You are on page 1of 48

KARSINOMA KANDUNG KEMIH

DISUSUN OLEH:
J E N N I F E R A N N A S TA S I A ( 4 0 6 1 3 7 0 0 5 )

DAMIANUS DANNY (406137010)
PEMBIMBING:
D R . Z A I N A L , S P. U

KEPANITERAAN KL INIK ILMU BEDAH
RUMAH SAKIT SUMBER WARAS
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS
TARUMANAGARA
PERIODE 17 FEBRUARI 2014-26 APRIL 2014
JAKARTA

LATAR BELAKANG
 Merupakan 2% dari seluruh keganasan.
 Merupakan

keganasan

kedua

terbanyak

pada

sistem

urogenitalia setelah karsinoma prostat.
 Lebih sering menyerang pria daripada wanita dengan ratio
pria:wanita = 2:1.
 Umur rerata saat diketahui menderita karsinoma buli-buli
adalah 65 tahun, dan saat itu 85% masih terlokalisir, 15
sudah menyebar.

ANATOMI

FISIOLOGI
 Kandung kemih merupakan sebuah kantong dengan dinding
berupa lapisan otot yang tebal dan memiliki ciri khas,
yaitu dapat berdistensi.

 Kandung kemih terletak relatif bebas dalam jaringan lemak
subkutan, kecuali pada bagian lehernya, yang pada wanita
terfi ksasi oleh ligamentum pubovesikalis, sedangkan pada
laki-laki difi ksasi oleh ligamentum puboprostatika.

FISIOLOGI  Fungsi dari kandung kemih adalah untuk menampung urine dari ureter. kandung kemih mempunyai kapasitas maksimal. dan kemudian mengeluarkannya melalui uretra dalam mekanisme miksi (berkemih). yang volumenya untuk orang dewasa kurang lebih adalah 300-450 mL.  Dalam menampung urine. .

sehingga terjadilah proses miksi.FISIOLOGI  Kandung kemih rangsangan pada yang saraf terisi penuh aferen dan memberikan menyebabkan aktivasi pusat miksi di medulla spinalis segmen sacral S2-4  Hal ini menyebabkan kontraksi dari otot detrusor. sfi ngter . dan relaksasi uretra. terbukanya leher buli-buli.

d i n d i n g ka n d u n g ke m i h y a n g b e r l i p a t .s e l e p i t e l ke t i ka ka n d u n g ke m i h terisi.  Otot polos ka n d u n g ke m i h dapat m e re g a n g tanpa m e n y e b a b ka n p e n i n g ka t a n ke t e g a n g a n d i n d i n g ka n d un g ke m i h . S e l a i n i t u . v e s i ke l -v e s i ke l t e r s e b u t d i t a r i k ke m b a l i m e l a l u i p ro s e s e n d o s i t o s i s u n t uk m e m p e r ke c i l p e rm uka a n .FISIOLOGI  U n t u k m e n i n g ka t ka n l u a s p e rm u ka a n s e l .  S a a t i s i ka n d u n g ke m i h ke l u a r . ve s i ke l -v e s i ke l sitoplasma d i s i s i p ka n ke dalam membran p e rm u ka a n d a l a m p ro s e s e k s o s i t o s i s . .l i p a t d a p a t m e n j a d i r a t a s e w a k t u ka n d u n g ke m i h t e r i s i u n t u k m e n i n g ka t ka n ka p a s i t a s ka n d u n g ke m i h .

KARSINOMA KANDUNG KEMIH  Karsinoma kandung kemih merupakan suatu penyakit keganasan di mana sel-sel yang melapisi kandung kemih kehilangan kemampuan untuk mengontrol pertumbuhan dan pembelahan sel-selnya  Pertumbuhan abnormal ini akan menghasilkan kelompok sel-sel yang baru yang akan membentuk tumor .

000 kasus dicatat pada ta hun 2008. dan menduduki peringkat 13 pe ny ebab terse ring ke matia n. dan me rupakan ke ganasan kedua terbany ak pada sistem urogenitalia se telah karsinom a prostat.EPIDEMIOLOGI  2% dari seluruh keganasan.  Dua kali lebih se ring m enyerang pria daripada wanita. 4 . dengan angka kem atian ±145.  Menduduk i peringkat 9 dari kanke r y ang paling sering te rjadi di dunia. 000 di seluruh dunia. dengan ±357.

5 .EPIDEMIOLOGI  Terdapat perbedaan secara geografi s pada insidensi karsinoma kandung kemih  Insidensi meningkat bersamaan dengan bertambahnya usia. dengan nilai tengah pada saat diagnosis ditegakkan 65 tahun  Jarang sekali terdeteksi sebelum umur 40 tahun.

 Beberapa faktor resiko ya ng m empermuda h seseora ng menderita karsinoma kandung kemih adalah:  Pekerjaan. .  Perokok.  Kopi.  Infeksi saluran kemih.ETIOLOGI DAN FAKTOR RESIKO  Keganasan pada kandung kemih dapa t terjadi karena induksi bahan karsinogen yang banyak terda pa t di sekita r kita .  Infeksi parasit. dan obat-obatan. pemanis buatan.

