You are on page 1of 30

PEMBANGKIT

LISTRIK TENAGA
SURYA ( PLTS )
M. FADEL MARNJAN BASIR
FELNITHA ALLO LANGI’
SYAHRUL MUBARO

LATAR BELAKANG

Kondisi bumi kita kian lama kian mengenaskan karena
tercemarnya lingkungan dari efek rumah kaca yang
menyebabkan global warming, hujan asam, rusaknya lapisan
ozon hingga hilangnya hutan tropis.

Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) akan lebih
diminati karena dapat digunakan untuk keperluan apa saja dan di
mana saja : bangunan besar, pabrik, perumahan, dan lainnya

Salah satunya dengan hemat bahan bakar dan menggunakan
bahan bakar dari non-fosil yang dapat diperbaharui seperti
tenaga angin, tenaga air, energi panas bumi, tenaga matahari,
dan lainnya.

Di negara-negara industri maju seperti Jepang, Amerika Serikat,
dan beberapa negara di Eropa dengan bantuan subsidi dari
pemerintah telah diluncurkan program-program untuk
memasyarakatkan listrik tenaga matahari ini. Tidak itu saja di
negara-negara sedang berkembang seperti India, Mongol
promosi pemakaian sumber energi yang dapat diperbaharui ini
terus dilakukan.

Besar dan biaya konsumsi listrik yang dipakai di rumah akan diukur oleh suatu Watt-Hour Meters. . Modul sel surya Photovoltaic merubah energi surya menjadi arus listrik DC  Listrik AC akan didistribusikan melalui suatu panel distribusi indoor yang akan mengalirkan listrik sesuai yang dibutuhkan peralatan listrik.PHOTOVOLTAIC  Cara kerja sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya dengan menggunakan Grid-Connected panel sel surya Photovoltaic untuk perumahan : .

sedangkan untuk membuat sel fotovoltaik diperlukan teknologi tinggi.Komponen utama sistem surya fotovoltaik Modul yang merupakan unit rakitan beberapa sel surya fotovoltaik Modul fotovoltaik kristal dapat dibuat dengan teknologi yang relatif sederhana. Biaya yang dikeluarkan untuk membuat modul sel surya yaitu sebesar 60% dari biaya total Untuk itulah. modul pembuatan sel surya di Indonesia tahap pertama adalah membuat bingkai (frame). Modul fotovoltaik tersusun dari beberapa sel fotovoltaik yang dihubungkan secara seri dan paralel. kemudian membuat laminasi dengan sel-sel yang masih diimpor .

 Teknologi ini cukup canggih dan keuntungannya adalah harganya murah. Indonesia ternyata telah melewati tahapan penelitian dan pengembangan dan sekarang menuju tahapan pelaksanaan dan instalasi untuk elektrifikasi untuk pedesaan. Sedangkan kendala utama yang dihadapi dalam pengembangan energi surya fotovoltaik adalah investasi awal yang besar dan harga per kWh listrik yang dibangkitkan relatif tinggi . bersih. Dalam bidang fotovoltaik yang digunakan pada PLTS. mudah dipasang dan dioperasikan dan mudah dirawat.

Cara kerja sel surya sendiri sebenarnya identik dengan piranti semikonduktor dioda Ketika cahaya bersentuhan dengan sel surya dan diserap oleh bahan semi-konduktor. menyebabkan aliran medan listrik. Fabrikasi Photovoltaic . terjadi perubahan sigma gaya-gaya pada bahan. Dan menyebabkan elektron dapat disalurkan ke saluran awal dan akhir untuk digunakan pada perabot listrik. Gaya tolakan antar bahan semikonduktor. Apabila elektron tersebut bisa menempuh perjalanan menuju bahan semi-konduktor pada lapisan yang berbeda. terjadi pelepasan elektron.

Solar Cell . Solar Module  2.KOMPONEN – KOMPONEN DARI PLTS  1.

2.  Multicrystalline silicon adalah bahan yang paling banyak dipakai dalam industri solar cell. Solar cell  Listrik tenaga surya dibangkitkan oleh komponen yang disebut solar cell yang besarnya sekitar 10 ~ 15 cm persegi  Solar cell merupakan komponen vital yang umumnya terbuat dari bahan semikonduktor. Sedangkan amorphus silicon dipakai karena biaya yang relativ lebih rendah Multicrystalline silicon . Multicrystalline dan monocrystalline silicon menghasilkan efisiensi yang relativ lebih tinggi daripada amorphous silicon.

