You are on page 1of 10

METODE PENGUJIAN OBAT ANTIDIABETES

Pengertian Diabetes Mellitus
Diabetes mellitus merupakan suatu kelompok penyakit
metabolik yang ditandai oleh adanya hiperglikemia sebagai
akibat tidak adekuat sekresi insulin sel beta pankreas
kelainan kerja insulin keduanya.
Yang dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan disfungsi
sampai kegagalan beberapa organ tubuh seperti mata,
ginjal, saraf, jantung dan pembuluh darah.

Klasifikasi Diabetes Mellitus
Klasifikasi klinis diabetes mellitus :
 Diabetes tipe I, Insulin Dependen Diabetes Mellitus (IDDM)
disebabkan oleh destruksi sel beta pulau Langerhans
akibat proses autoimun.
 Diabetes tipe II, Non Insulin Dependen Diabetes Mellitus
(NIDDM). Disebabkan kegagalan relatif sel beta dan
resistensi insulin sehingga turunnya kemampuan insulin
untuk merangsang glukosa dan untuk menghambat
produksi glukosa oleh hati.
 Diabetes Mellitus Terkait Malnutrisi (DMTM) disebabkan
karena kekurangan nutrisi atau gizi

Gejala Klinik Penderita Diabetes Mellitus

Dari sudut pasien Diabetes Mellitus hal yang sering menyebabkan
pasien datang berobat ke dokter yang kemudian didiagnosis
sebagai Diabetes Mellitus adalah dengan keluhan :
1. Kelainan kulit : Gatal, bisul-bisul
2. Kelainan ginekologis : keputihan
3. Kesemutan
4. Luka atau bisul yang tidak sembuh-sembuh
5. Infeksi saluran kemih
6. Sering urinasi
7. Lapar yang berlebihan

Obat-obatan berkhasiat hipoglikemik

Golongan Sulfonilurea
Obat golongan ini diberikan kepada pasien berat badan
normal atau sedikit lebih diantaranya sulfonilurea
generasi pertama (Tolbutamid, Asetoheksamid, Tolasamid,
Klorpropamid dan Sulfonilurea generasi kedua
(Glibenklamid).
Golongan Biguanida
Bekerja menurunkan kadar glukosa darah, umumnya
untuk pasien gemuk dengan obat tunggal dan pasien
berat badan lebih dikombinasi dengan golongan lain.

Inhibitor alfa glukogenasi
Bekerja secara kompetitif menghambat kerja enzim alfa
glukosidasi didalam saluran cerna sehingga menurunkan
absorpsi glukosa dan menurunkan hiperglikemia.

Insulin sensitizing agent
Golongan obat yang bekerja meningkatkan sensitifitas
insulin sehingga mengatasi masalah resistensi insulin.
Anti diabetik oral tanaman
Diantaranya adalah Tapak dara, Brotowali, Daun Sambiroto,
Ceplukan, Belimbing besar, Daun Kumis kucing, Daun
Jambu klutuk, Bunga Pukul empat, Lidah buaya dan lainlain.

Pemberian insulin

Alat Untuk Mengukur Glukosa Darah Adalah
Glukometer

Defenisi glukometer
Glukometer merupakan alat yang digunakan untuk mengukur atau
mengetahui kadar glukosa darah yang terdiri atas beberapa
bagian : Displas, S. Button, M. Button, testopork, strip dan
Bagian Belakang.
Mekanisme Kerja Strip Uji
Strip Uji digunakan untuk mendiagnosa secara in vitro untuk
pengukuran konsentrasi glukosa dalam kapiler darah. Strip uji
dilengkapi dengan system biosensor yang mempunyai 2 elektrode
dan enzim oksida glukosa dari jamur Aspergillus. Apabila darah
segar diletakkan diatas tester secara otomatis masuk ke chamber
reaksi. Kandungan glukosa dalam sampel darah kemudian akan
terbaca pada layar dimana satuannya mg/dl.

• Pembuatan suspensi Glibenklamid 0,003 % b/v
Suspensi glibenklamid dibuat dengan menggerus
serbuk tablet glibenklamid kemudian ditimbang 3 mg
setara. Lalu didispersikan ke dalam larutan Na. CMC 1 %
sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga homogen,
dicukupkan volumenya hingga 100 ml.
• Pembuatan larutan Glukosa 12% b/v
Ditimbang glukosa sebanyak 12 g kemudian dilarutkan
dengan 50 ml air suling dipanaskan larutan tersebut
hingga semuanya melarut dan dicukupkan volumenya
sampai 100 ml.

Perlakuan terhadap hewan uji

Tikus Putih Jantan 15
ekor

- diadaptasikan
- ditimbang
- dipuasakan
- dikelompokkan
- diukur kadar gula puasa

Kadar gula darah
puasa

Obat A, B, C,
dan obat D

Perlakun terhadap
hewan uji

kadar gula
awal
Klp I kontrol
negatif Na.
CMC 1%

Kontrol
negatif Na.
CMC 1%

Klp II

Klp III

Klp IV

KlpV

Obat A

Obat B

Obat C

Obat D

Pengambilan darah setelah 60 menit diukur kadar gula
setiap 1 jam selama 5 jam
Pengumpulan data
Analisis data
Pembahasan
Kesimpulan

Sekian