Handayani dwi utami

Blok 3.1 sub bab etikomedikolegal reproduksi, 31 oktober 2013
1

 Allah

menghendaki kemudahan
bagimu dan tidak menghendaki
kesukaran bagimu
(QS. Al baqarah :185)

 Dia

telah memilih kamu dan Dia
sekali-kali tidak menjadikan kamu
dalam agama suatu kesempitan
(QS. Al Hajj : 78)

 Mempunyai sifat kemandirian dan kemampuan untuk tumbuh dan berkembang  Fleksibel dalam bidang furu’  Membuka pintu ijtihad dengan dasar al Quran dan As Sunnah  Sehingga dapat menjawab dan memberikan solusi pada permasalahan umat berdasarkan konteks kekinian tanpa meninggalkan syariah/kaidah dasar .

 mengandung nash qath’i yang tidak menerima penggantian/perubahan dlm hal :  hukum pasti seperti hadd untuk mencuri. 3x talak dan batasan 1/3 warisan untuk wasiat . haramnya khamr. zina. riba dan pembagian warisan  Batas kebebasan dalam perbuatan co poligami dg 4 istri.

2 sumber utama : al quran dan sunnah  4 sumber tambahan :  Ijma  Qiyas  Istihsan  Maslahah mursalah .

beri kabar gembira bukan ketakutan dan taatlah bukan berselisih. --(muttafaq alaih)— pesan Rasul saw kepada Abu Musa r.a dan Muadz bin Jabal r. Mudahkan jangan menyulitkan.a saat mengutus mereka ke Yaman .

 Adh dharurat tubih al mahzhurah (keadaan darurat membolehkan hal yang terlarang)-makan daging babi saat tak ada makanan lain dan ia bisa mati kelaparan jika tidak makan  Al hajah tunazzil manzilah adh dharurah (kebutuhan mendesak disesuaikan dengan kedudukan darurat)-penundaan haid .

 Adh dharar yuzal (darurat harus dihilangkan)-abortus provokatus medisinalis  Al adah muhakkamah (adat menjadi hukum)—misal adat minang  Al masyaqqah tajlib at taysir (kesulitan mendatangkan kemudahan)—rukhsah dalam bersuci dan shalat .

 Mencegah mafsadat lebih diutamakan daripada mendapatkan maslahat  Jangan menyakiti diri sendiri dan orang lain –pasien dan dokter safety  Jika ada 2 mafsadat muncul maka diutamakan menghindari mafsadat yang lebih besar resikonya (co menyelamatkan ibu G4P3A0 atau janin?) .

pemikiran dan perbuatan manusia secara individu maupun kolektif mencakup aspek ipoleksosbud yang bersumber dari AQ dan AS jadi tidak berhenti pada halal haram/pidana . Syariah : sistem nilai terpadu (integrated value sistem) yang mengandung prinsip/nilai universal serta norma yang mengarahkan keyakinan.

 Adalah hasil ijtihad manusia dan lebih bersifat terapan (applied syariah) .

 Qiyas (analogi)—menganalogikan kepada yang setara atau sama dengan yang ditetapkan AQ dan AS  Ijtihad-memahami kaidah dan prinsip umum syariah untuk mencari solusi bagi masalah baru yang belum diatur dalam syariah .

 membuat patokan dan aturan baru bidang penelitian dengan syarat tetap selaras dengan jiwa dan tatanan islam integral  Berpalingnya mujtahid dari tuntunan qiyas yang jalli ke khafi atau dari yang kulli ke itstistna’ .

 Prinsip  Prinsip  Prinsip  Prinsip  Prinsip niat kepastian kerugian kegawatdaruratan kebiasaan/adat 14 .

 Prinsip niat : untuk ibadah haji/umrah atau yang lain  Prinsip kerugian : jika mendapat haid apa kerugiannya? Jika ditunda selama ibadah adakah kerugian bagi kesehatan pasien? .

kesempatan sekali dalam seumur hidup tkait dana dan umur jadi harus optimal . Prinsip kepastian: jika ditunda. benar akan tertunda selama ibadah  Prinsip darurat .

 Mencegah konsepsi  Bisa menggagalkan kehamilan  Bisa diartikan . menjarangkan. membatasi. mengontrol. mengatur. mengakhiri 17 . menunda.

 Sudah menikah  Tidak hamil  Sesuai situasi dan kondisi penyakit pasien  Hipertensi. Resiko Ca Mamae 18 . Obesitas. Penyakit Jantung. DM. gangguan menstruasi. menyusui.

 Tidak menghalangi zygote untuk implantasi  Dapat dipercaya  Mudah dikontrol  Praktis cara pemakaian  Aman  Mudah didapat 19 .

 Mencegah  Mencegah ovulasi pertemuan ovum dengan sperma (barier)  Mencegah nidasi/implantasi  Mencegah spermatogenesis  Mematikan sperma  Menghalangi transport sperma 20 .

 Wajib-Sunah-Mubah-Makruh- Syubhat-Haram untuk memakai kontrasepsi dan menunda menstruasi  Halalan thoyyiban 21 .

 kontrasepsi--boleh atau tidak  Jaman Rosul ‘Azl (coitus interuptus)  Laktasi selama 2 tahun  Pilihan saat ini sangat tergantung tujuan       Untuk jemaah haji putri Merubah siklus menstruasi Takut punya anak ? Takut miskin Takut tidak bisa menafkahi Kontrasepsi. dianggap menggagalkan rencana Allah 22 .

 Memilih takdir itu wajib  Meskipun tidak memilih. sama saja dengan memilih untuk tidak memilih  Takdir yang tidak bisa dipilih: haram merubahnya  Takdir yang bisa dipilih: boleh asal caranya sesuai syar’i 23 .

apakah mengatur kehamilan atau menggugurkan kehamilan? 2.Ada 5 persoalan penggunaan alat kontrasepsi. yaitu : 1. 5. Implikasi alat kontrasepsi terhadap kesehatan penggunanya. Bagaimana dan siapa yang memasang alat kontrasepsi tersebut? (Hal ini berkaitan dengan masalah hukum melihat aurat orang lain). apakah ia hanya pencegahan kehamilan sementara atau bersifat pemandulan permanen ? 3. Pemasangannya. Cara kerjanya. 4. Sifatnya. Bahan yang digunakan untuk membuat alat kontrasepsi 24 .

 Membina keluarga sakinah mawadah warohmah  Menghasilkan keturunan  Memperbanyak umat vs menguatkan umat 25 .

 Tidak merugikan suami  Tidak boleh permanen  Ada ijin dari suami  Adakah hak istri 26 .

 Melayani atau tidak  Menganjurkan atau tidak  Sikap islami yang terbaik: ikhtiar dan keyakinan pada takdir harus berbarengan  Sebagai dokter muslim harus mampu meluruskan niat setiap akseptor /pasien 27 .

kemaslahatan. diperintah atau dilarang maka kita terlebih dahulu harus melihat kepada sebab akibat serta pengaruh atau hasil dari sesuatu itu. haram. Jika ragu terhadap sesuatu apakah ia halal.  Jika ia menyebabkan ada manfaat.kebaikan maka ia termasuk ke dalam hal yang dimubahkan atau diperintahkan dan begitu pula sebaliknya .

 Wallahu’alam bishawab  Burung dara burung cendrawasih  Atas perhatiannya terimakasih  hani_forensik@yahoo.co.com  081392351829 .id  haniforensic@gmail.