perusahaan Sanyo mengumumkan bahwa mereka akan memproduksi solar cell yang mempunyai efisiensi sebesar 20. . Monocrystalline silicon mempunyai efisiensi 12~15 %.  Tetapi dengan penemuan metode-metode baru sekarang efisiensi dari multicrystalline silicon dapat mencapai 16. Efisiensi dari solar cell yang sekarang diproduksi sangat bervariasi. Yaitu prosentasi perubahan energi cahaya matahari menjadi energi listrik.0 % sedangkan monocrystalline dapat mencapai lebih dari 17 %.Multicrystalline silicon  Sebagai salah satu ukuran performansi solar cell adalah efisiensi. Amorphous silicon mempunyai efisiensi 6~9 %. Multicrystalline silicon mempunyai efisiensi 10~13 %.  Bahkan dalam satu konferensi pada September 2000.7 %.

karena tenaga listrik yang dihasilkan oleh satu module masih cukup kecil (rata-rata maksimum tenaga listrik yang dihasilkan 130 W)  beberapa module digabungkan dan terbentuklah apa yang disebut array. Sebagai contoh untuk menghasilkan listrik sebesar 3 kW dibutuhkan array seluas kira-kira 20 ~ 30 meter persegi.  Pada applikasinya. Tenaga listrik yang dihasilkan oleh satu solar cell sangat kecil maka beberapa solar cell harus digabungkan sehingga terbentuklah satuan komponen yang disebut module. .

 Seperti yang telah diterangkan diatas module adalah komponen yang merubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik. Building-integrated module  Tetapi dari segi module sebagai bahan bangunan maka diperlukan syarat-syarat tambahan. petir dan gangguan luar lainnya. Selain itu bagi para arsitektur syarat keindahan arsitektur juga diperlukan. seperti syarat kekuatan. Untuk diubah maka listrik DC dari beberapa module digabungkan dan dikonversikan menjadi AC dengan alat yang disebut power conditioner . angin. daya tahan terhadap hujan. Untuk dapat dimanfaatkan lebih banyak lagi biasanya listrik DC ini dirubah menjadi AC. 3. Listrik yang dihasilkan adalah DC.

Untuk mengatasi persoalan ini. maka sekarang dikembangkan apa yang disebut AC module Secara prinsip tidak ada perubahaan yang terjadi.Karena menggabungkan listrik dari beberapa module maka sistim pengkabelannnya menjadi rumit dan kapasitas yang dibutuhkan dari power conditionernya pun menjadi besar. tetapi secara teknologi diperlukan power conditioner berskala kecil yang dapat dipasang di belakang module Power Conditioner JH40EK .

Seperti terlihat dalam grafik diatas bahwa biaya material tidak megalami penurunan yang berarti walaupun jumlah produksinya makin bertambah. . Berat dari alat ini adalah sebesar 25 kg Pembangkit listrik tenaga surya maka dicari metodemetode baru untuk menurunkan biaya per watt listrik yang dihasilkan.Power Conditioner Power Conditioner adalah produk dari Sharp yang dapat dihubungkan dengan 8~9 lembar module.

Yang sering digunakan adalah modul sel surya 20 watt atau 30 watt. . dan aki (batere) 12 volt yang maintenance free. Panel sel surya merupakan modul yang terdiri beberapa sel surya yang digabung dalam hubungkan seri dan paralel tergantung ukuran dan kapasitas yang diperlukan. Modul sel surya itu menghasilkan energi listrik yang proporsional dengan luas permukaan panel yang terkena sinar matahari.KONSEP KERJA SISTEM PLTS  Sistem sel surya yang digunakan di permukaan bumi terdiri dari panel sel surya. rangkaian kontroler pengisian (charge controller).

maka kontroler akan mengisi aki dengan panel surya sebagai sumber dayanya.8 volt. Tentu saja proses pengisian itu akan terjadi bila berlangsung pada saat ada cahaya matahari. . tegangan aki itu akan naik. maka kontroler akan menghentikan proses pengisian aki itu. maka kontroler akan memutus pemasokan energi listrik. Jika penurunan tegangan itu terjadi pada malam hari. Setelah proses pengisian itu berlangsung selama beberapa jam. Bila tegangan turun sampai 10. Kontroler ini dapat mengatur tegangan aki dalam selang tegangan 12 volt plus minus 10 persen. Bila tegangan aki itu mencapai 13.Rangkaian Kontroler Pengisian Aki  Rangkaian kontroler pengisian aki dalam sistem sel surya itu merupakan rangkaian elektronik yang mengatur proses pengisian akinya.2 volt.

maka dengan posisi panel surya itu yang statis itu tidak akan diperoleh energi listrik yang optimal. untuk mendapatkan energi listrik yang optimal. sistem sel surya itu masih harus dilengkapi pula dengan rangkaian kontroler optional untuk mengatur arah permukaan panel surya agar selalu menghadap matahari sedemikian rupa sehingga sinar mahatari jatuh hampir tegak lurus pada panel suryanya. Orbit yang ditempuh bumi berbentuk elip dengan matahari berada di salah satu titik fokusnya. . Karena matahari bergerak membentuk sudut selalu berubah.  Jadi.Posisi Panel Surya  Biasanya panel surya itu letakkan dengan posisi statis menghadap matahari.

