You are on page 1of 44

DINAS KESEHATAN

PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

•Jumlah Penduduk
•Luas Wilayah
•Jumlah Kab/kota

: 4.545.650 jiwa
: 10.153.,15 km2
: 10 buah

- Jml RSUD:
- Jml Puskesmas :
- Jml Pustu :

- Jml Posyandu :
- Jml Bayi per tahun
- Jml Ibu Hamil per tahun

VISI
TERWUJUDNYA MASYARAKAT
NUSA TENGGARA BARAT
YANG BERIMAN DAN
BERDAYA SAING.

berbudaya. Menumbuhkan ekonomi berbasis sumberdaya lokal dan mengembangkan investasi dengan mengedepankan prinsip pembangunan berkelanjutan Melakukan percepatan pembangunan infrastruktur strategis dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. 2. 4. 5. menghormati pluralitas dan kesetaraan gender. . Menegakkan supremasi hukum. Mengembangkan masyarakat madani yang berakhlak mulia. 3.MISI 1. pemerintahan yang bebas KKN dan memantapkan otonomi daerah. terjangkau dan berkualitas. Meningkatkan pelayanan pendidikan dan kesehatan yang berkeadilan.

terjangkau dan berkualitas ( misi 2 ) .PROGRA M IMUNISA SI PROGRAM KESEHATAN LAINNYA Meningkatkan pelayanan Pendidikan dan Kesehatan yang berkeadilan.

.

.

000 kh ENVIRONMENT CHLD HEALTH PARTNERSHIP 61. Diseases 76 % MDG 2015 Nas Meningkatnya Cakupan UCI Desa Meningkatnya cakupan Imunisasi Dasar 100 % 100 % NTB 95 % NTB .2 % NTB 90 % NTB Nas 102 per 100.000 KH Menurunnya AKI menjadi 118 per 100.000 KH Nas 260/100000 NTB 320/10000 0 NTB GENDER 23 per 1000 KH 42/1000 KH NTB EDUCATION Comm.TUJUAN UMUM PROGRAM IMUNISASI DI KAITKAN DENGAN RPJMN DAN MDGs MDGs 82015 Tujuan CAPAIAN 2007 34 per 1000 KH Maternal Health •Poverty & Hunger RPJMN 2010 – 2014 PERPRES No: Menurunnya 5/2010 AKB menjadi 24 per 1000 KH 72/1000 KH NTB 228 per 100.

. Persentase desa yang mencapai Universal Child Immunization (UCI) 100 %. Persentase anak SD/MI yang mendapatkan imunisasi tambahan minimal: 95 % 3. Cakupan pemberian imunisasi dasar pada bayi 011 bulan minimal : 95 %. RENSTRA DINAS KESEHATAN 2009 – 2014 1. 2.

Pemanfaatan Sumber daya c. Pemberdayaan Masyarakat d. Gerakan Akselerasi Imunisasi Nasional ( GAIN ) UCI : a. Pemberian Imunisasi Tambahan ( BIAS ) 3. Pemerataan Jangkauan 2. Pemeliharaan cold Chain . Penguatan PWS ( Pemantauan Wilayah setempat ) b.STRATEGI 1.

MONEV/SUPERVISI.(Cold chain )Dukungan Tenaga.Dukungan distribusi. STANDARDISASI .Dukungan Biaya. anak) (.PROMOSI. dll Kondisi Epidemi.KONSEPSI PENINGKATAN CAKUPAN PROGRAM IMUNISASI DIMENSI SUPPLY DIMENSI INTERMEDIASI Ketersediaan VaksinDukungan Peralatan.Kondisi GeografisKondisi Sosial Ekonomi(disparity) PENDUKUNG .Dukungan Sarana.- Peran Posyandu Dukungan Kader .Kesadaran Masy.Org. REGULASI.ibu hamil. bayi. balita. Kemasy Peran Tokoh Poskesdes DIMENSI DEMAND Kejelasan Target Group.

Sweeping. SOS Pemberitahuan melalui KaDes .Kegiatan Akselerasi Sesuai Kondisi Daerah Kondisi Pemantapan Infra struktur Pemanfaatan Management tool Kegiatan Akselerasi Meningkatkan PSM Cakupan Tinggi dan Merata Saryankes Pemerintah dan Swasta Cek list Supervisi. BLF Pendataan bayi br lahir & status imunisasi Jangkauan Rendah dan Cakupan juga rendah Advokasi. Revitalisasi PWS dan Posyandu. PWS Sustainability Sweeping dan Pelayanan imunisasi di Posyandu & Saryankes Pendataan bayi Jangkauan Pelayanan Tinggi tetapi Cakupan Rendah •Koordinasi dengan Bidan •Buku Register Kohort Cek list Supervisi. revitalisasi PWS DOFU dan Pelayanan imunisasi di Posyandu & Saryankes Pendataan status imunisasi Jangkauan sedang tetapi cakupan rendah Advokasi & kerjasama LS. kerjasama LS dan Gerakan Masyarakat Revitalisasi PWS dan Posyandu BLF. DOFU.

