You are on page 1of 25

PENILAIAN SAHAM












Nama Kelompok :
1. Dewi Zulfa 221308542
2. Reni Anggraini 221308556
3. Choirul Nisya S 221308496
4. Riza Widhoranty
221308467
5. Maratus Sholicha 221308325
6. Devi Maya Sofa 221308309
7. Doni Kurniawan 221308317
8. Rosdiayana 221308351
9. Lia Indah Purwanti 221308337
10. Murtafiah 221308481
11.

PENILAIAN SAHAM


NILAI BUKU, NILAI INTRINSIK, NILAI
PASAR
PENDEKATAN NILAI SEKARANG
MODEL DISKONTO DIVIDEN
- Model pertumbuhan nol
- Model pertumbuhan konstan
- Model pertumbuhan ganda

Rasio Harga Pasar/Nilai Buku .Economic Value Added .PENILAIAN SAHAM  PENDEKATAN PRICE EANING RATIO (PER)  PENDEKATAN PENILAIN SAHAM LAINNYA: .Rasio Harga Saham/Aliran Kas .

ditunjukkan oleh harga pasar yang berlaku untuk saham.  Nilai buku adalah nilai saham berdasarkan nilai dalam pembukuan perusahaan (emiten).NILAI BUKU. nilai intrinsik dan nilai pasar.  Nilai intrinsik (nilai teoritis) adalah nilai saham yang sebenarnya (seharusnya terjadi). INTRINSIK. . PASAR  Dalam penilaian saham dikenal adanya tiga jenis nilai: yaitu nilai buku.  Nilai pasar adalah nilai saham di pasar.

INTRINSIK.  Ada semacam rule of thumb tentang keputusan apa yang sebaiknya diambil investor berdasarkan informasi nilai intrinsik dan nilai pasar saham.NILAI BUKU. menahan. . PASAR  Mengapa investor perlu memahami ketiga jenis nilai tersebut?  Investor perlu mengetahui ketiga jenis nilai tersebut untuk membantu dalam pembuatan keputusan membeli. ataupun menjual saham.

NILAI BUKU. . dan investor bisa menahan saham tersebut. PASAR  Jika nilai pasar > nilai intrinsik. dan investor sebaiknya menjual saham tersebut.  Jika nilai pasar = nilai intrinsik. berarti saham tersebut fair-priced. berati saham tersebut undervalued. dan investor sebaiknya membeli saham tersebut.  Jika nilai pasar < nilai intrinsik. INTRINSIK. berati saham tersebut overvalued.

Pendekatan Price Earning Ratio 3. Pendekatan lainnya. Pendekatan nilai sekarang (present value) 2. nilai intrinsik suatu saham hanya bisa diperkirakan dengan pendekatan tertentu.PENENTUAN NILAI INTRINSIK SAHAM  Tidak seperti nilai pasar (yang bisa dilihat dari harga saham di pasar).  Pendekatan berbasis analisis fundamental yang bisa dilakukan adalah dengan: 1. .

perhitungan nilai saham dilakukan dengan menghitung nilai sekarang (present value) semua aliran kas saham yang diharapkan di masa datang dengan tingkat diskonto sebesar tingkat return yang disyaratkan investor.PENDEKATAN NILAI SEKARANG  Dalam pendekatan ini.  Aliran kas yang bisa dipakai dalam penilaian saham dengan pendekatan nilai sekarang adalah earning perusahaan. atau berupa earning yang dibagikan dalam bentuk dividen. .

.. model ini bisa ditulis sebagai berikut: D3 D1 D2 D ˆ P0     .....MODEL DISKONTO DIVIDEN (MDD)  MDD merupakan model untuk mengestimasi harga saham dengan mendiskontokan semua aliran dividen yang akan diterima di masa datang.. 2 3 (1 k) (1 k) (1 k) (1 k) (11.  Secara matematis.2)  Dt t t1 (1  k) ˆ  P  0 .

MODEL DISKONTO DIVIDEN (MDD)  Ada tiga skenario pertumbuhan dividen (JIKA SAHAM DI PEGANG SELAMANYA) yang biasanya dipakai sebagai model penilaian saham berbasis MDD: 1. Model pertumbuhan tidak konstan/ganda (supernormal growth model) . Model pertumbuhan konstan (constant growth model) 3. Model pertumbuhan nol (zero growth model) 2.

3) .MODEL PERTUMBUHAN NOL  Model ini berasumsi bahwa dividen yang dibayarkan perusahaan tidak akan mengalami pertumbuhan (tetap dari waktu ke waktu).  Rumus untuk menilai saham dengan model ini adalah sebagai berikut: D0 ˆ P0  k (11.

Tingkat return yang disyaratkan investor adalah 20%.4000 adalah:P0  0.MODEL PERTUMBUHAN NOL: CONTOH  Misalkan saham A menawarkan dividen tetap sebesar Rp800. maka nilai intrinsik saham A tersebut 800 ˆ  Rp.  Berdasarkan data tersebut.20 .