BENTUK TUMOR .

berdiferensiasi baik (grade I).  Tumor invasi ke bawah membran basalis dan lapisan otot.  Permukaan tumor terdapat nekrosis atau endapan kalsium. . dasar lebar  Lapisan epitel transisional papil bertambahbanyak. ukuran sel dan susunannya tak beraturan.  Karsinom a Pap ilar  Paling sering ditemukan.BENTUK TUMOR  Pap ilo ma  Tumor jinak.

. metastasis terjadi di awal. pada stadium dini infi ltrasi ke disebut juga karsinoma infi ltratif. tanpa papil. tepi tukak tinggi dan tampak nodular. terdapat nekrosis dan endapan kalsium yang jelas.  Derajat keganasan tinggi tapi tidak menginvasi membran basalis. permukaan tidak rata.  K a rs in o m a I n S itu:  Karsinoma epitel transisional yang terdapat intra-epitel transisional buli-buli.BENTUK TUMOR  K a rs in o m a Pa dat :  Derajat keganasan tinggi.

JENIS HISTOPATOLOGI  Karsinoma sel transisional  Karsinoma sel skuamosa    Adenokarsinoma .

diantaranya adalah: prostat. rektum. 1  Tu m o r s e k u n d e r  Berasal dari fokus metastasis dari organ lain. mamma. 1 . Pada beberapa kasus sistitis glandularis kronis dan ekstrofi a vesika pada perjalanannya lebih lanjut dapat mengalami degenerasi menjadi adenokarsinoma kandung kemih. dan endometrium. 1  Urakhus persisten  Sisa duktus urakhus yang mengalami degenerasi maligna menjadi adenokarsinoma. ovarium. lambung.ADENOKARSINOMA  Pr i m e r  Terdapat di kandung kemih (biasanya terletak di dasar dan fundus kandung kemih).

paru- . iliaka eksterna. otot.PERJALANAN PENYAKIT  Karsinoma kandung kemih yang masih dini merupakan tumor superfi sial  infi ltrasi ke lamina propria. 1  Tumor dapat menyebar secara limfogen maupun hematogen  Penyebaran limfogen menuju kelenjar limfe perivesika. dan lemak perivesika yang kemudian menyebar ke jaringan sekitarnya. dan iliaka komunis  Penyebaran hematogen paling sering ke hepar. obturator.

.  Di buli-buli bekas luka atau insisi.  Eksisi primer tumor tidak bersih.CAUSA REKURENSI  Epitel buli-buli terus dipengaruhi karsinogen dalam urin.  Sel kanker bebas mudah hidup menepel dan timbul rekurensi.  Berasal dari hiperplasia epitel transisiomal yang sudah ada atau lesi displasia.

.  Terjadi pada seluruh proses miksi (hematuria total).  Kambuhan (intermittent).MANIFESTASI KLINIS  Perlu diwaspadai jika seorang pasien datang dengan keluhan hematuria yang bersifat:  Tanpa disertai rasa nyeri (painless).

DERAJAT INVASI TUMOR (STADIUM) .

.

.

.

.

.

DIAGNOSA  Palpasi Bimanual  Sistoskopi (sistouretroskopi)  Laboratorium  Pencitraan  BNO-IVP  USG  CT-Scan .

.

.

.

.

.

.

atau dengan interferon. .TERAPI  Ti n d a ka n a w a l  r e s e k s i k a n d u n g ke m i h t r a n s u r e t r a a t a u T U R B u l i buli. 5-fl uoro uracil. BCG.  Instilasi intravesika dengan obat-obat Mitomisin C.  Sistektomi radikal. doksorubisin. tetapi akan selalu mendapatkan pengawasan ketat (wait and see). siklofosfamid. parsial. atau total.  Terapi ajuvan dengan kemoterapi sistemik (mis.  Te r a p i s e l a n j u t n y a b e rg a n t u n g p a d a s t a d i u m :  Tidak perlu terapi.  Radiasi eksterna. Dengan regimen sisplatinumsiklofosfamid dan adriamisin).

TERAPI ALTERNATIF SETELAH TUR BULI-BULI STADIUM TINDAKAN SUPERFISIAL TUR Buli/ Fulgurasi (STADIUM 0 – A) Instilasi intravesika INVASIF TUR Buli (STADIUM B-C-D1) Sistektomi atau radiasi METASTASIS Ajuvantivus kemoterapi (STADIUM D2) Radiasi paliatif .

DIVERSI URINE  Ureterosigmoidostomi  Konduit usus  Diversi urine kontinen  Diversi urine orthotopic .

DIVERSI URINE KONTINEN Mengganti ileum buli-buli dengan dengan membuat segmen stoma yang kontinen (dapat menahan urine pada volume tertentu). Urine kemudian dikeluarkan melalui stoma dengan melakukan kateterisasi mandiri secara berkala .

.

karena berkemih melalui uretra dan tidak memakai stoma yang dipasang di abdomen .DIVERSI URINE ORTHOTOPIC Membuat neobladder dari segmen usus yang kemudian dilakukan anastomosis dengan uretra. Tehnik ini dirasa lebih fi siologis untukpasien.

