningeal dan demam tinggi bila dilibatkan hipotalamus.kesadaran terganggu dan bervariasi dari tak sadar sebentar.  Gejala / tanda rangsangan meningeal : kaku kuduk dan kernig +  Fundus okuli : 10% penderita mengalami edema-papil beberapa jam setelah perdarahan.komunikans anterior atau a. Sering terdapat perdarahan subhialoid karena pecahnya aneurisma pada a. ada hubungannya dengan hipotalamus  . Begitupun muntah.GEJALA & TANDA KLINIS : Gejala prodromal : nyeri kepala hebat akut hanya 10%.

Rangsang meningeal 7. Etiologi  Trombus. LP :  tidak meningkat  Meningkat  tekanan  Jernih  Merah  warna  300/mm3  >1000/mm3  jumlah eritrosit . Funduskopy mendadak pada saat   crossing fenomena  silverwire fenomena. Papil edema  Tidak ditemukan  Ditemukan 5.  Perdarahan intra serebral  embolus  Perdarahan subarachnoid  (-)  (+) : perdarahan subarachnoid  (-) : perdarahan intraserebral 1. Sakit kepala  Tidak hebat  & 4.DA STROKE ISKEMIK & STRAGIKOKE HEMORAG STROKE ISKEMIK STROKE HEMORAGIK  Timbul 2. Kesadaran  istirahat Tidak menurun  aktivitas Menurun 3. corpus vitreum terlihat warna perak) 8. (perdarahan Timbul mendadak pada saat Perdarahan diretina. Onset 6.

KLASIFIKASI STROKE BERDASARKAN SIRIRAJ STROKE SCORE (SSS) Nilai Kesadaran : Komposmentis 0 Somnolen 1 Sopor atau koma 2 Muntah dan sakit kepala : Tidak ada 0 1 Aterom / riwayat diabetes : Tidak ada 1 atau lebih 0 1 .

5 x derajat kesadaran) + (2 x Muntah) + (2 x nyeri kepala) + (0. gunakan kurva kemungkinan atau CT-Scan  Cttn: SSS = (2.SSS diagnosa >1 perdarahan supratentorial  < -1 infark serebri  -1 – 1 diagnosa tidak pasti.1 x tekanan diastolik) – (3 x pertanda ateroma) – 12. .

kesadaran. pelo. vertigo.DIAGNOSA STROKE HEMORAGIK Anamnesis  kelemahan setengah anggota badan. timbul saat beraktivitas . onset mendadak. dan gangguan bulbar  . N.XII).VII. mulut mencong. pemeriksaan neurologis (N. tanda-tanda UMN  Pada stroke vertebrobasiler  diplopia. Perlu ditanyakan pula riwayat penyakit dalam keluarga dan faktor rersiko lain  Pemeriksaan fisik  tanda-tanda vital.

Pada pemeriksaan motorik  ditemukan hemiparese (tanda gangguan UMN)  Pemeriksaan ketangkasan gerak  Penilaian tenaga otot-otot  Penilaian refleks tendon    Penilaian refleks patologis  .

PEMERIKSAAN PENUNJANG Pemeriksaan LAB  DPL. dan ELEKTROLIT  CT-Brain  . GDS. KOLESTROL. UL.

.

PENATALAKSANAAN .

aspirasi.TUJUAN TERAPI ANTARA LAIN MENCAKUP Mencegah akibat buruk dari meningkatnya TIK  Mencegah komplikasi sekunder sebagai akibat dari menurunnya kesadaran. misalnya gangguan pernafasan.    . hipoventilasi.  Identifikasi sumber perdarahan yang mungkin dapat diperbaiki dengan tindakan bedah.

 . diturunkan sampai sistolik 160 mmHg. dengan cara :  Meninggikan posisi kepala  Memberikan obat antioedem  Deksametason.  Penderita harus istirahat total 4 minggu  TIK harus diturunkan.  PERDARAHAN SUBARACHNOID Menurunkan tekanan darah untuk mencegah perdarahan ulang.  Mencegah perdarahan ulang. sebagai antioedem juga mencegah perlekatan pada arachnoid. 4x30-60 mg sehari selama 2 minggu. Nimodipine.  Mencegah spasme arteri. misalnya dengan pemberian asam traneksamat 4-6 gram i. pada orang yang hipertensif lebih tinggi.v selama 2 minggu. Pada orang yang dasarnya normotensif.

 . olahraga. memberi alat bantu ortotik prostetik. latihan bicara. sedang. pekerjaan. perbaikannya tidak akan mencolok lagi. latihan mental. psikoterapi. atau dengan cacat (ringan. berat)  Pemulihan gangguan saraf terjadi pada hari-hari atau minggu-minggu pertama  Setelah 6 bulan – 2 tahun. rohani.  Berikan latihan secara teratur  Rehabilitasi untuk menjaga jasmani. dengan melakukan fisiotherapy. th/ okupasi.KEADAAN PASCA STROKE Dapat sembuh sempurna. social ekonomi.

 Menganjurkan konsumsi gizi seimbang dan olahraga teratur  . obat-obat golongan amfetamin. infark miokard akut. penyakit jantung (misalnya fibrilasi atrium. kegemukan. alkohol. kokain dan sejenisnya. stress mental. penyakit vaskular aterosklerotik lainnya.  Mengurangi : kolesterol dan lemak dalam makanan  Mengendalikan : hipertensi. konsumsi garam berlebihan.PENCEGAHAN STROKE Pencegahan primer :  Memasyarakatkan gaya hidup sehat bebas stroke :  Menghindari : rokok. penyakit jantung reumatik). diabetes melitus.

PENCEGAHAN SEKUNDER Modifikasi gaya hidup beresiko stroke dan faktor resiko.  Dislipidemia : diet rendah lemak dan obat anti dislipidemia  Berhenti merokok  Hindari alkohol. kliping aneurisma Berry)  . hanya dilakukan pada penderita yang simptomatik dengan stenosis 70-90% unilateral.  Tindakan invasive  Phlebotomi untuk polisitemia  Enarterektomi karotis.  Diabetes melitus : diet. misalnya :  Hipertensi : diet. infark. obat anti hipertensi yang sesuai. kegemukan dan kurang gerak  Hiperurisemia : diet dan antihiperurisemia  Polisitemia  Obat-obat yang digunakan:  Asetosal (asam asetil salisilat) digunakan sebagai obat pilihan pertama dengan dosis berkisar antara 80-320 mg/hari  Antikoagulan (warfarin/dikumarol) diberikan pada penderita dengan factor resiko penyakit jantung (fibrilasi atrium. dapat diberikan alternatif lain : tiklopidin.  Tindakan bedah lainnya (reseksi AVM.  Penderita yang tidak tahan asetosal. kondisi koagulopati yang lain. obat hipoglikemik oral/insulin  Penyakit jantung aritmia nonvalvular (antikoagulan oral). atau clopidogrel. kelainan katup).

TERIMA KASIH .