Farmakoterapi Hipertensi

Setiap pasien denga tekanan darah arteri diastolik
secara konsisten diatas 90mmHg atau pasien berusia
diatas 65 tahun dengan etkanan arteri sistolik diatas 160
mmHg merupakan kandidat untuk study diagnostik dan
pengobatan lebih lanjut. Dengan peningkatat darah
tertentu, pria lebih beresiko mengalami komplikasi
hipertensif vaskular dari pada wanita, pada pasien yang
lebih muda dibandingkan kelompok yang lebih tua, dan
pada pasien diabetes dibandingkan pasien non diabetes.

Pasien dengan hipertensi labil atau hipertensi sistolik terisolasi yang tidak mendapat pengobatan mesti menjalani pemeriksaan follow-up dengan interval 6 bulan karena perkembangan hipertensi yang progresif dan atau bertahan. Misalnya. . Idealnya. penderita angina pektoris atau diabetes mellitus dengan tekanan darah diastolik antara 85 mmHg hingga 90 mmHg bisa menjadi kandidat untuk terapi antihipertensi. Program terapi tersebut dengan tujuan dapat menyebabkan tekanan darah normal dengan efek samping yang lebih kecil. jika terdapat penyakit arteri koroner atau risiko kariovaskular tertentu. kita tentunya akan memilih suatu program terapi yang dapat memperbaiki efek dasar yang menyebabkan hipertensi. maka pengobatan dilakukan ketika tekanan darah pasien lebih rendah. misalnya. pengobatan dengan spirilonakton untuk penderita aldosteronisme primer. Tujuan terapi obat adalah penggunaan obat secara tunggal atau secara kombinasi untuk mengembalikan tekanan darah arteri ke level normal dengan efek samping sekecil mungkin.

Mulai dengan obat yang mungkin paling mudah ditoleransi oleh pasien. berlaku untuk hampir semua kasus. Gunakan diuretik tiazid hanya dengan dosis rendah 25 mg/hari untuk hidroklorotiazida atau obat yang ekuivalen. 2. 6. Mulai pengobatan dengan suatu obat dosis rendah (jika tekanan darah tidak dikendalikan hanya akan membaik dengan taraf biasa). 3. Mulai dengan satu obat juga bisa mengobati dan / atau tidak mengganggu suatu kondisi yang ada. sebagai terapi awal. . Kepatuhan jangka panjang berkaitan dengan tolerabilitas dan khasiat obat pertama yang digunakan. Gunakan terapi kombinasi dosis rendah. jika diperlukan. 5. Gunakan terapi diuretik jika ada dua obat yang digunakan. 4. kecuali ada alasan yang mendesak.Prinsip pengobatan dengan antihipertensi adalah sebagai berikut : 1. 7. Tambahkan obat kedua dari kelas obat yang berbeda (pelengkap) jika tekanan darah tidak dikontrol dengan dosis sedang untuk agen pertama.

20 mg enalapril. dan memperkuat efek obat anti hipertensi. atau antagonis angiotensin II. ACE inhibitor. 10. maka dianjurkan untuk melakukan pencarian seacra rinci terhadap penyebab sekunder hipertensi.8. menurunkan volume cairan ektraseluler. Untuk mendapatkan tekanan darah diastolik <90 mmHg. Suatu diuretik dengan penyekat β (beta). Mekanisme munculnya efek ini adalah karena agen-agen antihipertensi menstimulasi reabsobsi sodium. maka obat utama mesti ditambah dengan dosis penuh. Satu atau dua obat akan mengendalikan tekanan darah pada 90% pasien hipertensi. atau 360 mg diltiazem. 9. Jika tekanan darah masih belum terkontrol. Suatu kalsium antagonis dengan ACE inhibitor atau penyekat β. Terapi diuretik meningkatkan efek anti hipertensif sebagian besar obat anti hipertensi. . Jika terapi dengan dua obat tidak menghasilkan tekanan darah yang diinginkan. misalnya 100 mg kaptopril atau atenolol. sekitar 70% kasus memerlukan dua obat.