Mengingat Indonesia merupakan daerah tropis. pabrik. sehingga PLTS merupakan salah satu sarana untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan listrik yang sangat ramah lingkungan.LANDASAN TEORI  Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) adalah salah satu pembangkit listrik yang sangat sederhana dan mudah dipasang dirumah. Selain persediaannya tanpa batas. tenaga surya nyaris tanpa dampak buruk terhadap lingkungan dibandingkan bahan bakar lainnya. . perumahan. maka sangatlah baik jika PLTS dikembangkan dengan sungguh-sungguh.  Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) akan lebih diminati karena dapat digunakan untuk keperluan apa saja dan di mana saja : bangunan besar. dan lainnya.

Karenanya cocok untuk program listrik rumah pedesaan (terpencil). . dimana rumah satu dengan lainnya berjauhan (akan sangat mahal jika listrik disalurkan melalui jaringan kabel).Macam-macam Komponen Modul Surya  Dipasang secara individual (Desentralisasi= Satu rumah satu paket pembangkit).

hanya menggunakan sinar matahari yang gratis.  – Dipasang secara individual (satu rumah satu system) sehingga jika rumah berjauhan sekalipun tidak memerlukan jaringan kabel distribusi. sehingga dapat dimanfaatkan didaerah terpencil. dan gangguan pada satu system tidak mengganggu system lainnya. . Manfaat:  – Tidak memerlukan bahan bakar minyak (BBM).

maka untuk sementara beban tidak dapat dinyalakan.  c. .  b. dalam beberapa detik akan otomatis menyambung kembali. apabila tegangan dalam battery rendah. ~11. High Voltage disconnect.2 V. maka beban akan otomatis dapat dinyalakan lagi (reconnect). LVD.Versi standard umum untuk melindungi battery/accu  a. memutus listrik dari modul surya jika battery/accu sudah penuh. Apabila terjadi short circuit maka jalur ke beban akan dimatikan sementara. setelah di charge oleh modul surya. Listrik dari modul surya akan dimasukkan kembali ke battery jika voltage battery kembali turun. menggunakan electronic fuse(sikring) sehingga tidak memerlukan fuse pengganti. Low voltage disconnect. Berfungsi untuk melindungi system PLTS apabila terjadi arus hubung singkat baik di modul surya maupun pada beban. HVD. Short circuit protection. Apabila tegangan battery sudah melewati 12V.

PV Voltage Spike. d. . melindungi dari kesalahan pemasangan kutub (+) atau (-). Reverse Polarity. melindungi tegangan tinggi dari modul pada saat battery tidak disambungkatidak disambungkan ke controller. Lightning Protection. melindungi terhadap sambaran petir (s/d 20.  e.000 volt). Reverse Current.  g.  f. melindungi agar listrik dari battery/accu tidak mengalir ke modul surya pada malam hari.

” . Yaitu komponen listrik yang berfungsi sebagai perubah listrik DC menjadi listrik AC  Power conditioner selain berfungsi untuk menghasilkan listrik AC yang bersih juga mengkontrol agar tegangan keluarannya berada dalam batas tegangan yang diperbolehkan.SISTIM KELISTRIKAN PLTS  Pertama adalah power conditioner. Power conditioner telah dijelaskan secara sangat singkat sebelumnya  Inti dari alat ini adalah inverter. Beberapa fungsi lain power conditioner dapat disimpulkan sebagai berikut :“sebagai switch yang mengontrol dimulainya dan dihentikannya kerja sistim.

 Islanding adalah kondisi ketika terjadi pemutusan aliran listrik pada jaringan distribusi yang dimiliki oleh perusahaan listrik sedangkan PLTS tetap bekerja. Disini power conditioner berfungsi untuk mendeteksi terjadinya islanding dan dengan segera menghentikan kerja PLTS. Hal ini terjadi misalnya apabila timbul kerusakan pada jaringan distribusi listrik. .Mendeteksi islanding.

Pengontrol maksimum tenaga listrik  Disini fungsi dari power conditioner adalah bagaimana mengontrol agar tenaga listrik yang diproduksi menjadi maksimum.Sistim Independensi .Hal ini disebut dengan istilah MPPT (Maximum Power Point Tracking).  Pembagian sistem PLTS Secara garis besar sistim kelistrikan tenaga surya dapat dibagi menjadi :  1.Sistim Terintegrasi  2.

