You are on page 1of 19

Pengaruh Pemberian Tetes Mata Vitamin A terhadap

Diameter
Luka Kornea Akibat Trauma Kimia Asam yang
Mendapat Terapi
Standar
OLEH:
Harmiyani
(09171093)

PEMBIMBING :

dr. Arlina
Yunita, Sp.M

PENDAHULU AN .

KORNEA . depan Pembentukan parut akibat ulserasi kornea adalah penyebab utama kebutaan dan ganguan penglihatan di seluruh dunia Kebanyakan gangguan penglihatan ini dapat dicegah. Bagian mata yang tembus cahaya & menutup bola mata bag. namun hanya bila diagnosis penyebabnya ditetapkan secara dini dan diobati secara memadai .

BAHAN & METODE .

. Selanjutnya terjadinya pembentukan infiltrat. Respon imun seluler tidak segera datang Badan kornea. bekerja sebagai makrofag Selanjutnya baru terjadi infiltrasi dari sel-sel mononuclear. leukosit polimorfonuklear (PMN). sel plasma. dan sel-sel lain yang terdapat dalam stroma kornea. Kemudian dapat terjadi kerusakan epitel dan timbullah ulkus kornea. yang tampak sebagai bercak berwarna kelabu.Kornea avaskuler.

KELINCI DIBAGI MENJADI DUA KELOMPOK KELOMPOK 1 • kelompok kontrol. yaitu kelinci yang mendapatkan terapi standar tanpa tetes mata vitamin A selama 14 hari KELOMPOK 2 • kelompok kelinci yang mendapatkan terapi standar dan tetes mata vitamin A selama 14 hari Setiap hari pada semua mata kelinci dilakukan pengecatan dengan tetes mata fluoresin 2% dan diperiksa dengan pemeriksaan lampu celah biomikroskop untuk mengukur diameter penyembuhan luka kornea .

.

HASIL PENELITIAN .

.

 Dari gambar 1 dapat dilihat bahwa pada kelompok perlakuan (yang diberi vitamin A) menunjukkan hasil yang lebih baik dari hari ke hari terutama pada hari pertama hingga hari keempat. . Hal ini terlihat dari analisis yang di lakukan dari hari ke hari yang menunjukkan hasil yang bermakna. yaitu dari berkurangnya luas diameter luka kornea.Pengukuran diameter luka kornea yang dilakukan tiap hari pada kelompok kontrol atau kelompok perlakuan dapat dilihat perkembangan penyembuhannya.

.

.

 Dari tabel 2 & 3 dapat dilihat perkembangan penyembuhan luka kornea dari hari ke hari pada kelompok kontrol. .

DISKUSI .

yang berarti terdapat percepatan penyembuhan luka kornea dengan menggunakan tetes mata vitamin A. ke-3.kelompok perlakuan didapatkan percepatan perubahan diameter luka kornea pada hari ke-1. ke-2. dan hari ke-4. . kelompok kontrol perubahan diameter luka kornea relatif sama dari hari ke hari dan mencapai luas diameter yang hampir sama dengan kelompok perlakuan setelah hari ke-6.

meskipun sudah dilakukan pengukuran sebanyak tiga kali dan diambil ratapenggunaan tetes mataratanya vitamin A dua kali sehari pada penelitian ini (sesuai dengan penelitian dari Johansen dkk.BEBERAPA KELEMAHAN PENELITIAN INI keterbatasan dana dan fasilitas pemeliharaan hewan coba. akurat seperti foto digital yang terkomputerisasi bisa menyebabkan terjadinya bias dalam pengukuran diameter luka kornea. . sifat dari hewan coba yang rentan terhadap stress dan mudah terkena penyakit serta teknik pembiusan yang menggunakan ether dapat menyebabkan kematian hewan coba atau kelumpuhan Ketepatan karena pengukuran ether merupakan diameter luka kornea dengan lampu bahan celah biomikroskop yang tidak didukung yang oleh mudah pengukuran disimpan yang dalamlebih jaringan.) kurang memberikan hasil yang signifikan.

KESIMPULAN .

Penelitian terhadap hewan coba kelinci menunjukkan bahwa terdapat peningkatan perbaikan luka kornea pada kelompok perlakuan yaitu yang mendapat terapi tambahan berupa tetes mata vitamin A dibandingkan dengan kelompok kontrol yang hanya mendapat terapi standar berupa doksisiklin oral dan deksametason tetes mata. .

TERIMAKASIH .