You are on page 1of 50

Laporan Kasus

GEA

Pembimbing : Dr. dr. Effek Alamsyah, Sp. A, MPH


Oleh : Muhammad Agung Wicaksono
Kepaniteraan Stase Pediatri RS Islam Cempaka
Putih, Jakarta Pusat
2015

Identitas
Nama Lengkap

: An. C

Usia

: 11 bulan

Jenis Kelamin

: Laki - Laki

Alamat

: Jl. Hijau Daun, kelapa gading

Tgl masuk RS

: 11/08/2015

Ruangan

: Melati

No. RM

: 00-69-17-19

Status IGD

GCS E4V5M6

Suhu : 37,5 C

RR : 18 x/menit

HR : 108 x/menit

Turgor kembali lambat

D/ GEA dengan dehidrasi sedang

Th/ Loading Asering 60 cc dalam 30 menit selanjutnya 20


tpm mikro
Inj. Cendantron 0,3 cc

Status Melati

Diare 2x/hari, muntah 1 hari SMRS, demam -, lendir -,


darah

Rasa haus +, akitivitas turun

Sakit sedang, lemas

Suhu 37,3 C

RR : 22 x/menit

HR : 110 x/menit

Status Melati

Anemis -, ikterik -, cekung +

KGB

Vesikuler +/+

Turgor kembali lambat

BU + (N)

Ekstremitas hangat

D/ GEA dengan dehidrasi sedang

Th/ Asering 20 tpm mikro

Lanjutan terapi..

Dialac 2x1

Zincare 1x1

Sanmol drop 3x0,6 cc

Vit A 25.000 4x1

Inj. Vomceran 3x1 mg

Alloanamnesa

RPS
Os mencret sejak 1 hari SMRS, mencret disertai ampas
4x/hari berwarna kuning, tanpa lendir dan darah. Os juga
muntah sejak 1 hari SMRS, 8x/hari, muntah berisi
makanan, tidak ada darah. Tidak ada batuk, pilek dan
demam. Os sulit makan tapi minum ASI mau dan sering.
BAK terakhir ibu os tidak tahu karena memakai pempers.
Terakhir ganti pempers 2 jam SMRS ada tinja dan pempers
sedikit basah berwarna kuning.

Riwayat imunisasi

Hep B, BCG, DPT-Polio I,II,III, Campak

Kesan : imunisasi lengkap

Riwayat tumbuh kembang

Tengkurap usia 5 bulan

Merangkak usia 8 bulan

Mulai berjalan merembet usia 11 bulan

Kesan : riwayat tumbuh kembang sesuai usia

Pemeriksaan Fisik

Kesadaran

Keadaan Umum :

Tanda Vital

Compomentis
Sakit sedang

Suhu

: 380 C

HR

: 120 x / menit

RR

: 30 x / menit, teratur.

Antropometri
BB : 6,2 kg
PB : 70 cm
LK : 48 cm (normocephal)
Status gizi
BB/U : 6,2/9,2 x 100% = 65 (gizi kurang)
TB/U : 70/73 x 100% = 95 (tinggi
normal)
BB/TB : 6,2/8,6 = 72,09 (gizi kurang)
KESAN : Gizi kurang

STATUS GENERALIS
Kepala

Bentuk : normochepal

Ubun-ubun

Mata

: belum menutup, datar

: Konjungtiva anemis (), Sklera ikterus

(-) edema palpebra (-), cekung (-)

Hidung : pernapasan cuping hidung (-), deviasi


septum (-), sekret (-)

Telinga : normotia, sekret (-/-)

Mulut

: bibir kering (-), lidah kering (-), lidah

kotor (-),
perdarahan gusi (-), faring hiperemis (-),

Leher

: Pembesaran Kelenjar Tiroid (-), Pembesaran

KGB (-)
Thorak
:
Inspeksi
Dada : simetris kanan kiri
Retraksi
: -/Palpasi
Dada tertinggal : - / Perkusi paru : tidak dilakukan
Auskultasi
Vesikuler
:+/+
Wheezing
: -/Ronki : -/Jantung
: BJ I dan II normal, murmur (-), gallops
(-)

Abdomen :
Inspeksi : datar
Auskultasi
: bising usus (+) normal
Palpasi
: Hepar & lien tidak teraba membesar,
tidak ada nyeri
tekan, turgor kembali cepat
Perkusi : timpani
Ekstremitas
atas
bawah
Sianosis : -/- -/Akral
: hangat
hangat
Udem
: -/- -/petekie : -/- -/RCT
: < 2 detik < 2 detik

LABORATORIUM
HHTL

Tanggal

Hb (gr/dl) Hematokrit

Jam
12-8-2015

(%)

Trombosit

Leukosit

(ribu/mm3) (ribu/mm3)

11,8

33

415

10,39

10,9

37

350

7,43

(08.00)
13-8-2015
(18.00)

Analisa Tinja
A.

