You are on page 1of 42

Jenis-Jenis Penjadwalan

Proyek
Sidiq Wacono
Jurusan Teknik Sipil
Politeknik Negeri Jakarta

1. GANT CHART (BAR CHART –
DIAGRAM BALOK)
 Diciptakan oleh Hennry L. Gantt,

dan dikenal dengan

nama Diagram Balok atau Bar Chart.
 Bentuknya berupa matriks atau tabel yang berisikan :

Arah vertikal
Arah horisontal

-kegiatan / aktivitas / item pekerjaan
-skala waktu yang digambarkan dalam bentuk
balok (garis tebal) dan panjang balok
tersebut menyatakan lamanya waktu aktivitas.

 Cara pemakaiannya mudah dan praktis, tetapi masih

banyak kekurangannya, karena hanya mempunyai satu
dimensi saja (waktu). Dan untuk menyempurnakan
diagram ini perlu dilengkapi dengan kurva S, diagram
tenaga kerja serta diagram alat.

Bar Chart Basics
Activity
Description

time
5

10

Mobilization
Site Work
Utilities
Foundations
Deliver Struct
Steel
Example simple bar chart

15

20

BAGIAN-BAGIAN BAR CHART
Skala waktu : hari,
minggu, bulan..

Nama aktivitas
NO

K
E
G
I
AT
A
N

ITEM
PEKERJAAN

1 PEKERJAAN A
2 PEKERJAAN B

BIAYA

WAK T U

BOBOT

RP.

1

2

3.16

3.16

3.16

34

5

3.16

3.18

6

7

8

9

10

12 13

3110000 15.82
13110000 66.68

5.82

JUMLAH
% KOMULATIF

100 %

3.00

3430000 17.45
0.01

4 PEKERJAAN D

Kurva S

Bobot biaya per
satuan waktu

8.33 16.67 16.67 16.67 8.34
2.81 5.82

3 PEKERJAAN C

11

10000

0.04

0.05

19660000 100.0
0

3.16

3.16

3.16

3.16

3.16

6.32

9.48

12.64 24.15 40.82 57.49 74.16 85.31 91.13 96.95 99.96 100.00

SKALA WAKTU

11.51 16.67 16.67 16.67 11.15 5.82

5.82

3.01

0.04

0%

Durasi : waktu yang diperlukan untuk menyelesaian suatu item pekerjaan / aktifitas. . Bobot : perbandingan antara biaya per item pekerjaan dgn jumlah biaya seluruh pekerjaan dikalikan 100%. Bobot biaya persatuan waktu : adalah besarnya biaya yang didistribusikan/ dibagi per satuan waktu secara hampir merata Kurva S : grafik yang dibentuk dari jumlah komulatif persatuan waktu dan dimulai dari 0% sampai 100%.BAGIAN-BAGIAN BAR CHART ………. continue  Item pekerjaan : merupakan pengelompokan kegiatan-kegiatan yang      sejenis dan dapat/ harus dikerjakan menjadi suatu struktur rincian pekerjan (WBS) Biaya : besarnya anggaran/ dana yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu item pekerjaan.

Bila digabungkan dengan metode lain dapat dipakai untuk perencanaan dan pengendalian pada aspek yang lebih luas. sehingga sulit digunakan untuk pengendalian proyek. yaitu waktu. Sulit melakukan penyesuaian/perbaikan atau pembaruan bila diperlukan. .. Dapat menggambarkan jadwal perencanaan suatu kegiatan dan kenyataan kemajuan proyek pada saat pelaporan. mudah dibuat dan dimengerti oleh semua tingkatan manajemen.  KERUGIAN     Tidak menunjukkan secara spesifik hubungan ketergantungan antara satu kegiatan dengan kegiatan lain. sehingga dimanfaatkan sebagai alat komunikasi proyek.KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN BAR CHART  KEUNTUNGAN    Sederhana. Sukar mengetahui dampak yang diakibatkan oleh keterlambatantan satu kegiatan terhadap jadwal keseluruhan. Hanya memiliki satu dimensi saja.

