You are on page 1of 18

LAPORAN KASUS SARAF

SAKIT KEPALA
(MIGRAIN)
INTAN MUTIA
16174087
PEMBIMBING : dr.Maulida,Sp.S

. anak-anak pun dapat mengalami migrain. Bahkan. tingkat keparahan dan keseringan semakin menurun. Resiko mengalami migrain semakin besar pada orang yang mempunyai riwayat keluarga penderita migrain. baik dengan atau tanpa aura.PREVALENSI Sekitar 28 juta orang di AS menderita migrain. Migrain biasanya banyak mengenai remaja. tetapi seiring bertambahnya umur. migrain mengenai 25% wanita dan 10% pria. Di seluruh dunia. Wanita dua sampai tiga kali lebih sering terkena migrain dibanding laki-laki. Migrain paling sering mengenai orang dewasa (umur antara 20 sampai 50 tahun).

kadang-kadang berpindah ke sisi sebelahnya. di atas mata atau telinga. tetapi dapat mengenai kedua sisi kepala sekaligus. atau di belakang leher bagian atas. belakang kepala (occipital). . muntah. MIGRAIN Migrain adalah nyeri kepala berdenyut yang kerap kali disertai mual.DEFINISI SAKIT KEPALA Sakit kepala adalah rasa sakit yang muncul di bagian sekitar kepala. Sakit kepala timbul sebagai hasil perangsangan bangunan-bangunan di wilayah kepala dan leher yang peka terhadap nyeri. Sakit kepala ini paling sering hanya mengenai satu sisi kepala saja.

seseorang penderita migrain bebas dari sakit kepala dan gejala neurologik. Sejenis tension headache yang dirasakan sesisi saja. tetapi tidak pada migrain komplikata. migrain klasik yang mempertegas manifestasinya dengan sakit kepala sesisi dan adanya gejala neurologik. .KLASIFIKASI SINDROM MIGRAIN Sakit kepala yang menyerupai migrain klasik.gejala yang muncul agak lama tetapi pada akhirnya selalu sembuh tanpa sisa. Di luar serangan. tetapi seringkali bergantian yaitu kadang-kadang disebelah kiri dan ada kalanya di sebelah kanan. MIGRAIN KLASIK Berbeda dengan sindroma migrain. MIGRAIN Gejala-gejala KOMPLIKATA neurologik yang mendahului timbulnya serangan migrain atau yang muncul seiring dengan migrain biasanya bersifat sementara. namun tanpa gejala neurologik fokal.

PATOGENESIS .

Gejala tersebut menghilang dalam 24 jam. bintik gelap. menguap berlebihan  Gelisah dan mudah tersinggung GEJALA AURA  gangguan penglihatan : garis yang bergelombang. cahaya terang. atau tidak dapat melihat benda dengan jelas  gangguan motorik : sulit berbicara dan mengucapkan kata-kata dengan baik.  kelemahan pada satu sisi tubuh  rasa geli dan rasa kesemutan di tangan GEJALA AKHIR ( postdromal)  Nyeri pada ototnya  setelah sakit kepala sembuh. .GEJALA KLINIS GEJALA AWAL ( prodromal)  Lemah.

lamanya dan gejala lainnya yang timbul sebelum. selama atau setelah sakit kepala tersebut. lokasi nyeri kepala. Tanyakan penderita mengenai gejala-gejala yang dialaminya.DIAGNOSA Tidak ada pemeriksaan khusus untuk mendiagnosis migren. Untuk menentukan sakit kepala yang diklasifikasikan sebagai migren adalah setelah dilakukan pencatatan riwayat penyakit (anamnesis) dan pemeriksaan fisik yang lengkap. diet. Misalnya berapa sering sakit kepala terjadi. . Perlu suatu catatan harian yang mencatat karakteristik dari sakit kepala tersebut yang dihubungkan dengan gaya hidup. menstruasi dan penggunaan obat.

Migrain Klasik Ergotamin Tartrat o. untuk mengurangi gejala migrain. seperti parasetamol.TATALAKSANA – Penatalaksanaan Umum Pada tahap awal dapat menggunakan antinyeri yang dapat dibeli bebas tanpa resep.25 mg (subkutan) waktu serangan Clorpromazin 25 mg (IM)  muntah-muntah beriringan dengan migrain 3. 2. --. atau obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID) seperti aspirin. Sindroma Migrain Pada sindroma migrain pengobatan dilakukan dengan memberi obat antidepressan dikombinasikan dengan analgesik. Migrain Komplikata Tanpa Pengobatan khusus hemiplegia atau oftalmoplegia pada migrain ini dapat sembuh tanpa sisa.Penatalaksanaan khusus berdasarkan jenis migrain 1. atau natrium naproxen. Jika terdapat gejala hemiplegia dapat diberikan infus glicerol 10% atau obat anti edem cerebri example : monitol . ibuprofen.

