You are on page 1of 20

ASUHAN KEPERAWATAN

PADA PASIEN
DENGAN DEMAM TYPHOID
Kelompok V

Alifya Sasmi

Rais Fajar

Berlya Alivia

Rizkythia Andara

Dina Septia

Syiva Dwi Fatmala

Muhammad Rio

 

Definisi Typhoid
Typhoid adalah penyakit infeksi sistemik akut
yang disebabkan infeksi salmonella Thypi.
Organisme ini masuk melalui makanan dan
minuman yang sudah terkontaminasi oleh faeses
dan urine dari orang yang terinfeksi kuman
salmonella. Penyakit ini ditandai dengan panas
berkepanjangan, ditopang dengan bacteremia
tanpa keterlibatan struktur endothelia atau
endokardial dan invasi bakteri sekaligus multiplikasi
kedalam sel fagosit monocular dari hati, limfa,
kelenjar limfe usus dan peyer’s patch dan dapat
menular pada oerang lain melalui makanan atau air
yang terkontaminasi. (Sumarmo, 2006).

Ada dua sumber penularan salmonella typhi yaitu pasien dengan demam typhoid dan pasien dengan carier.Etiologi • Etiologi typhoid adalah salmonella typhi. Salmonella para typhi A. B dan C. (Mansjoer. 2004). • Demam Typhoid merupakan penyakit yang ditularkan melalui makanan dan minuman yang tercemar oleh bakteri Salmonella typhosa. Carier adalah orang yang sembuh dari demam typhoid dan masih terus mengekresi salmonella typhi dalam tinja dan air kemih selama lebih dari 1 tahun. .

Patofisiologi .

2009 ).Manifestasi Klinis • Pada minggu pertama gejala klinis penyakit ini ditemukan keluhan • dan gejala serupa dengan penyakit infeksi akut pada umumnya yaitu : • demam. nyeri otot. nyeri kepala. perasaan tidak enak diperut. batuk dan epistaksis. mual. anoreksia. . ( Widodo Djoko. • Pada pemeriksaan fisik hanya didapatkan suhu tubuh meningkat. • obstipasi atau diare. pusing. muntah. Sifat • demam adalah meningkat perlahan-lahan dan terutama pada sore hingga • malam hari.

Lanjutan … Minggu Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Keluhan Dan Gejala Demam Tifoid Keluhan Gejala Patologi Panas Gangguan Bacteremia berlangsung saluran cerna insidious. tipe panas stepladder yang mencapai 3940oC. ilius. abdomen. hiperplasi pada atau hepatomegaly peyer’s konstipasi. abdomen. nodul delirium tipoid pada limfa dan hati Komplikasi : Melena. diare splenomegaly. patches. Ulserasi pada perdarahan ketegangan peyer’s saluran cerna. nyeri Rose sport. Vaskulitis. patches.menggigil dan nyeri kepala Rash. nodul .

• Klien diistirahatkan 7 hari sampai demam tulang atau 14 hari untuk mencegah komplikasi perdarahan usus. 2005 : 439). • Pada penderita yang akut dapat diberi bubur saring.Penatalaksanaan Medis 1. • Diet yang sesuai . • Setelah bebas demam diberi bubur kasar selama 2 hari lalu nasi tim. Perawatan. sesuai dengan pulihnya tranfusi bila ada komplikasi perdarahan (Syaifullah. 2. • Dilanjutkan dengan nasi biasa setelah penderita bebas dari demam selama 7 hari (Ngastiyah. • Mobilisasi bertahap bila tidak ada panas. Diet. 2005 : 239) .cukup kalori dan tinggi protein.

diberikan 4 kali sehari peroral atau IV atau IM b. Kloramfenikol Merupakan obat antimikroba yang dapat menurunkan demam lebih cepat. Kartikosteroi Diberikan bagi penderita toksemia berat atau gejala berkepanjangan. Dosis untuk anak-anak 100mg/kg BB /hari. Tiamfenikol Dosis dan efektivitas tiamfenikol pada demam thypoid sama dengan kloramfeenikol  c. . Kontrimossasol Ekfetivitas kontrimossasol kurang lebih sama dengan kloramfenikol d.Lanjutan… 3. Obat-obatan a. Ampisilin dan Amoksilin Efektivitas Ampisilin dan Amoksilin lebih kecil dibandingkan kloramfenikol e. Vitamin B kompleks dan vitamin C Sangat diperlukan untuk menjaga kesegaran dan kekuatan badan serta menjaga kesetabilan metabolisme tubuh f.

