You are on page 1of 10

Rencana Pembangunan

Pembangkit Listrik Tenaga
Nuklir (PLTN) di Batam

Landasan Hukum • Undang-Undang No 7 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 20052025 • Peraturan Daerah Kota Batam No 2 Tahun 2013 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Kota Batam Tahun 2005-2025 .

Diagram Proses Perencanaan Pembangunan PLTN di Batam RPJP Pemerintah Pusat BATAN RPJP Batam Lanjutan Proyek RPJP yaitu PLTN di Batam Sosialisasi dengan masyarakat Rencana Pembangunan PLTN di Batam .

biomasa. biodiesel. pemerintah terus berupaya mencari potensi sumber energi lain untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan fosil. sumber energi baru dan terbarukan (EBT). Selama ini bahan fosil (lebih dari 50%) masih menjadi tulang punggung dalam memenuhi kebutuhan listrik nasional. energi nuklir akan mulai dimanfaatkan pada tahun 2075-2079 dengan persyaratan keselamatan yang ketat. Melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2OO5-2O25. angin. diantaranya panas bumi. • Dari hasil studi terhadap berbagai sumber energi yang ada di wilayah lndonesia. gelombang dan nuklir layak dipertimbangkan sebagai substitusi sumber energi fosil. matahari. mikrohidro. Sebelumnya pemerintah juga telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN) yang menetapkan penggunaan EBT sekitar 7 % (5 % diantaranya nuklir) hingga tahun 2025. . Dengan pertumbuhan populasi dan ekonomi yang terus meningkat.Mengapa Perlunya Pembangunan PLTN di Batam? • Rencana pemanfaatan energi nuklir sebagai pembangkit listrik dalam program energi nasional sudah diputuskan oleh pemerintah pada tahun 1985 dengan mempertimbangkan ketersediaan sumber energi fosil yang kian terbatas.

Sejalan dengan keinginan berbagai daerah untuk mandiri dalam memenuhi kebutuhan listrik. konstruksi. . Penguatan SDM PLTN telah dilakukan BATAN sejak tahun 1987 dengan memanfaatkan fasiltas penelitian BATAN di Kawasan pusat Penelitian dan llmu Pengetahuan (Puspiptek). yang meliputi desain. Kalimantan Barat dan Pulau Batam termasuk daerah yang tertarik untuk membangun PLTN. keselamatan. Provinsi Kalimantan Timur. bersama institusi lain. pengolahan limbah radioaktif dan dekomisioning. Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) ditugasi untuk menyiapkan berbagai aspek teknis yang terkait dengan PLTN.Mengapa Perlunya Pembangunan PLTN di Batam? • Sebagai langkah implementasi keputusan pemerintah tersebut. Serpong. BATAN kemudian melaksanakan studi calon lokasi PLTN. baik untuk masa kini maupun masa mendatang. termasuk penyiapan sumberdaya manusia (SDM) sebagai operator. Selain aspek teknis. • Tahun 1991-1996 hasil studi telah menetapkan lokasi terpilih di Kabupaten Jepara yang memiliki potensi untuk dibangun 7-10 unit PLTN dan tahun 2077-2073 menetapkan lokasi terpilih di Provinsi Bangka Belitung yang berpotensi dibangun 10 PLTN. BATAN juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat luas agar pembangunan PLTN dapat dipahami dan dimaknai sebagai upaya memenuhi kebutuhan listrik bagi keberlanjutan pembangunan nasional. pengoperasian. fabrikasi bahan bakar. • Guna mendapatkan lokasi yang memenuhi persyaratan teknis dan keselamatan.