Makroskopi

B. Mikroskopik

warna : kuning

Leukosit 2-4/LPB

konsistensi : lembek

Eritrosit 1-2/LPB

Darah (-) negatif

Bakteri + (positif)

Lendir (-) negatif

Epitel (-)

Pus (-) negatif

Lemak (-)

Busa (-) negatif

Amilum (-)
Serat otot (-)
Serat tumbuhan (-)
Jamur (-)
Telur cacing (-)
Parasit (-)

Analisa Tinja
C. Pemeriksaan Terinci
1. Kimia
pH 5,5
Glukosa (-)
Lemak (-)
2. Pewarnaan
Gram Batang negatif
Spora (-)
Jamur (-)
WD/ Infeksi gram negatif batang

RESUME
An. C, Laki laki usia 11 bulan MRS dengan keluhan
mencret 4x/hari sejak 1 hari SMRS. BAB mencret ada
ampas, tanpa lendir dan darah. OS juga muntah sejak 1 hari
SMRS, 8x/hari berisi makanan tanpa darah. Sulit makan
tapi minum ASI mau dan sering. BAK terakhir ibu os tidak
tahu karena memakai pempers. Terakhir ganti pempers 2
jam SMRS ada tinja dan pempers sedikit basah berwarna
kuning.
Pada PF semua ditemukan dalam batas normal

RESUME..

Hasil Lab Hb, Ht, trombosit, leukosit dalam batas normal

Pada analisa tinja ditemukan infeksi batang gram negatif

Rencana penatalaksanaan:
Infus Asering 18 tts/menit
Inj. Vomseran 3 x 1 mg
Dialac 2 x 1 sac untuk 10
hari
Zinc tab 1 x 1 untuk 10 hari
Sanmol syrup 3 x 0,6 cc
Vit. A 4 x 1

FOLLOW UP
Tgl/jam S

12-8-

- Muntah (-)

Suhu : 36 C

2015

- Mencret 4x

RR : 30 x/menit

(sudah ada ampas, HR : 80 x/menit


lendir -, darah -)

BU : + (N)

-Makan susah

Tanda dehidrasi -

-Minum
13-8-

mau

sering
- BAB 1x

2015

dan Turgor

P
G
Infus Asering 18
tpm mikro
E
Dialac 2x1

Zinc tablet 1x1


Dehid- Vit A 25.000 IU 4x1
rasi

kulit

normal
Suhu : 360 C

(konsistensi RR : 28 x/menit

normal)

HR : 86 x/menit

- Muntah (-)

BU : + (N)

Dehid-

Tanda dehidrasi Turgor


normal

kulit

rasi

pulang

Tinjauan Pustaka
DIARE

Definisi
Diare akut adalah buang air besar
dengan frekuensi yang meningkat lebih
dari 3x/hari dengan konsistensi tinja
cair, bersifat mendadak, dan
berlangsung dalam waktu kurang dari
satu minggu (Mansjoer dkk, 1999).

Definisi

Diare akut adalah buang air besar pada bayi


atau anak lebih dari 3 kali perhari, disertai
perubahan konsistensi tinja menjadi cair
dengan atau tanpa lendir dan darah yang
berlangsung kurang dari satu minggu

Bayi yang minum ASI, BAB 3-4 x/hari


fisiologis

BAB < 3 x/hari, konsistensi cair diare


(Buku ajar GEH UKK-GEH-IDAI, 2011)

Klasifikasi Diare

(Buku ajar GEH UKK-GEH-IDAI, 2011)

EPIDEMIOLOGI
DepKes (2000) :
Angka kesakitan 301 / 1000 penduduk
Penyebab utama kematian bayi dan balita
Surkesnas (2001): kematian bayi 9,4 %
(peringkat ke-3), balita 13,2 % (peringkat ke-2)
Biro pusat statistik (2003)
Prevalensi tertinggi terjadi pada usia 6-11
bulan (19,4%), 12-23 bulan (14,8%) dan 24-35
bulan (12%)

Diare Osmotik

Diare Sekretorik

Gangguan motilitas usus

Sumber : adaptasi dari Duggan C, Santosham M, glasso RI, MMWR 1992 dan
WHO 1995

umber : Sandhu 2001

Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan tinja
Makroskopik : watery, lendir, darah, bau busuk
Mikroskopik : leukosit
Pemeriksaan darah
AGD
Elektrolit
Kultur dan tes kepekaan terhadap antibiotik
Biopsi duodenum bila diare kronik

