Fsiologi Penglihatan

Yulia Fitriani

VISUAL PHYSIOLOGY • • • • • • PHOTORECEPTORS (Rods and Cones) PHOTONS – basic unit visible light RADIANT ENERGY – electromagnetic radiation VISIBLE LIGHT (700 nm – 400 nm) Rods – presence or absence of photons Cones – wavelength of photons – color perception .

penglihatan warna dan contrast sensitivity. peran pada penglihatan sentral.Jalur visual afferen • Dimulai dari retina yang mempunyai fotoreseptor sel batang dan sel kerucut. • Fotoreseptor → merubah impuls cahaya menjadi impuls listrik → otak melalui nervus optikus • Makula paling banyak mengandung sel kerucut. .

dipengaruhi : ▫ ▫ ▫ ▫ kejernihan media refrakta fokus tidaknya bayangan yang jatuh di retina keadaan retina sistem penghantaran sampai ke korteks penglihatan .• Fungsi penglihatan sentral dinyatakan sebagai tajam penglihatan.

Hardy Rand Rittler plates. Cambridge low contrast sensitivity chart dan Pelli-Robson chart . Ishihara. tes diskriminasi warna dan lainlain • Contrast sensitivity → kemampuan membedakan gelap-terang & melihat detail. batas suatu obyek → Arden test gratings.• Fungsi penglihatan warna → tes buta warna → Naegel anomaloscope.

• Sel kerucut : ▫ >>fovea → melihat dengan intensitas cahaya tinggi ( regio fotopik ) ▫ penglihatan sentral. • Sel batang sensitive pada intensitas cahaya rendah ( regio skotopik dan mesopik ) . penglihatan warna dan contrast sensitivity.

70-75⁰ ke arah inferior dan 100-110⁰ ke arah temporal . 60⁰ ke arah nasal.• Sel batang >> retina perifer → penglihatan gelap dan penglihatan perifer. • Lapang pandang normal diukur dari titik fiksasi kurang lebih 60⁰ ke arah superior. • Fungsi penglihatan perifer diketahui melalui pemeriksaan lapang pandang.

• Sel kerucut dan sel batang ▫ terdiri dari dua bagian yaitu segmen luar dan segmen dalam. . ▫ Pada segmen dalam terdapat nukleus yang mengandung mitokondria. ▫ mempunyai pedikel-pedikel yang akan membentuk sinapsis dengan sel-sel horizontal dan sel-sel bipolar.

akan terjadi hubungan dengan sel-sel amakrin dan sel-sel ganglion yang merupakan akson dari nervus optikus.• Setelah terbentuk sinapsis tersebut. • Sel ganglion retina : ▫ M (kurang lebih 10 %) : general form. motion and shadows under dim light (1000 : 1) ▫ P (kurang lebih 80%) : edges. fine detail and color under under bright light (1 : 1) ▫ K (kurang lebih 10%) .

dan meninggalkan bola mata sebagai nervus optikus . membelok ke posterior melewati lamina kribiformis sklera.• Akson-akson sel ganglion berkumpul di diskus optikus.

. • Dari nervus optikus kemudian melanjut pada kiasma optikum.• Dari retina kemudian melanjut ke nervus optikus yang terdiri dari 4 bagian : ▫ ▫ ▫ ▫ intra okuler intra orbita intra kanalikuler intra kranial.

THE VISUAL PATHWAY Photoreceptors  visual cortex of cerebral hemisphere .

• Dari kiasma optikum akan menuju traktus optikus.• Pada kiasma optikum serabut saraf yang berasal dari nasal berjalan menyilang. sedangkan serabut temporal tidak menyilang. • Dengan demikian pada kiasma optikum terjadi hemidecussatio (menyilang sebagian). .

▫ traktus optikus kanan terbentuk dari serabut syaraf yang berasal dari retina bagian temporal mata kanan dan retina bagian nasal mata kiri ▫ traktus optikus kiri berasal dari serabut saraf retina bagian temporal mata kiri dan bagian nasal mata kanan.• Ada dua traktus optikus. .

• Selanjutnya dari traktus optikus sebagian akan menuju korpus genikulatum lateral dan akan melanjut menuju kortek serebri. • Sedangkan sebagian lagi akan menuju nukleus pretektalis dan menuju ke nukleus Edinger-Westphal. .