You are on page 1of 8

FOBIA & KEGAGALAN

SEKOLAH

OLEH:
Dwi Nurul Khotima, AMd.Keb
(2015.1.1.0042)
Putu Satyawati Pramana Putri (2014.I.1.0047)
Gustia Nandra Fadillah
(2014.1.1.0067)

memenuhi sasaran. Kenyataan menunjukkan bahwa manusia di dalam kehidupannya menghadapi persoalan-persoalan atau masalah yang silih berganti. Rumusan Masalah Apa masalahmasalah yang dihadapi siswa di sekolah? Apa pendekatanpendekatan umum dalam Bimbingan & Konseling?  Bagaimana strategi pelaksanaan layanan Bimbingan dan Konseling? . Manusia tidak sama satu dengan yang lain. Di dalam melakukan bimbingan dan konseling. baik dalam sifat maupun kemampuannya. Ada manusia yang sanggup mengatasi persoalan tanpa bantuan pihak lain. serta realistik. kerja sama konselor dengan personel lain di sekolah merupakan suatu syarat yang tidak boleh ditinggalkan.LATAR BELAKANG Bimbingan dan konseling merupakan kegiatan yang bersumber pada kehidupan manusia. guru memiliki perananan yang sangat penting karena guru merupakan sumber yang sangat menguasai informasi tentang keadaan siswa atau pesrta didik. Kerja sama ini akan menjamin tersusunnya program bimbingan dan konseling yang komprehensif. tetapi tidak sedikit manusia yang tidak mampu mengatasi persoalan bila tidak dibantu orang lain. Disini. maka perlu adanya pendekatan-pendekatan melalui pelaksanaan bimbingan dan konseling. Berkenaan dengan masalah-masalah yang dihadapi oleh peserta didik..

FOBIA? JENIS JENIS FOBIA: Initial School Refusal Behavior Tanda – tanda Fobia Sekolah Substantial School Refusal Behavior Faktor Penyebab Fobia Sekolah Acute School Refusal Behavior Chronic School Refusal Behavior Mengatasi Fobia Sekolah .

Masalah emosional dan perilaku D. Sebagai contoh. Siswa beresiko. Kurangnya kelekatan psikologis dengan sekolah . Kerap berinteraksi dengan teman sebaya yang berprestasi rendah E. umumnya memiliki sebagian atau seluruh karakteristik A.KARAKTERISTIK SISWA SISWA BERESIKO? Sebagian siswa beresiko adalah mereka yang memiliki kebutuhan pendidikan khusus. Lainnya lagi bisa saja siswa dari lingkungan rumah yang tidak mendukung ataupun mendorong keberhasilan akademis. Siswa beresiko lainnya bisa saja siswa yang karena latar belakang budayanya menyebabkan ia mengalami kesulitan beradaptasi dengan budaya dominan di sekolah. mereka mengalami ketidak mampuan belajar atau masalah emosional dan perilaku yang menghambat proses belajar dan prestasi mereka. Riwayat kegagalan akademis B. terutama yang akhirnya putus sekolah. Usia yang lebih tua dibanding teman sekelas C.

KEGAGALAN DALAM AKADEMIS Gejala – gejala siswa yang mengalami kesulitan belajar Ciri – ciri anak yang mengalami kesulitan belajar .

DUKUNGAN KEPADA SISWA BERESIKO  Identifikasi siswa beresiko sedini mungkin  Ciptakan suasana sekolah dan kelas yang ramah dan penuh dukungan  Buatlah kurikulum relevan dengan kehidupan dan kebutuhan siswa  Komunikasikan ekspektasi tinggi bagi keberhasilan akademis  Berikan dukungan akademis ekstra  Tunjukkan pada siswa bahwa keberhasilan tergantung diri mereka sendiri  Dorong dan fasilitasi pengenalan dengan sekolah .

Any Question? .

dapat ditegaskan bahwa yang terpenting dalam pendidikan moral adalah bagaimana menciptakan factor kondisional yang dapat mengundang dan memfasilitasi seseorang untuk selalu berbuat secara moral dalam ujian (tidak mencontek) maka caranya adalah mengkondisikan keempat factor di atas kearah yang mendukung. .KESIMPULAN Dari uraian diatas dapat diidentifikasikan bahwa ada empat factor yang menjadi penyebab kesulitan dalam sekolah dan perilaku mencontek yaitu : factor individual atau pribadi factor lingkungan atau pengaruh kelompok factor system evaluasi factor guru atau penilai   berkenaan dengan asas moral di atas.