suara menghilang. batuk (-). pilek (-). Keluarga pasien mengatakan bahwa pasien sering pingsan ketika sudah beraktivitas lebih. RM : 112 Umur : 17 tahun Alamat : Atu Gajah Jenis Kelamin : Perempuan Agama : Islam Status Perkawinan : Suku : Aceh Pekerjaan : Pelajar Pendidikan Terakhir : SMP Tanggal Masuk RS : 30-05-2016 Tanggal Pemeriksaan : 31-052016 ANAMNESA KELUHAN UTAMA : Sakit Kepala Pasien datang dengan keluhan tiba-tiba sakit kepala sebelah kanan sejak 2 jam yang lalu sebelum dibawa ke Rumah Sakit. nyerinya sedang sampai berat. pasien juga mengeluhkan tiba-tiba tidak bisa berbicara. sakit yang dirasakan di daerah frontotemporalis dan okular yang berdenyut dan terus menerus. Bersamaan dengan pasien tidak bisa bicara pasien juga mengeluhkan kelemahan anggota gerak kiri atas dan bawah.muntah apa yang dimakan. BAB dan BAK dalam batas normal. Riwayat terjatuh dan terbentur (-).tidak disertai kebas. semakin memberat jika pasien melakukan aktivitas fisik. Demam (-).LAPORAN KASUS IDENTITAS PASIEN Nama : Salviana NO. Kata keluarga pasien sebelumnya pasien mengeluhkan nyeri perut di ulu hati. .mual dan muntah (+).

• Riwayat Penyakit Keluarga : disangkal • Riwayat Penggunaan Obat : disangkal • Riwayat Kebiasaan : pasien seorang pelajar yang sering mengikuti ektrakurikuler di sekolah • PEMERIKSAAN FISIK Keadaan Umum : Sedang Kesadaran : Compos Mentis Tekanan Darah : 114/72 mmHg Nadi : 83 kali/menit. irama reguler Pernafasan: 22 kali/menit Suhu : 37.2oC .• Riwayat Penyakit Dahulu : keluarga pasien mengatakan bahwa pasien pernah dirawat sebelumnya dengan keluhan yang sama. pengisian penuh.

ikterik (-/-). edema (-).Tonsil : hiperemis (-/-) -Faring : hiperemis (-/-) •Leher : -Inpeksi : simetris(+). hiperemis (-). deformitas (-) •Mata : konjunctiva pucat (-). Rh(-). •Hidung : sekret (-/-). Wh(-) INPEKSI distensi(-) PALPASI : perut datar.•STATUS INTERNUS Kulit •Warna : Kecoklatan •Turgor : Kembali cepat •Sianosis : (-) •Ikterus : (-) •Edema : (-) •Anemia : (-) Kepala •Rambut : Hitam •Wajah : simetris. beslag (-) . mukosa basah (-). : nyeri tekan(-). fraktur (-) Kekuatan otot : hipotonus Klonus : -Paha (-) -Kaki (-) . retraksi(-) PALPASI : nyeri tekan(-) PERKUSI : sonor di kedua lapan paru(+/+) AUSKULTASI : vesikuler(+/+). PERKUSI : Timpani(+) AUSKULTASI : peristaltik(+) Tulang Belakang : simetris (+) Kelenjar Limfe : pembesaran KGB (-) EKSTREMITAS: sianosis (-). odema (-). sianosis (-) -Lidah : tremor (-). darah (-/-) •Mulut : -Bibir : bibir pucat (+). struma (-) -Palpasi : kaku kuduk (-) THORAKS INPEKSI : simetris. pupil (+/+) •Telinga : serumen (-/-).

bulat Refleks Cahaya Tidak Langsung : Normal Nistagmus : (+) Strabismus : (-) •Nervus III. IV. <3 mm Bentuk Pupil : isokor.•STATUS NEUROLOGIS •Nervus Cranial •Nervus I (fungsi Penciuman) : sulit dinilai •Nervus II (visual) Visus : Normal Lapangan Pandang : Normal Melihat Warna : Sulit Dinilai Refleks Cahaya Langsung: Normal •Nervus VII (fungsi motorik dan sensorik ) Mengerutkan dahi : Normal Menutup mata : tidak bisa (+) Mengembungkan pipi :Normal Memperlihatkan gigi : Normal Sudut bibir : Normal Fungsi Pengecapan : Normal •Nervus VIII (fungsi Pendengaran): Normal •Nervus III (otonom) Ukuran Pupil : Normal. VI (gerakan okuler) Kanan Kiri Lateral Normal Normal Atas Normal Normal Bawah Normal Normal Medial Normal Normal Diplopia (-) (-) •Nervus V ( fungsi motorik dan sensorik) Membuka Mulut : (+) Menggigit dan Mengunyah : Normal Fungsi Sensasi Wajah : Normal •Nervus IX dan X (fungsi motorik) Bicara : tidak bisa (+) Refleks Menelan : Normal •Nervus XI (fungsi motorik) Mengangkat bahu : Normal Memutar Kepala: Normal •Nervus XII (fungsi motorik) Artikulasi lingualis : Normal Menjulurkan Lidah : Tidak bisa (+) REFLEKS PATOLOGIS : (-) REFLEKS FISIOLOGIS : Normal TANDA RANGSANG MENINGEAL : (-) .