. Buat Kurva S berdasarkan persentase bobot komulatif dengan 0% pada bagian kiri bawah skala waktu 100% pada ujung kanan atas skala waktu.CARA MENYUSUN BAR CHART  Buat urutan kegiatan secara sistimatis  Tentukan perkiraan waktu (durasi) bagi pelaksanaan setiap       kegiatan. Gambarkan balok yang mewakili setiap kegiatan dengan panjang balok sesuai durasinya. Distribusikan bobot kepada setiap satuan waktu dari kegiatan. Hitung bobot masing-masing kegiatan. Jumlahkan bobot setiap satuan waktu dan letakan pada kolom jumlah. Jumlahkan secara komulatif bobot setiap satuan waktu dari waktu awal sampai waktu akhir.

000 x 1 HO = 1.80 HO .000. 40.mandor = Rp.Man-hours Duration = .000/50. Besarnya upah tenaga kerja per hari: .MENENTUKAN DURASI AKTIFITAS  Menentukan besarnya koefisien / indek produksi tenaga kerja berdasarkan upah yang diterima dalam satu satuan waktu. 60.000.10 HO .000. 50.pekerja = Rp..tukang = Rp.00 HO . 55.mandor = 60.000/50.Besarnya koefisien/ indek produksi tenaga kerja berdasar besarnya upah tukang : .tukang = 50.kepala tukang = 55.000 x 1 HO = 1.Amount of worker .pekerja = 40.20 HO Dimana HO = hari orang (man day) .000.000 x 1 HO = 1.000/50.000 x 1 HO = 0.000/50.kepala tukang = Rp.

600 x 1.956 HO ...80 = 1. pekerja)..20 = 0.075 x 1. Perhitungan berdasarkan volume pekerjaan pasti dibagi dengan produktifitas tenaga kerja per hari. tukang..066 HO Tukang = 0. Contoh : Volume pekerjaan pondasi batu kali = 150 m3 Banyak pekerja = 20 orang per hari (termasuk mandor.060 x 1. …..MENENTUKAN DURASI AKTIFITAS • Berdasarkan sumber daya yang tersedia..600 HO Pekerja = 1.10 = 0.00 = 0. kepala tukang.500 x 0.( = HO ) Berapa durasi yang diperlukan untuk pekerjaan pondasi ini? Penyelesaian : cara SNI Menghitung produktifitas untuk menyelesaikan 1m3 pondasi: Mandor = 0..200 HO Jumlah= 1.090 HO Kepala Tukang = 0.

18 hari = 17 hari .68 hari (A) = 1...5 hari (Asumsi) = 16.956 HO = 10.22 m3 per hari  Durasi yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan Waktu yang diperlukan = 150 / 10..MENENTUKAN DURASI AKTIFITAS  Produksi tenaga kerja perhari : = pekerja yang tersedia 20 HO x1m3 = produktifitas 1.22 Waktu yang tidak efektif (10 % A) Jumlah total Dibulatkan = 14....

956 = 293.. berapa banyak pekerja yang diperlukan? Penyelesaian :  Waktu yang tidak efektif = 2 hari (di asumsikan) Waktu yang diperlukan = 12 . Contoh : Dari contoh di atas ditentukan pekerjaan harus selesai dalam 12 hari kerja. tetapi hal lain yang perlu diperhitungkan adalah sumberdayanya agar dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktunya...34 HO .  Jumlah HO yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan = 150/1 * 1. karena telah ditetapkan.2 = 10 hari.hari = 293.4 / 10 = 29...MENENTUKAN DURASI AKTIFITAS • Berdasarkan waktu yang tersedia (Target waktu) Perhitungan durasi tidak dilakukan lagi.4 HO  Jumlah HO per..

Disajikan dalam bentuk sebuah anak panah (single arrow). lurus  b. patah c. . gelombang d. dan arus kegiatan dari kiri ke kanan. salah Dummy adalah kegiatan semu / maya dan tidak memiliki waktu kegiatan. digambarkan dalam bentuk anak panah dengan garis putus-putus.2. contoh: a. panjang anak panah tidak mempunyai arti. CRITICAL PATH METHOD [ CPM ]  DEFINISI-DEFINISI YANG DIGUNAKAN  Activity (kegiatan) adalah bagian dari suatu pekerjaan atau usaha suatu sumber daya dan banyaknya waktu untuk menyelesaikannya.