Hal ini di banyak negara-negara industri maju secara peraturan telah memungkinkan Keuntungan dari sistim ini adalah tidak diperlukan lagi battery. Selain dari itu bagi rumah atau kantor yang memasang solar panel. maka masalah keselamatan menjadi perhatian yang utama Keterangan :   1 adalah solar panel   2 adalah power conditioner   3 adalah alat pendistribusi listrik   4 adalah alat pengukur banyaknya listrik yang dijual atau dibeli.maka listrik tersebut dapat dialirkan ke jaringan distribusi yang ada. Karena terhubungi dengan sistim distribusi. Persoalan yang dihadapi sekarang adalah soal teknis. lalu dialirkan ke AC load. Yang menjadi ciri utama dari sistim ini adalah dihubungkannya AC load ke jaringan distribusi listrik yang dimiliki oleh perusahaan listrik.maka kekurangan itu dapat diambil dari listrik yang dihasilkan perusahaan listrik. Jadi apabila listrik yang dihasilkan oleh solar panel cukup banyak -melebihi yang dibutuhkan oleh AC load.1. mereka akan mendapatkan keuntungan dengan penjualan listrik. Sebaliknya apabila listrik yang dihasilkan solar panel sedikit – kurang dari kebutuhan ac load. Biaya battery dapat dikurangi. AC load disini dapat berupa listrik yang diperlukan di perumahan atau kantor.Sistim Terintegrasi Listrik yang dihasilkan oleh array dirubah menjadi listrik AC melalui power conditioner. .

.  Contoh dari sistim yang dihubungkan dengan dc load adalah pembangkit listrik untuk peralatan komunikasi. Dan pada malam hari listrik yang disimpan ini dialirkan ke load.Dalam sistim ini. Misalnya peralatan komunikasi yang dipasang di pegunungan. Sedangkan yang dihubungakan dengan AC load adalah sistim pembangkit listrik untuk pulau-pulau yang terpencil.Sistim Independensi  Selain sistim terintegrasi yang diterangkan diatas terdapat pula sistim independensi yang merupakan sistim yang selama ini banyak dipakai. listrik ini disimpan di battery. battery memainkan peranan yang sangat vital. Bila ada kelebihan listrik yang dihasilkan. misalnya pada siang hari. sistim independensi dapat dibagi lagi yaitu yang dihubungkan dengan DC load dan yang dihubungkan dengan AC load.

4 kW sedangkan dari tenaga angin 1. Kapasitas terpasang PLTS adalah 3. Yaitu proyek pemasangan pembangkit listrik untuk keperluan rumah sakit dan lampu penerangan. PLTS dikombinasikan dengan pembangkit listrik tenaga angin. Sistim seperti ini banyak dipakai di negara-negara berkembang seperti contoh adalah sebuah contoh proyek di Mongol.8 Kw .

Target dari PLTS : . penerangan dengan Lampu  Menciptakan bisnis baru didesa (jadi distributor/service center yang mampu dilakukan oleh Koperasi Wanita/Nelayan/Tani/Desa). pendapatan rendah. rumah terpencil. dg kualitas lebih baik. LSM. Umumnya minyak tanah. sehingga jam belajar dan beraktifitas lebih panjang.  Menciptakan Tenaga Teknisi di desa Target Konsumen PLTS: Masyarakat didaerah yang belum Dilayani Listrik PLN. internet). TV.  Membukakan akses pada informasi (radio. kondisi  Memberikan akses pada sumber air minum dan pertanian (surya untuk pompa air).  Menciptakan Lapangan Kerja di desa (penjualan dan service center  memerlukan banyak tenaga lokal). infrastruktur minim.PLTS dilihat dari Perspektif Gender  Meningkatkan Kualitas hidup masyarakat:  Memberikan penerangan (lampu).

Seperti hasil karya dari Mongol tentang pemasangan PLTS bersekala kecil di rumah-rumah suku-suku yang tinggal di padang rumput yang jauh dari jaringan listrik utama.KESIMPULAN  Di atas telah dijelaskan secara singkat pembangkit listrik tenaga surya. Mongol. Yang diawali dengan penjelasan konsekomponen-kompp kerja PLTS dan komponen-komponen yang mendukung dihasilkannya tenaga listrik. negara-negara Eropa timur. Selain dari BIPV yaitu module yang dipasang di perumahan atau bangunan-bangunan. Kemudian dijelaskan juga sistim kelistrikan tenaga surya. . Dan terakhir target yang dapat dicapai dengan adanya PLTS. Hal ini dimungkinkan misalnya pemasangan di negara-negara yang memiliki padang pasir.  Selain itu yang menarik adalah beberapa hasil karya pemanfaatan tenaga listrik dari cahaya matahari di negara-negara berkembang seperti India. sekarang juga telah dibahas kemungkinan pemasangan PLTS berkapasitas sangat besar di satu wilayah tertentu.