You are on page 1of 32

IRIS & CILIARY BODY

BLOK 11

Tujuan Pembelajaran Umum :
Mahasiswa diharapkan dapat memahami
penyakit-penyakit pada iris

 
Sasaran Belajar :
Pada akhir perkuliahan, mahasiswa dapat:
1. Menjelaskan anatomi iris, badan siliar
2. Menyebutkan perbedaan iritis dan
iridocyclitis
3. Menyebutkan penatalaksanaan tumor iris

ANATOMY

Is a vascular layer that consists of :
 Iris
 Cilliary

body

 Choroid

Function :
 Nutrition

supply

UVEITIS ANTERIOR ( IRIDOCYCLITIS ) .A.

kornea. Uveitis anterior atau iridosiklitis merupakan penyakit yang mendadak yang biasanya berjalan selama 6 – 8 minggu .DEFINISI   Uveitis anterior merupakan peradangan iris dan bagian depan badan siliar (pars plicata). dan sklera. kadang kadang menyertai peradangan bagian belakang bola mata.

menurut cara timbul dan lama perjalanan penyakit  Akut  Kronik  Klasifikasi etiologik :  Eksogen  Endogen .KLASIFIKASI  Klasifikasi morfologik  Purulen  Non  purulen Klasifikasi patologi anatomi  Granulomatosa  Non  Granulomatosa Klasifikasi.

GEJALA  Gejala subjektif  Nyeri  Fotofobia & lakrimasi  Kabur (gangguan visus)  Gejala objektif  Hiperemi  Perubahan  Keratik presipitat  Kelainan   kornea kornea Keratitis dapat bersamaan keratouveitis Edema kornea .

 Terdapat pada iridosiklitis akut dan berat karena eksudasi fibrin ke dalam bilik mata depan (iritis plastik) Hipopion  Merupakan pengendapan sel radang pada sudut bilik mata depan . Pengukuran paling tepat dengan tyndalometri Sel :  Sel radang berasal dari iris dan badan siliar. warna kuning muda. jarang mengendap pada kornea. berbentuk benang . Pengamatan sel akan terganggu bila efek tyndall hebat Fibrin :  Dalam humor aquos berupa gelatin dengan sel.GEJALA OBJEKTIF  Bilik     mata Efek tyndall : Menunjukan ada peradangan dalam bola mata.

 Reaksi pupil terhadap cahaya lambat disertai nyeri  Nodul iris :  Dapat ditemui pada iritis atau iridosiklitis kronik  Granuloma iris :  Lebih jarang ditemukan dibandingkan dengan nodul iris  Sinekia iris Merupakan perlengkapan iris dengan struktur yang berdekatan pada uvea  Sinekia posterior  Sinekia anterior  oklusi pupil  blok pupil oleh seklusi dengan membran radang pada pinggir pupil  Atrofi iris  Merupakan degenerasi tingkat stroma dan epitel pigmen belakang  Kista iris  Jarang dilaporkan pada uveitis anterior .GEJALA OBJEKTIF  Iris  Hiperemi iris  Pupil :  Pupil mengecil.

menetap atau bergerak  Perubahan  pada lensa tekanan bola mata Tekanan bola mata pada uveitis anterior dapat rendah (hipotoni). pigmen dan kekeruhan lensa  Perubahan  dalam badan kaca Kekeruhan badan kaca timbul karena pengelompokan sel. normal atau meningkat (hipertoni). yaitu : pengendapan sel radang. berbentuk debu. difus. benang. eksudat fibrin dan sisa kolagen di depan atau belakang. Perubahan  Dikenal 3 bentuk perubahan pada lensa akibat uveitis anterior. .

 Penyulit      Katarak Retinitis proliferans Ablasi retina Glaukoma sekunder. yang dapat terjadi pada stadium dini dan juga pada stadium lanjut Prognosis :  Ditentukan oleh adanya penyulit .

gigi dan sebagainya. tenggorokan. seperti hidung.PENGOBATAN  Sulfas atropin 1 %  Analgetik  Pengobatan terhadap penyebab  Kortikosteroid lokal & sistemik  Perbaiki keadaan umum  daya tahan tubuh  Jangan lupa memeriksa bagian – bagian lain tubuh. untuk mencari penyebabnya dan juga mengobati penyebab tersebut . telinga.

B. ACUTE IRITIS .

akibat hasil pengobatan yang kurang memuaskan. Uveitis kronik merupakan penyakit mata menahun yang dapat mengakibatkan kebutaan.PENGERTIAN  Iritis atau peradangan iris yang biasanya disertai dengan siklitis yang dapat berakhir dengan uveitis menahun. .

Terdapat kesukaran melihat dekat karena iritis mengakibatkan gangguan pada otot akomodasi. mata merah.TANDA DAN GEJALA   Iritis akan memberikan rasa sakit. . dan fotobia.