• Dari seluruh investasi asing ke lndonesia. Pertumbuhan tersebut harus ditopang dengan kecukupan pasokan listrik. • Dalam upaya mendorong Batam untuk terus berkembang menjadi kawasan industri yang mandiri dalam memenuhi kebutuhan listrik. salah satu Badan Usaha Milik Pemerintah Rusia untuk mengembangkan PLTN di Pulau Batam. Pertumbuhan industri juga meningkat pesat. Badan Pengusaahaan (BP) Batam dan BATAN menjalin kerja sama mengembangkan energi nuklir untuk dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik. perdagangan dan pariwisata membutuhkan infrastruktur ekonomi yang kuat. Selain dengan BATAN. . Batam menyumbangkan sekitar 1. Sejak tahun 2015. BP Batam juga menjalin kerja sama dengan Rosatom.1 % dan diantara wisatawan mancanegara yang berkunjung ke lndonesia 30 % nya merupakan wisatawan ke Pulau Batam. terutama industri pesawat terbang dan galangan kapal. BATAN sudah menugaskan Tim untuk melakukan studi awal (pre-elemenary study) untuk mengetahui potensi wilayah Batam dibangun PLTN.Mengapa Perlunya Pembangunan PLTN di Batam? • Pulau Batam yang bertumbuh dengan pesat sebagai kawasan industri. termasuk pasokan listrik untuk mempertahankan keberlangsungan pertumbuhannya.

Kementerian Ristek Dikti.Tahap 1 • Untuk mendapatkan masukan dari masyarakat luas terkait dengan potensi Pulau Batam dibangun PLTN. Bp Batam. lnternational Atomic Energy Agency (IAEA). . dan politeknik Negeri Batam. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. BATAN bekerja sama dengan Politeknik Negeri Batam akan menggelar seminar nasional dengan mengangkat topik “Peran Energi Nuklir dalam Pengembangan lndustri Nasional dan Peningkatan Kualitas SDM”. Seminar akan menghadirkan pembicara dari Kementerian Koordinator Kemaritiman. BATAN.

Peran Energi Nuklir dalam Pengembangan lndustri Nasional dan Peningkatan Kualitas SDM .

• Energi nuklir dinilai menjadi salah satu pilihan yang tepat untuk jangka panjang." katanya. Terlebih tenaga nuklir terbesar bisa didapat dari energi matahari. dengan 31 negara yang sudah menerapkan. bahwa kedepan energi nuklir menjadi satu diantara energi baru dan terbarukan. Satu contohnya untuk pertanian. dan 65 negara lain sedang membangun konstruksinya. "Jadi tidak perlu takut lagi dengan nuklir. Karena nuklir ini banyak manfaatnya untuk kehidupan. Sedikitnya ada 440 Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir ( PLTN). . • Tidak hanya itu.Tujuan Sosialisasi Dengan Masyarakat • untuk mensosialisasikan kepada masyarakat. penerapan energi nuklir malah sudah banyak yang memanfaatkan. • Di negara-negara modern di dunia. energi nuklir juga bisa dimanfaatkan untuk beberapa bidang lainnya. yang bisa dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik.

800 megawatt (MW) . Ia meyakinkan. • Rencana pembangunan PLTN sudah memasuki tahap studi tempat ke sejumlah pulau strategis di sekitar Batam. area kerja BP Batam meliputi Batam. dan beberapa daerah di Kalimantan. Galang (Barelang). Begitu pun Bangka. Batam dinilai sebagai daerah yang aman untuk pembangunan PLTN. Lantaran tidak berada di daerah lempengan api.Tujuan Sosialisasi Dengan Masyarakat • Melalui survei awal. Batam sebagai tempat yang layak untuk pembangunan PLTN. • teknologi nuklir sebelum diterapkan dan disosialisasikan akan lebih baik dilakukan studi kelayakan untuk setiap daerah khususnya pulau Batam. Kepri. • Dibutuhkan lahan sekitar 40 hektare jika masyarakat setuju Pemerintah bekerjasama dengan Rosatom dan BATAN membangun PLTN di Batam yang dinilai cocok untuk industri dengan kemampuan pembangkit hingga 4. Rempang.