Rencana
Terapi A
Oralit yang harus diberikan sebagai tambahan
bagi kebutuhan cairannya sehari-hari :

< 2 tahun : 50-100 ml tiapkali BAB

>2 tahun : 100-200ml tiap BAB

Beri tablet Zink


Pada anak berumur 2 bulan ke atas, beri
tablet zink selama 10 hari dengan dosis
Umur < 6 bulan : tablet (10 mg) per hari
Umur > 6 bulan : 1 tablet (20 mg) per hari

Rencana Terapi B

Meskipun belum terjadi dehidrasi berat tetapi bila anak


sama sekali tidak bisa minum oralit mislanya karena anak
muntah profus, dapat diberikan infus dengan intravena
secepatnya.Berikan 70 ml/kg BB cairan RL / Ringer Asetat
(atau jika tak tersedia, gunakan larutan NaCl) yang dibagi
sebagai berikut :

Bayi (dibawah 12 bulan) : 70 ml/kgBB/5 jam

Anak (12 bulan sampai 5 tahun) : 70 ml/kgBB/2,5 jam


(Pelayanan kesehatan anak di rumah sakit, WHO, 2009)

TERAPI C

Antibiotik
Beberapa antimikroba yang sering dipakai antara lain
(WHO, 2006)
Kolera :
Tetrasiklin 12,5 mg/kg/x (4 x sehari selama 3 hari)
Eritromisin 12,5 mg/kg/x (4 x sehari selama 3 hari)
Shigella :
Ciprofloxasin 15 mg/ kgBB (2 x sehari selama 3
hari)
Amebiasis:
Metronidasol 10mg/kg/x (3 x sehari selama 5 hari /
10 hari pada kasus berat)
Giardiasis :
Metronidasol 5mg/kg/x (3 x sehari selama 5 hari)

Seng (Zinc)
Sejak tahun 2004, WHO dan UNICEF telah menganjurkan
penggunaan seng pada anak dengan diare dengan dosis 20
mg/hari selama 10-14 hari dan pada bayi< 6 bulan dengan
dosis 10 mg perhari selama 10-14 hari

Probiotik
Lactobacillus aman dan efektif dalam pengobatan diare
akut infeksi pada anak

Prebiotik
Oligosakarida sebagai prototipe prebiotik masih perlu
penelitian-penelitian selanjutnya

Komplikasi
Dehidrasi
Gangguan keseimbangan asam basa (asidosis metabolik)
Gangguan elektrolit
Kejang
Gangguan sirkulasi

Pencegahan

Ada 7 cara diidentifikasi sebagai sasaran


untuk promosi, yaitu :

Pemberian ASI

Perbaikan makanan pendamping ASI

Penggunaan air bersih untuk kebersihan dan


untuk minum

Cuci tangan dengan sabun sehabis buang air


besar dan sebelum makan.

Penggunaan jamban yang bersih dan higienis

Pembuangan tinja yang aman

Imunisasi campak

1. Behrman, Kliagman. Ilmu Kesehatan Anak Nelson. Edisi 15.


Vol.2. EGC : Jakarta. 2000, Hal.1355
2. Boediarso, Aswitha dkk. Pendidikan Medik Pemberantasan
Diare Buku Ajar Diare Pegangan Mahasiswa. Jakarta :
Departemen Kesehatan R.I DITJEN PPM dan PLP.1999. Hal.10
3. Suraatmaja,
Sudaryat.
Diare
Akut.
Kapita
Selekta
Gastroenterologi Anak. Sagung Seto. Jakarta.2005, hlm 15
4. Hegar B, Kadim M. Tatalaksana diare akut pada anak dalam
Majalah kesehatan Kedokteran indonsia Vol 1 No 06, 2003.
5. Subijanto MS,Ranuh R, Djupri Lm, Soeparto P. Managemen
diare
pada
bayi
dan
anak.
Dikutip
dari
URL
:
http://www.pediatrik.com/
6. Armon K. Stephenson T, Macfaul R, Eccleston P, Warneke U.
An evidence and consensus based guideline for acute diarrhea
management Arch Dis Child 2001;85:132-42.
7.
Keputusan MENKES RI No : 1216/MENKES/SK/XI/2001 tentang
Pedoman Pemberantasan Penyakit Diare Edisi ke 5. Departemen
Kesehatan RI, Direktorat Jendral PP dan PL. 2007. Hal. 10
8.
Santoso, N. Budi, Diare Pada Bayi Dan Anak, Lab/SMF. Ilmu
Kesehatan Anak FK. Unibraw/RSU Dr. Saiful Anwar Malang. 2001