.TANDA IRITIS AKUT       Pada bilik mata depan ditemukan flare dan bila peradangan sangat akut akan ditemukan hifema dan hipopion. Tekanan bola mata dapat rendah akibat gangguan fungsi pembentukan cairan mata oleh badan siliar dimana terjadi penyulit siklitis atau telah terjadi iridosiklitis. Pupil terlihat miosis dengan tepi irregular akibat rangsangan proses peradangan pada otot sfingter pupil. Kadang-kadang penyakit ini memperilihatkan gejala kekambuhan atau menjadi menahun. Perjalanan penyakit iritis sangat khas berlangsung antara 24 minggu. Bila tekanan bola mata tinggi hal ini menunjukan terjadinya gangguan pengaliran keluar cairan mata oleh sel radang atau perlengketan pada sudut bilik mata.

bila perlu sistemik diberikan dalam dosis tunggal. melepas sinekia yang terjadi. . dan kemudian diturunkan sampai dosis efektif.TERAPI IRITIS AKUT   steroid diberikan pada siang hari dalam bentuk tetes dan malam hari bentuk salep. dan memberi istirahat pada iris yang meradang. siklopegik untuk mengurangi rasa sakit.

Glaukoma sekunder sering terjadi pada uveitis akibat tertutupnya trabekulum oleh sel radang atau sisa sel radang. . Pada peradangan uvea menahun dapat terjadi edema macula yang kadang-kadang berlanjut menjadi ablasi retina nonregmatogenos atau serosa. Kelainan sudut dapat dilihat dengan pemeriksaan gonioskopi.PENYULIT IRITIS AKUT     sinekia posterior dan sinekia anterior perifer yang sering ditemukan pada iritis.

TUMOR IRIS .C.

licin dan tidak progresif dengan kerusakan minimal Lesi tidak bergejala Ditemukan dalam dua bentuk: Nevus iris sirkumskripta Nevus iris difus Komplikasi: ektropion iridis dan katarak Insidensi nevi iris dapat meningkat pada pasien-pasien neurofibromatosis. berwarna coklat Batas tegas.Nevus Iris (Melanoma Benigna) Suatu lesi pigmentosa berwarna hitam dari stroma iris. .

Nevus Iris (Melanoma Benigna) Dievaluasi dengan biomikroskop slit lamp kombinasi dengan pemeriksaan gonioskopi untuk memeriksa struktur sudut mata Perhatian khusus harus diberikan bila ada lesi pada struktur sudut mata DD/ melanoma maligna  observasi ketat dengan pemeriksaan berkala Karena sulit dibedakan dengan melanoma maligna perlu pemeriksaan fundus secara teliti & evaluasi terbaik dengan USG Nevi iris  tidak memerlukan terapi Follow up untuk evaluasi pertumbuhan .

Melanoma Maligna Melanoma iris terjadi kurang dari 10% dari semua tumor intraokuler Warna bervariasi. Pada stadium lanjut. batas tidak tegas Biasanya tidak bergejala kecuali apabila tumor mengenai makula. berbenjol2. sehingga warna iris berubah atau menimbulkan deformitas pupil. permukaan kasar. pertumbuhan tumor dapat menyebabkan retina terlepas disertai penurunan lapang pandang. Tumor yang berada di iris dapat berukuran cukup besar. . Nyeri tidak akan dikeluhkan bila tidak ada glaukoma atau peradangan.

DD melanoma iris: Nevi iris Kista pigmen epitelial dan stroma primer Atrofi iris esensial Corpus alienum iris Hiperplasia/ migrasi pigmen epitelial Juvenile xanthogranuloma Meduloepitelioma Retensi meterial lensa  nodul iris .

Tanda proses keganasan  ektropion iridis ekstensif. serbukan di ujung struktur sudut bilik mata. mengenai bagian inferior iris Dapat tumbuh secara difus  adanya sindrom hiperkromik heterokromia unilateral dan glaukoma sekunder Diperlukan evaluasi karena identik dengan nevi iris . ekstensi ekstraskleral. glaukoma sekunder. struktur vaskuler menjadi lebih jelas. pertumbuhan progresif Melanoma iris bervariasi  amelanotik sampai berwarna coklat tua. katarak.

Melanoma Maligna Pemeriksaan: USG beresolusi tinggi Angiografi fluoresensi Lesi meragukan  FNAB Terapi MM kecil pada iris yang belum menginvasi akar iris  iridektomi perifer MM metastasis  enukleasi Prognosis MM iris baik. mortalitas rendah dibandingkan dengan melanoma badan silier dan koridal melanoma .

.

.

