Penerapan dan Implementasi Kasus

Masalah Etik yang Lazim Terjadi Dalam
Praktik Keperawatan di Indonesia
KELOMPOK 4
ANNISA WAHYUDANTI
P17320115033
DWI YANTI SETIAWATI
P17320115017
ELLYAWATI
P17320115003
RIZKIANITA
P17320115101
ZANI APIPAH
P17320115090

A. Malpraktek
Malpraktek merupakan istilah yang sangat umum sifatnya dan tidak selalu
berkonotasi yuridis. Secara harfiah “mal” mempunyai arti salah sedangkan
“praktek” mempunyai arti pelaksanaan atau tindakan, sehingga malpraktek
berarti pelaksanaan atau tindakan yang salah. Meskipun arti harfiahnya
demikian tetapi kebanyakan istilah tersebut dipergunakan untuk
menyatakan adanya tindakan yang salah dalam rangka pelaksanaan suatu
profesi.
Malpraktek juga dapat diartikan sebagai tidak terpenuhinya perwujudan
hak-hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang baik, yang biasa
terjadi dan dilakukan oleh oknum yang tidak mau mematuhi aturan yang
ada karena tidak memberlakukan prinsip-prinsip transparansi atau
keterbukaan,dalam arti, harus menceritakan secarajelas tentang pelayanan
yang diberikan kepada konsumen, baik pelayanan kesehatan maupun
pelayanan jasa lainnya yang diberikan.

. ..Lanjutan Malpraktik lebih luas daripada negligence karena selain mencakup arti kelalaian. istilah malpraktik pun mencakup tindakan-tindakan yang dilakukan dengan sengaja (criminal malpractice) dan melanggar undang-undang.. Di dalam arti kesengajaan tersirat adanya motif (guilty mind) sehingga tuntutannya dapat bersifat perdata atau pidana.

. dan tindakan intervensi keperawatan (intervention errors). yaitu tahap pengkajian keperawatan (assessment errors).W. K.Caffee (1991) dalam Vestal. (1995) mengidentifikasi 3 area yang memungkinkan perawat berisiko melakukan kesalahan. perencanaan keperawatan (planning errors).

Assessment Errors Termasuk kegagalan mengumpulkan data atau informasi tentang pasien secara adekuat atau kegagalan mengidentifikasi informasi yang diperlukan. atau keluhan pasien yang membutuhkan tindakan segera. . tanda-tanda vital.a. seperti data hasil pemeriksaan laboratorium.

Kegagalan memberikan instruksi yang dapat dimengerti oleh pasien . Kegagalan memberikan asuhan keperawatan secara berkelanjutan yang disebabkan kurangnya informasi yang diperoleh dari rencana keperawatan. yaitu : 1. 4.b. Kegagalan mengkomunikaskan secara efektif rencana keperawatan yang telah dibuat 3. Kegagalan mencatat masalah pasien 2. Planning Errors Ada beberapa hal yang termasuk dalam planning errors.

. Rencana harus realistis berdasarkan standar yang telah ditetapkan. dalam penulisan harus memakai pertimbangan yang jelas berdasarkan masalah pasien. jangan hanva menggunakan perkiraan dalam membuat rencana keperawatan tanpa mempertimbangkannya dengan baik. Seharusnya. termasuk pertimbangan yang diberikan oleh pasien.Lanjutan Untuk mencegah hal hal yang ada di planning errors tadi. Komunikasikan secara jelas baik secara lisan maupun dengan tulisan. lakukan modifikasi rencana berdasarkan data baru yang terkumpul. .. Lakukan tindakan berdasarkan rencana dan lakukan secara hati-hati instruksi yang ada.. Bila dianggap perlu. Setiap pendapat perlu divalidasi dengan teliti.

kegagalan mengikuti/mencatat order/pesan dari dokter atau dari penyelia. . kegagalan melakukan asuhan keperawatan secara hati-hati.c. Intervention Errors Termasuk kegagalan menginterpretasikan dan melaksanakan tindakan kolaborasi.

Untuk malpraktek hukum atau yuridical malpractice dibagi dalam 3 kategori sesuai bidang hukum yang dilanggar. yakni Criminal malpractice. . Civil malpractice dan Administrative malpractice.

1. Criminal Malpractice Perbuatan seseorang dapat dimasukkan dalam kategori criminal malpractice manakala perbuatan tersebut memenuhi rumusan delik pidana yakni : Perbuatan tersebut (positive act maupun negative act) merupakan perbuatan tercela. melakukan aborsi tanpa indikasi medis pasal 299 KUHP). Criminal malpractice yang bersifat sengaja (intensional) misalnya melakukan euthanasia (pasal 344 KUHP). Dilakukan dengan sikap batin yang salah (mens rea) yang berupa kesengajaan (intensional). kecerobohan (reklessness) atau kealpaan (negligence). Criminal malpractice yang bersifat ceroboh (recklessness) Criminal malpractice yang bersifat negligence (lalai) . membuat surat keterangan palsu (pasal 263 KUHP). membuka rahasia jabatan (pasal 332 KUHP).