...5 .MODEL PERTUMBUHAN KONSTAN  Model petumbuhan konstan (model Gordon)...g (1 k)3 (1 k) 11. dipakai untuk menentukan nilai saham yang pembayaran dividennya mengalami pertumbuhan secara konstan selama waktu tak terbatas.  Persamaan model pertumbuhan bisa dituliskan sebagai konstan ini 2 3  D (1  g) D (1  g) D (1  g) D (1  g) berikut: ˆ  0 P  0  0  .. 0 0 (1 k) (1 k)2 ˆ  P 0 D1 k.

05) 1050 ˆ  P 0 0.10 nilai  Rp. Pertumbuhan dividen direncanakan sebesar 5% per tahun. 10. 10.MODEL PERTUMBUHAN KONSTAN: CONTOH  Misalkan PT United Tractor (UNTR) membayarkan dividen Rp. Misalnya.000.500 .0. Tingkat return yang disyaratkan investor sebesar 15%.000.05  0.15 . 1. maka intrinsik: 1000 (1  0. per tahun. harga pasar saham PT Omega saat ini adalah Rp.  Berdasarkan data tersebut.

sehingga bisa membayarkan dividen dengan tingkat pertumbuhan yang ‘tinggi’. perusahaan haya membayarkan dividen pada tingkat yang ‘lebih rendah’.  Setelah pertumbuhan dividen fantastis tersebut. . tapi konstan hingga waktu tak terbatas.MODEL PERTUMBUHAN TIDAK KONSTAN/GANDA  Model ini sesuai untuk menilai saham perusahaan yang mempuyai karakteristik pertumbuhan yang ‘fantastis’ di tahun-tahun awal.

dan (b) aliran dividen dengan pertumbuhan yang konstan. . Menghitung nilai sekarang dari aliran dividen yang fantastis (bagian awal). Membagi aliran dividen menjadi dua bagian: (a) bagian awal yang meliputi aliran dividen yang ‘fantastis’. 2.MODEL PERTUMBUHAN TIDAK KONSTAN/GANDA  Tahap-tahap perhitungan yang harus dilakukan untuk model ini adalah: 1.

Menghitung nilai sekarang dari semua aliran dividen selama periode pertumbuhan konstan (bagian b). Menjumlahkan hasil perhitungan nilai sekarang dari kedua bagian perhitungan aliran dividen .MODEL PERTUMBUHAN TIDAK KONSTAN/GANDA 3. 4.

Dengan temuan produk inovatifnya.000.  Setelah tahun ke-3 dan seteruSnya perusahaan memutuskan untuk membayar dividen dengan tingkat pertumbuhan 10% per tahun selamanya.  Dividen tahun awal (D0) sebesar Rp1. dan tingkat return yang disyaratkan investor diketahui 15%.MODEL PERTUMBUHAN TIDAK KONSTAN/GANDA: CONTOH  Misalkan PT HMSP adalah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi. pada 3 tahun pertama. sehingga bisa membayarkan dividen dengan tingkat pertumbuhan 20% selama 3 tahun. . PT HMSP mengalami pertumbuhan earning yang sangat fantastis.

g c 0. 28.14   Rp.900.10   1.15 . 1.043.66 D2= Rp.088.200 Rp.900. 1.016 24.440 D3= Rp.48 k 1. 1. 1. 1.8 Pˆ3  4  k .996.728 D4= D 1.8 g=20% 3 g=10% 4 B D1= Rp.264.19 k 2 k .000 Rp. 1.136. 38.MODEL PERTUMBUHAN TIDAK KONSTAN/GANDA: CONTOH 0 g=20% g=10%n 1 g=20% A D0= Rp.0.85 k = Rp.

investor akan menghitung berapa kali (multiplier) nilai earning yang tercermin dalam harga suatu saham.PENDEKATAN PER  Pendekatan ini merupakan pendekatan yang lebih populer dipakai di kalangan analis saham dan para praktisi.  Dalam pendekatan PER (pendekatan multiplier).  PER juga mencerminkan berapa rupiahkah yang harus dibayarkan investor saham untuk memperoleh satu rupiah earning perusahaan. .

8) D1 / E1 ˆ P0/E1  k.PENDEKATAN PER  Rumus yang dipakai dalam pendekatan ini: Hargasaham PER  Earning perlembar saham (11.7) atau.g . (11.

PENDEKATAN PER: CONTOH  Misalnya harga saham GGRM saat ini adalah Rp.  Dari data tersebut. maka PER perusahaan bisa dihitung dengan dua tahap perhitungan seperti berikut: . 10. dan tahun ini perusahaan memperoleh earning sebesar 900 juta rupiah.000 per lembar. Jumlah saham beredar saat ini adalah 900 ribu lembar saham.

900.000.000 PER   10kali. Rp.000 .1. 1. Menghitung PER (rumus 11.PENDEKATAN PER: CONTOH 1.10.000 lembar = Rp.000 per lembar 2.7): Rp.000  900. Menghitung earning per lembar saham DX Earning perlembar  earning perusahaan jumlah sahamberedar Rp.

Economic Value Added (EVA) .PENDEKATAN LAINNYA  Ada 3 pendekatan lain untuk menilai saham. Harga pasar saham/aliran kas 3. Harga pasar saham/nilai buku saham 2. yaitu: 1.

Terima Kasih .