You are on page 1of 19

SIFAT-SIFAT FLUIDA

Massa Jenis
Berat Jenis
Viskositas
Tekanan
Tegangan Permukaan
Kapilaritas

Massa Jenis (Kerapatan) Kerapatan adalah suatu sifat karakteristik setiap bahan murni Kerapatan atau density dinyatakan dengan ρ (ρ adalah huruf kecil Yunani yang dibaca “rho”). Satuan SI untuk kerapatan adalah kg/m3. Dengan catatan bahwa jika kg/m3 = 1000 g/(100 cm)3 . Kadang kerapatan diberikan dalam g/cm3.

ρ = m/v [kg/m3] (2-1) dimana ρ = kerapatan (kg/m3) m = massa benda (kg) v = volume (m3) b. Kerapatan Cairan ρ (density) Kerapatan cairan dapat didefinisikan sebagai : massa tiap satuan volume pada suatu temperatur dan tekanan tertentu. S = Kerapatan Cairan = ρcairan Kerapatan Air ρair .a. Kerapatan Relatif (S) Adalah suatu cairan ( specific density ) didefinisikan sebagai perbandingan antara kerapatan dari cairan tersebut dengan kerapatan air.

maka massa jenis air semakin kecil karena jarak partikelnya semakin besar sehingga volume untuk menampung sejumlah atom diperlukan volume yang lebih besar. maka benda akan mengapung (mengapung = ρbenda < ρair )  Semakin tinggi temperatur. Bila kerapatan atau massa jenis suatu benda lebih besar dari kerapatan air. . maka massa jenis makin besar karena jarak antara atom makin kecil sehingga sejumlah atom cukup menempati volume yang kecil. maka benda akan tenggelam dalam air (tenggelam = ρbenda > ρair)  Bila kerapatan benda lebih kecil.  Semakin rendah suhu air.

maupun satuan. dinyatakan pada persamaan sebagai berikut : ρc (gram/cm3 ρw )(gram/cm3 Untuk fluida cair SGc =) (2-2) ρg(gram/cm3   ρa)(gram/cm3 Untuk fluida cair SGg =) (2-3) Dimana:  ρc = massa jenis cairan (g/cm3)  ρw = massa jenis air (g/cm3)  ρg = massa jenis gas (g/cm3)  ρa = massa jenis udara (g/cm3) .Berat Jenis Berat jenis suatu bahan didefinikan sebagai perbandingan kerapatan bahan terhadap kerapatan air.

yaitu yang mempunyai dimensi luas tiap satuan waktu dan satuannya adalah: m 2/det. Viskositas terjadi terutama karena adanya interaksi antara molekul-molekul cairan yang terjadi saat lapisan-lapisan fluida berusaha menggeser satu sama lain.Viskositas (Kekentalan) Viskositas atau kekentalan adalah salah satu sifat cairan yang menentukan besarnya perlawanan terhadap gaya geser. μ ν= ρ dengan ρ adalah rapat massa zat cair (kg/m 3) . Perbandingan antara kekentalan dinamik dan kerapatan disebut kekentalan kinematik. Kekentalan zat cair dapat dibedakan menjadi dua yaitu kekentalan dinamik (µ) atau kekentalan absolute dan kekentalan kinematis (ν).

 Pada temperatur yang tinggi kekentalan kenematik zat cair akan relatif kecil dan dapat diabaikan. du  Gradien kecepatan adalah perbandingan antara perubahan kecepatan dan perubahan jarak tempuh aliran (dilihat pada Gambar 1) sedangkan Hubungan tegangan geser dan gradien kecepatan normal dari beberapa bahan dapat dilihat pada Gambar 2. Gambar 1 Gambar .Viskositas Dinamik dan Kinematis sangat dipengaruhi oleh temperatur. Zat cair Newtonian adalah zat cair yang memiliki tegangan geser (t) sebanding dengan gradien dy kecepatan normal ( ) terhadap arah aliran.

det)  ν = kekentalan kinematis (m2/det)  ρ = densitas fluida (kg/m3)  = gradien kecepatan .Bila fluida Newtonian dan aliran yang terjadi adalah laminer maka berlaku hubungan:  τ = μdy   du atau τ dy =ρν du di mana:  τ = tegangan geser (kg/m2)  μ = kekentalan dinamis (kg/m.

dengan gaya F dianggap bekerja secara tegak lurus terhadap luas F permukaan A.Tekanan Tekanan didefinisikan sebagai gaya per satuan luas. Namun untuk penyederhanaan. maka: A P= [kg/m2] Dimana:  P = tekanan (kg/m2)  F = gaya (kg)  A = luas permukaan (m2)   Satuan tekanan dalam SI adalah N/m2. . sering menggunakan N/m2. untuk penghormatan terhadap Blaise Pascal dipakai 1 Pa = 1 N/m2. Satuan ini mempunyai nama resmi Pascal (Pa).

.8 m/det2) / 0. gayanya akan sama tetapi karena luasannya menjadi 1⁄2 maka tekanannya akan menjadi dua kali yaitu 24 х 104 N/m2. Jika orang tersebut berdiri dengan satu kaki atau dua kaki dengan luasan yang lebih kecil.g/A = (60 kg х 9.050 m2 = 11760 kg/m2 = 12 х 104 N/m2 terhadap tanah.CONTOH: seorang dengan berat 60 kg yang kedua kakinya menutupi luasan 500 cm2 akan menggunakan tekanan sebesar : F/A = m.

