You are on page 1of 26

HIPERPLASIA PROSTAT

Hillary Margareth S. (10-121)
Jeffryandi P. Hutabarat (10-110)

ANATOMI KELENJAR
PROSTAT

   Letak: inferior buli-buli. di depan rektum Membungkus uretra posterior Membentuk seperti kemiri .

      Tebal: 2 cm Lebar: 4 cm Panjang: 3 cm Berat: 20 gr Terdiri dari jaringan fibromuskular & glandular Dipotong melintang oleh duct. Ejakulatorius ygmerupakan kelanjutan vas deferens .

Ejakulatorius 25% resistensi thdp inflamasi Perifer 70% Rentan inflamasi.Zona-zona kelenjar prostat 1. Centralis/medialis terletak antara duct. 2. tempat karsinoma terbanyak .

3. Anterior/ventral terdiri atas stroma fibromuskular Transisional bersama-sama dgn bagian periuretra < 5% Kelenjar-kelenjar periuretra ductus-ductus kecil & sel-sel asinar abortif yg tersebar sepanjang uretra proksimal . 4. 5.

FISIOLOGI KELENJAR PROSTAT .

    Menambah cairan alkalis pada cairan seminalis Untuk melindungi spermatozoa terhadap sifat asam yg terdapat pada uretra & vagina Terdiri dari asam sitrat. enzim fibrinolisis. enzim-enzim lain & lipid Sekret dikeluarkan selama ejakulasi melalui kontraksi otot polos . fosfatase asam.

Pertumbuhan sel-sel prostat Testosteron 98% terikat oleh globulin Sel leydig pd testis 90% Masuk dalam darah  sex hormon binding globulin Kel. Adrenal 10% 2% testosteron bebas Masuk ke sel prostat Melewati membran sel  sitoplasma Testoster on 5 alfareductase Reseptor androgenHormon reseptor DHT sitoplasma complex Masuk ke dalam Ber-transformasi  nuclear receptor inti Melekat pada kromatin Transkripsi mRNA  sintesis protein Pertumbuhan sel-sel prostat .

DEFINISI & ETIOLOGI HIPERPLASIA PROSTAT .

.Definisi  Perubahan histologik yg ditandai dengan perunbahan seluler & pembesaran kelenjar akibat proliferasi yg berlebihan & apoptosis yg berkurang.

Teori-teori hiperplasia sel prostat: 1. 2. Teori DHT kadar DHT pada penderita normal. 3. 4. tp aktivitas 5 alfa reduktase & jumlah reseptor yg meningkat  sel-sel prostat lebih sensitif terhadap DHT  replikasi sel meningkat Ketidak-seimbangan testosteron & estrogen Interaksi stroma-epitel Berkurangnya apoptosis .

PATOFISIOLOGI .

GEJALA KLINIS HIPERPLASIA PROSTAT .

rasa belum puas sehabis miksi .menetes saat akhir miksi .harus menunggu pd permulaan miksi (hesistensi) .pancaran miksi lemah . Gejala obstruksi disebabkan o/ Penyempitan uretra karna didesak prostat yg besar & kegagalan otot detrusor untuk berkontraksi. gejala-gejalanya: .Saluran kemih bagian bawah 1.miksi terputus .

nokturia .miksi sulit ditahan .disuria .bertambah frekuensi miksi . Gejala iritatif disebabkan o/ pengosongan vesika urinaria yg tidak sempurna saat miksi & hipersensitivitas otot detrusor menyebabkan rangsangan pd vesika  sering berkontraksi meskipun belum penuh. gejala-gejalanya: .2.

GEJALA SALURAN KEMIH BAGIAN ATAS  Nyeri pinggang  tanda dari hidronefrosis  Demam  tanda infeksi GEJALA DI LUAR SALURAN KEMIH  Hernia inguinalis/hemoroid  sering mengedan saat miksi  peningkatan tekanan intraabdominal .

PEMERIKSAAN .

ANAMNESIS  Sesuai dengan skenario  gejala obstruktif & iritatif .

PEMERIKSAAN FISIK  COLOK DUBUR:  Prostat teraba membesar  Konsistensi kenyal  Permukaan rata  Tidak ada nodul  Semakin berat derajat hiperplasia  batas atas sulit diraba     Kadang ginjal teraba Jika pielonefritis  sakit pinggang. nyeri ketok Vesica urinaria dapat teraba bila retensi total (terisi penuh) Nyeri tekan supra pubis .

menentukan sensitifitas kuman terhadap antimikroba yg diujikan .LABORATORIUM   Darah  gula darah memeriksa adanya DM yg dapat menimbulkan kelainan persarafan (buli-buli neurogenik) Urin   Urinalisis & pemeriksaan makroskopik Sedimen Sedimen urin  Mencari adanya inflamasi/infeksi pada saluran kemih Kultur urine  Mencaari jenis kuman penyebab infeksi.

PEMERIKSAAN PENUNJANG    Foto polos abdomen  ada tidaknya batu opak di saluran kemih. batu/kalkulosa prostat  menunjukan vesika urinaria yg penuh terisi urin  ada tidaknya hidronefrosis USG secara transrektal (TURS)  mengetahui besar/volume kelenjar prostat. vesika urinaria  mencari kelainan lain yg mungkin ada di vesika urinaria IVP .

PEMERIKSAAN LAIN  Uroflowmetri  mengukur laju pancaran urin miksi  Residual urin  mengukur jumlah sisa urin saat miksi .

PENATALAKSANAAN .

DIAGNOSA BANDING .

KOMPLIKASI & PROGNOSIS .