. Pertama. dan gagal ginjal. status fisiologis organ akan memberikan respon yang berbeda terhadap diuretik. interaksi antara obat dengan reseptor. diuretik tiazid mengalami absorbsi di usus halus dengan bioabilitas yang bervariasi. Kedua. sirosis hati. Ketiga. Tiazid Mekanisme kerja menghambat reabsobsi sodium atau natrium () dan penurunan volume plasma yang disebabkan refleks peningkatan sekresi renin dan aldosteron. Misalnya dekompensasi jantung.•   Diuretik Ada tiga faktor utama yang memengaruhi respon diuretik ini. tempat kerja diuretik di ginjal. berikatan dengan protein plasma dan di eksresi melaui urin. Farmokokinetika Setelah pemberian secara oral. 1.

Tabel obat diuretik tiazid : Diuretik Durasi efek (jam) Bendroflumetiazid 6-12 Klorotiazid 6-12 Klortalidon 48-72 HCT 6-12 Indapamid 1-2 Metolazon 12-24 .

Diuretik hemat kalium Penggunaan diuretik untuk hipertensi pada mulanya dilakukan sebgai pengobatan langkah pertama dengan cara perawatan bertahap. pankreatitis dan trombositopenia. nefritis interstiasialis. . vaskulitis. Efek samping Diuretik tiazid merupakan turunan dari senyawa sulfonamida yang dapat menimbulkan reaksi alergi berupa ruam kulit.2. Loop Diuretik Loop diuretik lebih kuat dibandingkan dengan golongan tiazid tetapi memiliki risiko terjadinya hipovolemia yang lebih besar.

Tabel obat loop diuretik Diuretik Durasi efek (jam) Bumetamid 4-6 Asam etakrinat 6-8 Furosemid 6-8 Torsemid 6-8 .

. tetapi hambatan terhadap reseptor α (alfa) tergantung dari perbedaan profil farmakokinetiknya. Penyekat β (β-blocker) Golongan obat ini memiliki efek kronotropik dan inotropik negatif yang menyebabkan penurunan tekanan darah dan menurunkan curah jantung dan resistensi vaskular perifer. Mekanisme munculnya efek ini adalah karena agen-agen antihipertensi menstimulasi sodium oleh tubulus ginjal sehingga volume cairan ekstraseluler meningkat. Penyekat α (α-blocker) Obat golongan ini bekerja dengan menghambat reseptor α.Potensial Efek Antihipertensi lain dengan diuretik Terapi diuretik meningkatkan efek antihipertensif.

1. yaitu bronkospasme. intrinsic sympathomimetic activity (ISA). Farmakokinetika. serta membran stabilizing activity (MSA). penyakit vaskular perifer. denyut jantung. bradikardi/gangguan konduksi. sifat kelaurat dalam air dan lemak. gagal jantung. 2. maupun laju filtrasi glomerulus. ACE Inhibitor Angiotensin converting enzim (ACE) inhibitor memiliki efek dalam penurunan tekanan darah melalui penurunan resistansi perifer tanpa disertai dengan perubahan curah jantung. Pada umumnya obat-obat penyekat β (beta) dibagi berdasarkan sifat-sifat khusus yang dimilikinya meliputi selektifitas. . hipotensi. Antagonis Reseptor Angiotensin II Obat-obat yang memengaruhi jalur sistem renin angiotensin (RAS) antara lain adalah ACE inhibitor dan A II RA. Efek samping Sebagian besar efek samping yang timbul adalah akibat mekanisme penyekatan reeptor β-adrenergik.

bekerja dengan menghambat aktifitas renin untuk mengubah angiotensinogen menjadi angiotensi I sehingga encegah pembentukan angiotensin II yang merupakan vasokonstriktor kuat. Renin Inhibitor yang bekerja langsung obat golongan ini memiliki afinitas dan spesifikasi tinggi terhadap renin manusia. isradipin. dan mebefradil.Antagonis Kalsium Penghambat kanal kalsium merupakan senyawa heterogen yang memiliki efek bervariasi pada otot jantung. pembuluh darah perifer dan sirkulasi koroner. felodipin. konduksi AV. Efek samping Efek samping yang disebabkan penggunaan kanal kalsium dapat diprediksi karena perbedaan struktur kimia dan efek farmakologi. . Senyawa penghambat kanal kalsium tersebut adalah nifedipin. diltizem. bepridil. nodus SA. nimodipin. verapamil. amlodipin. Penggunaan Klinik Aktivitas kalsium antagonis inhibitor lebih nyata terhadap kontraksi otot polos vaskular dibandingkan terhadap kontraksi otot jantung yang disebut selektivitas vaskular. nikardipin.