You are on page 1of 19

Keperaw atan Anak

Kelompok III
 Ruslan 15142013060
 Aulia Rahman 15142013040
 Muhammad Nor Rifani 15142013054
 Ahmad Zaini Ghani15142013043
 Ida Soraya15142013063
 Wahyu 15142013058
 Noor Hidayatullah 15142013067
 Muhammad Zihni Akbar 15142013059
 Ety Sunarti 15142013013
 Jayyim Mujtahidah 15142013030
 Eri Juliana 15142013011

Attention Please ! .

Ada beberapa jenis tingkah laku anak yaitu Koperatif (Cooperative). Kurang koperatif (Inability to Cooperative). Anak yang Pemalu (Timid Behavior). Tingkah laku yang tidak terkontrol (hysterical or Uncontrolled Behavior). Tingkah laku yang tegang (Tense Cooperative). Faktor lingkungan memiliki kekuatan besar dalam menentukan perilaku atau kebiasaan anak. Tingkah laku anak sangat dipengaruhi olehkarakteristik individu dan lingkungannya. Anak yang keras kepala (Obstinate Behavior). Tingkah laku dapatmengalami suatu perubahan yang relatif menetap. Anak yang Cengeng (Whining Patient). terhadap perangsangan dari lingkungan. maupun aktif dengan tindakan. reaksi. Bisa beruparespon pasif atau tanpa tindakan.Latar Belakang Tingkah laku adalah aksi. .

tunjukan (Show). Reinforcement. Appointment physical restraint. . Hipnosis. kerjakan (Do). komunikasi dengan pasien. Modelling.N EX T … Adapun tehnik-tehnik dalam menangani tingkah laku anak yaitu. Yang termasuk penanganan non farmakologis adalah pembentukan tingkah laku TSD atau ceritakan (Tell). pengontrolan suara. Desensitisasi. HOME (Hand Over Mounth Excercises). penanganan farmakologis dan penanganan non farmakologis.

PENGERTIAN Restrain adalah teknik menahan gerakan pasien dengan cara mengunci gerakan tangan. tujuan penggunaan teknik ini adalah untuk mencegah terjadinya luka ataupun hal-hal yang tidak diinginkan pada pasien ataupun orang lain yang terlibat . kepala. ataupun kaki pasien sehingga memudahkan perawatan. Tekhnik ini biasanya digunakan pada anak yang mengalami kondisi tertentu. seperti gangguan kepribadian.

Pasien yang tidak disedasi atau yang tidak memerlukan perawatan darurat yang memerlukan beberapa kali kunjungan . 4.Pasien anak yang tidak bisa di-restraint dengan aman dikarenakan ada komplikasi fisik atau mental .Tidak mendapatkan izin tertulis dari orangtua pada prosedur yang akan dilakukan 3.Jika pasien anak kooperatif 2. Untuk mengurangi gerakan yang tidak diinginkan pada pasien yang disedasi 3.Pasien anak yang telah memiliki trauma fisik ataupun psikologis terhadap teknik restraint (kecuali tidak ada alternatif lain) 5. Pada saat sedasi dan pembiusan total tidak dapat dilakukan atau mendapatkan izin Kontra Indikasi dari penggunaan teknik restraint pada pasien anak adalah: 1.INDIKASI DARI PENGGUNAAN TEKNIK RESTRAINT PADA PASIEN ANAK ADALAH: 1. Pasien anak memerlukan diagnosis dalam keadaan darurat dan tidak dapat bersikap kooperatif 2.

H AL YAN G PERLU D IPERH ATIKAN  Restraint hanya boleh digunakan jika     benar-benar diperlukan oleh pasien anak Alternatif yang dipilih haruslah alternatif yang paling sedikit menyiksa pasien anak Restraint tidak boleh dijadikan sebagai hukuman pada pasien anak Restraint tidak boleh digunakan sematamata hanya untuk kepentingan tertentu Para staff harus selalu memonitor penggunaan teknik ini .

JENIS-JENIS RESTRAINT Pengendalian fisik (physical restraint) dengan menggunakan alat Pengendalian fisik (physical restraint) tanpa bantuan alat (dengan bantuan orang lain) .

Ex Pic  Sheet and ties Penggunaan selimut untuk membungkus tubuh pasien supaya tidak bergerak dengan cara melingkarkan selimut ke seluruh tubuh pasien dan menahan selimutnya dengan perekat atau mengikatnya dengan tali. Restraint Jaket Restraint jaket digunakan pada anak dengan tali diikat dibelakang tempat tidur sehingga anak tidak dapat membukanya  .

 .Ex Pic Papoose board Papoose board merupakan alat yang biasa digunakan untuk menahan gerak anak saat melakukan perawatan gigi  Pedi-wrap Pedi-wrap merupakan sejenis perban kain yang dilingkarkan pada leher sampai pergelangan kaki pasien anak untuk menstabilkan tubuh anak serta menahan gerakan tubuh anak.

seorang tenaga medis memerlukan teknik tertentu dalam melakukan perawatan. . salah satunya adalah dengan penggunaan teknik pengendalian fisik (restraint). Teknik pengendalian fisik memiliki beberapa jenis. yaitu teknik pengendalian dengan menggunakan bantuan alat dan teknik pengendalian tanpa menggunakan bantuan alat. teknik ini tidak boleh digunakan pada anak yang kooperatif atau anak yang memiliki potensi menjadi kooperatif. Teknik pengendalian fisik (restraint) hanya boleh digunakan pada anak yang tidak dapat menjadi kooperatif.Kesim pulan : Dalam mengatasi tingkah laku anak yang sangat beragam.

TERIMA KASIH .