You are on page 1of 30

Penyajian data numerik

Nendyah Roestijawati

Tujuan

: menyajikan suatu agregate data
numerik dalam suatu bentuk tabel, di
mana data disusun dalam baris dan kolom
sehingga dapat memberikan gambaran
atau perbandingan
Tabel yang baik harus sederhana dan self
explanatory

Penyajian dalam bentuk tabel

Nomor
Title

(Judul)
Stub (Judul baris)
Box head (Judul kolom)
Body
Total (kolom/baris)
Foot Note
Source (sumberdata) utk data
sekunder/tersier

Bagian-bagian tabel

.Tabel No.JUDUL Catatan pendahuluan STUB BOX HEAD TOTAL BODY TOTAL Footnote Sumber data GRAND TOTAL .....

harus jelas. singkat. when. termasuk kepala kolom tersebut Stub memberi suatu keterangan/penjelasan secara terperinci tentang gambaran pada tiap baris dan badan tabel Box head: Ini termasuk kepala kolom. dan where Konsisten dan menggambarkan isi tabel Stub Kolom paling kiri. Box head memberi keterangan/penjelasan secara terperinci tentang gambaran tiap kolom dari badan tabel Body Terdiri atas kolom-kolom dan hanya berisi angka-angka Bagian-bagian tabel .Judul Biasanya ditempatkan di atas tabel. dan lengkap Judul yang baik akan menjawab: what.

.Catatan pendahuluan Diletakkan di bawah judul dan berfungsi sebagai keterangan tambahan tentang tahun pembuatan tabel atau jumlah pengamatan yang dilakukan Catatan kaki Memberi kerangan terhadap singkatan atau ukuran yang digunakan Dengan memberi tanda di kanan atas singkatan yang digunakan (* x a b.) Diletakkan dikiri tabel Sumber data Diletakkan di bagian kiri bawah (di bawah catatan kaki) Penting jika datanya sekunder Harus jelas dan lengkap: darimana. tahun Bagian-bagian tabel . oleh siapa.. judul.

orang. termasuk subyek. singkatan dan simbol telah dijelaskan ? Apakah semua eksklusi (bahan/materi data) telah dijelaskan ? Jika data bukan data primer.Judul Apakah tabel telah memiliki judul? Apakah judul sudah menggambarkan isi tabel. apakah sumber data telah dicantumkan? Tehnik pembuatan tabel . tempat dan waktu ? Apakah judul tabel telah didahului oleh Tabel# ? Baris dan kolom Apakah tiap baris dan kolom telah memiliki judul yang jelas ? Apakah satuan ukuran telah dicantumkan ? Apakah kategori yang digunakan sesuai dengan data ? Apakah jumlah total baris dan kolom telah ada Catatan kaki Apakah tiap kode.

Tabel distribusi frekuensi kumulatif 4.Tabel Induk (Master Table) Tabel Silang (Cross-table) Tabel Distribusi frekuensi: 1. Tabel distribusi frekuensi relatif kumulatif (%) Jenis-jenis tabel . Tabel distribusi frekuensi relatif (%) 3. Tabel distribusi frekuensi 2.

Dimuat dalam 1 (satu) tabel. Tabel ini sangat efisien Tabel induk/master table . Merupakan ringkasan hasil dari berbagai variabel (> 2 variabel).Menyajikan semua data yang tersedia secara terperinci. sehingga pembaca dapat memperoleh setiap informasi yang diinginkan Tabel Induk (Summary Table).

96 (1.67 (4.20 –6.40) 2.94 – 3.36 – 7.54) 5.73 – 3.15 (1.76) Kadar IGF-1 (ng/L)Me (Q1.74) 0.Q3) 5.41 (0.38 (2.Q3) 0.06 – 8.51 (0.42 – 0.74) 1.Variabel Kelompok terpapar Cd (n=40) Kelompok tidak terpapar Cd (n=45) Kadar Cd (µg/L) Me (Q1.Q3) 6.97) Rasio PSA/IGF-1Me (Q1.Q3) 3.58) .20 (6.30) Kadar PSA (ng/L)Me (Q1.41 – 2.26 – 0.05 (7.

Untuk menyajikan penemuan seringkas dan seefektif mungkin Berfungsi sebagai data/informasi untuk topik yang akan didiskusikan dlm text Merupakan tabel silang dari 2 (dua) variabel atau lebih Bertujuan membandingkan 2 atau lebih variabel yang terkait Tabel silang/cross table .

.

