You are on page 1of 23

PHARMACEUTICAL

“ Drug Therapy Problems “
CARE

Kelas c
kelompok 4
1. Ni Nyoman Rahayu (2014001255)
2. Nuryenti (2014001259)
3. Pricillia Anis Kristianti (2014001263)
4. Rani Solihati (2014001xxx)
5. Rifaldi Agustian (2014001271)
6. Wa Ode Radlia (2014001279)
7. Putri Melisa (2014001334)
8. Sri Anggraini (2014001342)
9. Wita Viviani Danarti (2014001350)

PENDAHULUAN
Gagal jantung didefinisikan sebagai kondisi
dimana jantung tidak lagi dapat
memompakan cukup darah ke jaringan tubuh.
Keadaan ini dapat timbul dengan atau tanpa
penyakit jantung. Gangguan fungsi jantung
dapat berupa gangguan fungsi diastolik atau
sistolik, gangguan irama jantung,

FAKTOR RESIKO GAGAL JANTUNG 1) Arteri Koroner / Kolesterol 2) Hipertensi 3) Diabetes 4) Alkohol 5) Merokok .

Jauhi stress FAMAKOLOGI 1. antiaritmia . Hindari Merokok 2. Antikoagulan 6. Beta bloker 5.PENATALAKSANAAN GAGAL JANTUNG Non-FARMAKOLOGI 1. Digoksin 3. Diuretik 2. Vasodilator 4. Hindari Meminum Alkohol 3. Diet lemak 5. Berolahraga 4.

4. HARAPAN KITA (Heart Center). berumur 40 tahun.KASUS Pasien Ny. pasien mendaparkan terapi obat: 1. 5. 3. 2. ISBD 5mg 3x1 Digoksin 0. Pada tahun XX pernah melakukan operasi by pass di RS. mendapatkan pengobatan obat yang diminum per oral selama x tahun. Dari wawancara. Lalu.S didiagnosa gagal jantung.25mg ½ tabx1 (pagi) Spirinolacton 25 mg 1x1 (pagi) Warfarin 2mg 1x1 (malam) Ubi-q (Ubiquinone) 1x1 (pagi) .

Nama : Ny. S Jenis Kelamin : Wanita Umur : 40 tahun Riwayat Kesehatan: Tahun x melakukan operasi by pass (di RS Harapan Kita) Diagnosa : Gagal Jantung .

Terapi Obat No. Nama Obat Dosis (mg) 1 ISBD 5 mg Cara pemberian Oral 2 DIGOKSIN 0.25 mg Oral 3 Sprinolacton 25 mg Oral 4 Warfarin 2 mg Oral 5 Ubi-q (Ubiquinone) Oral .

Data Laboratorium .

Langkah 2: mengembangkan rencana pengobatan untuk menyelesaikan dan atau mencegah timbulnya masalah yang berhubungan dengan terapi obat. Langkah 3: Melaksanakan rencana pengobatan Langkah 4: Evaluasi dan meninjau rencana .Identifikasi DTP Langkah 1: Menilai kebutuhan terapi obat pasien dan mengidentifikasi masalah terapi obat secara aktual dan potensial.

 ISBD pada penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan toleransi golongan nitrat. .Langkah 1  Aktual atau Potensial ? No 1 Tipe Drug Therapy Problem Deskripsi Pasien membutuhkan Pasien mendapatkan terapi dan menerima terapi terapi obat tetapi tidak obat sesuai dengan indikasi. Ubi-q dapat menurunkan efek dari potensial problem warfarin (antagonis farmakodinamik). 2 Mengalami reaksi obat  Kombinasi ubi-q dengan warfarin dapat yang merugikan – berinteraksi. Interaksi tersebut tidak signifikan. menerima itu  Kombinasi digoksin dan spironolakton dapat meningkatkan kadar digoksin yang mempunyai indeks terapi sempit.

6. kangkung) dapat menurunkan efektivitas antikoagulan (warfarin) sehingga meningkatkan resiko pembekuan. Asupan makanan seperti itu harus dibatasi dan jumlah yang .No 3 4. bayam. 5. tauge. Tipe Drug Therapy Problem Pasien mempunyai kondisi medis yang mengakibatkan pasien menerima obat yang tidak tepat Pasien mendapatkan obat dengan dosis yang terlalu rendah Pasien mendapatkan obat dengan dosis yang terlalu tinggi Mengalami interaksi obatobat atau obat-makanan Deskripsi - • Penggunaan digoksin tidak boleh dimakan bersamaan dengan bubur oat •Makanan yang kaya vitamin K (brokoli.

Deskripsi - .No 7 8 Tipe Drug Therapy Problem Tidak mengambil obat yang diresepkan Menerima atau mengambil obat yang tiddak sesuai indikasi.

 Kombinasi ubi-q dengan warfarin dapat berinteraksi. Ubi-q dapat menurunkan efek dari warfarin (antagonis farmakodinamik).Langkah 2  Rencana Pengobatan No 1 2 Tipe Drug Therapy Problem Pasien membutuhkan terapi obat tetapi tidak menerima itu Mengalami reaksi obat yang merugikan – potensial problem Deskripsi Pasien mendapatkan terapi dan menerima terapi obat sesuai dengan indikasi. Interaksi tersebut tidak signifikan. Prioritas Pengobatan Tinggi Rendah .  Kombinasi digoksin dan spironolakton dapat meningkatkan kadar digoksin yang mempunyai indeks terapi sempit.

