You are on page 1of 13

KELOMPOK

:
JEFRI MULYANI / 710013010
JOAN NORRIS AM TEWENG /
710013071
MUHAMMAD HIDAYAT / 710013077
SADAM HUSEIN UNAWEKLA /
710013099
SUPRIYADIN / 710013157

Kegiatan pembongkaran menggunakan metode single deck karena kedalaman lubang ledak 6 meter. Terkadang terjadi ketidaksempurnaan ukuran fragmentasi berupa bongkahan batuan (boulder). sehingga harus diperkecil dengan rock breaker serta kegiatan peledakan menimbulkan fly rock yang dapat membahayakan pekerja. Penentuan arah lemparan batuan selain dapat meminimalkan terjadinya fly rock serta meningkatkan keamanan bagi pekerja. .Kajian Teknis Peledakan Untuk Memprediksi Arah Lemparan Batuan Pada Tambang Batugamping di PT. oleh karena itu perlu dikaji lebih lanjut mengenai geometri dan tahapan dari proses kegiatan peledakan.Sinar Asia Fortuna meruapakan salah satu perusahaan pertambangan di Kabupaten Rembang Jawa Tengah yang melakukan penambangan batugamping. Sinar Asia Fortuna  Latar Belakang PT. Faktor keamanan kegiatan proses peledakan sangatlah penting yang harus diterapkan dan dijalankan oleh perusahaan mengingat menyangkut nyawa pekerja dan kelangsungan izin operasi perusahaan.

73 m Spasi (S) 1.75 m 1.2 m (PC) Bahan Peledak 5.2 m 2.15 m Kedalaman (H) 4. Tabel Perbandingan Geometri Flyrock Geometri Flyrock Tidak Flyrock Rekomendasi Diameter Lubang 2.5 2.21 m 4.68 m Panjang Kolom 2.50 m 1.6 kg/m3 4.1 m 1.68 m 2.88 n Kemiringan 0° 0° 0° Stemming (T) 2.5 Burden (B) 1.2 m 2.06 m 4. Geometri Peledakan Geometri sangat berpengaruh dalam menghasilkan fragmen batuan dan penentuan arah lemparan batuan. Pada saat penelitian semakin besar spasi antara lubang ledak maka akan menghasilkan fragmentasi yang semakin besar sesuai dengan ketetapan perusahaan dan meminimalkan terjadinya flyrock.5 2.6 kg/m3 (D) Lubang (α) .84 m 2.01 m 2.8 kg/m3 5.

. Pemakaian Bahan Peledak Pemakaian bahan peledak juga merupakan salah satu parameter yang mempengaruhi arah lemparan batuan dan terjadinya flyrock. Bahan peledak yang di gunakan pada saat terjadinya fly rock jauh lebih banyak di bandingkan pada saat tidak terjadinya flyrock. Maka di sarankan harus sesuai dengan kebutuhan yang ada. Pemakaian bahan peledak yang sesuai dengan geometri dan kondisi lapangan selain akan meningkatkan hasil peledakan dan meminimalkan terjadinya flyrock sehingga memudahkan untuk memprediksi arah lemparan batuan.

. Peningkatan kewaspadaan dan keselamatan para pekerja dan alat mekanis dapat di lindungi berdasarkan prediksi jarak flyrock yang ada.Flyrock Berdasarkan hasil penelitian lemparan makimal flyrock di PT.SINAR ASIA FORTUNA (SAF) adalah sebesar 214.5 m dengan demikian dapat di tentukan jarak aman bagi pekerja dan alat-alat mekanis.

16% berdasarkan nilai tersebut kualitas batugamping termasuk dalam kualitas batu yang memikiki kekuatan yang jelek.SINAR ASIA FORTUNA (SAF) adalah 30. rangkaian peledakan. . inisiasi awal.  Faktor pendukung dalam memprediksi arah lemparan batuan antara lain adalah jumlah bahan peledak.Arah Lemparan Batuan  Nilai RQD batugamping PT. bidang discontinue. pada saat pelakukan peledakan arah lemparan batuan tidak akan selalu 100% sesuai dengan rencana awal akan tetapi dengan mengetahui nilai RQD batugamping dapat membantu memprediksi arah lemparan batuan dengan di dukung faktor-faktor pendukung lainnya. waktu tunda antara lubang ledak dan kondisi bahan-bahan peledak. dalam memprediksi arah lemparan batuan akan semakin sulit di prediksi karena secara kualitas kekuatan rendah.