Ditandai adanya hipopion tanda dari inflamasi ringan. atau . membran implantasi Tampak sebagai kista serosa atau solid yang merupakan kelanjutan dari luka. menonjol. Invasi epitelial. berhubungan dengan down sindrom. sebagai kista implantasi atau membran pada permukaan anterior iris.DD/ Nodul Iris LESI TANDA Brushfield spots (Down syndrom) Bintik-bintik putih sampai kuning. Terjadi setelah operasi atau trauma. kista solid. Retensi benda asing (corpus alienum) Timbul pigmentasi sekunder dan berhubungan dengan iridosiklitis kronik Fungal endoftalmitis dan sinekia anterior perifer. Histopatologi: bintik-bintik pada stroma iris normal dikelilingi oleh cincin dari iris yang mengalamai hipoplasia. kista serosa. Massa ireguler putih kekuningan pada iris. pada bagian perifer iris. Lapisan anterior densitasnya agak meningkat.

heterokromia. Terjadi peningkatan pigmentasi tanpa peningkatan jumlah melanosit . Secara mikroskopis. nodul Busacca berada di permukaan anterior iris. sinekia anterior. nodul ini terbentuk dari tumpukan sel mononuklear yang besar dan kecil. Iris Freckle Tidak bergerak. . dibentuk oleh lapisan melanosit. Merupakan obliterasi dari bangunan iris normal. Dibentuk oleh sel nevus jinak. Pigmentasi bervariasi. Iris nevus Massa diskret atau naodul pada permukaan anterior iris. dan ekstensi endotel dan membran desmen sekitar trabekular meshwork.LESI TANDA Iridosiklitis Nodul granulomatosa di superfisial dan iris bagian dalam. Kejadian meningkat pada pasien neurofibromatosis. berhubungan dengan glaukoma unilateral. berpigmen terang sampai gelap di permukaan iris. Iris nevus syndrome Nevus iris difus didapat. Nodul koeppe’s tejadi pada batas pupil. datar.

datar. sedikit berpigmen. Terdapat transilimunasi yang dilihat dengan baik dengan pemberian midiatik. Diagnosis dinilai dengan B-scan USG. Juvenile xanthogranuloma berwarna hitam . Leiomyoma Terlokalisasi atau bisa juga difus. . Ditandai dengan elevasi yang terlokalisasi dari stroma dan dapat berpigmen. palpebra dan orbita. Dapat ditemukan juga pada badan silier. Lesi iris dengan batas tidak tegas. Bisa mengalami regresi spontan. koroid anterior. Proliferasi epitelial pigmen iris Bisa kongenital atau didapat (plak bekas operasi atau trauma dari pigmen epiteliuma). pertama kehidupan.LESI TANDA Kista epithelial pigmen iris Kista meliputi lapisan neuroepitelium. episklera. berwarna kuning keabu-abuan. terjadi Dapat pada taun menimbulkan hifema spontan dan galukoma sekunder. untuk Mikroskop menyingkirkan elektron dibutuhkan diferensial dignosis antara leiomioma dan sel spindel amelanotik. Pada pemeriksaan histopatologis didapatkan infiltrat gronulomatosa difus yang mengandung histiosit dan tuton giant cell. kornea.

Iris kehilangan struktur normalnya. kongenital okular dan okulodermal Biasanya unilateral. Bisa juga tinbul hipopion. inferior dan infratemporal. pupil berdilatasi ireguler. terdapat satelit pigmentasi di sudut mata depan.LESI TANDA Leukemia Nodul diiris berwarna putih susu dengan perdarahan intens. Pada okulodermal melanositisis. Melanoma tapioka Nodul seperti tapioka yang terdapat pada semua bagian iris. Melanositosis. Bisa translusen atau sedikit berpigmen. tekanan intra okular meningkat. Pigemen bervariasi. bisa mengenai palpebra dan alis mata. . merupakan nevus uveal difus yang menyebabkan heterokromia iridis disertai gray patch dari sklera dan episklera. Sering disertai dengan glaukoma sekunder. letaknya di perifer. menjadi menimbulkan lebih tebal dan heterokromia. Melanoma maligna Timbul sebagai lesi noduler.

Bisa datar atau menonjol dari permukaan.LESI TANDA Karsinoma metastatik Nodul gelatinosa pada permukaan iris anterior dan depan. uveitis rubeosis dan bervariasi dari glaukoma. Retinoblastoma Fokus-fokus putih pada permukaan anterior sudut bilik mata depan. jarum pentul. Ditemukan kumpulan sel nevus pada pemeriksaan histopatologi. Neurofibromatosis Recklinghausen disease) (von Lesi multipel coklat muda Berukuran yang sampai seperti coklat kepala tua. . disertai anterior. di sudut bilik mata dengan hifema. Disertai adanya pseudohipopion.