mual. B. serta penurunan kesadaran. C. bagaimana koping mekanisme yang digunakan. pusing kepala. pekerjaan. alamat. tangga masuk rumah sakit. jenis kelamin. Riwayat psikososial dan spiritual Biasanya klien cemas. diare. nomor register dan diagnosa medik. anoreksia. Riwayat penyakit sekarang Peningkatan suhu tubuh karena masuknya kuman salmonella typhi ke dalam tubuh. Identitas Meliputi nama. .  Gangguan dalam beribadah karena klien tirah baring total dan lemah. Keluhan utama Keluhan utama Typoid adalah panas atau demam yang tidak turun-turun. E. umur. satatus pekawinan. agama. Riwayat penyakit dahulu Apakah sebelumnya pernah sakit demam tifoid. D. suku/bangsa.Asuhan Keperawatan Pada Pasien dengan Demam Typhoid PENGKAJIAN A. nyeri perut.

turgor kullit menurun. bradikardi relatif. Sistem abdomen Saat palpasi didapatkan limpa dan hati membesar dengan konsistensi lunak serta nyeri tekan pada abdomen. Sistem integumen Kulit kering. . mukosa mulut kering. anoreksia. dan konstipasi. muka tampak pucat. mual. Sistem gastrointestinal Bibir kering pecah-pecah.Lanjutan … F. Pemeriksaan fisik 1. peristaltik usus meningkat. Sistem kardiovaskuler Terjadi penurunan tekanan darah. muntah. Keadaan umum Didapatkan  klien   tampak   lemah. Tingkat kesadaran dapat terjadi penurunan kesadaran (apatis) 3.   suhu   tubuh   meningkat    38 – 410 C. 8. 7. Sistem respirasi Pernafasan rata-rata ada peningkatan. rambut agak kusam. nafas cepat dan dalam dengan gambaran seperti bronchitis. lidah kotor (khas). Sistem muskuloskeletal Klien lemah. perut terasa tidak enak. nyeri perut.  Pada perkusi didapatkan perut kembung serta pada auskultasi peristaltik usus meningkat. 5. 6. 4. terasa lelah tapi tidak didapatkan adanya kelainan. 2. muka kemerahan. hemoglobin rendah.

  Klien dapat mengalami konstipasi oleh karena tirah baring lama. Pola tidur dan istirahat Pola tidur dan istirahat terganggu sehubungan peningkatan suhu tubuh.Lanjutan … G.   Klien dengan demam tifoid terjadi peningkatan suhu tubuh yang berakibat keringat banyak keluar dan merasa haus.  Sedangkan eliminasi urine tidak mengalami gangguan. Pola aktivitas dan latihan Aktivitas klien akan terganggu karena harus tirah baring total. Pola nutrisi dan metabolisme Klien akan mengalami penurunan nafsu makan karena mual dan muntah  saat makan  sehingga makan hanya sedikit bahkan tidak makan  sama sekali. Data Biologis : 1. 3. 4. sehingga dapat meningkatkan kebutuhan cairan tubuh. hanya warna urine menjadi kuning kecoklatan. 2. Pola eliminasi Eliminasi alvi. agar tidak terjadi komplikasi maka segala kebutuhan klien dibantu. .

Data Spiritual Dalam hal beribadah biasanya terganggu karena bed rest total dan tidak boleh melakukan aktivitas karena penyakit yang dideritanya saat ini. Data Psikologis.Lanjutan … H. Data Sosiologis Hubungan dengan orang lain terganggu sehubungan klien di rawat di rumah sakit dan klien harus bed rest total. . Sosiologis dan Spiritual 1. Data Psikologis Biasanya terjadi kecemasan terhadap keadaan penyakitnya dan ketakutan merupakan dampak psikologi klien. 2. 3.

Pemeriksaan uji widal Uji widal adalah suatu reaksi aglutinasi antara antigen dan antibodi (aglutinin).Lanjutan … I. Pemeriksaan SGOT dan SGPT SGOT dan SGPT sering meningkat tetapi akan kembali normal setelah sembuh. . dapat pula leukositosis atau kadar leukosit normal. Antigen yang digunakan pada uji widal adalah suspensi salmonella yang sudah dimatikan dan diolah di laboratorium. Pemeriksaan penunjang 1. Leukositosit dapat terjadi walupun tanpa disertai infeksi sekunder. Peningkatan SGOT dan SGPT ini tidak memerlukan penanganan khusus 3. 2. Tujuan dari uji widal ini adalah untuk menentukan adanya aglutinin dalam serum klien yang disangka menderita typhoid. Pemeriksaan darah perifer lengkap Dapat ditemukan leukopeni. Aglutinin yang spesifik terhadap salmonella thypi terdapat dalam serum klien dengan typhoid juga terdapat pada orang yang pernah divaksinasikan.