PEMERIKSAAN PENUNJANG • DARAH RUTIN  Dalam Batas Normal • CT-Scan Head .

DIAGNOSA DIAGNOSA BANDING TERAPI PROGNOSIS Afasia Motorik + Dyspepsia + Migrain Komplikata  Migrain Klasik  Histeria Kavera  IVFD Assering 20 gtt/menit  injeksi Citicollin 500 mg/12 jam  injeksi Omeprazol 1 ampul/hari Injeksi Phenitoin 1 ampul/12 jam  Sucrafat syr 3x C1  Ad Vitam : Dubia ad bonam  Ad Functionam : Dubia ad bonam  Ad Sanactionam: Dubia ad bonam .

1oC • *Mata : nistagmus (+). wh(-/-) • *Abdomen : distensi(-). pusing (+). peristaltik(+) • * N.FOLLOW UP HARIAN Tanggal 31 Mai 2016 • S/ tidak bisa bicara (+). kedua kaki terasa berat (+).CT-Scan Head • -Darah Rutin • .strabismus (-) • *Thorak : vesikuler(+/+).pingsan (+) tadi pagi • O/ kesadaran umum : Compos Mentis • *TD : 110/70 mmHg • *Nadi : 92x/menit • *Nafas : 22x/menit • *Suhu : 37. nyeri ulu hati (+). Rh(-/-). mual dan muntah (-).IVFD Assering 20 gtt/menit • -injeksi citicolin 500 mg/12 jam • -injeksi omeprazol 1 ampul/hari • -injeksi phenitoin 1 ampul/12jam • -Sucrafat 3x1C • • P/ .cranialis : Nervus VII (+) dan Nervus XII (+) • * Ekstremitas : • Kekuatan otot : hipotonus Refleks Fisiologis : normal • Refleks Patologis : (-) • Lateralisasi : kiri • • A/ Afasia Motorik + Dyspepsia • dd Histeria Kavera • dd epilepsi primer • • Th/ . turgor kembali cepat.

Rh(-/-).IVFD Assering 20 gtt/menit -injeksi citicolin 500 mg/12 jam -injeksi omeprazol 1 ampul/hari -injeksi phenitoin 1 ampul/12jam -Sucrafat 3x1C Lab : Darah Rutin : kesan normal CT-Scan Head : kesan normal .cranialis : Nervus XII (+) * Ekstremitas Kekuatan otot : hipotonus Refleks Fisiologis : normal Refleks Patologis : (-) Lateralisasi : (-) A/ Afasia Motorik + Dyspepsia dd Histeria Kavera dd epilepsi primer Th/ . wh(-/-) *Abdomen : distensi(-).FOLLOW UP HARIAN Tanggal 01 Mai 2016 • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • S/ tidak bisa bicara (+).strabismus (-) * Thorak : vesikuler(+/+).1oC *Mata : nistagmus (+). turgor kembali cepat. peristaltik(+) *N. kedua kaki terasa berat (+). pusing (+) O/ kesadaran umum : Compos Mentis *TD : 100/70 mmHg *Nadi : 85x/menit * Nafas : 24x/menit * Suhu : 36.

FOLLOW UP HARIAN Tanggal 31 Mai 2016 • S/ bicara (+). kedua kaki terasa berat (-) • O/ kesadaran umum : Compos Mentis • *TD : 110/70 mmHg • * Nadi : 92x/menit • *Nafas : 22x/menit • *Suhu : 37. Rh(-/-). turgor kembali cepat.00 WIB.strabismus (-) • *Thorak : vesikuler(+/+).1oC • * Mata : nistagmus (+). .cranialis : Dalam batas normal • *Ekstremitas • Kekuatan otot : Normal • Refleks Fisiologis : Normal • Refleks Patologis : (-) • Lateralisasi : (-) • • A/ Migrain Komplikata • • Th/ . wh(-/-) • * Abdomen : distensi(-). peristaltik(+) • * N.IVFD Assering 20 gtt/menit • -injeksi citicolin 500 mg/12 jam • -injeksi omeprazol 1 ampul/hari • -injeksi phenitoin 1 ampul/12jam • -Sucrafat 3x1C Pada Tanggal 02 Juni 2016 Pasien Berobat Jalan Pada Pukul 16.

TERIMA KASIH .