.. serta ilustrasi grafik antara variasi kegiatan dan kejadian dari sebuah proyek.....   Event (Node / kejadian) adalah tempat perhentian dalam proyek yang merupakan tanda dimulainya .... ..selesainya dari satu atau beberapa kegiatan.. Ada dua waktu yang berhubungan dengan “event” yaitu  Saat yang paling lambat = Latest Event Time = LET  Saat yang paling awal = Earliest Event Time = EET NOMER NODE   1 15 14 EET LET Network atau jaringan adalah urutan kegiatan dan kejadian secara logika..... Critical Activity atau kegiatan kritis adalah kegiatan yang bila dilakukan penudaan waktu kejadian akan merubah jadwal waktu penyelesaian proyek secara keseluruhan.... DEFINISI .

DEFINISI .    Path atau anak panah adalah urutan dari kegiatan yang berdekatan dan bagian dari bentuk yang menerus antara dua kejadian (event)........ path 2 0 4 1 3 jalur kritis ...... dan disajikan dalam bentuk anak panah dengan garis yang tebal.... Critical Path atau jalur kritis adalah urutan dari kegiatan.kegiatan kritis dan bagian dari bentuk yang menerus antara waktu awal proyek sampai selesainya/ sempurnanya proyek (waktu terpanjang dari proyek)....

KEUNTUNGAN    / KEUNGGULAN CPM Perencanaan yang detail Komunikatif dan komitmen Monitor dan kontrol yang efisien • Mengidentifikasi daerah yang berpotensi menjadi masalah • Pemakaian tenaga kerja yang dimiliki sendiri • Dalam penjadwalan ulang • Mudah dimengerti • Dapat beradaptasi dengan pemakaian komputer • Sebagai alat untuk pengambilan keputusan • Hubungan antara waktu dan biaya (‘time-cost trade off’) .

BENTUK HUBUNGAN PADA JARINGAN   1  1  1 1 A A 2 A B B 2 Kegiatan A atau kegiatan 1-2 3 Kegiatan B dimulai setelah A selesai 2 Kegiatan A dan B berlangsung bersamaan 3 2  A B 1 1 A  2 3 B 3 Kegiatan A dan B berlangsung bersamaan Kegiatan A dan B selesai bersamaan .

....... 7 8 Resume: analisis yang dilakukan terhadap tiap kegiatan.BENTUK HUBUNGAN  1  3 4  3 4  A B 2 C B D 5 3 Kegiatan B dan C dapat dimulai setelah aktifitas A selesai 4 Kegiatan D dimulai setelah kegiatan B dan C selesai 6 C B 5 C D 6 E Kegiatan D dapat dimulai setelah kegiatan B selesai. Succession ... Concurrence A 4 c. dan kegiatan E dapat dimulai setelah kegiatan B dan C selesai.. Precedence 0 A b.... memberikan gambar-gambar network sebagai berikut : 4 A a...

Periksa jaringan yang melingkar (network-loops). • • • • b. Antara dua kejadian (node) hanya boleh ada satu anak panah. maka penggambaran dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: a. dan perbaiki menjadi kegiatan yang saling ketergantungan. dan bila terdapat perpotongan antara dua anak panah tidak dapat dihindari. Hindari dummy yang tidak perlu. bila hal ini terjadi maka perlu diperbaiki karena terjadi urutan ketergantungan yang tidak logis. Periksa kembali kegiatan-kegiatan lepas (loose . . • SYARAT-SYARAT PEMBUATAN CPM Network dari suatu proyek dimulai dari suatu kejadian (node) dan diakhiri dengan suatu kejadian (node) FINISH START • Penggambaran aktifitas harus sesuai dengan syarat aktifitas.ends) pada network.

 PROSES PEMBUATAN CPM  Analisa kegiatan proyek FORMULATION PERUMUSAN  Urutkan kegiatan  Hitung waktu dan biaya aktifitas SOLUTION PENYUSUNAN  Bangun jaringan  Analisa kejadian (event)  Analisa aktifitas ANALYSIS & APLICATION  Pengawasan dan ANALISA & APLIKASI pengendalian  resource utilization .

 Tabel 3. 5.CONTOH PEMBUATAN CPM  Analisa proyek (Analysis of the project) Pembuatan daftar aktifitas yang telah disetujui Pimpinan Proyek. dan setiap aktifitas harus dapat dibedakan scara jelas dan dapat dimengerti. Activity Description A Administrative setup B Hire Personnel C Obtain materials D Transport material to Moose Lake E Gather Measuring team F Planning G Assemble equipment H Plan evaluation I Oxygenation J Measurement and evaluation . 1. 4. 8. 6. 9.1. 10. 2. 7. 3. Moose Lake Project Activities No.