 Melakukan apa yang menurut kesepakatannya wajib dilakukan tetapi terlambat melakukannya. Dengan prinsip ini maka rumah sakit/sarana kesehatan dapat bertanggung gugat atas kesalahan yang dilakukan karyawannya (tenaga kesehatan) selama tenaga kesehatan tersebut dalam rangka melaksanakan tugas kewajibannya. Tindakannya antara lain:  Tidak melakukan apa yang menurut kesepakatannya wajib dilakukan.  Melakukan apa yang menurut kesepakatannya tidak seharusnya dilakukan. . Pertanggung jawaban civil malpractice dapat bersifat individual atau korporasi dan dapat pula dialihkan pihak lain berdasarkan principle of vicarius liability.2. Civil Malpractice Seorang tenaga kesehatan yang tidak melaksanakan kewajiban atau tidak memberikan prestasinya sebagaimana yang telah disepakati.  Melakukan apa yang menurut kesepakatannya wajib dilakukan tetapi tidak sempurna.

Apabila aturan tersebut dilanggar maka tenaga kesehatan yang bersangkutan dapat dipersalahkan melanggar hukum administrasi. . batas kewenangan serta kewajiban tenaga perawatan. Administrative Malpractice Tenaga perawatan dikatakan telah melakukan administrative malpractice manakala tenaga perawatan tersebut telah melanggar hukum administrasi.3. misalnya tentang persyaratan bagi tenaga perawatan untuk menjalankan profesinya (Surat Ijin Kerja. pemerintah mempunyai kewenangan menerbitkan berbagai ketentuan di bidang kesehatan. Perlu diketahui bahwa dalam melakukan police power. Surat Ijin Praktek).

ia melakukan malpraktek di rumahnya di Desa Pakong.Contoh kasus Malpraktek Seorang perawat melakukan malpraktek sehingga pasiennya meninggal dunia. . perawat itu bekerja di RS daerah pamekasan. yang bersangkutan membuka praktik medis dan membuka klinik yang diberinama "Klinik Harapan". Ia membuka praktek dengan mengaku sebagai dokter spesialis bedah.

Setiap orang dilarang menggunakan alat.Pasal 197 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Pada Pasal 73 UU Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran dijelaskan bahwa setiap orang dilarang menggunakan identitas berupa gelar atau bentuk lain yang menimbulkan kesan bagi masyarakat seolah-olah yang bersangkutan adalah dokter atau dokter gigi yang telah memiliki surat tanda registrasi dan/ atau surat izin praktik.pasal 78 UndangUndang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran dan Pasal 106 . metode atau cara lain dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang menimbulkan kesan seolah-olah yang bersangkutan adalah dokter atau dokter gigi yang telah memiliki surat tanda registrasi dan/atau surat izin praktik.Pembahasan Polisi menjerat oknum perawat dengan Pasal 73 . .

. bahkan setiap orang yang dengan sengaja menggunakan alat. Pada pasal itu disebutkan. Berikutnya pada Pasal 106 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan disebutkan bahwa.000. maka dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp..150. metode atau cara-cara lain dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang menimbulkan kesan seolah-olah yang bersangkutan adalah dokter atau dokter gigi yang telah memiliki surat tanda registrasi dokter atau surat tanda registrasi dokter gigi atau surat izin praktik. sediaan farmasi dan alat kesehatan hanya dapat diedarkan setelah mendapat izin edar. .00 (seratus lima puluh juta rupiah)..000.Lanjutan Ketentuan sanksi sebagaimana Pasal 73 itu ialah pada Pasal 78.

000." kata Ikhwanudin menjelaskan. sanksi atas ketentuan Pasal 106 UU Nomor 36 Tahun 2009 ini pada Pasal 197 yang menyebutkan bahwa setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar. Sementara.500.Lanjutan Pada ayat dua di pasal itu juga dijelaskan bahwa penandaan dan informasi sediaan farmasi dan alat kesehatan harus memenuhi persyaratan objektivitas dan kelengkapan serta tidak menyesatkan. .00 (satu miliar lima ratus juta rupiah). akan dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp1. "Oknum perawat Bustami ini melanggar pasal-pasal yang kami sebutkan tadi dan kliniknya memang ilegal berdasarkan hasil pemeriksaan tim ahli dari Dinas Kesehatan Pamekasan....000.

