You are on page 1of 45

TONSILITIS

RIDWANSYAH
11711005
SMF Ilmu Kesehatan THT-KL

Definisi
Peradangan pada tonsil palatina, biasanya meluas ke adenoid
maupun tonsil lingual
Bersamaan dengan faringitis faringotonsilitis

Anatomi Tonsil

Klasifikasi
Tonsilitis Akut
Tonsilitis Viral
Tonsilitis Bakterial

Tonsilitis Membranosa
Tonsilitis Difteri
Angina Plaut Vincent (Stomatitis Ulsero Membranosa)

Tonsilitis Kronik
Hipertrofi Adenoid

Tonsilitis akut

Tonsilitis Viral
Etio:
Epstein Barr Virus (EBV)
Haemphillus influenza virus
Coxachie virus

Gejala: common cold disertai nyeri tenggorokan


Px: Luka-luka kecil pada palatum dan tonsil yang sangat
nyeri
Tatalaksana:
Istirahat dan minum cukup
analgetik (ibuprofen 3x400mg)
Menghindari makanan dan minuman yang menambah iritasi

Tonsilitis Bakterial
Etio:

Streptokokus beta hemolitikus grup A (strep throat)


Streptococcus viridan
Pneumococcus
Streptococcus piogen

Infiltrasi bakteri di epitel tonsil reaksi inflamasi leukosit


PMN detritus (kumpulan leukosit, bakteri yang mati & sel
epitel yang terlepas)
Detritus mengisi kriptus tonsil bercak kuning

Lanjutan...

Lanjutan...
Tanda & gejala

Inkubasi 2-4 hari


Nyeri tenggorokan
Nyeri menelan
Demam suhu tinggi
Lesu
Nyeri sendi
Tidak nafsu makan
Otalgia (reffered pain dari N. Glosofarigeus/NC. IX)

Lanjutan...
Pemeriksaan:

Tonsil bengkak
Hiperemis
Detritus berbentuk folikel/lakuna/pseudo
Kel. Submandibula membengkak & nyeri
tekan

Tata Laksana:
Antibiotik spektrum luas
Antipiretik
Obat kumur desinfektan

Komplikasi
Pada anak sering menimbulkan OMA, sinusitis, abses peritonsil (Quincy
throat), asbes parafaring, bronkitis, glomerulonefritis akut, miokarditis,
artritis, septikemia (infeksi V. Jugularis Interna Lemierre Syndrome)
Hipertrofi tonsil bernapas lewat mulut, mendengkur, gangguan tidur
karena sleep apnea (Obstructive Sleep Apnea Syndrome/OSAS)

Tonsilitis Membranosa

Tonsilitis Difteri

Corynebacterium difteri
Frekuensi menurun vaksin
Menginfeksi hidung, faring, dan laring
Anak < 10 tahun, tertinggi 2-5 tahun
Orang dewasa mungkin terkena

Manifestasi Klinis

Penegakkan diagnosis
Anamnesis keluhan
Px Fisik gambaran klinis
Px Mikrobiologi diambil di bawah permukaan psudomembran

Tata Laksana
Anti Difteri Serum (ADS) segera dengan dosis 20.000-100.000
unit tergantung umur & beratnya penyakit
Antibiotik (penisilin/ eritromisin) 25-50 mg/KgBB dibagi 3 dosis
selama 14 hari
Kortikosteroid 1,2 mg/KgBB
Antipiretik Paracetamol/ibuprofen
Isolasi menular istirahat 2-3 minggu

Komplikasi
Laringitis difteri penyebaran pseudomembran sumbatan
Miokarditis decompensatio cordis
Kelumpuhan otot palatum mole, otot mata untuk akomodasi, otot
faring & otot laring suara parau & kelumpuhan otot-otot
pernapasan
Ginjal albuminuria

Angina Plaut Vincent (Stomatitis Ulsero Membranosa)


Etio: Spirocheta atau Treponema
Ditemukan pada pasien dengan higiene mulut yang << dan
defisiensi Vit. C
Gejala: Demam 39C, nyeri kepala, badan lemah, kadang
gangguan pencernaan, nyeri di mulut,
hipersalivasi,
gigi dan gusi berdarah.

Lanjutan...
Pemeriksaan:

Mukosa mulut & faring hiperemis


Bau mulut (foetor ex ore)
Kel. Submandibula membesar
Membran putih keabuan di tonsil, uvula dinding faring, gusi, serta
prosesus alveolaris

Tata Laksana:
Antibiotik sprektum luas selama 1 minggu
Memperbaiki higiene mulut
Vit. C dan B Kompleks

Tonsilitis Kronik

Etio: seperti tonsilitis akut, tetapi kadang Gram negatif


Predisposisi

Rangsangan merokok yang menahun


Makanan
Higiene mulut yang buruk
Cuaca
Kelelahan fisik
Pengobatan tonsilitis akut yang tidak adekuat

Proses inflamasi berulang epitel mukosa dan jar. Limfoid


terkikis penyembuhan diganti jar. Parut mengalami
pengerutan kripta melebar (diisi detritus)