...... (caranya sama dengan perhitungan durasi pada bar chart).....CONTOH PEMBUATAN CPM  Penyusunan urutan aktifitas (Sequence the activities) Dasar utama adalah logika ketergantungan antar kegiatan dalam proyek dan dihindari pemikiran yang bersifat subyektif........2 ....... Kegiatan apa saja yang dapat dimulai bersamaan dengan kegiatan yang dihadapi sekarang? ....... Penentuan durasi aktifitas berdasarkan pengalaman dan kemampuan sumber daya yang ada. Kegiatan apa saja yang belum dapat dimulai.Succession  Hitung waktu aktifitas dan biaya (Estimate activity times and costs)... sebelum kegiatan yang dihadapi ini selesai? ............ Lihat tabel 3...... Kegiatan apa saja yang sudah harus selesai sebelum kegiatan yang dihadapi ini dapat dimulai ? ...Precedence b.2) Cara yang termudah dengan menjawab pertanyaan berikut : a.........................Concurrence c....... (lihat tabel 3.....

3.. 9. A B C D E F G H I J Description Administrative setup Hire Personnel Obtain materials Transport material to Moose Lake Gather Measuring team Planning Assemble equipment Plan evaluation Oxygenation Measurement and evaluation Duration d 3 4 4 2 4 6 3 1 12 2 Precedence Activity None A A C A C D.. 10. 4.2.... Activity 1... 6. 7..... 5... Moose Lake Project Activities No. 8..CONTOH PEMBUATAN CPM  Tabel 3.G H.B E F. 2....I .

.CONTOH PEMBUATAN CPM Membuat jaringan kerja (construct the network) Berdasarkan tabel 3..  F 2 C 0 A 3 1 4 6 D B 2 G 3 4 E 4 3 4 I 5 12 H 1 6 J 2 7 .2......... susun jaringan kerja dengan cara menghubung kan node yang satu ke node yang lain dengan anak panah (aktifitas)........

.. A 1 2 d LET 2 LET 1 LET1 = LET2 .  Hitung waktu kejadian paling lambat (LET = Latest Event Time)....d Diambil nilai Minimum .... EET1 EET2 A 1 2 d EET2 = EET1 + d Diambil nilai Maksimum......CONTOH PEMBUATAN CPM  Menghitung waktu aktifitas/kejadian (Event Analysis)  Masukan durasi aktivitas kedalam network  Hitung waktu kejadian paling awal (EET = Earliest Event Time).....

......CONTOH PEMBUATAN CPM 2 C 0 0 A 0 3 1 4 7 F 7 6 D 3 B 3 4 2 3 E 4 9 G 10 3 4 5 13 I 13 12 7 H 24 1 6 25 J 25 2 7 27 27 ............

.......CONTOH PEMBUATAN CPM  Menentukan jalur kritis  EET = LET  Mempunyai total durasi paling besar pada jalur tersebut  Total float tidak ada (TF = 0) 2 C 0 0 0 A 3 1 4 7 F 7 6 D 3 B 3 4 2 3 E 4 9 G 10 3 4 5 13 I 13 12 7 H 24 1 6 25 J 25 2 7 27 27 ...........

sedangkan cara lain yang dapat dipakai adalah cara Matrik. LET. ( tail event number) – Masukan semua nama aktivitas dan durasinya pada kotak yang tersedia sesuai dengan nomer nodenya. – Kolom-kolom lainnya setelah kolom pertama baris pertama berisi nomer node dari 0 sampai n (urut dari kiri kekanan). LET. . Nama aktivitas diletakan pada kiri atas kotak dan durasi pada kanan bawah kotak. CARA MATRIKS • Cara menentukan EET. dan jalur kritis dengan cara Matrik adalah : – Buat gambar logika/hubungan ketergantungan dari tiap kegiatan (Network) – Buat tabel dengan ukuran : kolom x baris = (n+1) x (n+1) dimana n adalah banyaknya node (kejadian) – Baris pertama kolom pertama berisi keterangan : untuk kolom adalah MULAI dan untuk baris adalah AKHIR. dan Jalur kritis yang sudah dipelajari adalah cara langsung. • Langkah-langkah menentukan EET. (head event number) – Kotak-kotak lainnya setelah baris pertama kolom pertama berisi nomer node dari 0 sampai n (urut dari atas kebawah).