5 Fase Pemantapan Program Imunisasi SUSTAIN REDUKSI/ ELIMINASI/ ERADIKASI FASE AKSELERASI 2011-DST REVITALISASI TOOLS INFRA STRUKTUR 2008-2009 2010-2011 2009-2010 2008-2009 .

. • TUJUAN : – MEMBERIKAN PERLINDUNGAN TERHADAP PENYAKIT BERBAHAYA (POLIO. PERTUSIS. TETANUS. HEPATITIS DAN CAMPAK ) YANG DAPAT MENIMBULKAN KEMATIAN.Sasaran dan tujuan • SASARAN : – BAYI. – IBU HAMIL. DIFTERI. TBC. – ANAK SEKOLAH DASAR/MI.

PROGRAM KESEHATAN IBU & ANAK BCG/ TT HB hamil lahir Fasilitas kesehatan ANC Persalinan Manaj asfiksis Vit K1 inj DPT1/HB Polio1 Poio2 1 bln 2 bln DPT2/HB DPT3/HB Poio3 Poio4 3 bln 4 bln Campak 6 bln Rumah 9 bln 12 bln 5 th Posyandu Kunj neonatal Kunj bayi Kunj bayi Kunj bayi Kunj bayi Kunj balita Kunj nifas SDIDTK SDIDTK SDIDTK SDIDTK SDIDTK MTBS Bk KIA Bk KIA Bk KIA Bk KIA Bk KIA Salep mata Manaj BBLR MTBS Health System Strengthening Imunization Program 16 .

Polio 3 DPT/HB 3. Polio 1 DPT/HB 1.Jadual Imunisasi Dasar sasaran 0-11 bulan Umur Bayi Jenis Imunisasi 0-7 Hari 1 Bulan 2 Bulan 3 Bulan 4 Bulan 9 Bulan HB-0 BCG. Polio 4 Campak . Polio 2 DPT/HB 2.

.Jadual Imunisasi Anak SD/MI Kelas Jenis Imunisasi 1 2&3 DT dan Campak. Td.

Jadual Imunisasi ibu hamil No Pemberian Imunisasi Interval waktu pemberian Minimal Masa perlindunga n 1 T1 Kunjungan Pertama Bumil - 2 T2 4 Minggu setelah T1 3 Tahun 3 T3 6 Bulan Setelah T2 5 Tahun 4 T4 1 Tahun setelah T 3 10 Tahun 5 T5 1 Tahun setelah T3 25 Tahun .

5 cc Suntik Lengan kiri atas. Intramuskular 5 Campak 0.5 cc Suntik Paha.5 cc Suntik Lengan atas. Intradermal 3 Polio 2 tetes Tetes Mulut 4 DPT-HB 0. Sub kutan dalam 7 DT 0.05 cc Suntik Lengan kanan atas.Dosis. Cara dan Tempat pemberian vaksin No Jenis vaksin Dosis Cara Tempat Pemberian vaksin 1 HB Uniject Single dosis Suntik Paha.5 cc Suntik Lengan atas. Sub kutan dalam . intramuskular 2 BCG 0. Sub Kutan 6 TT / Td ( anak sekolah ) 0.

GAMBARAN HASIL RISKESDAS PROGRAM IMUNISASI TAHUN 2010 .

Riskesdas 2010 .Persentase imunisasi BCG pada bayi.

Persentase imunisasi Polio pada bayi. Riskesdas 2010 .

Persentase imunisasi DPT pada bayi. Riskesdas 2010 .

Persentase imunisasi Campak pada bayi. Riskesdas 2010 .

Persentase imunisasi dasar lengkap pada bayi. Riskesdas 2010 .

Persentase Bayi yang Tidak Pernah Mendapat Imunisasi Menurut Provinsi .

MIS OPORTUNITY JENIS ANTIGEN BERDASARKAN HASIL RISKESDAS 2010 DI NTB Kontak pertam a Konta k akhir .

GAMBARAN HASIL PROGRAM IMUNISASI DI PROVINSI NTB .

Imunisasi Dasar Lengkap pada Bayi Prov NTB Tahun 2007 2011 .

.Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap pada Bayi Prov NTB tahun 2007 -2011 Kabupaten KLU terbentuk sejak Tahun 2009.

2011 • Rata-Rata Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap pada Bayi 2007 – 2011 Prov NTB 95.6 % dan Terndah adalah KLU: 90.6 %.6 %. – Rata.Rata Cakupan Imunisasi Dasar lengkap pada Bayi 2007 – 2011 Tertinggi adalah Kabupaten Bima : 97. – Cakupan yang paling Progresif peningkatannya nya adalah Kabupaten Dompu yaitu: dari 86 % tahun 2007 menjadi 99 % tahun 2011 .Analisis Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap 2007 .

Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap Prov NTB s/d Agustus 2012 .

Cakupan UCI Desa Prov NTB Tahun 2007 – 2011 .

Cakupan UCI Desa PerKab/Kota se NTB Tahun 2007 .20011 Kabupaten KLU terbentuk sejak tahun 2009. .

2011 adalah Kota Bima : 85.2 % • Progres Cakupan UCI Desa tertinggi adalah Kabupaten Dompu dari: 66 % menjadi 100 % .Analisis Cakupan UCI Desa Per Kab/Kota Prov NTB tahun 20072011 • Rata-Rata Cakupan UCI Desa tertinggi selama tahun 2007 .2011 adalah Kabupaten Lombok Timur : 99.6 % • Rata – Rata Cakupan UCI Desa terendah selama tahun 2007 .

c. . b. Proyeksi sasaran bayi di tingkat Puskesmas belum dihitung secara akurat berdasasarkan jumlah ibu hamil sehingga terjadi kesenjangan ( GAP ). Tenaga vaksinator ( paramedis dan bidan ) belum mendapatkan pelatihan.PERMASALAHAN 1. INPUT a. Petugas Pengelola Program Imunisasi di Tingkat Puskesmas sering mengalami pergantian ( mutasi ). f. e. d. Ada beberapa Cold Chain yang tidak standard dan keterbatasan tenaga listrik. Terbatasnya dana dalam melakukan manajemen program di tingkat Kabupaten/Kota dan Puskesmas ( PWS ). Buku Dusun sebagai alat pencatatan status imunisasi pada bayi tidak tersedia di Puskesmas.

. Hasil pelayanan imunisasi setiap kunjungan Posyandu belum efektif karena rendahnya mobilisasi sasaran.2. Manajemen program imunisasi dalam bentuk Rapat Koordinasi LP/LS melalui PWS tingkat Puskesmas belum terlaksana secara berkala. Pemanfaatan Buku Dusun sebagai dasar menghitung imunisasi lengkap bayi ( sistim kohort ) atau buku Kohort KIA belum terisi dengan lengkap. Proses. d. b. c. a. Umpan balik hasil monitoring dan evaluasi cakupan program dari Kabupaten/Kota ke Puskesmas Belum berjalan dengan baik.

Out put. – Cakupan UCI Desa per tahun hasilnya masih fluktuatif. – Laporan hasil cakupan imunisasi dasar lengkap belum dihitung berdasarkan sistim kohort pada setiap bayi. .3. – Masih ditemukan KIPI pada Bayi.

pengelola program imunisasi di Tk Puskesmas (diusulkan dari dana DEKON 2013 ) • Pengusulan sistem cold chain pada daerah sulit listrik dengan menggunakan solar cell ( sudah diusulkan ke Pusat ). • Pelatihan petugas vaksinator. 1. • Penganggaran biaya untuk manajemen program khusus nya supervisi. Rakor PWS tingkat Kab/Kota dan Puskesmas minimal 2x per tahun.Pemecahan masalah. INPUT: • Setiap tahun pasti terjadi peningkatan sasaran untuk itu angka proyeksi bayi di tingkat Puskesmas harus di konfirmasikan dengan data cakupan K4 Bumil sebagai gambaran dasar dalam merencanakan jumlah sasaran. • Pencetakan buku dusun oleh Dinas Kesehatan Kab/Kota. .

. Proses. b. a. Terjadi diskusi dan solusi saat dilakukan pembinaan/ supervisi antara petugas Prov/Kab/Kota dan Puskesmas. d. Rapat Koordinasi LP/LS PWS tingkat Puskesmas dan Kab/Kota minimal 2 xper tahun ( BOK/DAU) c.2. Pembinaan perlu dilakukan pada cat por dan pengelolaan cold chain. Supervisi petugas Kabupaten/Kota dilakukan pada Puskesmas yang cakupan nya masih dibawah target.

Hasil cakupan imunisasi dasar lengkap adalah bayi mendapatkan seluruh antigen yang telah ditentukan ( bukan menggunakan indikator cakupan campak ). a. b. Evaluasi Hasil Kinerja per bulan berdasarkan Indikator program. Out Put. Umpan balik hasil kinerja program imunisasi dari Kab/Kota minimal 4 kali per tahun. Analisis hasil kinerja minimal 3 tahun untuk menilai progresif trend tiap tahun ( Goal: Minimal 95 % bayi imunisasi dasar lengkap dan 100 % Desa UCI ) . a. Membuat 1 kolom tambahan pada form laporan imunisasi untuk mendapatkan angka imunisasi dasar lengkap. c. b.3.

BEKERJALAH SECARA CEPAT DAN CERDAS SESUAI TUPOKSI AGAR KITA TIDAK MENYESAL 3-4 TAHUN LAGI SETELAH KITA TAHU BAHWA TERNYATA KITA TIDAK BERBUAT APA-APA. .