Pada titik tertentu dalam fluida diam. . Bayangan fluida dalam sebuah kubus kecil sehingga kita dapat mengabaikan gaya gravitasi yang bekerja padanya.Konsep tekanan sangat berguna terutama dalam berurusan dengan fluida. Jika hal ini tidak benar. gaya netto yang bekerja pada kubus ini tidak akan sama dengan nol. Prinsip Pascal menyatakan bahwa: Tekanan yang diberikan pada fluida dalam suatu tempat akan menambah tekanan keseluruhan dengan besar yang sama. Hal ini sangat dikenal oleh para perenang dan juga penyelam yang secara langsung merasakan tekanan air pada seluruh bagian tubuhnya. dan kubus ini akan bergerak hingga tekanan yang bekerja menjadi sama. Tekanan pada suatu sisi harus sama dengan tekanan pada sisi yang berlawanan. tekanan sama untuk semua arah.

g. ρ adalah kerapatan cairan (diasumsikan konstan).h = A  P = ρ. dan g adalah percepatan gravitasi.h [kg/m2] [kg/m2] (2-5) (2-4) . dengan Ah adalah volume kolom tersebut. Kemudian tekanan P.g. adalah  P= F A ρ.Gambar 1 : Tekanan adalah sama di setiap arah dalam suatu fluida pada kedalaman tertentu jika tidak demikian maka fluida akan bergerak Tekanan dalam cairan yang mempunyai kerapatan seragam akan bervariasi terhadap kedalaman. Dengan demikian gaya yang bekerja pada luasan tersebut adalah F =mg =ρAhg.

Jika kerapatannya hanya bervariasi sangat kecil. persamaan berikut dapat digunakan untuk menentukan perbedaan tekanan Δp pada ketinggian yang berbeda dengan ρ adalah kerapatan rata-rata Δp = ρ g Δh [ mmHg ] Di mana :  Δp = perbedaan tekanan (mmHg)  ρ = kerapatan (kg/m3)  g = gravitasi (m/det2)  Δh = pertambahan kedalaman (m) (2-8) .

Alat Ukur Tekanan Beberapa alat yang digunakan untuk mengukur tekanan darah adalah manometer tabung terbuka. barometer aneroid (digunakan untuk mengukur tekanan udara). . pengukur tekanan ban.

Tekanan P yang terukur dihubungkan dengan perbedaan tinggi h dari dua ketinggian zat cair. yaitu tabung berbentuk U yang sebagian diisi air atau air raksa. Besarnya tekanan dinyatakan dengan persamaan : P = Po + ρgh Dengan:  P = tekanan fluida (N/m3)  Po = tekanan atmosfir (yang bekerja di atas fluida di tabung sebelah kiri) (N/m3)  ρ = massa jenis zat cair (kg/m3)  g = percepatan gravitasi (m/s2)  h = perbedaan tinggi zat cair antara tabung kiri dengan tabung kanan (m) .Yang paling sederhana adalah manometer tabung terbuka.

Tekanan Nadi yaitu.6 x 103 kg/m3. karena 1. Sphygmomanometer yang sering digunakan ada dua macam. sedangkan tekanan diastolik normal = 80 mmHg. missal tekanan sistolik normal = 120 mmHg. biasa diukur meliputi : Diastolik yaitu tekanan darah minimum yang diperoleh pada aorta ketika jantung berada pada phase diastolis (mengembang) dimana darah dari vena masuk ke atrium. . Maka tekanan nadi normal adalah 40 mm-Hg.00 x 10-3 m dan massa jenis air raksa adalah 13. yaitu sphygmomanometer logam dan sphygmomanometer air raksa. Tekanan darah yang Sistolik yaitu tekanan darah maksimum yang terdapat pada aorta ketika jantung berada pada phase sistolis atau berkontaksi di mana darah dipompakan dari vertical kiri ke aorta. Riva-Rocci telah membuat alat ukur tekanan darah manusia yang disebut dengan sphygmomanometer atau tensimeter.00 mm = 1. selisih tekanan sistolik dengan tekanan sistolik.Satuan mm-Hg ekivalen dengan tekanan 133 N/m2.

. F= m1. m2 = massa molekul 1 dan 2 r = jarak antar pusat massa molekul.Tegangan Permukaan Molekul-molekul pada zat cair akan saling tarik menarik secara seimbang di antara sesamanya dengan gaya berbanding lurus dengan massa (m) dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak (r) antara pusat massa.m2 r2 dengan: F = gaya tarik menarik m1.

Kenaikan atau penurunan zat cair di dalam suatu tabung dapat dihitung dengan menyamakan gaya angkat yang dibentuk oleh tegangan permukaan dengan gaya berat. Kenaikan dan Penurunan Kapilaritas . jika kohesi lebih kecil dari pada adesi maka zat air akan naik dan sebaliknya jika lebih besar maka zat cair akan turun. Gambar 3.Kapilaritas Kapilaritas terjadi akibat adanya gaya kohesi dan adesi antar molekul.

Untuk perhitungan secara matematisnya yaitu: h=   2σcosθ γr   Dimana:  h = kenaikan atau penurunan zat cair  σ= tegangan permukaan  γ = berat jenis zat cair  θ = akan sama dengan 0o untuk air dan 140o untuk air raksa  r = jari-jari tabung .