Kelalaian adalah segala tindakan yang dilakukan dan dapat melanggar standar sehingga mengakibatkan cidera/kerugian orang lain (Sampurno. . 2005). tetapi kelalaian termasuk dalam arti malpraktik.B. artinya bahwa dalam malpraktek tidak selalu ada unsur kelalaian. Kelalaian (Neglience) Kelalaian tidak sama dengan malpraktek.

Jenis-jenis kelalaian menurut sampurno (2005). . sebagai berikut: Malfeasance : yaitu melakukan tindakan yang melanggar hukum atau tidak tepat/layak.  Nonfeasance : Adalah tidak melakukan tindakan keperawatan yang merupakan kewajibannya. Misfeasance : yaitu melakukan pilihan tindakan keperawatan yang tepat tetapi dilaksanakan dengan tidak tepat.

menyampaikan bahwa suatu perbuatan atau sikap tenaga kesehatan dianggap lalai. Dereliction of the duty atau penyimpanagan kewajiban.Sampurno (2005). Damage atau kerugian Direct cause relationship atau hubungan sebab akibat yang nyata . bila memenuhi empat (4) unsur. yaitu: Duty atau kewajiban tenaga kesehatan untuk melakukan tindakan atau untuk tidak melakukan tindakan tertentu terhadap pasien tertentu pada situasi dan kondisi tertentu.

Perawat tidak membuat rencana keperawatan guna memantau dan mempertahankan keamanan pasien dengan memasang penghalang tempat tidur. pasien kemudian terjatuh dari tempat tidur pada waktu malam hari dan pasien mengalami patah tulang tungkai . Sebagai akibat disorientasi.Contoh Kasus Kelalaian Pasien usia lanjut mengalami disorientasi pada saat berada di ruang perawatan.

dimana perawat tersebut tidak melaksanakan tanggung jawabnya terhadap klien dengan tidak membuat rencana keperawatan guna memantau dan mempertahankan kemanan pasien dengan tidak memasang penghalang tempat tidur. keluarga dan masyarakat).yang bunyinya Mengutamakan perlindungan dan keselamatan klien dalam melaksanakan tugas. .Pembahasan Dari kasus diatas . perawat telah melanggar etika keperawatan yang telah dituangkan dalam kode etik keperawatan yang disusun oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia dalam Musyawarah Nasionalnya di Jakarta pada tanggal 29 Nopember 1989 khususnya pada Bab I. yang menjelaskan tanggung jawab perawat terhadap klien (individu. Selain itu perawat tersebut juga melanggar bab II pasal V. serta matang dalam mempertimbangkan kemampuan jika menerima atau mengalih-tugaskan tanggung jawab yang ada hubungan dengan keperawatan dimana ia tidak mengutamakan keselamatan kliennya sehingga mengakibatkan kliennya terjatuh dari tempat tidur dan mengalami patah tungkai. pasal 1.

karena kelalaian menyebabkan orang mati Pasal 360 KUHP. sopir. karena kelalaian dalam melakukan jabatan atau pekerjaan (misalnya: dokter. bidan.Pasal 359 KUHP. masinis dan Iain-lain) apabila melalaikan peraturanperaturan pekerjaannya hingga mengakibatkan mati atau luka berat.. pasal-pasal karena lalai menyebabkan mati atau luka-luka berat..Lanjutan Dari kasus tersebut perawat telah melakukan kelalaian yang mengakibatkan kerugian seperti patah tulang tungkai yang dapat dijerat hokum antara lain : Pasal-pasal 359 sampai dengan 361 KUHP.. karena kelalaian menyebakan luka berat Pasal 361 KUHP. maka mendapat hukuman yang lebih berat pula . apoteker.

perawat tersebut juga telah melanggar Pasal 54 : Terhadap tenaga kesehatan yang melakukan kesalahan atau kelalaian dalam melak-sanakan profesinya dapat dikenakan tindakan disiplin... .Lanjutan Selain pasal tersebut diatas. Penentuan ada tidaknya kesalahan atau kelalaian sebagaimana yang dimaksud dalam ayat (1) ditentukan oleh Majelis Disiplin Tenaga Kesehatan..

seperti halnya tenaga kesehatan lain mempunyai tanggung jawab terhadap setiap bahaya yang timbulkan dari kesalahan tindakannya. . Tanggungan yang dibebankan perawat dapat berasal dari kesalahan yang dilakukan oleh perawat baik berupa tindakan kriminal kecerobohan dan kelalaian. Liabilitas (Liability) Liabilitas adalah tanggungan yang dimiliki oleh seseorang terhadap setiap tindakan atau kegagalan melakukan tindakan. Perawat profesional.C.

TERIMA KASIH .