Sedang . - Prioritas Pengobatan Tinggi - - - - -  Penggunaan digoksin tidak boleh dimakan bersamaan dengan bubur oat.No Tipe Drug Terapi Problem Pasien mempunyai kondisi medis yang mengakibatkan 3 pasien menerima obat yang tidak tepat Pasien mendapatkan obat 4 dengan dosis yang terlalu rendah Pasien mendapatkan obat 5 dengan dosis yang terlalu tinggi 6 Mengalami interaksi obatobat atau obat-makanan Deskripsi  ISBD pada penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan toleransi golongan nitrat.

bayam. 7 Deskripsi  Makanan yang kaya vitamin K (brokoli. Asupan makanan seperti itu harus dibatasi dan jumlah yang dikonsumsi setiap hari tetap konstan.No Tipe Drug Terapi Problem Tidak mengambil obat yang diresepkan Menerima atau mengambil 8 obat yang tiddak sesuai indikasi. Prioritas Pengobatan Tinggi - - - - . kangkung) dapat menurunkan efektivitas antikoagulan (warfarin) sehingga meningkatkan resiko pembekuan. tauge.

Menghindari Sebaiknya peningkatan resiko penggunaan pembekuan darah. seperti aritmia. . 2 Kombinasi ubi-q dengan warfarin dapat berinteraksi.Langkah 3  Rencana Terapi No Deskripsi 1 Kombinasi digoksin dan spironolakton dapat meningkatkan kadar digoksin yang mempunyai indeks terapi sempit. dan spirinolacton pada siang hari. Rendah Usulan Tindakan Pemberian jeda antara konsumsi digoksin dengan spirinolakton. takikardia. Ubi-q dapat menurunkan efek dari warfarin (antagonis farmakodinamik).. Prioritas Tujuan Terapi Pengobatan Tinggi Menghindari efek toksisitas dari digoksin. Digoksin diminum pada pagi hari. warfarin dan ubi-q diberi selang.

Tinggi Menghindari toleransi dari golongan nitrat Menghindari toksisitas dari digoksin Pada penggunaan ISBD. maka tidak diperlukan pemberian jeda dalam penggunaannya. 4 Penggunaan digoksin tidak boleh dimakan bersamaan dengan bubur oat.No Deskripsi Prioritas Pengobatan Tujuan Terapi Usulan Tindakan tetapi karena interaksi yang terjadi tidak signifikan. tidak perlu sampai 8 jam. 3 ISBD pada penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan toleransi golongan nitrat. tablet kedua dapat diberikan dalam setiap 4 jam setelah tablet pertama diberikan. . Hindari konsumsi bubur oat dengan digoksin secara bersamaan.

bayam. kangkung) dapat menurunkan efektivitas antikoagulan (warfarin) sehingga meningkatkan resiko pembekuan. Prioritas Pengobatan Tujuan Terapi Menghindari toksisitas dari digoksin Menghindari terjadi penurunan efektivitas dari warfarin yang dapat meningkatkan resiko pembekuan darah Usulan Tindakan diberi selang waktu antara penggunaan digoksin dengan bubur oat. Makanan yang kaya vitamin K (brokoli.No 4 5 Deskripsi Penggunaan digoksin tidak boleh dimakan bersamaan dengan bubur oat. tauge. Asupan makanan yang kaya vitamin K harus dibatasi dan jumlah yang dikonsumsi setiap hari tetap konstan. .

takikardia. . diberi selang. tetapi karena interaksi yang terjadi tidak signifikan.Langkah 4  Evaluasi dan meninjau rencana perawatan No Tujuan Terapi Usulan Tindakan Hasil Rencana Revisi 1 Menghindari efek toksisitas dari digoksin. Tidak diperlukan jeda dalam penggunaan. Pemberian jeda antara konsumsi digoksin dengan spirinolakton. seperti aritmia. maka tidak diperlukan pemberian jeda dalam penggunaannya. Belum dilakukan monitoring kadar digoxin dalam darah. Masalah terselesaikan. Tidak ada interaksi yang siginifikan. Digoksin diminum pada pagi hari. dan spirinolacton pada siang hari. Monitoring kadar digoksin dalam darah (indeks terapi sempit) 2 Menghindari Sebaiknya penggunaan peningkatan resiko warfarin dan ubi-q pembekuan darah.

Tetap dilakukan pemantauan dalam kepatuhan penggunaan ISBD. Informasikan pada pasien mengenai diet makanan pada pasien gagal jantung . diberi selang waktu antara penggunaan digoksin dengan bubur oat. Meminimalk an terjadi nya toleransi golongan nitrat. tidak perlu sampai 8 jam. tablet kedua dapat diberikan dalam setiap 4 jam setelah tablet pertama diberikan.No Tujuan Terapi Usulan Tindakan Hasil Rencana Revisi Lakukan monitoring kadar INR dalam darah terkait dalam penggunaan warfarin. 3 Menghindari toleransi dari golongan nitrat 4 Menghindari toksisitas dari digoksin Pada penggunaan ISBD. Hindari konsumsi bubur oat dengan digoksin secara bersamaan.

No 5 Tujuan Terapi Usulan Tindakan Menghindari terjadi penurunan efektivitas dari warfarin yang dapat meningkatkan resiko pembekuan darah Asupan makanan yang kaya vitamin K harus dibatasi dan jumlah yang dikonsumsi setiap hari tetap konstan. Hasil Rencana Revisi Informasikan pada pasien mengenai diet makanan pada pasien gagal jantung .

Daftar Pustaka .