......CARA MATRIKS Contoh : kegiatan A adalah kegiatan 0 . dan durasinya ditulis 0.. serta diletakan pada kotak yang sesuai dengan nomer nodenya. ...1 maka kegiatan A diletakan pada kotak yang berpotongan antara baris 0 dengan kolom 1... (contoh baris ke empat ada angka 9 dan 7 diambil angka 9).. maka nama aktifitas tidak perlu ditulis........ – Hitung EET dari tiap-tiap nomer aktiviti dari node 0 sampai n dan hasilnya diletakan pada sebelah kiri node tersebut (arah vertikal) • Masukan nilai 0 disebelah kiri node awal (baris 0) • Jumlahkan angka 0 dengan setiap angka yang terdapat pada baris yang sama........... . misal : • 0 + 3 (pada kolom 3) • Hasilnya diletakan pada nomer baris yang sama (baris 3) dengan nomer kolom yang dijumlahkan (kolom 3) • Bila dalam satu baris terdapat beberapa angka (untuk EET) maka dipakai nilai yang terbesar untuk dijumlahkan dengan angka pada baris yang sama. – Untuk aktivity dummy...

nya diletakan pada sebelah atas node (arah horisontal). – Tentukan kejadian kritis dengan mengarsir kotak perpotongan kolom dan baris yang memiliki EET = LET. (contoh kolom ke empat ada angka 10 dan 24 diambil angka 10). – Hitung LET dari tiap-tiap nomer aktiviti dari node 0 sampai n dan hasil.…..2 (pada kolom 8 baris ke 7) • Hasilnya diletakan pada nomer kolom yang sama (kolom 6) dengan nomer baris yang dijumlahkan (baris 6) • Bila dalam satu kolom terdapat beberapa angka (untuk EET) maka dipakai nilai yang terkecil untuk dikurangkan dengan angka pada kolom yang sama. dan masukan nilai terakhir dari EET (27) di atas baris node terakhir (node 7) • Kurangkan angka 27 dengan setiap angka yang terdapat pada kolom yang sama. misal : • 27 . – Untuk detailnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini. • Mulai dari kolom paling akhir. . Cara matriks • Dengan cara yang sama lanjutkan kebaris selanjutnya sampai baris ke n.

Cara menentukan EET dan LET dengan metode matriks Tahap 1: Membuat tabel matrik ukuran (n+1) x (m+1) NODE AKHIR NODE AWAL 0 1 2 3 4 5 6 7 0 1 2 3 4 5 6 7 .

Tahap 2: Memasukan aktivitas dan durasi sesuai aktivitas nomer nodenya NODE AKHIR NODE AWAL 0 1 2 3 4 5 6 7 0 1 A 2 3 C 3 4 B D 4 4 E 5 6 7 4 F 2 0 G 6 3 H I 1 12 J 2 .

Tahap 3: Menghitung EET dari baris 0 sampai ke n (vertikal) dan diambil nilai maksimum EET NODE AKHIR NODE AWAL 0 0 0 3 3 1 7 7 2 7 3 9 9 9 9 7 4 13 12 13 5 25 25 10 6 27 7 27 0 1 A 2 3 4 5 6 7 3 C 4 B D 4 E 4 F 2 0 G 6 3 H I 1 12 J 2 .

Tahap 4: Menghitung LET dari baris m (horisontal) sampai baris 0 dan diambil nilai minimum LET 0 3 7 10 24 13 25 27 3 6 8 24 0 20 7 10 24 13 25 27 1 2 3 4 5 6 7 NODE AKHIR 0 EET NODE AWAL A 0 0 0 3 C E B 3 3 1 4 4 4 D F 2 7 7 2 6 G 9 7 9 3 0 3 H 9 7 9 4 1 I 13 12 13 5 12 J 2 25 25 10 6 27 27 7 .

Tahap 4: Menentukan node kritis dengan syarat EET = LET dan arsir kotak berpotongannya Cari yang sama LET 0 3 7 10 24 13 25 27 0 1 2 3 4 5 6 7 EET NODE AKHIR NODE AWAL 0 0 3 1 7 2 9 3 9 4 13 5 25 6 27 7 A 3 C 4 B D 4 E 4 F 2 0 G 6 3 H I 1 12 J 2 .