Px Fisik tonsil membesar, permukaan tidak rata, kriptus


melebar, beberapa kripti diisi detritus.
Rasa mengganjal di tenggorok, napas berbau
Tx
Lokal higiene mulut dengan berkumur atau obat isap
Tonsilektomi

Indikasi Tonsilektomi
Serangan tonsilitis > 3 kali/tahun meskipun mendapatkan terapi
adekuat
Hipertrofi tonsil maloklusi gigi gangguan pertumbuhan
orofasial
Hipertrofi tonsil sumbatan jalan napas, sleep apnea, gangguan
menelan, gangguan bicara, dan cor pulmonale
Rinitis & sinusitis kronis, peritonsilitis, abses peritonsil yang tidak
hilang pada terapi
Napas bau yang tidak berhasil dengan pengobatan

Lanjutan
Tonsilitis berulang yang disebabkan Streptococcus beta hemoliticus
Grup A
Hipertrofi tonsil keganasan
OME/OMS

FARINGITIS

Definisi
Peradangan pada faring yang dapat disebabkan oleh virus,
bakteri, alergi, trauma, toksin, dan lain-lain
Faring : Kantong fibromuskular berbentuk seperti corong, yang
besar di bagian atas, sempit di bawah dengan batas :
Atas : koana
Depan : rongga mulut
Bawah : laring

Anatomi
Panjang posterior 14 cm
Lapisan dinding faring (dalam ke luar)
Selaput lendir, fasia faringobasiler, pembungkus otot, dan sebagian
fasia bukofaringeal.

Faringitis berdasarkan etiologi

1. Faringitis viral
Penyebab tersering adalah rinovirus yang akan menimbulkan
gejala rinitis dan kemudian muncul faringitis
Gejala dan tanda

Demam
Rinorea
Nyeri tenggorok
Sulit menelan
mual

Pemeriksaan
Fisik

Tampak faring dan tonsil hiperemis


Lesi vesikular orofaring (coxsachie virus)
Tak tampak eksudat (influenza virus, coxsachie dan cmv)
Tampak Eksudat (EBV)
Konjungtivitis pada anak(adenovirus)
Limfadenopati leher

Terapi
Istirahat

2. Faringitis Bakterial
Infeksi grup A Streptokokus B hemolitikus penyebab pada dewasa
15% dan anak 30%
Gejala dan tanda:

Nyeri kepala hebat


Muntah
Demam tinggi
Jarang disertai batuk

Pemeriksaan
Fisik

Tampak tonsil bengkak


Faring hiperemis, disertai eksudat di permukaannya
Bercak ptekie pada palatum dan faring
Limfadenopati ant. Besar kenyal dan nyeri tekan

Penunjang
Rapid antigen detection test (RADT)
Swabbing throat

Terapi
Antibiotik

Penicillin G Banzatin 50.000 U/KgBB IM, single dose


Amoxicilin 50 mg/KgBB dosis dibagi 3x/hari selama 10 hari
Amoxicilin dewasa 3x500 mg selama 6-10 hari.
Eritromisin 4x500 mg/hari

NSAID
Ibuprofen 2-3 x400 mg/hari

Kumur dgn air hangat atau antiseptik

Faringitis Fungal
Akibat candida yang tumbuh di mukosa cavum oris dan faring
Gejala dan tanda:
Keluhan nyeri tenggorokan
Nyeri telan

Pemeriksaan dan Terapi


Fisik
Tampaplak putih di orofaring dan mukosa faring lainnya hiperemis

Penunjang
Kultur jamur (dalam media agar sabouroud dextrosa)

Terapi
Nystatin 100.000 -400.000 2x/hari
Analgetika

Hipertrofi adenoid

Massa yang terdiri jar. Limfoid pada dinding post. Nasofaring


rangkaian cincin Waldeyer
Membesar pada usia 3 tahun, mengecil & hilang usia 14 tahun.
Sering ISPA hipertrofi adenoid sumbatan koana& tuba
Eustachius

Manifestasi

Nafas lewat mulut Facies Adenoid


Faringitis & bronkitis
Gangguan ventilasi & drainase sinus paranasal sinusitis kronis
Sumbatan tuba Eustachius OMA berulang OMSK
Gangguan tidur, mendengkur, RM, pertumbuhan fisik <<

Diagnosis

Tanda dan gejala klinis


Rinoskopi anterior: tertahannya gerakan velum palatum mole
saat fonasi
Ro foto lateral kepala (sering dilakukan pada anak)

Tata Laksana
Adenoidektomi

Indikasi Adenoidektomi

Sumbatan
Sumbatan hidung napas lewat mulut
Sleep apnea
Gangguan menelan
Gangguan bicara
Adenoid face
Infeksi adenoitis berulang, OME
Kronis, OMA berulang
Curiga neoplasma jinak/ganas

Kontraindikasi Adenoidektomi

Gangguan perdarahan
Infeksi laring
Palatum pendek/abnormal (cleft/false
palate, zona pelusidum)

Komplikasi Adenoidektomi
Perdarahan
Terlalu dalam menguret kerusakan dinding posterior faring
Terlalu lateral torus tubarius rusak oklusi tuba Eustachius
tuli konduktif