.

o Karsinoma kandung kemih invasif .PROGNOSIS  Bergantung pada luas dan derajat keganasan  Secara klinis: o Karsinoma kandung kemih superfi sial.

jauh samar kebanyakan (occult).PROGNOSIS Superfi sial  Pe n d e r ita Invasif b e r ul an g -u lan g  90% tidak si sto sko p i gambaran u n tuk m e ng o n tro l re se k si t o tal superfi sial d itan g ani d e ng an d an in s tilas i ke m ot e r ap i. yang menjadi jelas dalam waktu satu tahun  Prognosisnya buruk waktu satu-dua tahun dalam .  Ke b an y akan ti dak m e n g al am i ag ak akan m e tas tas is b aik klinis karsinoma  < 50% sudah bermetastasis s e h in gg a p ro g n os i s ke tah an an h id u p memiliki w alaup u n m o r b idi tasn y a cu ku p b e r at.

Kemoterapi Sistemik Metastasis Jauh Kemoterapi Sistemik 40% 30% 10% 0-2% . Radiasi Kelenjar Limfe Paliatif.Derajat Perluasan Tatalaksana TNM Prognosis 5 Tahun Tis. Ta Hanya Mukosa Reseksi Transuretral 90% T1 Invasi Reseksi Transuretral 60-80% Submokosa Kemoterapi Intravesikal (topikal_ T2a Masuk Otot Sistektomi Total dan Hingga Setengah Limfadenektomi 50% Ketebalan T2b T3 N+ M+ Masuk Seluruh Sistektomi Total dan Ketebalan Otot Limfadenektomi Masuk Jaringan Sistektomi Total dan Perivesikal Limfadenektomi Metastasis Sistektomi Radikal.

 Nyeri pelvis .  Disuria.  Obstruksi uretra.  Retensi urine.MORBIDITAS  Hematuria.  Inkontinensia urine.

 Tahun I: setiap 3 bulan sekali.  Tahun II: setiap 4 bulan sekali. dan secara sitologi urine sistoskopi.KONTROL BERKALA  Pemeriksaan dilakukan secara pemeriksaan berkala klinis.  Tahun III dan seterusnya: setiap 6 bulan sekali. rutin serta .

o b a t . i n f e k s i s a l u r a n ke m i h . ko n s u m s i ko p i . . d a n p e m a n i s b u a t a n . B e b e r a p a f a k t o r re s i ko yang m e m p e rm u d a h seseorang menderita ka r s i n o m a ka n d u n g ke m i h a n t a r a l a i n p e ke r j a a n .KESIMPULAN  Ka r s i n o m a ka n d u n g ke m i h m e r u p a ka n s u a t u p e n y a k i t ke g a n a s a n d i m a n a sel-sel yang m e n g o n t ro l melapisi ka n d u n g pertumbuhan dan ke m i h ke h i l a n g a n pembelahan ke m a m p u a n sel-selnya.s e l y a n g b a r u y a n g a ka n m e m b e n t u k t u m o r. untuk Pe r t u m b u h a n a b n o rm a l i n i a ka n m e n g h a s i l ka n ke l o m p o k s e l . i n f e k s i p a r a s i t .  Ke g a n a s a n p a d a ka n d u n g ke m i h dapat terjadi ka re n a i n d u k s i b a h a n ka r s i n o g e n y a n g b a n y a k t e rd a p a t d i s e k i t a r k i t a . p e ro ko k .o b a t a n .

karsinoma adenokarsinoma (±2%). sel dan transisional. tanpa disertai rasa nyeri (painless). terjadi pada seluruh proses miksi (hematuria total).  Perlu diwaspadai jika seorang pasien datang dengan keluhan hematuria yang bersifat. sel adalah skuamosa Adenokarsinoma memiliki prognosis yang sangat jelek. . Sebagian besar (±90%) tumor kandung kemih karsinoma (±10%). kambuhan (intermittent).

 Pe n c i t r a a n p a d a ka r s i n o m a ka n d u n g ke m i h b e rg u n a u n t u k m e n g e v a l u a s i s e b e r a p a b e s a r p ro g re s i t u m o r . pertumbuhan . Pa d a t i n d a ka n i n i d a p a t s e ka l i g u s d i t en tu ka n luas i n fi l tr a s i t u m o r.b u l i . Te r a p i selanjutnya b erg a n t u n g p a d a s ta d i u m n y a .  Ti n d a ka n yang p e r ta m a ka l i d i l a ku ka n pada p a s i en adalah res e k s i ka n d u n g ke m i h tr a n s u re tr a a ta u T U R B u l i .  Pro g n o s i s b e rg a n tu n g p a d a l u a s n y a d a n d e r a j a t ke g a n a s a n . S e c a r a klinis dapat d i te m u ka n dua jenis gambaran. d a n m e ta s ta s i s n y a ( re g i o n a l a t a u j a u h ) . yaitu s u p e r fi s i a l d a n y a n g b e r s i f a t i n v a s i f d a r i p e rm u l a a n .