Distribusi frekuensi ◦ Pengelompokan data ke dalam beberapa kategori yang menunjukan banyaknya data dalam setiap kategori dan setiap data tidak dapat dimasukan ke dalam dua atau lebih kategori Tujuan ◦ Data menjadi informatif dan mudah dipahami Distribusi Frekuensi .

.

Untuk memudahkan membaca data secara tepat dan tidak kehilangan makna dari kandungan data Distribusi Frekuensi Relatif .Frekuensi setiap kelas dibandingkan dengan frekuensi total Tujuan .

.

Menunjukan seberapa besar jumlah frekuensi pada tingkat kelas tertentu Diperoleh dengan menjumlahkan frekuensi pada kelas tertentu dengan frekuensi kelas selanjutnya Frekuensi kumulatif terdiri dari . ◦ Frekuensi kumulatif kurang dari ◦ Frekuensi kumulatif lebih dari Distribusi frekuensi kumulatif .

.

Distribusi frekuensi relatif kumulatif .

pembilang dan penyebut untuk % Frekuensi dan persentase .Hindari desimal Tulis total sampel dan sub group.

frequency distributions – good if more than 20 observations Macam penyajian frekuensi dan persentase .

• Tidak disarankan untuk mengambil kesimpulan yang hanya didasarkan kepada rata-rata hitung Rata-Rata Hitung (Average atau Mean) . sebab bisa memberikan kesimpulan yang keliru. tidak disarankan untuk menggunakan rata-rata hitung sebagai ukuran gejala pusat. • unik • sangat dipengaruhi oleh nilai ekstrim.N  x i 1 N i • ditentukan secara ketat oleh bilanganbilangan yang menyusunnya. • hanya boleh dihitung (valid sebagai ukuran gejala pusat) untuk variabel yang memenuhi tingkat pengukuran sekurang-kurangnya interval • Apabila dalam rentetan data yang dihadapi terdapat bilangan ekstrim.

• tidak dipengaruhi oleh nilai ekstrim • nilai median adalah unik. . • Median boleh dihitung (valid sebagai ukuran gejala pusat) untuk variabel yang memenuhi skala pengukuran sekurang-kurangnya ordinal. jika dalam rentetan bilangan ada yang berubah nilai numeriknya. median belum tentu berubah. Me  b  p  1 2  Median n -F  f  • tidak ditentukan secara ketat oleh bilangan-bilangan yang menyusunnya.

Modus digunakan sebagai ukuran gejala pusat untuk variabel dengan tingkat pengukuran sekurangkurangnya nominal. . b1   Mo  b  p   b1  b 2  Modus Nilai numerik modus tidak unik (dalam sebuah rentetan data bisa terdapat lebih dari sebuah modus).

Variabel Variabel N Min N Max Mean Mean±SD Distribusi normal SD p .

94 – 3.26 – 0.42 – 0.40) 2.30) Kadar PSA (ng/L)Me (Q1.67 (4.05 (7.41 – 2.51 (0.20 –6.15 (1.76) Kadar IGF-1 (ng/L)Me (Q1.Q3) 3.54) 5.74) 0.58) Distribusi tidak normal .36 – 7.38 (2.Q3) 0.20 (6.06 – 8.97) Rasio PSA/IGF-1Me (Q1.74) 1.41 (0.Variabel N Percentile 25th Variabel 50th median 75th Kelompok terpapar Cd (n=40) Kelompok tidak terpapar Cd (n=45) Kadar Cd (µg/L) Me (Q1.96 (1.Q3) 6.Q3) 5.73 – 3.

Boxplots . median tidak akan berada di tengah box dan salah satu dari whisker lebih panjang dari yang lainnya.melihat derajat penyebaran data (yang dapat dilihat dari tinggi/lebar box) data simetris. garis median akan berada di tengah box dan whisker pada bagian atas dan bagian bawah akan memiliki panjang yang sama data tidak simetris (condong).

5 x IQR) Distribusi tidak normal .5 x IQR) lebih besar atau sama dengan Q1 – (1.kurang dari atau sama dengan Q3 + (1.

Kemudian dihitung frekuensi dan persentase tiap grup. Data kontinu ke kategorik .Mengubah data kontinu menjadi kategorikal dengan memasukkan dalam kelompok.

Data kontinu yang dikelompokkan menjadi kategorikal Data kontinu ke kategorik .Distribution of Glasgow Coma Scale Scores Tip: It is usually better to collect continuous data and then break it down into categories for data analysis as opposed to collecting data that fits into preconceived categories.