•Penyakit – penyakit tertentu •Pengobatan dini dengan antibiotika •Obat-obatan imunosupresif atau kortikosteroid •Vaksinasi dengan kotipa atau tipa : seseorang yang divaksinasi dengan kotipa atau tipa.Lanjutan… Faktor – faktor yang mempengaruhi uji widal : a. •Saat pemeriksaan selama perjalanan penyakit: aglutinin baru dijumpai dalam darah setelah klien sakit 1 minggu dan mencapai puncaknya pada minggu ke-5 atau ke-6. titer aglutinin O dan H dapat meningkat. Faktor yang berhubungan dengan klien : •Keadaan umum : gizi buruk dapat menghambat pembentukan antibodi. •Infeksi klien dengan klinis/subklinis oleh salmonella sebelumnya : keadaan ini dapat mendukung hasil uji widal yang positif •Reaksi anamnesa : keadaan dimana terjadi peningkatan titer aglutinin terhadap salmonella thypi .

sehingga reaksi aglutinasi pada satu spesies dapat menimbulkan reaksi aglutinasi pada spesies yang lain. •Konsentrasi suspensi antigen •Strain salmonella yang digunakan untuk suspensi .Lanjutan … b. Faktor-faktor Teknis •Aglutinasi silang : beberapa spesies salmonella dapat mengandung antigen O dan H yang sama.

Anti salmonella typhi IgM •Pemeriksaan ini dilakukan untuk menditeksi secara dini infeksi akut salmonella typhi.Lanjutan … 4. karena antibody IgM muncul pada hari ke 3 dan 4 terjadinya demam . Kultur •Kultur darah bias positif pada minggu pertama •Kultur urin bisa positif pada akhir minggu kedua •Kultur feses bisa positif pada minggu kedua hingga minggu ketiga 5.

azithromisin dan fluoroquinolon .3-4 kali pemberian (Bila ada kontraindikasi kloramfenikol ) 3.Lanjutan … J. Ampisilin Dosis 200 mg/kgbb/hari. Pada kasus yang diduga MDR pilihan antibiotic yang dapat diberikan adalah : meropenem. Farmakologi 1.Kloramfenikol Dosis 50 mg/kgBB/hari. seftriaxone dengan dosis 50 mg/kgbb/hari. 2 kali sehari (Pada kasus berat) 4. 3-4 kali pemberian 2.

proses penyakit • Nyeri akut b.d fluktuas suhu lingkungan.DIAGNOSA • Ketidakefektifan termoregulasi b.d intake yang tidak adekuat dan peningkatan suhu tubuh • Konstipasi b.d penurunan motilitas traktus gastrointestinal ( penurunan motilitas usus) .d intake yang tidak adekuat • Resiko kekurangan volume cairan b.d proses peradangan • Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.

HT harian pengetahuan normal • Kolaborasikan c. selular atau intraselular INTERVEN SI Tujuan dan Kriteria Intervensi Hasil NOC: a. pemberian cairan IV mempengaruhi nadi. bj itung intake kalori b. Mempertahankan • Monitor masukan a.Penyimpangan yang b.Fluid balance b. suhu normal • Monitor status absorbs cairan c. bb.Kehilangan volume urine output sesuai makanan/ cairan dan cairan aktif dengan usia. • Berikan cairan IV mempengaruhi akses elastisitas turgor kulit pada suhu ruangan cairan baik. membrane • Dorong masukan e.Kurang urine normal.Diagnose Keparawatan Resiko kekurangan volume cairan Definisi : berisiko mengalami dehidrasi vascular.Hydration c. Tekanan darah.Nutritional status : food and fluid intake NIC : Fluid management • Pertahankan intake output yang akurat • Monitor status hidrasi Kriteria hasil : • Monitor vital sign Faktor resiko a. tidak oral mempengaruhi ada rasa haus yang • Berikan .Penyimpangan yang mukosa lembab. Tidak ada tanda nutrisi d.Penyimpangan yang tanda dehidrasi.

Agens fermasutikal Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi • Tawarkan snack ( jus buah.Lanjutan … Diagnose Keparawatan f. Faktor yang mempengaruhi kebutuhan cairan j. Kegagalan fungsiregulator k. Kehilangan berlebihan melalui rute normal g. buah segar) • Kolaborasi dengan dokter • Atur kemungkinan transfuse Hypovolemia management • Monitor status cairan • Pelihara iv line • Monitor tingkat hb dan hematoktit • Monitor tanda vital signs • Monitor respon pasien terhadap penambahan cairan • Monitor bb . Berat badan ekstem i. Usia lanjut h. Kehilangan cairan melalui rute abnormal l.