 ACTIVITY ANALYSIS [Analisa kegiatan] Definisi yang ada : • Slack & Float : waktu-waktu untuk penundaan atau waktu-waktu untuk bisa terlambat. . – Free Float (FF). • Event slack : perbedaan antara LET dan EET pada satu “lingkaran kejadian” (node). • Float : sejumlah waktu dimana suatu aktifitas non kritis boleh terlambat sesuai jumlah waktu yang tersedia. • Macam-macam float : – Total Float (TF). – Independent Float (IF). • Activity float : waktu penundaan dari suatu kegiatan. Artinya tiap kegiatan yang dilalui “jalur non kritis” waktunya dapat diperpanjang sampai sejumlah tertentu dan tidak mengakibatkan perubahan waktu penyelesaian proyek secara keseluruhan.

ACTIVITY ANALYSIS  Total Float (TF) : adalah sejumlah waktu dimana suatu aktifitas non kritis boleh terlambat tanpa mempengaruhi selesainya proyek..EETj .......EETj .. rumus FF = EETk .. rumus IF = EETk ..... TF = LETk ...d rumus  Free Float : sejumlah waktu dimana suatu aktifitas non kritis boleh terlambat tanpa harus mempengaruhi dimulainya kegiatan yang langsung mengikutinya..... ......d .LETj .d  Independent foat : sejumlah waktu dimana suatu aktifitas non kritis boleh terlambat tanpa dipengaruhi oleh aktifitas sebelumnya atau aktifitas berikutnya.... Total float dari suatu kegiatan mungkin haru dibagi-bagi dengan kegiatan lainnya....

 Bagan Activity Float j EETJ EETj X LETj d K LETk LETJ EETK dik EETk LETK INDEPENDENT FLOAT aktifity x-d FREE FLOAT TOTAL FLOAT aktifity x-d aktifity x-d djk djk ESX EFX LSX LFX .

Activity Float 5 10 X 12 d=7 (Basic Knowledge) 9 21 25 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 X Independence Float d=7 X d=7 Free Float Total Float EETj LETj EETk LETk EET5 LET5 EET9 LET9 .

.......d – LFx : Latest Finish di kegiatan x = LETk • Dalam kenyataannya nilai float dapat berharga positif dan negatif....ACTIVITY ANALYSIS • Keterangan – EETJ : Earliest Event Time di node j – LETJ : Latest Event Time di node j – EETk : Earliest Event Time di node k – LETk : Latest Event Time di node k – ESx : Earliest start di kegiatan x = EETj – EFx : Earliest Finist di kegiatan x = EET x + d – LSx : Latest start di kegiatan x = LFx .. • Pada float positif berarti kegiatan tersebut dapat diperlambat sampai jumlah waktu tertentu. • Pada float negatif berarti kegiatan tersebut sangat perlu untuk dipercepat pelaksanaannya sampai sejumlah waktu tertentu.. ................ ....

NAMA AKTIVITAS KEGIATAN YANG MENDAHULUI DURASI d EARLY Eti a Etj b LATEST Eti Etj c e FLOAT FREE INDEPD TOTAL (b-a-d) [b-c-d] [e-a-d] .CONTOH PERHITUNGAN ANALISA AKTIFITAS  . EET a i LET j d c EET b LET e TABEL ANALISA AKTIVITAS NO.Untuk memudahkan dalam perhitungan dapat digunakan tabel analisa aktifitas di bawah ini.

I EARLY d Eti a Etj b LATEST Eti Etj c e 3 4 4 2 4 6 3 1 12 2 0 3 3 7 3 7 9 7 13 25 3 9 7 9 7 13 13 25 25 27 0 3 3 7 3 7 10 24 13 25 3 10 7 10 24 13 13 25 25 27 FLOAT FREE INDEPD TOTAL (b-a-d) [b-c-d] [e-a-d] 0 2 0 0 0 0 1 17 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 0 1 17 0 1 17 0 0 .G H.Contoh perhitungan analisa akatifitas • Dari jaringan jalur kritis di atas maka analisa aktifitas dapat dilihat pada tabel berikut ini TABEL ANALISA AKTIVITAS NO. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 NAMA AKTIVITAS A B C D E F G H I J KEGIATAN YANG MENDAHULUI DURASI NONE C A C A C B.D E F.

Trik penggunaan dummy A B A B C D C C MENJADI D E E A B A B C D C MENJADI D C .