Ketika bahan peledak ditempatkan pada lubang ledak yang tidak ditutup bagian atasnya akan memerlukan lebih banyak jumlah bahan peledak yang digunakan.MEKANISME PECAHNYA BATUAN  Energi Kejut Pada Pecahnya Batuan Ketika dalam suatu kondisi dimana bahan peledak diletakan pada suatu lubang ledak yang bersentuhan dengan bongkah dimana lubang ledak ditutup dibagian atas nya (stemming). proses ini tidak membutuhkan bahan peledak yang banyak karena bahan peledak ditempatkan pada kondisi terkurung didalam lubang ledak. hal ini terjadi karena bahan peledak yang tidak terkurung akan menyebabkan energi kejut yang bekerja banyak yang terbuang ke udara akibat dari tekanan gas yang tidak terkurung .

Tekanan gas yang terkurung dalam lubang ledak ini yang menimbulkan suatu gelombang kejut. Gelombang kejut ini menyebabkan terjadinya pecah kecil (microfacture) disekeliling dinding lubang ledak hasil dari tekanan gas yang berkelanjutan di lubang ledak yang terjadi ketika bahan peladak padat dirubah menjadi gas selama proses detonasi. Bahan Peledak Terkurung Dalam Lubang Ledak Mekanisme pecahnya batuan disebabkan oleh gelombang kejut. .

pergerakan pertama yang terlihat ketika biadang terhempas maju mendekati pusat bidang disini bagian dari pusat bidang akan terjadi pergerakan semakin cepat dibandingkan daerah bawah atau atas burden. Kejadian diatas terjadi dikarenakan perbadaan pergerakan dari burden yang memecah dalam bentuk tiga dimensi. Mekanisme lengkungan (fluxure failure) dikontrol oleh pemlihan spasi antar lubang dan waktu penyalaan. . Mekanisme pecah ini dinamakan pecah lengkung. Jika teradi penundaan waktu peledakan dan spasi antar lubang diperdekat ini akan lebih baik dibandingkan dengan peledakan serentak. Kekuatan Jenjang (Bench Stiffness) Dalam kegiatan pertambangan.

Proses Pemecahan Gelombang kejut ini akan menjalar pada batuan sehingga pecahan radial akan bergerak menuju bidang bebas setelah pecah radial berakhir. gas bertekanan tinggi akan membuat pecahan radial akan mendekati 2/3 dari lubang ledak menuju kebidang bebas.  .

Proses Pemecahan Tingkat 2 3. Proses Pemecahan Tingkat 3 . Mekanisme Pecahnya Batuan Akibat Peledakan Suatu batuan yang pecah akibat dari bahan peledak akan mengalami beberapa tingkat dalam prosesnya. Proses Pemecahan Tingkat 1 2. yaitu : 1. Dimana proses tersebut dibagi menjadi 3 tingkat.

atau rancangan peledakan.KESIMPULAN  Kegiatan peledakan menimbulkan fly rock yang dapat membahayakan pekerja.  Semakin banyak bahan peledak yang di gunakan maka resiko untuk terjadinya fly rock jauh lebih besar. faktor keamanan kegiatan proses peledakan sangatlah penting. dan proses pemecahan tingkat 3. .  Mekanisme pecahnya batuan akibat peledakan di bagi menjadi tiga tahap peledakan yaitu proses pemecahan tingkat 1. pola peledakan. jumlah bahan peledak. insisasi awal. proses pemecahan tingkat 2. Semakin besar spasi antara lubang ledak maka akan menghasilkan fragmentasi yang semakin sehingga meminimalkan terjadinya flyrock. SINAR ASIA FORTUNA sebesar 214. oleh karena itu perlu dikaji lebih lanjut mengenai geometri dan tahapan dari proses kegiatan peledakan.5 m. waktu tunda antara lubang ledak dan kondisi bahan peledak.  Arah lemparan batuan tidak dapat diprediksi arahnya secara 100% akan tetapi dapat diprediksi dengan nilai RQD. geometri peledakan.  Geometri sangat berpengaruh dalam menghasilkan fragmen batuan dan penentuan arah lemparan batuan.  Jarak maksimal flyrock di PT. bidang diskontinu.

SEKIAN & TERIMAKASIH .